
Sesekali Kaifa melihat jam sambil melihat pintu. Kaifa tahu Wandi memang mengawasi nya yang membuatnya harus bersikap hati hati dalam bertindak. Karna dia sudah pernah kehilangan Ferdi Dan Kaifa tak mau kehilangan Wandi lagi Karna itu harapannya satu satunya yang tak mungkin bisa lagi bisa kembali pada Ferdi .Dan lagi tak semua laki laki royal seperti dua pria itu. Yang membuat Kaifa berpikir untuk bertahan pada Wandi. Karna dua pria itu adalah pengusaha. Mudah bagi nya mencari pria Tapi tak semua pria royal berkantong tebal . Walau Wandi cukup keras Namun Wandi tak seperti Ferdi yang cuek dan ketus bila marah.
" Ceklek ......
" Hai ....sayang baru pulang " kata Kaifa beranjak dari kursi nya untuk menyambut Wandi pulang
" Apa kau menunggu ku " kata Wandi
" Ya sayang Sini aku bawakan tasnya aku pikir kau pulang malam " kata Kaifa .Yang membuat Wandi cukup kaget dengan perubahan sikap Kaifa .
" Apa kau sudah makan , Aku sudah menyiapkan makanan dimeja Sekarang mandilah nanti kita makan sama sama " kata Kaifa lagi
" Ya ...." kata Wandi yang menatap sekilas Kaifa lalu masuk kamar
" Tumben ada apa dengan nya , Apa otaknya kepentok pintu " kata Wandi yang cukup kaget dengan perubahan Kaifa karna tak dari biasa yang bersikap Kaifa perduli padanya
Wandi pun lalu membersihkan diri Dan tak lama setelah ritual mandinya selesai .Ia pun keluar Dan menuju ruangan dapur Dilihatnya Kaifa sedang menyiapkan piring dan air putih di meja makan
" Mhem.....apa masak sendiri ?" kata Ferdi
" Tidak tadi aku pesan grab foods Tapi lain kali aku akan belajar memasak " kata Kaifa jujur karna ia belum bisa memasak .
" Ok..... ngak masalah ayo kita makan , aku sudah lapar "kata Wandi yang lalu menarik kursi Dan Kaifa mengambilkan nasi untuknya .
" Mau lauk yang mana ?" kata Kaifa yang belajar melayani suaminya itu
" Gurami asam manis saja " kata Wandi tenang sambil memperhatikan gerak gerik Kaifa yang sedikit cangung.
" Segini " kata Kaifa
" Ya itu cukup, ayo makan " kata Wandi ketika Kaifa memberikan piring nya.
" Ya ...." kata Kaifa yang juga mengisi piring untuk dirinya. Lalu keduanya pun makan tampa banyak bicara .
***********
__ADS_1
Seminggu berlalu dengan cepat .Aya yang melihat pembangunan rumah nya cukup kaget kalo rumah yang dibangun untuk nya cukup besar Dan juga tingkat dua Karna ia tak pernah meminta apapun pada Ferdi Dan Rio memberi tahukannya kalo rumah nya memang dibangun bertingkat dan konsep nya cukup unik dengan gaya jawa untuk lantai bawah Dan biasa untuk atas
" Ya ampun mas jadi 700 meter semua nya ya mas " kata Aya yang sisa tanah nya ingin Aya tanam pohon belimbing mangga dan sirsak juga murbei
" Ya mba dan di belakang bisa buat tanam pohon buah Trus yang sebelah sana bisa di tanami sayuran " kata Rio.
" Oh ya mas malah itu lumayan buat de Ara bisa berkebun setelah di pagar keliling " kata Aya karna tanah itu seluas 3000 meter Yang membuat Aya sedikit tenang Karna ia sekarang punya rumah Dan rumah yang mereka tempati akan diperbaiki setelah rumahnya selesai dibangun
" Ya mba , nanti Rio bantu buat beli polibag dan juga pupuk komposnya . Dan bapa bilang sisa kayu bisa bangun rumah kecil untuk ganti pondok " kata Rio Yang memang sempat tinggal di pondok kebun kopi Tapi karna sekarang ia tidur dikamar tamu rumah Ara. Untuk ikut dalam mengawasi tukang borongan .
" Ya mas kan kalo menginap disana aman punya pos jaga " kata Aya
" Ya mba " kata Rio tersenyum karna kagum pada Aya yang ramah dan baik Walau Aya punya suami seorang suami pengusaha tapi tidak sombong.
Aya pun kembali masuk kedalam rumah ketika Ara pulang dari sekolah.
" Assalamualaikum " kata Ara
" Walaikum salam gimana sekolahnya senang " kata Aya tersenyum .Melihat Ara membawa sepeda nya masuk teras
" Lumayan kak, sepedanya juga nyaman dibawa " kata Ara sumringah .
" Ya kak trimakasih banyak ,Ara senang kok sekarang sudah ngak jalan kaki dan merepotkan mas Rio lagi " kata Ara
" Ya de, kita harus mandiri " kata Aya yang masih diantar kemana mana oleh pa Sapto.
" Biar ngak ngerepotin Ayah apalagi kalo darurat harus bisa mandiri " kata Aya yang memang prihatin sejak kecil .
" Ya kak , Ara masuk dan makan dulu ya " kata Ara
" Ya de, jangan lupa mentok mu ditengok tuh tadi pada ngumpul dekat dapur " kata Aya yang memang sudah memberi makan mentok piaraan sang adik .
Sedangkan Ferdi sedang sibuk dikantornya karna bahan mesin mobil perusahaan Masih ada yang kurang .Yang membuat Ferdi sempat rapat dengan beberapa bawahan nya untuk bisa tanggap dan cepat dalam bekerja
" Presdir untuk mesin sudah komplit semuanya Barangnya baru saja datang dari pabrik " kata sekertaris Ferdi yang datang mengantar berkas .
__ADS_1
" Ok..... suruh Luis dan Erik untuk memeriksa nya Aku tak mau ada bahan yang kurang " kata Ferdi yang berkutat dengan berkasnya Karna seminggu itu ia lembur Dan hanya malam bisa menelpon Aya agar tahu kabar istrinya itu .
" Huh....... syukurlah semua nya aman " kata Ferdi lega Karna ia ingin pekerjaannya cepat selesai Dan bisa pulang bertemu sang istri yang dirindukan nya.
" Baik Presdir " kata Ane sekertaris Ferdi Yang sesekali memperhatikan bosnya itu .
" What happen " kata teman Ane menatap Ane yang memperhatikan Ferdi
" Tidak aku hanya heran saja Bagaimana seorang pria muda seperti presdir sibuk tampa istirahat seminggu ini. Bahkan ia fokus tampa mengeluh Bahkan tak ada niat untuk bersenang senang padahal ini akhir pekan " kata Ane yang sudah lama kagum pada bos mudanya itu
" Iya juga ya sejak tuan Frans meninggal beliau hanya sibuk bekerja " kata Kate sebagai adminitrasi yang duduk tak jauh dari meja Ane
" Hei ..... mungkin dia patah hati Dulu sempat kudengar pacaran sama seorang model Tapi putus Karna presdir sibuk bekerja " kata yang lain ..
" Ah masa iya patah hati sih, kan presdir banyak uang dan berkantong tebal Aku saja tak menolak bila diajak berkencan" kata salah seorang karyawan staf yang membuat Ane mendelik menatap nya
" Hahaha ...... sorry An just kidding pasti presdir lebih dulu mengajak mu kan dari pada kita " kata sang teman
" Kembalilah kerja sebelum bos tahu kita bergosip tentang nya " kata Ane yang kembali duduk di meja nya .
" Sedangkan Ferdi hanya fokus pada lembaran kertas nya .
*********
Sore terlihat para tukang borongan sudah pulang. Aya dan Ara pun melihat kerangka bangunan rumahnya dari dekat Yang membuat mereka penasaran seperti apa rumah itu nantinya bila sudah jadi
" Masya allah kak gede banget kak , Ara tak sabar melihat hasilnya " kata Ara yang memperkirakan sebulan rumah itu harus jadi Karna Ferdi mengontrak para tukang pemborong profesional.
" Kalian disini " kata Ayah melihat dua putrinya itu duduk melihat bangunan rumah Aya dari samping rumah mereka
" Ya yah, Ara tak sabar lihat rumah kak Aya pasti bagus dari rumah kita dulu dijakarta " kata Ara .
" Ya kan duit nya juga banyak ra, ini abang mu menguras dompet tebal Karna rumahnya di bangun dengan bahan yang berkualitas " kata pa Kevin yang tahu pemborongnya saja mahal Apalagi bahan nya Ferdi mengambil yang terbaik Dan tak tangung tangung rumah itu Pastinya akan berdiri kokoh dan kuat .Karna menantunya itu membangun nya spesial untuk istrinya .
" Ya pa , itu jelas orang bahan besi nya aja mahal " kata Rio yang ikut bergabung Yang tahu biaya bahan pembangunan nya cukup besar belum lagi bayar tukang borongan nya .
__ADS_1
" Ya kita hanya berharap cepat selesai dan nanti Ayah ingin syukuran bersamaan .4 bulanan Aya ya nak " kata pa Kevin
" Ya yah sekalian yasinan ya yah " kata Aya senang bisa punya rumah sendiri sekarang Dan itu seperti mimpi