Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 312


__ADS_3

Hampir saja Ferdi tertimpa barang barang bawaan penumpang lain Yang membuat Alan cepat menarik Ferdi ke sampingnya Yang membuat si dua pria itu juga ikut kaget


" Hei bung hati hati " tegur Alan


" Maaf mas kami pikir tak ada orang " kata si karyawan bandara itu


" Ya mas kami minta maaf " kata teman nya terlihat sedikit takut Karna Alan memasang wajah datar .Dan terdengar suara panggilan untuk keberangkatan mereka


"Ya ngak apa , tapi lain kali hati hati " Kata Alan


Sedangkan Ferdi membuang nafas kasar nya Dan kembali berdiri tenang Diam tak berkata apa apa


" Mari tuan itu panggilan penumpang untuk naik pesawat " kata Alan


" Ya ayo, hampir saja mereka bikin masalah " kata Ferdi lalu menarik koper kecilnya .Begitu juga Alan juga membawa kopernya Dan mereka pun lalu bergegas menuju masuk kedalam pesawat bersama penumpang lain


Sedangkan Aya yang di rumah Duduk santai di ruang tengah bersama si kembar , Qila dan Via di ruang tengah setelah makan malam .


"'Ay lusa aku pulang mau titip apa buat Ara " kata Via


" Apa saja , besok kita ke mall ya , kan ada mang Didin Beli oleh oleh buat Ara dan teman temannya .Dan lho la, kapan pulang ? " kata Aya


" Tungga pa Bimo kasih instruksi, Kata Awan sih minggu minggu ini Ay. Ya mudahan sebelum masuk kuliah . Kan lumayan duitnya " kata Qila


" Lho ngak mampir tempat mertua dulu la" kata Via


" Kemaren Awan telpon .Katanya kakung belum mau pulang Jadi kita ngak belum mampir ke sana Besok aja pas kita mau pulang . Masalahnya gue malas bertemu mertua judes " bisik Qila pelan


" Hahaha...... biasa la, mungkin belum akrab kali. Nanti kalo sudah lama juga lho terbiasa kok " kata Aya .


" Ya gue harap gitu Ay, lho sih enak Dapat mertua yang baik......banget kaya mami Dan Via juga baik Nah gue baru datang dua hari sudah judes banget... Mana tahan , padahal nih ya gue sudah bersih bersih masak dan mengurus kakung Awan .Kalo ngurus disana Gue ngak geluh Ay, dan kakung juga gerti Disini malah kaya gue pelayan doang " kata Qila Curhat


" Ya syukuri saja la , lho kan ngak hidup sama mereka Sama Awan dan lagi Awan juga sudah tahu kan gimana lho Dan sifat orang tuanya .Jadi diam kan saja .Mungkin dia mengira lho numpang eksis la. padahal kan sama sama dari nol " kata Via memberi semangat

__ADS_1


" Ya la, lho yang sabar . Ada waktunya mereka malu. Kan lho juga kerja dan berjuang. Anggap saja itu rezeki lho sedang dalam masa di uji .Tapi kita akan slalu ada buat lho " kata Aya


" Ya Ay....terima kasih dan lho juga Vi, mudahan saja semua cepat berlalu " kata Qila membuang nafas dalam Karna ia bersyukur Awan sangat sayang padanya Dan mau menerimanya apa adanya.Jadi masalah mami Awan Qila anggap saja ujian kecil Untuk bisa tetap bertahan bersama Awan


" Namanya ujian hidup ya Ay beda beda. Tuh tadi aja mba Naura masuk rumah sakit kenapa coba "kata Via


" Iya bayi nya ngak selamat kasihan " kata Aya


" Iya kasihan juga , padahal baru hamil anak pertama " kata Qila


" Ho oh pastinya bang Reyhan sedih banget " kata Aya


" Ya kita doakan saja mereka baik baik Nanti kan bisa bikin lagi " kata Via


" Bikin mah gampang Vi, jadi nya itu belum mesti bikin sekali " kata Aya terkekeh


" Hahaha...... ya di jalani aja Ay bikin tiap hari " ledek Via


" Dih ... badan gue bisa remuk Vi , kalo tiap hari . Emang lho kuat Tapi kalo lagi hamil muda biasa nya memang pengen kan Vi. Nempel terus kan lengket kaya lem " Kata Aya membalas ledekan Via


" Kaya lho ngak aja la, dulu aja baru nikah kalo sudah di jemput pulang Di panggil ngak noleh noleh Ay, biar cepat cepat bisa ber indehoy sama Awan " kata Via terkekeh


" Hahaha...... kan enak ya la , masa enggak .lho juga kan ngak mau kalah Vi " kata Aya memainkan alis nya sambil terkekeh


" Yoi ....Ay.... genjot terus, Apalagi bang yusuf sudah pengalaman Jadi Via senang banget tuh " sindir Qila


" Tahu ah " kata Via dengan muka merah merona Yang membuat Qila dan Aya tertawa bersama .


" Lho tuh Ay , yang lebih pengalaman Apa lagi sudah dapat dua anak Makanya tuan Ferdi tambah rajin ngejot lho kan Biar dapat anak lagi " kata Via meledek Aya


" Itu sih pasti Vi, kan dia pengen anak perempuan " jawab Aya santai


" Gue juga mau anak perempuan Ay, Biar kita jadi besan kita . Buat si dua cowok imut itu !! " kata Qila yang lalu mencium Afnan dan Aska Yang asyik menyusun lego

__ADS_1


" Iya benar la, kita sama satu ya la. kayanya asyik deh .Kalo punya anak perempuan Bisa beli baju yang cantik cantik Dan di kasih pita pita cantik .Sama sepatu lucu lucu gitu " kata Via tersenyum membayangkan punya anak perrmpuan


" Ya Vi, gue juga mikir gitu tapi nunggu mereka besar dikit " kata Aya


" Iya Ay , bisa repot kalo hamil sekarang Apalagi lho masih kuliah Jadi santai aja dulu Kita kan masih muda ini " Kata Qila


" Iya betul itu , harus di pikir juga Karna kita juga harus merencanakan semuanya dengan matang Yang penting Kita syukuri yang ada .Ya ngak Ay, apalagi Aya sudah dapat dua. Nah bila nanti dapat cewek kembar lagi pasti heboh deh " kata Via


" Ya ... betul Vi, makanya aku fokus dulu sama mereka dan kuliah . Nanti kalo sudah selesai Mau hamil lagi terserah Yang penting kuliah gue kelar buat bisa ngurus butik dan cafe " kata Aya.


Cukup lama mereka ngobrol Sampai hampir jam 9 malam lewat Lalu mereka pun kembali ke kamar masing masing Untuk istirahat apalagi Aya Harus menidurkan Afnan dan Aska .Di temani Wati dan Erni yang sudah menunggu sedari tadi .


**********


Di rumah Ara Rio sedang sibuk di ruang kerja nya menyimpan data penting Karna ia ingin semuanya aman tersimpan dirumah


" Lagi apa mas " kata Ara


" Ini lagi nyimpan berkas penting de, takut kalo ada masalah kan bisa di cari di sini " kata Rio


" Apa ada masalah " kata Ara


" Ngak ada cuma tidak aman bila di tinggal di kantor kebun " kata Rio


" Ya juga ya mas , Apalagi kopi kita sudah larus manis Dan pemesanan nya juga sudah meningkat drastis" kata Ara


" Ya de, sebab itu mas harus hati hati Takut ada orang yang mau jahat sama kita Jadi semua dokumen penting mas simpan di rumah buat jaga jaga. Kan lebih baik aman Dari pada kejadian Mas sih berharapnya lancar dan aman Tapi kan kita ngak tahu hati orang. " kata Rio Yang tidak mau ceroboh Karna ia di percaya pa Kevin Untuk memegang amanah perkebunan itu.Begitu juga dengan Aya yang percaya kepadanya .


Untuk mengurus kelangsungan perkebunan itu .


" Ya mas betul itu , Ara setuju " kata Ara memeluk Rio .


" Kok belum tidur ?" kata Rio

__ADS_1


" Ara menunggu mas Rio " kata Ara tersenyum ..Yang membuat Rio juga tersenyum Lalu merapikan meja nya Setelah itu mereka kembali kekamar untuk tidur Setelah mengecek semua pintu yang terkunci Siapa tahu ada yang terlewatkan .


__ADS_2