
Pa Gery pun lalu melangkah menuju ruangannya Dengan rasa penasaran di hati nya yang belum terpecahkan .Dan ia harus sabar menunggu .
" Nanti juga akan terkuak dengan sendirinya " kata Gery Lalu memeriksa tugas tugas siswanya.
Disisi lain Aya dan Gita berkumpul dengan para teman teman nya untuk menyesuaikan pakaian yang akan mereka pakai Dan Aya menentukan tubuh dan sesuai ukuran gaun yang ia punya Agar bisa pas di badan teman teman nya
" Ay , lho sama gue mau tampil juga ngak ?' kata Gita
" Kita lihat besok ya Git, kalo ada lebih gaun nya Yang penting mereka dulu kan kita bisa mengawasinya .Ayo kita ke aula sekarang " kata Aya merapikan kertas desain nya
" Ok " kata Gita yang juga ikut merapikan tas nya
" Ayo semua nya ikut kita latihan " kata Gita pada teman teman nya yang asyik ngobrol
" Kalo nanti kita menang Bisa masuk majalah ngak Git ?" tanya seorang teman Gita
" Ya lihat besok ya " kata Gita
" Ay , baju nya bagus bagus kan Boleh kan kita beli diskon 70 persen Bila besok kita masuk 3 besar " kata Anya
" Ya boleh kalo bisa menang malah gue kasih Dan kalian boleh membawanya pulang " kata Aya santai
" Hah.....Ay lho serius jangan bercanda " kata Gita kaget
" Wah ..... ok siap mau Ay" kata teman teman mereka senang
" Kau kalo menang Git , anggap saja itu untuk balan jasa mereka " kata Aya
" Tapi Ay kan ngak sedikit uang Yang lho keluarin " kata Iksan yang ikut kaget
" Tenang saja , anggap saja gue lagi baik hati .Bisa bagi bagi baju " kata Aya yang memang memakai stok lama Karna stock baru Baru akan siap kalo sudah masuk final Dan mami sendiri yang akan Menyiapkan model modelnya .Termasuk Aya Gita dan Iksan Jadi tak masalah baginya membagikan gaun hasil desain nya sendiri .
" Betul nitu Git, Aya baik deh " kata Arum
" Terserah kamu deh Ay, kita sih senang senang aja " kata Gita yang hanya membantu membeli kertas desain bersama Iksan
" Ya sudah ayo " kata Aya
" Woi......ayo semuanya kita gladi kotor dulu Nanti kalo sudah bisa langsung nyoba bajunya " kata Gita
" Ok.... beb ....ayo siap siap " kata Anya Arum dan Tari juga Alin Yang membuat Iksan lebih dulu keluar
Aya pun lalu menyusul teman temanya ke Aula yang berjalan bersama Gita
__ADS_1
" Wow ....itu pa Gery kan . Keren oey kalo pakai baju santai kaya abg Wah ... Kita punya dogan macho " kata Gita berbisik
" Tapi sayang Git, kaya kulkas dua pintu " kata Anya berbisik
" Hah ..... Kulkas ...kulkas dua pintu apanya " kata Aya bingung
" Hahaha ....wah Ay, lho telmi Kulkas dua pintu itu . Cowok yang pasang wajah kaku sedingin kulkas dua pintu Cuek anti cewek dan ngak pernah senyum Ya kaku gitu lah " jelas Alin
" Hehehe...... bisa saja kalian ini , kan pa Gery ngak begitu Beliau santai Dan tak kaku Di kelas tetap ngomong kok " kata Aya bingung maksud teman teman nya
" Iya Ay , tapi ngak kalo di luar " kata teman teman nya itu berbisik
" Masa iya sih " Kata Aya tak percaya
" Kalo tak percaya sapa saja nanti Kalo lho bisa kita acungin jempol " kata Tari
" O ...begitu ya " kata Aya Yang mengikuti teman temanya ke aula untuk latihan Dan pa Gery melihat mereka dari pojok aula bersama Pa Dinar
" Apa mereka yang mau tampil pa " kata pa Dinar
" Ya pa , mungkin jalan di atas catwalk dulu Mereka akan di ajarkan bu Cunda " kata Gery yang lalu duduk di kursi Melihat aksi para siswanya Sambil berpangku tangan
" Woi.....ayo serius kita di tonton pa Gery toh sama pa Dinar " kata Alin
" Lah kenapa emang rum ?" kata Iksan dan Tama yang membawa baju Yang akan disiapkan .
" Gue jadi ge er san, masa belum apa apa sudah di tonton " kata Arum
" Biar kita serius kali ngak main main kan tinggal lusa , jadi ayo kita usahakan Yang v terbaik agar dosen kita bangga Apalagi sampai bisa masuk semi final " Kata Iksan
" Iya , jangan kecewakan mereka , kita kan sudah berjuang 3 bulan ini Jadi tak ada kata menyerah " Kata Tama Karna teman teman Aya yang lain juga ikut mendukung Dan tak berani menganggu Setelah tahu Tina mengawasi mereka.
************
Di rumah sakit mami Naura baru sadar. Dan Naura tertidur di sebelah brankar nya Karna sang papi ingin istri dan putrinya jadi satu kamar
" Pi..... " kata mami
" Iya papi disini , mami kenapa ?" kata papi menatap wajah istrinya lekat
" Naura pi ..." kata mami
" Naura dan Reyhan ingin bercerai " kata mami sedih .Lalu terisak pelan sambil menatap wajah suaminya itu
__ADS_1
" Sabar........ceritakan sama papi pelan pelan . Kurasa Naura juga sedih Tapi papi belum tahu masalahnya .Nanti kita tanya baik baik ya " kata papi
" Ya pi, mami ngak mau mereka bercerai Mami sayang sama Reyhan Tapi kenapa semuanya jadi begini ." kata mami lirih
" Sudah sabar, Naura baru istirahat mi. Dia juga khawatir sama mami Nanti kita bicara kan baik baik pada nya Biar semuanya jelas Marah tak akan bisa menyelesai kan masalah Dan bila Mereka ingin berpisah mungkin ada alasan nya Dan itu yang terbaik Kita hanya bisa membantu masalah mereka Biar nanti setelah Naura bangun papi akan bicara dengan nya Dan juga telpon Reyhan
" Kata papi
" Tapi Reyhan keluar kota pi " kata mami
" Hah .... kapan ?" kata papi kaget
" Kemaren ia meminta mamah nya untuk menjelaskan semuanya pada mami " Kata
Mami menatap Naura yang tertidur dengan mata sembab
" Baiklah nanti kita bicara Tadi besan kita juga mau kesini sama Tania .Nanti kita bisa bicarakan Dan tanyakan inti masalahnya Kenapa Reyhan tak bicara pada kita Dan langsung pergi begitu saja " kata papi kecewa Namun ia pun harus bersikap tenang Karna putrinya sudah kehilangan janin Di tambah lagi akan bercerai Itu pasti akan membuat Naura merasa terpukul .
Sedangkan Reyhan baru saja sampai di Bandung Lalu ia mampir kesebuah losmen Untuk beristirahat karna lelah .
" Kang ,apa masih ada kamar kosong ?" tanya Reyhan
" Ya mas, ada tinggal dua diatas Mas nya bisa memilih yang mana Mari saya antar " kata Resepsionis itu ramah Yang lalu mengantar Reyhan naik keatas Dan Reyhan memilih kamar di pojok setelah melihat semua kamar Agar bisa menyendiri .
" Saya pilih yang ini saja kang " kata Reyhan
" Baik mas silahkan istirahat Saya tinggal dulu Dan ini kuncinya " kata Resepsionis itu ramah . Sambil menaruh kunci di pintu kamar
" Ya trimakasih kang " kata Reyhan menutup pintu dan menguncinya setelah pria itu pergi .Dan lalu istirahat Sambil menaruh tas ranselnya di pinggir ranjang Karna ia mengantuk menjaga Naura semalaman Namun jerih payah nya sia sia .Dan berarti apa pun Dan Reyhan memejamkan matanya
Lalu Reyhan tidur lelap dengan tenang Dan menjelang magrib ia baru terbangun Karna kamar terlihat gelap dan sayup sayup terdengar adzan magrib
" Ya ampun adzan magrib " kata Reyhan yang tertidur pulas Tanpa sholat Ashar Dan ia pun lalu beranjak dari atas ranjang Untuk membersihkan diri Dan sholat Lalu setelah itu ia pun turun untuk mencari makan .
Reyhan berjalan santai menuju rumah makan Yang tak jauh dari losmen Dan lalu ia pun mencari meja kosong untuk duduk Dan memesan makanan .
" tuan ini buku menunya " kata seorang pelayan datang
" Ya trimakasih bisa cepat disajikan saya minta yang ini dan minumannya greentea Dan yang ini " kata Reyhan
" Baik tuan silakan menunggu dulu sebentar " kata pelayan itu bergegas masuk dapur Dan tak lama seorang pramusaji mengantar roti panggang dan satu botol air mineral sebagai menu pembuka
" .Silakan tuan sementara menunggu " kata pramusaji itu ramah lalu pamit kembali ke dapur.
__ADS_1