Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 410


__ADS_3

Di rumah besar sore ini Afnan dan Aska sedang asyik di taman Kedua nya sedang menangkap belalang Yang membuat Ferdi tersenyum Melihat dua putranya sibuk mengejar belalang dengan jaring


" Woi.....anak papi lagi cari apa ?" kata Ferdi berteriak


" Ayang ayang pi, iyat mereka abur " kata Afnan Yang menangkapnya dengan jaring jaring kecil


" Sudah berhenti kak de nanti lagi . Ini bi Yam bawakan es buah nya " Kata bi Yam Yang membawa nampan pisang bakar Dan soup buah untuk si kembar


" Buat Ferdi mana bi ?" kata Ferdi Yang masih belum berganti pakaian .


" Tuh sama nona muda tuan , oh ya apa mau pisang bakar juga " kata bi Yam


" Au .... Au cemua awa sini ya bi " kata Aska berlari mendekat bi Yam


" Waduh si tukang makan borong borong nih pantas tuh pipi makin gembul aja " kata Ferdi terkekeh Karna kedua anak nya itu makin cepat besar dan gendut Karna tak pilih pilih makanan


" Hahaha.......enak enak pi, kan aca umbuhan oma ilang anyak anyak akan Bial cepat besal kaya papi " kata Afnan


" Waduh papi kalah dong nanti " kata Ferdi tersenyum


" Iya dong harus cepat besar masa kecil melulu ya kak de" kata opa mereka Yang datang bersama mami Risma


" Opa keyen , mau ana aka oleh ikut " kata Afnan melihat papi Yang terlihat rapi seperti mau pergi .


" Ih kok sekarang senang ya jadi buntut opa " kata Ferdi menoel hidung Afnan


" Mau main golf sama teman opa, kakak sama ade main sama papi saja ke game main mobil mobil an " Kata Papi Sandi .


" Sana Fer ajak mereka keluar " kata papi melirik Ferdi


" Ya sama papi dan mamah saja Kita ke main Timezone atau ke rumah salju ." kata Ferdi menawar kan pilihan

__ADS_1


" Ua ua ya pi " kata Aska tersenyum


" Anak pintar , biar papi mu bisa puas ajak kalian main Karna jarang jarang kalian itu punya waktu luang " Sindir mami Risma


" Lah kan besok juga liburan ke Yogya mah bisa main juga kan . Suruh pa Sapto ngantar mereka ke kebun binatang " kata Ferdi Sambil mencomot pisang bakar keju


" Tetap beda Fer, kalo main sama papi dan mamahnya Ada kedekatan tersendiri Apalagi akhir akhir ini kau sangat sibuk. Jangan membuang waktu untuk mengamati masa emas mereka Karna masa emas pertumbuhan anak mu itu Ketika dari 0 - 5 tahun itu Dan ketika mereka sudah sekolah nanti Mereka akan lebih banyak bermain dengan teman temannya Dari pada orang tuanya Jadi jangan kau abaikan Lihat Aya sesibuk apa pun dia masih punya waktu untuk si kembar " kata mami mengingatkan Ferdi


" Ya mi Ferdi tahu itu " kata Ferdi Yang sadar akhir akhir ini ia hampir tak punya Waktu untuk anak dan istrinya Karna banyak nya orderan Yang membuatnya lupa Kalo ia punya dua anak yang sangat butuh perhatiannya Apalagi mereka anak laki laki Yang membutuh kan figur sang papi


" Sini ade papi suapi " kata Ferdi melap bibir Aska yang colemotan


" Ndak pi Aska uap cendiri , kan udah ecal " kata Aska tersenyum


" Hehehe ........mereka sudah besar bang , jadi belajar makan sendiri " kata Aya Yang membawakan es buah untuk Ferdi dan dirinya Sedang Cindy membawa kan soup buah untuk papi dan mami Risma


" Ya abang lupa kalo mereka sudah besar Karna terlalu sibuk " kata Ferdi tersenyum merangkul Aya dan mencium pipi Aya Yang membuat Afnan dan Aska melirik apa yang dilakukan sang papi .


" Iya abang tahu " kata Ferdi .


" Aka au cium uga pi " kata Afnan berdiri dan mendekati Ferdi


" Asta uga " kata Aska yang langsung memeluk Ferdi .


" Hahaha.....ada yang iri rupanya kok bisa ya " kata Ferdi tertawa senang Sambil mendudukkan keduanya di pangkuannya lalu mendekapnya .


" Nama nya juga anak anak Fer " kata papi mengusap kepala dua cucunya itu sambil tersenyum bangga Karna putranya itu masih bisa berbagi waktu di sela kesibukan nya .


Sedangkan Aya sambil menyuapi Ferdi Karna kedua tangan Ferdi untuk memeluk si kembar


Papi dan mami tersenyum melihat kemesraan putra dan cucunya itu juga menantunya Karna sudah mulai jarang mereka bisa berkumpul bersama Karna akhir akhir ini Ferdi sering pulang malam.

__ADS_1


**********


Malamnya setelah pulang bermain Ferdi merebahkan tubuhnya di tempat tidur setelah berganti pakaian Dan Aya menyusul nya setelah berganti piyama .


"' Apa akan lama di yogya " kata Ferdi


" Cuma dua hari bang Kan selasa Aya kuliah .Kenapa ?" " kata Aya menatap manik mata Ferdi


" Abang kira Aya akan lama disana Pasti nya abang akan kesepian " kata Ferdi seraya mengecup bibir Aya Karna Aya belum selesai haid .Ia pun hanya bisa memeluk dan mencium istrinya saja


" Ih abang kaya ngak pernah bercinta saja Kan tiap malam di kasih jatah " kata Aya mengerucutkan bibirnya


" Dih ... kau ini kan nafsu abang lebih besar watt nya Masa suruh gigit jari " kata Ferdi mengecup kembali bibir Aya


" Hehehe ..... puasa itu perlu bang , biar ngak tergoda ikan tawar di luar Masa abang ngak kuat " ledek Aya membalas mencium Ferdi


" Kalo sama istri sendiri mana kuat Ay , orang lihat bentuk nya mata abang kan jelalatan Kalo di luar kan biasa " kata Ferdi Yang membuka kancing baju Aya Karna ia biasa bermain setengah badan bila Aya sedang berhalangan .


" Hehehe .... bisa aja abang , kan dirumah bebas " Kata Aya yang biasa memakai daster dan celana pendek di kamar bila hanya berdua suaminya


" Kan Aya milik abang , kalo di rumah bisa makan sampai kenyang di luar kan bayar mana bekas lagi " kata Ferdi


" Emang abang pernah jajan di luar " kata Aya penasaran


" Ngak , uang jajan abang buat si kembar saja Ngapain juga jajan abang jajan di luar kan ada Aya " Kata Ferdi Yang memang tak pernah terbesit ingin bermain api Karna ia hanya fokus pada keluarga nya Karna bagi nya sama saja rasanya Seperti makan nasi yang hanya beda lauknya Karna cukup Aya saja yang bisa memuaskan nya Dengan caranya sendiri Karna ia sudah terbiasa dengan istrinya Dan Ferdi akan merasa jijik memakai orang lain yang tak sesuai dengan seleranya Karna bagi nya kenyamanan adalah yang utama .Dan Ferdi sudah merasa nyaman juga terbiasa dengan apa yang sudah menjadi milik nya Yang tak membuatnya tertarik lagi dengan hal baru Atau mainan cantik Karna itu hanya lah kesenangan sesaat Yang bisa menghancurkan dirinya


" Berarti celengan si kembar banyak dong bang " kata Aya membiarkan suaminya itu bermain di dadanya Sambil memeluk dan membelai rambut Ferdi pelan pelan


" Mhem " Kata Ferdi yang hanya berdehem Karna asyik dengan mainan nya Dan Aya hanya menikmatinya saja Agar suaminya itu senang . Karna wajib bagi Aya membuat Ferdi nyaman Agar suaminya itu puas dan senang


Cukup lama Ferdi memuaskan hasrat nya sendiri Sampai ia melakukan pelepasan Dan Aya hanya memeluk dan mengusap punggung suaminya itu dengan lembut Dan mencium lembut bibir suaminya Yang membuat Ferdi senang Dan memeluk nya erat Dan lalu tertidur pulas setelahnya

__ADS_1


" Kasihan abang " kata Aya mengusap pelan wajah Ferdi .Karna Aya tahu Ferdi tak ingin mencari kesenangan lain Karna Ferdi sangat sayang padanya Dan Aya sangat tahu itu .


__ADS_2