Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 149


__ADS_3

Di rumah si mbok Minah datang untuk minta alamat Rio di yogya .Karna Minah sedang ada tugas seminggu disana Dan ia bisa bertemu Rio


" Aduh ndu , mbok itu ngak tahu Rio itu kerja di mana Yang mbok tahu ia kerja di kebun kopi milik juragan Kevin ya pa Kevin " kata mbok bingung


" Ya sudah mbok , Minah hanya pengen tahu saja kok " kata Minah yang ingin tahu mantan pacarnya itu kerja dimana


" Ya ndu , kenapa ngak telpon Rio saja nak Kan Minah punya nomornya " kata si mbok


" Iya mbok nanti Munah telpon Minah pamit ya mbok " kata Minah Yang ingin pulang


" Ya nak , hati hati" kata mbok sambil tersenyum


" Ya mbok assalamualaikum " kata Minah


" Walaikum salam " Jawab mbok menatap Minah yang pergi dan hilang di persimpangan jalan


" Kasihan le le tapi ya takdir memang kudu di jalani . nyawang ayu ne sih senang wae Tapi mun urip di banding banding ke yo jelas loro ati " kata mbok Yang tak pernah memilih wanita seperti apa pilihan anak anak nya . Lalu mbok pun kembali masuk kedalam rumah


" Minah lagi mbok " kata mas pras


" Yo le, mungkin masih penasaran " kata mbok


" La salah he dewe bien kok ngomong konco an wae saiki kok malah jalu di rabi yo pie " kata Pras


" Wis ra usah dipikir mas, wong ade mu wae santai kok sampean sing bingung " kata sang istri


" Hahaha......guyon de " tawa pras


" Ono ono wae le le , ade mu kui urung pengen " kata mbok


" Belum mbok nanti kalo sudah jatuh cinta lagi baru tahu rasa ne kan dia lagi patah hati " kata pras


" Ih mas patah hati gimana , orang Rio itu lagi fokus kerja gule duit biar cepat menikah ya ngak mbok


" Yo.... betul itu makanya dia ngak mau pacaran . Langsung menikah biar ayem " kata mbok .


Sedangkan Rio yang siang ini berada di kebun duduk santai sambil melihat foto Ara yang baru dikirim Ara sedang belanja di mall Yang menawar kan Rio memilih warna bajunya .


" Bersenang senang de abang akan menunggu mu " kata Rio tersenyum


" Woi ...... mas kok senyum senyum " kata paijo menepuk bahu Rio


" Huh .... kamu ini jo bikin kaget aja Emang ngak boleh senyum senyum sendiri " kata Rio


" Bukan ngak boleh mas takut di kira orang gila " kata Paijo tertawa

__ADS_1


" Asem kui iki , aku masih waras jo ngak kaya kamu tuh miring dikit ngejar si Ayu aja nyampe nangis nangis maka nya kerja sing bener nabung terus ngelamar " kata Rio


" Ck.... koyo gerti wae sampean aja belum nikah nyuruh nyuruh paijo " kata Paijo


'" Ya ngak mau ya ngak pa pa kan cuma ngasih masukan " kata Rio


" Iyo mas , tapi aku belum kepikiran mas Karna pusing mikirin mak Yang lagi minta beliin motor buat jualan " kata Paijo


" Ya dibelikan toh , kan gaji mu cukup buat bayar kreditan jo .


" Emak ngak mau yang baru mas tapi minta yang second tapi cash ngak mau ribet pusing bayar hutang .Takut jadi beban " kata Paijo


" Ya tinggal belikan Kenapa bingung " kata Rio


" Bukan bingung mas Tapi lagi nyari yang pas buat emak yang enteng dibawa sana sini " kata Paijo yang curhat


" Ya terserah kamu saja yang penting bisa nyenengin ibumu " kata Rio


" Ya mas , terus mas kok senyum senyum tadi ngapain " kata paijo


" Hahaha.. pengen tahu aja atau tahu banget nih " tawa Rio bercanda


Yang membuat keduanya tertawa bersama


*********


Sorenya Ferdi mencari Aya setelah pulang kerja Dan bergegas ketaman belakang Karna bi yam bilang Aya di taman belakang sedang melihat bunga yang bermekaran


" Sayang , astaga dia ketiduran " kata Ferdi Yang melihat Aya tertidur di ayunan gazebo karna merasakan semilir angin sepoi sepoi


Lalu Ferdi pun mengangkat tubuh Aya dan menggendongnya kekamar Lalu membaringkan nya pelan pelan Takut Aya terbangun dan terganggu


" Pasti kau bosan kan di kamar maka nya mencari tempat yang nyaman " kata Ferdi Yang ikut berbaring disamping Aya untuk beristirahat sambil memeluk Aya


Di ruang tengah Ara sedang duduk memilih paper bag nya Karna sebagian milik mami .


" Mi punya Ara langsung Ara ambil nya ya mi " kata Ara


" Ya sayang punya mami biar taruh disitu dulu saja Sana bawa kekamar dulu barang barang Ara " Kata mami Yang membawa semua tas plastik Dan menaruhnya diatas meja


" Ngak kerasa ya mi kok kita belanja nya banyak banget " kata Ara


" Hahaha....... santai sayang kan ngak tiap hari Apalagi besok Aya pulang " kata Mami tertawa .Karna senang bisa menyenang Ara .


Lalu mereka pun ngobrol di ruang tamu Karna tadi mereka bisa berburu diskon Dan memang sedang banyak diskon

__ADS_1


Hingga Ara dan mami...memborong banyak barang kesukaan mereka


Dan Aya pun terbangun dikamarnya ketika merasakan suaminya..itu memeluknya erat Dan lalu pelan pelan memindah kan nya Dan duduk terbangun untuk sholat ashar


" Aku ketiduran di taman pasti abang mengangkat ku kekamar " kata Aya Yang lalu keluar dari kamar Mencari Ara di kamarnya.


Ceklek ......


"' Kak ada apa " kata Ara kaget ketika Aya masuk kamarnya .


" Ayah mana " kata Aya


" Di kamar nya lagi tidur " kata Ara


Aya pun lalu keluar dari kamar Ara Dan menuju kamar Ayah nya tepat di sebelah kamar Ara Lalu masuk karna kamar Ayah yang tak di kunci Dan Ayah sedang sholat ashar di lantai baru selesai sholat


" Ayah " kata Aya


" Aya nak apa Ara sudah pulang " kata Ayah berdiri pelan


" Sudah yah , tadi Aya bermimpi ayah bersama bunda " kata Aya duduk di sisi ranjang Ayah


" Ya bunda mu pasti menunggu Ayah untuk bisa menemuinya ." kata Ayah yang lalu duduk di samping Aya dan memeluk putri sulungnya itu dengan erat .


" Aya kenapa " kata Aya


" Ayah rindu pada bunda kalian , jaga Ara untuk Ayah ya bila Ayah tak bisa menjaga kalian lagi suatu hari nanti " kata Ayah memeluk Aya dan terisak


" Ayah jangan begitu kami sayang Ayah " kata Aya memeluk ayah nya dengan. erat Dan Ara masuk saat mereka saling berpelukan .


" Ayah ...." kata Ara


" Hai ...sayang sini peluk ayah , tadi ayah mencari Ara Tapi Ara pergi sama mami " kata Ayah


" Ya yah kami shoping dan memborong barang dan Ara juga membeli baju buat ayah dan mas Rio " kata Ara


" Oh ya , itu tak perlu nak " kata Ayah


" Tapi Ara senang melakukan nya " kata Ara tertawa Lalu ikut bergabung memeluk ayah di samping Aya. yang merangkul pinggang Ara Ara pun lalu memeluk dua orang kesayangan itu Dengan rasa haru


" Apa kalian tahu Ayah bangga pada Aya dan Ara " kata Ayah


" Kami juga bangga sama Ayah " kata Aya yang memeluk Ayah nya bersama Ara seakan besok mereka tak akan bertemu lagi


.

__ADS_1


__ADS_2