Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 270


__ADS_3

Ara pun lalu pulang bersama Rio Setelah teman temannya itu pergi Karna malam sudah makin larut Dan mereka membantu Ratih dan Ayu menutup cafe


Setelah semua beres Ratih dan Ayu pun masuk Karna mereka menginap di dalam cafe . Karna malam ini mamah Qila pulang kerumah


Sesampainya dirumah Ara dan Rio .Yu Irah langsung membukakan pintu Karna suaminya lagi ronda Dan yu Irah milih menginap di rumah Ara Dari pada tidur sendiri dirumah .


" Lah yu nginap disini " kata Rio setelah turun dari mobil


" Ya mas, mamang ronda jadi yu Irah nginap disini saja " kata Yu Irah


" Ya baguslah yu, biar besok kita memberi umpan mentok dan ayam " kata Ara Karna hari libur biasanya ia lebih banyak mengurusi unggasnya.


Di kebun belakang


" Sudah malam de, Ayo tidur " kata Rio


" Ya mas " kata Ara yang lalu masuk kamar Dan ia lebih dulu masuk kamar mandi Untuk membersihkan tangan dan kaki nya sebelum tidur .


Begitu juga Rio yang sudah biasa berganti pakaian sebelum naik tempat tidur Agar tidak membawa bibit penyakit .


Di sisi lain Aya baru saja masuk kamarnya Setelah belajar bersama Ferdi Yang juga lembur dari ruang kerjanya .


" Apa pelajarannya tidak sulit Ay " kata Ferdi ketika naik tempat tidur .


" Kan baru mulai kuliah bang , Aya belum tahu dimana tingkat kesulitan nya " kata Aya yang ikut naik keranjang Setelah tadi sempat melihat si kembar terlebih dulu untuk memeriksanya


" Ya bagus lah , jaga diri di kampus ingat jangan pacaran " kata Ferdi


" Hehehe .... abang cemburu ya ?" kata Aya menatap manik mata Ferdi


" Ya iya lah kan Aya milik abang , awas saja kalo genit genit di kampus " kata Ferdi mencubit hidung Aya


" Mana ada bang , Aya sayang abang Afnan dan Aska Jadi Aya tak mungkin genit genit di kampus . Tujuan Aya kuliah untuk belajar Kalo sudah punya suami ngapain pacaran .Kan ini sudah pacaran " kata Aya memeluk Ferdi sambil tersenyum Yang membuat Ferdi juga ikut memeluk tubuh Aya


" Iya lah fokus belajar saja. Dan abang fokus berkerja cari duit " kata Ferdi


" Ya agar si kembar juga bisa tumbuh dengan baik kan bang " kata Aya


" Ya itu jelas " kata Ferdi yang semakin cinta saja pada istrinya itu


" Tuh abang tahu kenapa takut, kadang bila ada gosip dan celaan itu sudah biasakan bang Karna berarti kita sedang di uji Allah " kata Aya

__ADS_1


" Ya ....kok Aya makin pintar saja " kata Ferdi mengecup bibir Aya


" Pastinya Abang lebih pintar dari Aya Aya hanya mengikuti abang saja Karna abang imam nya Aya " kata Aya menatap dalam wajah Ferdi Karna sejak ia hamil ia sudah jatuh cinta dengan suaminya itu .Karna tahu Ferdi pria yang baik Walau orang menganggapnya seseorang playboy Tapi selama hidup dengan Ferdi Aya tak pernah dikasari secara fisik oleh Ferdi .Apalagi dipukul dengan tangan


" Trimakasih sayang , abang cinta Aya " kata Ferdi memeluk istrinya dengan rasa sayang .Karna ia tahu Aya juga sangat mencintainya .Tak perlu dengan kata kata Tapi kasih sayang dan perhatian Aya lah Yang membuat Ferdi percaya Aya mencintainya Dan Ferdi tahu istrinya itu wanita yang sangat tulus Yang pernah ia kenal selama ini Yang tak pernah menutut apapun Bahkan untuk masalah materi sekali pun


" Aya juga " kata Aya memeluk Ferdi erat Dan mereka saling bertukar saliva setelah nya Dan bercinta sebentar Setelah itu mereka pun tidur saling berpelukan


Pagi seperti biasa , sudah ada suara orang menggedor pintu didepan kamar Aya Yang membuat Aya bergegas membuka pintunya Dan dua mahluk mungil sudah menunggu di depan pintu


Menunggu sambil tersenyum


" Siapa yang " kata Ferdi Lagi mengusap rambutnya yang basah dengan handuk


" Lihat saja " kata Aya membuka pintu lebar lebar


" Pa ..... ayu andi " kata Afnan dan Aska masuk kedalam kamar Berjalan pelan karena masih berumur 9 bulan


" Ya sayang, anak papi pintar semua ya, Sudah rapi dan ganteng . Papi baru selesai mandi . Maaf kalo kesiangan " kata Ferdi Yang meminta Aya mengendong mereka naik keatas kasur Dan lalu duduk tenang menunggu sang papi berpakaian Sedang kan Ferdi hanya tersenyum melihatnya


" Bang Aya kedapur dulu ya , buat nyiapin


sarapan mereka " kata Aya


Aya pun datang membawa ikan salmon bakar untuk keduanya Yang duduk manis dikursi ya Yang dibuatkan kursi tinggi oleh mang Didin . Agar bisa sarapan bersama.


" Ngak kerasa ya Ay , mereka sudah bisa jalan dan makan sendiri " kata mami Yang melihat kedua cucunya itu duduk tenang sarapan pagi .Agar mba Erni dan Wati juga bisa sarapan dengan tenang di dapur.


" Ya mi , biar mandiri " kata Aya yang tahu dua putranya itu sangat pintar Dan jarang rewel Dan mereka bersikap biasa seperti anak lainnya


" Hari ini Aya kuliah sampai sore bang Tapi siangnya Aya harus pulang untuk menyusui mereka " kata Aya


" Ya ... hati hati di jalan " kata Ferdi Yang tahu istrinya itu tak pernah lupa untuk menyusui Afnan dan Aska


" Apa ngak di ganti susu sambung saja Ay " kata papi Sandi


" Belum mau pi, makanya Aya slalu pulang kalo mereka lapar " kata mami Yang masih datang ke butik untuk rutin Melihat perkembangan butiknya


" Ya pi, mereka belum mau berhenti Aya dan Ferdi sepakat Sampai mereka berhenti sendiri tanpa disapih " kata Ferdi Karna Aya juga sering menyedot Asi nya bila ia terlambat pulang .


" Bagus lah " kata papi Sandi Yang tahu menantunya itu cukup disiplin dengan waktunya di rumah

__ADS_1


Di tempat lain Naura sedang bicara dengan seseorang di ponselnya Karna Reyhan sudah berangkat kekantor untuk bertemu dengan Ferdi pagi ini Dan Tania ingin mengetuk pintu kamar Reyhan ketika.....


" Kau sudah mengawasinya " kata Naura


" Ya nona " kata seseorang di sebrang sana .


" Bagus aku ingin kau awasi terus Dan buat dia seperti sedang berselingkuh " kata Naura


" Baik nona " kata orang itu


" Dan ingat kerja mu harus rapi Dan jangan sampai ketahuan " kata Naura


" Beres nona akan aku usahakan " kata pria di sebrang sana Lalu menutup ponselnya


" Baguslah .... kita lihat saja Ay, apa Ferdi akan percaya pada mu lagi bila ia melihat mu Bersama dengan pria lain " kata Naura tersenyum .


" Aku akan bermain cantik Rey . Kalo aku sudah bisa punya celah dengan Ferdi Aku akan meninggal mu " kata Naura tersenyum sinis penuh kemenangan Namun Tania yang mendengarnya Langsung mengepalkan tangannya


" Ck.....rupanya kebaikan mu hanya topeng kakak ipar, aku tak menyangka kau sangat pintar berakting. Akan ku buat kau menyesal suatu hari nanti Bila kau menyakiti kak Rey juga Aya dan Ferdi .Maka akan ku pastikan Kau kami tendang dari rumah ini " kata Tania Yang lalu pergi dari depan pintu kamar Tania Dan tersenyum ketika Deril menyapanya


" Ada apa sayang , mana kak Naura nya ?" kata Deril


" Dia lagi mandi ril , biar nanti sarapan sendiri saja nanti " kata Tania duduk di sebelah Deril


" Ya biar diantar pelayan saja Tan , oh ya apa Tania sudah janjian sama Naura untuk periksa kandungan bersama " kata Mamah menatap Tania


" Ngak mah , Tania sama Deril saja ya kan sayang " kata Tania


" Ya mah , Deril akan antar Tania nanti sore " kata Deril


" Ya sudah ngak apa apa Karna Reyhan juga belum aktif kerja Pasti dia bisa mengantar Naura " kata mamah


" Kenapa ngak mengurus perusahaan papah saja sih mah " kata Tania


" Mamah yang mengurusnya Tan, karna Reyhan tak mau punya gaji kecil Dan dia sudah terbiasa punya kantong tebal " kata mamah


" Iya Tan ..... Karna di perusahaan Ferdi gajinya lebih besar dari di pertamina


Dan juga perusahaan papah " kata Naura


" What ....apa maksud mu " kata Tania

__ADS_1


"Ah hanya bercanda adik ipar " kata Naura tersenyum


Namun membuat Tania mendelikkan matanya Karna candaan Naura itu


__ADS_2