
Ferdi pun lalu memeluk Aya .Agar istrinya itu tenang Dan tak lama bi Siti datang membersihkan pecahan gelas Dan cepat cepat membawanya kebelakang .
" Bang " kata Aya merasa nyaman suaminya itu memeluk nya
" Jangan takut abang tak akan membiarkan siapapun menyakiti Aya dan si kembar .Abang janji pada Aya " kata Ferdi menatap manik mata Aya dalam
" Ya bang " kata Aya memeluk suaminya itu erat. Karna ia tak punya siapapun lagi Untuk tempat berlindung Hanya suaminya lah harapan nya Karna semenjak ayah nya meninggal Hanya suami dan mertuanya lah keluargga nya di jakarta .Sedangkan Ara sudah punya Rio yang menjaganya Yang membuat Aya sedikit tenang .
" Ayo abang antar kekamar " kata Ferdi
" Ya bang " kata Aya .Yang lalu mengandeng Ferdi .
********
Di sebuah mansion tua terlihat seorang wanita baru sadar Setelah dua hari terlelap .Dan menatap tirai jendela yang terlihat masih gelap Dan ia pun melihat di sekeliling nya Yang terasa asing baginya Dengan tubuh polos tanpa benang sehelai pun Dan hanya ditutupi selimut .
" Di mana aku ?" katanya menatap kamar Yang terlihat luas .
" Kau sudah bangun " kata seorang pria tersenyum menatapnya sambil menaruh nampan makanan Di atas meja kosong
" Kau ....dimana aku ?" kata Heni menatap Gustav Karna ia tak berada di apartemen yang sama .
" Slamat datang dirumah kita . Dan kau akan tinggal disini selamanya " kata Gustav tersenyum
" Tidak ..... Lepas kan aku please ..." kata Heni yang tak melihat apa pun di kamar selain sofa dan tempat tidur Dan hanya lemari pakaian kecil .
" Kau akan membayar hutang mu .Saat aku sekarat .Dan anggap ini bayaran setimpal Apa kau perduli saat itu padaku .Saat itu aku memohon padamu Tapi kau malah menyuntikan racun bukan " kata Gustav menatap Heni tajam
" Maaf...... " isak Heni yang takut Karna setelah sadar dari koma Gustav berubah 180 derajat Dan tak sebaik dulu lagi .
Yang sopan dan berkata lembut. Tapi lebih terkesan kasar dan bengis
" Kenapa kau takut padaku, bukanya kau cukup brani .Bahkan kau tak perduli kalo aku mati. Ambisi mu mengalah kan rasa kasihan mu Hen, padahal aku masih berstatus suami mu . Dan kini apa aku salah bila aku membalas mu " kata Gustav
" Maaf kan aku , aku tak sadar saat aku melakukan nya " kata Heni menutupi tubuh nya dengan selimut .
" Hahaha......alasan basi .Bagaimana kau bisa bilang kau tak sadar .Sedangkan kau merencanakan nya dengan rapi . Luar biasa ......aku kagum pada akting mu Hen
Kau sangat pintar bermain drama.
__ADS_1
Kau memang pantas jadi model dan artis . Karna semua keinginan mu Harus sesuai dengan drama mu yang ingin kau mainkan kan " kata Gustav tertawa
Jleb .....
Heni terdiam menatap Gustav yang tertawa .Terlihat senyum itu sangat sinis Dan juga mata yang tajam Membuat nyali Heni ciut melihat mantan suaminya itu berubah dari sebelumnya Karna yang ia kenal Gustav tak seperti sekarang ini
" Aku minta maaf " kata Heni lirih
" Ya aku sudah tahu. Tapi kata maaf mu sudah terlambat. Saat aku menceraikan mu Aku serius melepaskan mu saat itu
Tapi ketika kau membuat ku sekarat Aku bersumpah akan membalas mu . Kini aku tak janji akan melepaskan mu lagi
Apalagi aku sudah kembali sehat " kata Gustav mendekati Heni di atas tempat tidurnya
" Jangan mendekatiku " kata Heni
" Kenapa ? Apa kau lebih senang pada pria tua itu dari padaku " ejek Gustav
" Tidak aku hanya tak ingin ......
Ahk ......" kata Heni ketika Gustav menarik selimut Heni .Yang membuat tubuh polosnya terlihat Dan buru buru menutupinya dengan bantal.
" Hahaha...... Kau terlihat seksi dan cantik
" Sekarang makan lah , kau adalah tawanan ku Dan bila kau macam macam Ku pastikan kau tidak selamat dari tempat ini Hanya ada dua pakaian didalam lemari itu pakailah !!" kata Gustav
Yang sengaja menghukum Heni .Agar wanita itu jera. Dan ia sengaja membawa Heni ke mansion tua milik sang kakek . Yang berada di pinggiran kota. Yang sudah lama kosong selama 10 tahun tapi masih terawat Karna Gustav yang merawatnya untuk tempatnya menyepi
Heni terdiam lalu lekas menuju lemari kecil itu Dan benar saja ada dua pakaian di sana tergantung Tanpa ada yang lain
Heni langsung memakainya . Walau tanpa mengunakan dalaman .Lalu mendekati nampan makanan karna lapar .
Gustav hanya menatap nya terdiam
Memperhatikan gerak gerik Heni Yang sedang makan Karna memang sudah dua hari ia berada di mansion itu dengan dua bodyguard dan seorang pelayan wanita .Yang memasak untuk Gustav. Dan Heni belum tahu dan tak sadar kalo wajah nya sudah berubah. Karna wajah Heni kembali seperti semula Namun lebih cantik sedikit seperti boneka barbie
" Makan lah ....aku akan keluar sebentar " Kata Gustav pergi dan menghilang di balik pintu besi .
" Di mana aku " kata Heni bingung
__ADS_1
Menikmati makan nya sambil melihat sekeliling nya Lalu membuka jendela teralis besi yang terlihat gelap Hanya lampu yang menerangi kamar itu .
Sedang Gustav keluar menuju taman
Setelah menengok Heni di ruang bawah tanah di mana tempat itu memang dulu Tempat menghukum siapapun orang Yang melakukan kesalahan
" Apa dia sudah bangun tuan " kata seorang pelayan wanita setia Gustav
" Ya biarkan dia disana " kata Gustav
" Apa itu tak keterlaluan tuan " kata wanita itu .
" Tidak ....dia pantas mendapatkan nya " kata Gustav Yang ingin Heni sembuh dulu dari operasi wajahnya. Karna ia Yakin Heni pasti kaget melihat wajahnya Bila ia menyadari nya Wajahnya berubah Karna uang Gustav juga tak kalah banyak dari om Dewa pria yang menolong Heni bebas dari penjara.
**********
Di rumah besar Aya dan Ferdi baru saja bergabung di ruang tengah Ketika Afnan dan Aska datang dari taman bersama para pengasuh nya.
" Hai sayang asyik ya main sampai lupa sama mamah " kata Aya
" Uuu......." kata Aska
" Hahaha. ... Iya mah , kan sudah besar Apalagi mamah sudah mulai sekolah besok " kata Ferdi merangkul Aya mesra
" Iya bang ngak kerasa ya , mereka sudah 5 bulan lebih " kata Aya
" Ya begitu lah , kan mereka tiap hari di beri makan " kata mami melihat dua cucunya semakin lincah bergerak .
"Ya dong mi, mereka anak pintar dan sehat Jadi aktivitas itu perlu untuk membuat mereka aktif bermain .Biar papi nanti ikut mengawasi nya bila papi tak sibuk dirumah " kata papi
" Ih ...papi sibuk apaan , orang ngak ada pekerjaan kok sibuk " protes Ferdi
" Dasar kau ini ya , iri saja pada papinya sendiri " jawab papi
" Ck ...kalian ini anak dan papi sama saja ngak mau mengalah malu sudah punya cucu juga pi, dan kau Fer ngak usah ngotot ." kata mami Yang sudah biasa mendengar perdebatan antara dua pria beda usia itu
" Hahaha...... biasa mi , kalo lagi ketemu ribut Tapi kalo ngak ada dicari " kata Aya tertawa .
" Iya Ay, itulah kebiasaan suami mu dan papi mu . Mereka kadang seperti anak kecil kalo di rumah bersama . Cari perhatian kaya Afnan dan Aska " kata mami terkekeh
__ADS_1
" Ya mi kembar tua " kata Aya Yang membuat papi dan mami tertawa Sedangkan Ferdi langsung merangkul Aya erat Karna candaan istrinya itu.
Yang membuat kehangatan keluargga itu terlihat bahagia Karna kini sudah mulai aman untuk sementara .