
Ara langsung masuk kamarnya ketika Sampai begitu juga Rio Yang langsung mandi dan sholat . Lalu kedapur untuk merebus air panas.
" Mas ngapain " kata Ara
" Mau bikin teh jahe de " kata Rio .
" Ara bikin kan ya " kata Ara yang kini lebih perhatian pada Rio .Yang membuat Rio tersenyum
" Ya " kata Rio
Ara pun membuat kan Rio teh jahe Ketika air sudah mendidih Dan lalu meletakan nya di meja .
" Mau di sini apa di ruang tengah sambil nonton " kata Ara menatap Rio yang melihat kebun belakang dari jendela
" Di ruang tengah aja yuk sini mas yang bawa " kata Rio yang lalu membawa teh jahe nya ke depan Dan lalu menaruhnya di atas meja Sambil duduk di sebelah Ara
" Apa tadi mba Aya menanyakan mas " kata Rio yang memeluk Ara dan mencium pipi Ara
" Ngak mas, kak Aya sudah tahu Mas sibuk " kata Ara tersenyum manja mendekap tangan Rio
" Syukur lah , tadinya mas mau ikut mengantar . Tapi ngak bisa , karna hari ini banyak petani mengantar kopi " kata Rio menciumi tekuk leher Ara yang duduk di depan nya .
" Ngak pa pa mas , kak Aya sudah gerti kok " kata Ara yang berbalik Lalu Ara pun naik duduk di pangkuan Rio .
" Apa mas ngak lelah " kata Ara yang membuat tangan Rio masuk dalam baju kaos nya .ketika ia duduk dipangkuan Rio
" Ngak lelahnya hilang bila mas bersama Ara " kata Rio mengecup bibir Ara Dan ******* nya pelan
Kedua nya pun larut saling bertukar saliva Karna jatuh cinta Dan Rio pun lalu merebahkan Ara di sofa Cukup lama mereka saling berciuman Yang membuat Ara tak bisa menahan diri .
" Ara ngak kuat mas " kata Ara yang lalu menurun kan celana Rio
" Jangan , nanti mas bisa repot bila mas tak bisa menahan diri " bisik Rio .Lalu mengedong Ara kekamar Ara. Dan disana kembali mereka berciuman .
Rasa menutut Ara semakin tak bisa tertahan kan Dan ia pun menggerayangi tubuh Rio Yang tadi nya bersikap biasa menjadi liar . Dan pada Akhir nya Rio pun tak bisa lagi bisa untuk menahan diri
" De mas ngak kuat " bisik Rio pelan memungut bibir Ara dalam
__ADS_1
Ara hanya mengangguk, karna ia pun ingin merasakan yang menjadi hak nya Walau umur nya muda Tapi ia bisa memakan obat untuk mengatur kehamilan seperti yang di saran kan Qila padanya .Apalagi mereka suami istri Dan itu sah sah saja di laku kan
Cukup lama mereka berdua bergumul sampai Akhirnya Rio pun melakukan nya pelan pelan Yang membuat Ara menahan rasa sakitnya sedikit Dan sempat mencakar bahu Rio Namun Rio tak bergeming Dan berusaha membuat Ara tenang Dengan ******* bibir Ara Agar rasanya sakitnya berkurang Sampai akhirnya kedua nya berhasil melakukan penyatuan Dan Rio hanya berhenti sebentar Mengatur nafas sebelum melanjutkan perjuangan nya lagi
Mencari hal yang diinginkan nya..
" Apa de ara ngak menyesal " bisik Rio pelan mencium bibir Ara pelan agar ara tenang dan tak berubah pikiran
" Tidak mas, lakukan lah " kata Ara yang memang sudah lama ingin menjadi istri Rio yang seutuh nya .
Dan kini ia sudah merasakan nya. Awal nya sedikit sakit Namun lama lama Ara merasakan luar biasa nikmat Dan ia pun terbuai . Apa lagi Rio melakukan nya dengan pelan tampa memaksa Dan mereka sampai melupakan waktu yang sudah hampir magrib
" Mas ....ah " kata Ara .....yang memeluk tubuh erat suaminya .Dan mereka pun berbagi keringat sampai Adzan berkumandang .Lalu mereka berhenti
Rio menatap wajah Ara Dan memeluk istri kecil itu erat .Karna merasa sangat bahagia. kini ia sudah mengambil hak yang sudah lama ingin ia rasakan nya Dan Rio tersenyum sumringah mengecup bibir Ara berkali kali Karna tak bisa berkata apa apa lagi Karna hari ini Apa yang ingin lakukan sudah ia dapatkan Lalu Rio mencium pucuk kepala Ara cukup lama Sambil mengusap kening Ara yang basah karna keringat . Setelah itu kedua nya pun mandi bersama untuk sholat Magrib berjamaah di kamar
" Auw ....." kata Ara yang ingin melangkah kedapur memanaskan makanan
" De Ara disini saja , biar mas yang memanaskan makanan kan masih ada sayur yu Irah Tunggu sebentar ya " kata Rio mencium bibir Ara yang membuat Ara tersenyum bahagia .
bunga merasakan apa yang tadi terjadi Karna pada akhirnya Ara bisa melukanya nya Dengan suaminya sendiri ..
" Ah rasa nya enak juga , kenapa ngak dari dulu " bathin Ara sambil tersenyum Dan rebahan di ranjang nya yang sudah di ganti seprei nya oleh Rio . Ketika tadi ia berpakaian
Sedang kan Rio menyugar rambutnya kasar merasa bersalah sambil memanas kan sayur gudeg masakan yu Irah untuk makan mereka berdua
" Ah.....bodoh kenapa aku melakukan Bagaimana Kalo Ara hamil , Ayah maaf kan Rio yang tak bisa menepati janji Dan menahan diri " batin Rio Yang tadi melakukan nya dengan sadar Karna ini pengalaman nya pertamanya bersama Ara . Dan itu membuat Rio ketagihan Kalo saja ia tak ingat waktu sholat magrib Pasti nya Rio .tidak akan berhenti
Karna sungguh ia terbuai pada tubuh Ara
Setelah selesai Rio pun membawa makanan nya kekamar. Dan kedua makan sepiring berdua saling suap suapan di atas tempat tidur . Membuat rasa cinta Ara makin membuncah pada suaminya itu . Begitu juga dengan Rio Seolah olah Ara pusat dunia nya .Karna merasa kan kebahagian yang tak bisa ia uraikan dengan kata kata.
" Sudah habis , kita sholat ya de " kata Rio Yang ingin membawa nampan bekas piring makan kedapur
" Ya mas " kata Ara tersenyum .
Di dapur Rio pun lalu mencuci bekas piring makan mereka. Setelah selesai Rio pun kembali Sambil membawa teko air minum kekamar Untuk Ara minum bila haus Dan setelah itu mereka pun sholat isya berjamaah Karna Rio tak pernah mau meninggalkan sholat nya
__ADS_1
Setelah itu Ara merapikan rukuh dan sajadah mereka . Sedang kan Rio pergi kekamar nya untuk mengecek ponselnya .
" lagi apa mas ?" kata Ara ketika masuk kamar Rio yang pintunya terbuka
" Ngecek pesan de ada apa ..Kok kesini de Ara kan masih sakit " kata Rio menatap Ara
" Sedikit mas " kata Ara yang memeluk tubuh Rio manja membuat Rio tersenyum
" Jangan mengoda mas " kata Rio seraya mencium pipi Ara . Yang bergelayut manja memeluk nya
" Mhem ... kita tidur disini saja ya " Kata Rio yang lalu mengangkat tubuh Ara pelan Keatas ranjang nya Dan Ara mengalungkan tangannya pada leher Rio
" Capek ngak atau.... " kata Rio menatap Ara dalam sambil tersenyum
" Ngak mas " kata Ara yang mengecup. bibir Rio tampa melepaskan tangannya Pada leher Rio dan membuat Rio gelagapan Dengan sikap istrinya kecilnya itu .Lalu menatap Ara penuh tanda tanya
" Kamu gila ra, tapi ngak dosa kan melakunya sama suami sendiri " kata hati Ara yang juga menatap Rio
Kedua manik mata mereka saling bertemu Dan Ara kembali mengecup bibir tebal Rio yang menjadi candu nya Entah apa yang Rio pikirkan Ara tak perduli Karna entah mengapa malam ini rasa cinta nya seperti sedang tumbuh bermekaran di taman surga Dan ia ingin melanjutkan lagi episode yang kedua
" Sudah malam ayo tidur " kata Rio yang ingin melepaskan tangan Ara .Tapi Ara menolaknya Dan kembali mengoda Rio Yang membuat Rio tak bisa menahan diri Apa lagi Ara memungut bibir nya cukup lama sambil meraba dada nya yang membuah Rio........
Tak menampik Rio juga menyukainya Dan lelaki manapun pasti tak bisa menolak Bila di goda istri sendiri Yang akhirnya membuat Rio merebahkan tubuh Ara pelan dan menindih nya .
" Mas mencintai Ara " kata Rio yang buat Ara senang dan ucapan itu yang lama Ara tunggu tunggu selama ini
" Apa mas, Ara ngak dengar " kata Ara ingin Rio mengulangi nya
" Mas Rio mencintai Ara , Mas sangat mencintai Ara " kata Rio jujur sambil menatap Ara .
Yang membuat Ara tersenyum dan sangat bahagia Dan kembali mencium bibir Rio penuh nafsu Yang membuat Rio kaget
Bahwa istri kecil nya itu punya sisi liar padahal Ara masih anak smp .
Rio pun tak menolak Dan malam itu kedua nya kembali menyatukan diri sampai beberapa kali . Dan Rio sangat puas Karna Ara bisa mengimbangi nya .
Dan dini hari mereka baru tidur sambil berpelukan Tampa menutup pintu kamar Karna memang hanya mereka berdua di dalam rumah Dan mereka bebas melaku kan apa pun Tampa ada gangguan sedikit pun Karna cinta hanya milik berdua
__ADS_1