
Disisi lain Ara dan Rio tidur saling berpelukan Karna merasa bahagia
Sambil tiduran setelah puas bercinta
" Mas jangan tinggali Ara Apalagi kalo lagi sendiri di sekolah Jangan biarkan Ara menunggu lama pas pulang sekolah ya mas " kata Ara menatap Rio
" Kenapa ? Ara takut . Ada mas yang jaga Ara .Bilang sama mas kalo ada yang mau macam macam ya " kata Rio mengusap kening Ara .
" Ya mas. Ara hanya takut saja kalo belum terbiasa " kata Ara tersenyum Dan memeluk Rio lalu menyusupkan kepalanya ke dada Rio
" Mas akan jaga Ara sesuai amanat ayah Jadi Ara ngak perlu takut " kata Rio mengusap rambut Ara lalu mencium kening istri kecil nya itu .
" Ya mas " kata Ara dengan mata berkaca kaca Karna Rio sangat sayang padanya Dan Ara tahu itu Karna ia merasakan sikap Rio padanya Yang tak pernah berkata kasar padanya Dan juga slalu bersikap manis
Lalu Rio pun mengangkat tubuh Ara kekamar Ara. Lalu mereka berdua berbaring dan berpelukan lagi .Menikmati
kebersamaan mereka berdua .
Disisi lain Minah yang tidur gelisah bangun dari tempat tidur nya Entah mengapa ia tak bisa melupakan Rio Apalagi ketika tahu Ara istri Rio membuat Minah semakin merasa sakit hati
" Ih sebal .... kenapa perempuan itu , aku ngak mau melihat nya " batin Minah
Yang berpikir untuk bisa menyingkirkan Ara Karna ia tak bisa terima Rio bersikap manis pada gadis itu
" Apa aku harus ke mbah Parjo , biar bikin si Ara jadi buruk rupa Dan Rio balikan sama aku " batin Minah sambil melirik Reno yang tidur pulas
" Dan aku bisa cerai dengan mas Reno setelah melahirkan .Anggap saja janda ketemu duda " guman Minah pelan sambil tersenyum membayang kan ia menikah dengan Rio
Minah pun lalu kedapur mengambil minum .Dan kembali lagi kekamar nya Ia harus cepat tidur . Agar besok bangun pagi Biar bisa menemui mbah Parjo Dukun sakti tempat sang ibu meminta saran dan wangsit
***********
Pagi nya Minah sudah tampil rapi Dan berdandan cantik Karna biar tak ketahuan orang yang ia kenal .
" Mau kemana de " kata Reno
" Mau main mas tempat teman bolehkan mas .Kan mas Reno pulang sore Minah kesepian di rumah sendiri Jadi aku mau main hari ini " kata Minah beralasan
" Ya tapi hati hati di jalan ya " kata Reno tersenyum Lalu mencium pucuk rambut istrinya itu .Karna ia sangat sayang pada Minah
" Ya mas, tapi apa mas ngak ngasih sangu " kata Minah menadahkan tangan nya pada Reno
__ADS_1
" Nih " kata Reno yang mengambil uang dari dompetnya .Dan Minah pun langsung tersenyum senang
" Lumayan " kata Minah
" Ya sudah mas berangkat dulu ya " kata Reno pamit
" Ya mas hati hati " kata Minah tersenyum penuh arti sambil mengipas uang pemberian Reno Dan lalu bergegas mengambil tas nya untuk pergi Karna ia tak ingin ibunya tahu .
**********
Pagi ini Aya sudah terlihat cantik setelah memandikan si kembar Dan Ferdi juga sudah rapi siap untuk berangkat kerja .
" Bang ayo sarapan biar Afnan dan Aska sama Wati dan Erni dulu " kata Aya
" Ya sayang ayo " kata Ferdi Yang lalu merangkul istrinya itu menuju ruang makan Dan bi Yam yang melihat keduanya rukun tersenyum Karna tuan mudanya itu terlihat sangat bahagia .
" Ya tuhan mudahan kehidupan mereka bahagia seperti tuan besar dan nyonya " batin bi Yam mendoakan.
Ferdi pun lalu menarik kursi untuk duduk Dan Aya mengisi piring untuk suaminya lebih dulu . Karna sudah biasa bagi Aya melayani suaminya .
" Trimakasih sayang , ayo makan " kata Ferdi tersenyum Dan Aya pun mengambil makanan untuk dirinya Lalu duduk di samping Ferdi untuk makan bersama.
Keduanya sarapan dengan tenang tanpa banyak bicara . Dan setelah selesai Aya mengantar suaminya ke halaman depan untuk berangkat kerja Sambil membawa kan tas kerja Ferdi
" Ya bang hati hati " kata Aya Sambil mencium takzim tangan suami nya Dan Ferdi mencium kening Aya .
Yang membuat Tina dan Alan iri Melihat keromantisan pasangan itu. Yang saling menyayangi satu sama lain .Apalagi kini mereka sudah mempunyai anak kembar
Yang menambah kebahagian mereka menjadi lengkap .
Setelah itu Ferdi pun masuk kedalam mobilnya Dan Alan pun lalu melajukan mobil mereka menuju kantor .
" Lan hari ini kau bisa menunggu di ruangan Tris Karna ia sedang libur " kata Ferdi
" Baik tuan muda " kata Alan
" Apa kau juga belum mau menikah Lan " kata Ferdi yang melirik Alan fokus dengan jalanan .
" Belum ada yang cocok tuan muda " jawab Alan tanpa menoleh
" Apa kau tak tertarik dengan Tina " kata Ferdi lagi
__ADS_1
" Entah lah tuan, belum ada chemistry " kata Alan santai Karna ia juga baru mengenal Tina lewat teman nya
" Jangan terlalu pilih pilih Tak enak menjomblo sendiri " kata Ferdi
" Siap tuan " kata Alan .
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang .Dan tak lama mereka pun sampai di kantor Para karyawan yang melihat Ferdi berjalan menuju lift khusus Memberi hormat pada presdir mereka
" Wah ....presdir makin tampan saja sayang sudah punya istri dan anak " kata seorang wanita berbisik
" Ya itu jelas dong, masa pria tampan seperti itu di tolak Sudah tampan kaya dan banyak duit lagi. Jadi istri simpanan saja aku mau " bisik sang teman
" Ih ngawur jangan mimpi " kata sang teman terkekeh .Karna kagum dengan presdir mereka .
" Iya tahu, aku juga sadar diri Tapi bagaimana dengan kekasih nya yang dulu suka datang kesini itu " kata teman yang lain
" Entah lah , sudah yuk naik " kata teman satunya ketika Ferdi sudah melewati mereka .Dan mereka pun menuju ke tempat kerja mereka masing masing .
" Pagi pa " kata sekertaris Ferdi
" Pagi Win, siapkan berkas nya" kata Ferdi yang menuju kursi kebesarannya
" Siap pa " kata Wina Yang kembali ke mejanya Dan kembali lagi keruangan Ferdi dengan membawa tumpukan berkas
Ferdi yang melihat nya hanya menarik nafas dalam Karna tugas nya cukup banyak Jika Tris meliburkan diri . Karna Alan dan Tris lah orang kepercayaannya Sedang di kantor sang papi ada Bimo
Keponakan sang mami yang membantu nya . Agar ia tak terlalu keteteran menangani semua nya Karna Reyhan sudah pindah
Sedangkan dirumah Aya duduk menemani si kembar bersama bi Yam yang sudah selesai bekerja di dapur .
" Non .....apa kejadian kemaren sudah membuat tuan muda tenang " kata bi Yam bertanya
" Sudah bi, abang tak mau membahas nya Tapi abang sudah menyuruh kak Alan untuk menyelidikinya " kata Aya
" Syukur lah , masalah seperti itu memang sudah biasa non. Cuma dulu nyonya besar sering menemani tuan besar. Tapi kalo tuan muda tak mungkin membawa nona Karna ada si kembar
" kata bi Yam
" Ya bi , Aya juga tahu dan lagi abang tak mau Aya menjadi incaran para pebisnis . Abang ingin Aya berada dirumah saja . Abang bilang ia tak akan macam macam di luar sana " kata Aya
" Ya non, karna tuan muda sangat mencintai non Aya dan si kembar " kata bi Yam Yang sangat mengenal tuan mudanya itu. Apalagi sekarang Ferdi sudah banyak berubah. Dari sifatnya yang dulu .Karna sekarang Ferdi lebih betah tinggal di rumah Dari pada di luar sana. Semenjak Ferdi menikahi Aya
__ADS_1
Ferdi tak pernah lagi nongkrong di cafe
Dan keluar malam seperti Yang sering ia lakukan semasa masih bujangan