Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 73


__ADS_3

Kaifa duduk diam menatap Wandi begitu juga Wandi yang menikmati makan nya dengan lahap


" Makan lah , kau sedang hamil kasihan anak kita perlu gizi " kata Wandi mencoba setenang mungkin menghadapi Kaifa . Walau ia tahu Namun Wandi tak mau gegabah menghadapi masalahnya .


" Kenapa kita harus tinggal disini " kata Kaifa .


" Seorang istri harus ikut suami , kecuali bila kau mau kita berpisah " sindir wandi


Jleb....


" Apa dia menyindirku " batin Kaifa merasa tersindir .


" Ngak .... kan kita baru menikah " kata Kaifa gugup


" Ya siapa tahu saja kau ingin kembali pada Ferdi jadi istri keduanya " kata Wandi


" Ih ... ngapain , Apa enak nya ya tuh perempuan jadi istri simpanan Ferdi kan malah ngak bahagia kan diakui " kata Kaifa


" Ya pasti nya Ferdi punya alasan untuk . menyembunyikan nya Bukan sengaja disimpan Tapi menghindari kalian yang bisa saja iri dengan nya Atau kalian ingin menyakitinya " kata Wandi


" Astaga kenapa kau bicara begitu sayang Aku saja tak mengenalnya Ngapain mau menyakitinya " kata Kaifa kesal


" Ya kebanyakan wanita begitu Bukan maksud ku menyindir mu . Karna mereka tak terima kalah bersaing Atau dibuang begitu saja yang pastinya yang baru lebih asoy " kata Wandi


" Ck..... mana ada begitu sayang aku ngak iri , paling juga dia wanita murahan Dan Ferdi hanya takut kalo istrinya tahu kalo Ferdi punya mantan Dan ngak terima " kata Kaifa memuji dirinya sendiri .


" Oh ya , kalo begitu istri ku ini lebih hebat dong dari istri seorang Ferdinan " kata Wandi memancing


" Iya dong kan aku lebih cantik dan seksi darinya " kata Kaifa


" Apa kau sudah bertemu dengannya " kata Wandi


" Belum... kenapa ? apa harus , sepertinya dia tidak tinggal di rumah mami " kata Kaifa mulai makan setelah mengisi piring Wandi yang kosong


" Oh tidak apa apa " kata Wandi


" Aku hanya penasaran saja kalo Ferdi bisa menyembunyikan istrinya Dari mantan kekasih kekasihnya " kata Wandi


Yang awalnya Wandi kira Ferdi hanya bercanda Tapi kali ini berbeda Ferdi jarang kumpul dan nongkrong seperti dulu lagi Untuk menghindari Kaifa dan Heni .


Sedangkan Aya dan Ferdi sedang asyik melihat bintang yang bertaburan di langit


Karna bulan terlihat bulat malam ini Yang membuat keduanya berpelukan didepan jendela kamar Aya .

__ADS_1


" Telpon abang bila Aya rindu, tapi kalo sibuk maaf mungkin akan sulit nyambung " kata Ferdi mencium pipi Aya


" Abang saja yang telpon Aya ya bang, kalo abang sibuk Aya takut kecewa " kata Aya tersenyum bersandar di dada Ferdi


" Baiklah abang akan telpon Aya , Tapi Aya harus sabar menunggu abang pulang ya " kata Ferdi mengingat pekerjaannya akan cukup padat bila ia sudah mulai bekerja


"' Ya bang " kata Aya


" Ya sudah ayo kita tutup jendelanya biar nyamuknya ngak masuk " kata Ferdi yang menutup jendela Dan lalu mengendong Aya ke tempat tidur membuat keduanya saling tersenyum.


" De papi tengok ya, biar ngak kangen kalo besok papi pergi " kata Ferdi mencium


perut buncit Aya .Yang mulai terlihat


" Hehehe .....emang ade tahu papi mau pergi " kata Aya yang mengusap rambut Ferdi penuh rasa sayang


" Tahu lah biar ngak kangen " kata Ferdi yang ******* bibir Aya. dan Aya begitu menikmatinya .Sambil tangannya memeluk tubuh atletis suaminya itu


" Abang akan slalu merindukan Aya " kata Ferdi yang ******* dalam Dan keduanya pun menikmatinya dengan penuh cinta


Sedangkan di ruang tengah Ara sedang mengisi formulir untuk masuk sekolah Karna Ara berubah pikiran untuk tidak masuk pondok Karna ingin merawat sang Ayah dirumah


" Sudah " kata Rio yang setia menemani Ara dari tadi


" Pelan pelan aja ngisinya , lusa kita antar " kata Rio


" Ya mas " kata Ara yang menganggap


Rio seperti mas nya sendiri.


Ara pun mengisi formulir dengan tenang Karna ia ingin tak ada yang salah isi Dan setelah selesai Ara pun menyimpan nya dalam map


" Sudah kak, trimakasih ya sudah nemani Ara " kata Ara


" Ya de " kata Rio tersenyum lalu mereka pun sama sama masuk kamar masing masing .


Paginya Rio mengantar Ferdi melihat ukiran jati untuk rumah Aya .Dan setelah selesai mereka langsung pulang Dan bersiap siap untuk ke bandara. Aya menyiapkan semua titipannya yang akan dikirim Dan memisahkan sendiri untuk sang mertua Karna suaminya itu naik pesawat Jadi Aya menyiap kan nya dengan tas cukup sedang Yang akan di bawa Ferdi .


" Wah banyak banget sayang " kata Ferdi melihat oleh oleh Aya buat sang mami


" Ngak banyak bang kan abang naik pesawat antar jemput .Jadi ini cuma sedikit lagian abang bisa nyuruh mang Didin untuk membawakan barang abang " kata Aya


" Ih ...pintar aja istri abang buat alasan " kata Ferdi mengusap kepala Aya dan mencium pucuk rambut Aya Karna pasti ia akan merindukan istrinya itu .Perhatian Aya yang begitu besar pada mami nya itu membuat Ferdi kagum . Apalagi Aya ingat kesukaan mami dan papi nya itu

__ADS_1


" Kalo sampe sana kabari Aya ya bang " kata Aya


" Ya sayang " kata Ferdi


Dan setelah semuanya siap jam 11 Ferdi berangkat ke bandara karna takut macet .


Dan Aya melepas suami nya itu sampai teras Dan mereka cukup lama berpelukan lalu pamit pada pa Kevin juga Ara dan Rio


" Yah titip Aya ya yah " kata Ferdi menyalami sang mertua


" Ya nak kami akan menjaganya " kata Pa Kevin Menatap sekilas putri sulungnya itu


" Abang pergi dulu ya , hati hati kalo pergi pergi " Kata Ferdi yang lalu masuk ke dalam mobil .Dan melambaikan tangan ketika mobil mulai berjalan . Begitu juga Aya Yang digandeng Ara . Melambaikan tangan nya pada suaminya


Mobil menghilang di tikungan jalan Aya Ara pun lalu kembali masuk rumah diikuti pa Kevin dan Rio


" Apa nak Ferdi , akan lama di jerman nak " kata pa Kevin


" Sekitar dua minggu yah bila ngak ada masalah " kata Aya


" Ya mudahan saja bisa cepat selesai " kata pa Kevin yang tahu tak mudah membagi waktu bila punya perusahaan yang banyak . Karna pa Kevin tahu Ferdi punya Lima cabang.


" Ya yah , ayo kita makan .Mas Rio ayo makan sudah mulai masuk kerja kan karyawan kebun " kata Aya menyiapkan piring untuk mereka


" Ya mba lumayan , apa mba Aya mau kesana " kata Rio


" Ngak mas, cuma mau nyuruh mas Rio bawa mentok nya pulang buat Ara biar bisa di awasi kebun belakang " kata Aya tersenyum


" Oh santai mba nanti kita bawa de atau besok sekalian sama de Ara langsung ke kebun " kata Rio


" Terserah mas yang penting tuh mentok pindah " kata Ara tertawa senang karna sang kakak bisa menemaninya dirumah Kalo dulu sang ibu slalu pergi .Dan Ara kesepian


" Sudah ayo makan dulu nanti lagi ngobrolnya " kata Pa Kevin


" Ya yah " kata Ara


Sedangkan di kantor Ferdi. Heni menemui Tris untuk menanyakan kemana Ferdi pergi Yang membuat Tris memicingkan mata nya menatap Heni yang masih nekat mencari Ferdi


" Maaf bos sedang pergi ke luar negri Jadi ku rasa nona tak bisa menemuinya dalam beberapa bulan ini " kata Tris sinis karna muak melihat Heni


" Baiklah trimakasih " kata Heni lalu beranjak pergi meninggalkan Tris Yang kesal Dengan sikap Tris yang kurang menyukainya dari awal Karna ia datang karna hanya butuh uang pada bosnya itu


***Maaf telat update masih banyak tamu oey semoga setia selalu membaca kaya author trimakasih ***

__ADS_1


__ADS_2