Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 449


__ADS_3

Aya menoleh melihat Arum .Yang menghampiri mereka Dengan wajah berkeringat karna lari


" Kenapa sih rum kaya orang di kejar setan aja " kata Tari


" Huh..... di aku lewat ruangan pa Gery


Di sana ada Bu Cunda ribut sama pa Gery Yang lagi ribut gara gara Aya " kata Arum terengah engah


" Hah.... kok gara gara gue sih ?" kata Aya bingung


" Iya karna bu Cunda ingin Aya masuk tim dia Tapi pa Gery ngak terima Dan minta di revisi ulang supaya Aya tetap sama pa Gery Tapi akhirnya di lerai sama pa Nahyan . Jadi nya adil bu Cunda dan pa Gery ngak jadi rebutan " kata Arum bercerita


" O .... pantas saja, Kalo Aya ngak jadi sama Gita Jadi begitu ya Kaya kue aja lho Ay Jadi rebutan para dosen " kata Tari tergelak


" Ish.... mana aku tahu , kan kkn sama saja Aku mau kok sama siapa saja Yang penting ngak ada masalah " kata Aya


" Iya tuh, mungkin nyari buat bisa jadi ketua tim Rum " kata Gita


" Bisa jadi , kok kalian belum ambil nomor " kata Arum


" Santai kan masih banyak waktu yang tersisa Jadi ngak buru buru " kata Anya


" Iya tuh dosen sudah masuk rum " kata Tari


" Yah baru juga datang ..... " Kata Arum langsung duduk di kursinya Ketika dosen sudah masuk kelas Begitu juga Aya yang langsung membuka buku nya


**************


Disisi lain mami be siap siap ingin pergi ke mall bersama dua cucunya untuk membeli mainan dan bermain game


" Bi yam ngak usah ikut ya bi , sudah ada Wati dan dan Erni Dan lagi sudah ada Tan dan mang Didin yang mengawal " kata Mami


" Ya nyonya " kata bi Yam lega Lalu memberi kode pada Wati Dan Wati mengangguk Karna memang bi Yam ingin mendekor rumah sebelum nyonya besarnya itu kembali pulang


" Oma epat ...." Teriak Aska yang sudah duduk di dalam mobil Dan kepalanya keluar dari jendela mobil berteriak


" Ya ayo kita berangkat " kata mami berjalan menuju mobil Untuk pergi bersenang senang


Disisi lain Ferdi sedang bicara pada Tris Yang mampir ke kantor pusat .Untuk membelikan kado buat mami di jam makan siang .

__ADS_1


" Kau berikan saja nanti malam sendiri Tris, ajak Bella juga bersama Tian ini akan jadi kejutan buat mami Karna mami lagi lupa " kata Ferdi


" Oh ya, kok ngak kaya biasa nya " kata Tris duduk di depan Ferdi


" Maklum seiringnya waktu orang tua jadi pikun .Kita juga akan melewati masa itu juga " kata Ferdi


"' Apa papi juga ikut membantu ?" kata Tris Sambil melirik jam di tangan nya


" Iya dong bahkan dua cucu nya ikut memberi kontribusi " Kata Ferdi


" Hahaha..... wah hebat kalian kompak Ok aku pulang dan istirahat dulu Nanti selepas magrib kami akan kesana .Dan kadonya aku bawa lagi " Kata Tris


" Ya ... silahkan sampai bertemu lagi Ku tunggu kalian di rumah " kata Ferdi


" Siap bos " kata Tris tersenyum Lalu meninggalkan ruangan Ferdi . Sedangkan Ferdi kembali memeriksa berkas dan dokumen nya Agar bisa cepat selesai dan pulang Untuk melihat hasil kerja sang istri. Yang membuat kejutan buat untuk ulang tahun sang mami


Dan setelah semua selesai Ferdi bergegas pulang Begitu juga Aya yang bergegas merapikan buku bukunya untuk pulang kerumah


" Ay buru buru amat " kata Gita


" Ada kerjaan gue, eh lho nganggur ngak ayo ikut bantu gue " kata Aya


" Boleh yuk.. pas banget Gue lagi tak ada kerjaan " kata Gita


" Buat acara untuk kejutan mertua gue Ayo Ken pasti sudah menunggu Dan nanti lho pulang di antar Ken saja " kata Aya


" Ok ....... siap bos " kata Gita terkekeh


" Aish kau ini... ayo " kata Aya Yang melangkah ke luar kelas bersama Gita menuju parkiran kampus Untuk pulang ke rumah utama .


**********


Disisi lain Ara merasakan perutnya ngak enak setelah keluar kelas Lalu Ara cepat cepat mengirim pesan Minta Rio untuk menjemputnya


" Ra ..... sudah mau pulang " kata Ratih


" Iya aku duluan ya Rat , Nila mana ?" kata Ara


" Lagi ada meeting di kelas ra Mungkin masalah kepengurusan osis" kata Ratih

__ADS_1


" O.....ya sudah , tuh mobil mas Rio sudah datang Aku duluan ya " kata Ara sambil merasakan perutnya ngak enak


" Ya ra , hati hati " kata Ratih melihat punggung Ara yang menjauh darinya Dan Rio langsung turun membukakan pintu mobil .


" Ade kenapa ?" kata Rio


" Sakit perut mas , ngak tahu ini jadi ngak enak rasanya " kata Ara meringis


" Ya sudah kita mampir ke dokter dulu ya Sebelum pulang " kata Rio


" Ya mas " kata Ara Yang tak mungkin menolak pemintaan suaminya itu .Lalu Rio pun masuk mobil Dan membawa mobil menuju rumah sakit Yang satu arah menuju rumah .


Sesampainya di rumah sakit Rio minta dokter memeriksa Ara .Selesai di periksa dokter umum Ara disuruh memeriksakan diri nya lagi di dokter obigyn . Yang membuat Rio bingung Tapi Ara yang sedikit mengerti pun hanya diam Lalu menuju ruangan dokter kandungan .


Dan tak lama seorang dokter cantik menyuruh Rio duduk Dan Ara di suruh berbaring di atas kasur pasien Sampai si dokter selesai memeriksa nya


" Slamat ya mas , istri anda hamil " kata dokter itu mengucapkan slamat untuk Rio dan Ara .


" Hah ...istri saya hamil dok " Kata Rio senang Lalu mengusap kepala Aya


" Ya mas sudah dua minggu Tapi harus banyak istirahat Karna janin masih sangat muda " Kata dokter muda itu tersenyum


" Dan ingat tebus vitamin nya Dan minum teratur agar sehat " kata dokter itu lagi


" Iya dok trimakasih , de ... Kita ...." kata Rio menatap Ara lekat Yang membuat Ara memeluk suaminya itu erat Walau ia masih sekolah Ara tak perlu takut lagi untuk hamil Karna para guru Juga sudah tahu kalo ia sudah bersuami


Ada rasa bahagia di hati Rio Dan balas memeluk erat istri kecilnya itu Karna kini ia akan punya momongan Impian yang sudah lama Rio harapkan . Yang ia tunggu tunggu dari Ara.


" Cukup lama keduanya berpelukan Dan setelah itu mereka ke apotik menebus obat dan vitamin Lalu pulang dengan rasa bahagia .


" Mas senang de, apa ade tak masalah bila hamil " kata Rio


" Ngak mas, kan semua orang juga sudah tahu kenapa takut ?" kata Ara Ketika mereka berada di dalam mobil Yang juga ikut senang Karna ia juga akan punya anak seperti Aya


" Ade mau makan apa , mumpung di jalan " kata Rio menawar kan


" Nanti malam aja mas, Ara mau makan martabak asin " kata Ara


" Ya ....sudah kita pulang dulu , nanti malam kita beli Biar ade bisa pulang untuk istirahat dulu " Kata Rio

__ADS_1


" Ya mas " Kata Ara tersenyum Sambil mengusap perutnya pelan Yang membuat Rio juga ikut mengusapnya


" Sehat ya de, sama bunda juga " kata Rio yang lalu mencium kening Ara Karna ada rasa membuncah di hatinya yang tak bisa ia rangkai dengan kata kata Karna mendapat anugrah terindah Yaitu titipan seorang anak di rahim sang Istri Dan pastinya mbok pasti sangat senang mendengar kabar itu


__ADS_2