Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 153


__ADS_3

Lalu Reyhan berbaring di tempat tidur


Sedang Naura tak bergeming di tempat duduknya didepan kaca rias.


" Apa menurut mu aku sejahat itu " kata Naura beranjak mendekati tempat tidur .


" Entah lah tanyakan pada dirimu sendiri.


Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiran dan hatimu Dan aku tak juga tak bisa menyelami keinginan mu ra. Tapi satu hal yang harus kau tahu . Buruk atau baik Ferdi dimata mu dia tetap saudaraku. Kerabat mu juga . Bila kau ingin mengusik mereka Cepat atau lambat mereka akan tahu. Dan aku tak mau aku menjadi musuh .Atas kesalahan yang tak ku buat . Jadi kau harus bercerai dari ku bila kau ingin melanjutkan aksi mu " kata Reyhan menatap Naura Lalu menarik selimut nya


" Kau ingin kita bercerai ?" kata Naura menatap Reyhan lekat


" Ya kalo itu jalan yang terbaik , this real life ra. bila kau berbuat jahat karma akan mendatangi mu. Apa kau pikir tuhan diam saja . Aku bukan malaikat penjagamu Waktu ku habis untuk bekerja Tak bisa slalu mengawasi dan menjagamu setiap saat " kata Reyhan .


" Rey ......" kata Naura


" Aku sudah tahu ra, tapi sekarang aku lelah Kau bisa pulang kerumah orang tuamu besok. Sebelum Ferdi mengadukan semua perbuatan mu. Apa kau pikir dia tak mengawasi mu . Dia punya segalanya Dan dia akan tinggal tidak diam saja bila istrinya dalam bahaya " kata Reyhan lagi


Naura pun terdiam tak bisa berkata apa apa . Memang benar selama ini ia ingin berbuat jahat pada Aya Tapi belum lagi ia menyakiti Aya semua sudah diketahui suami nya dan Ferdi . Padahal ia sudah menyusunnya serapi mungkin .Tapi rupanya pekerjaan sia sia saja.


" Maafkan aku Rey , aku salah tapi bisa kah kita tidak berpisah Aku tak akan menganggu Aya . Beri aku kesempatan " kata Naura Karna tak mungkin ia berpisah dari Reyhan Mereka belum tiga bulan menikah Itu akan mempermalukan kedua orang tuannya. Bila mereka bercerai


Reyhan hanya diam dan berbalik memunggungi Naura yang membuat Naura merasa bersalah .Atas semua apa yang ia lakukan


*********


Aya membangun Ferdi ketika alarmnya berbunyi Dan mengajak Ferdi untuk sholat subuh bersama . Setelah itu Ferdi kembali lagi keranjang sambil menutupi tubuh nya dengan selimut


" Bang ,abang kenapa ? abang ngak enak badan " kata Aya mendekati Ferdi setelah merapikan rukuh sehabis sholat


" Ngak pa pa " kata Ferdi menarik hingga kepala Aya mendekat dan mengecupnya


" Ih apaan si bang " kata Aya kaget karna sikap agresif Ferdi padanya .


" Hahaha..... " tawa Ferdi pun lalu memeluk tubuh Aya dan menarik keatas tubuhnya yang membuat perut buncit Aya sedikit tertekan

__ADS_1


" Aduh ..... bang ini kasihan ade kejepit " kata Aya yang ingin melepas kan pelukan nya Namun Ferdi memiringkan badannya Lalu memeluk Aya dan menyelimuti Aya


" Bang Aya mau masak bantu bi Yam " kata Aya tersenyum karna suaminya itu berulah .


" Biar kan yang lain bantu masak , Aya sama abang saja disini" kata Ferdi memeluk tubuh Aya semakin erat dan Aya tak bergerak .


Dilihatnya wajah suaminya itu dengan mata terpejam lalu mencium nya .Juga hidung dan bibir nya .Yang membuat Ferdi tersenyum lalu menahan tengkuk Aya dan membalas ciuman Aya .Entah berapa lama mereka melakukannya


" Tok.....tok.....tok....."


" Aya ini mami " kata mami berteriak di depan pintu kamar


" Ya mi " kata Aya yang lalu melepaskan tautan bibir nya Yang membuat Ferdi berdecak kesal


" Aih ..... mami apaan sih " kata Ferdi Yang membuat Aya tersenyum turun dari tempat tidur untuk membuka pintu


Ceklek......


" Ya mi " kata Aya


" Apa suami mu belum bangun " kata mami memangku tangan di dada


" Ck......betah nya kalo mau indehoy . Cepat bangun bantuan papi ngantar berkat pagi ini buat para tetangga biar anak mu sehat .Semua turun tangan masa kau enak enak di tempat tidur " kata mami mengomel


" Lah kan banyak yang lain " kata Ferdi


" Olahraga Fer mumpung hari sabtu Lagian kamu hanya setengah hari bekerja cepat bangun " kata mami


" Ais mamah .....menganggu saja " kata Ferdi turun dari tempat tidur


" Ayo Ay kita kedapur " kata mami mengandeng tangan Aya sedangkan Ferdi mengikuti dari belakang dan mereka pun menuju dapur disana semua sudah berkumpul sarapan pagi .


" Nona ayo sarapan " kata bi Yam yang sudah menyiapkan untuk kedua nya


" Pagi pagi begini kok tumben pada ngumpul " kata Ferdi heran

__ADS_1


" Iya lah nih " kata papi yang menoel hiasan kue kehidung Ferdi yang membuat semua orang tertawa .


" Happy birthday to you happy birthday tu you. happy birthday happy birthday happy birthday to you " kata semua orang bertepuk tangan Dan menyanyi Setelah itu makan bersama Begitu juga papi yang berbaur antara pelayan dan majikan


" Ye .... selamat ya bang " kata Aya Yang mencium pipi Ferdi. Yang membuat Ferdi kaget karna ia tak ingat sama sekali kalo hari ini ulang tahunnya karna sibuk dan juga masih berkabung .


Papi dan mami pun tersenyum . Karna sengaja mengerjai Ferdi Agar Aya dan Ara senang untuk melupakan kesedihan mereka dengan perayaan sederhana tapi bermakna


" Selamat ya bang ,sehat dan sukses slalu " kata Ara


" Ya de " kata Ferdi memeluk Ara sambil mengusap kepala Ara . Begitu juga yang lainnya Setelah itu mereka pun makan bersama Yang membuat Ferdi senang rupanya istrinya sudah menyiapkan semua makanan kesukaan nya


" Wah .... kok tahu Aya tahu abang suka sop buntut " kata Ferdi ketika Aya menyodorkan semangkuk sop pada suaminya


" Ya jelas tahu lah Fer orang sampe dalam dalamnya juga Aya tahu Kan Aya istri Ferdi " kata papi


" Hahaha .... itu jelas tuan masa ngak sadar juga " tawa Alan


" Ck. ...ikut nyambar aja lho Lan maka cepat punya istri jangan jomlo " kata Ferdi


" Dih.....tuan Ferdi sewot aja kita kan cuma bercanda " kata Alan


" Santai lan, biasa dia lagi ngambek dia Lan tadi kan mami ganggu " kata mami menyindir


" Hahaha.......wah tuan muda rajin juga ya olah raga pagi " kata mang Didin


" Bukan rajin lagi mang kebutuhan biar kepalanya ngak pusing " kata papi ikut menyindir


" Terserah kalian yang penting gue kenyang dulu " kata Ferdi yang memakan sopnya dengan lahap


Yang membuat semua orang tertawa Karna tuan muda nya itu makan dengan lahap Tampa perduli apa omongan orang disekitarnya .Pa Sapto dan Rio pun ikut makan dengan tenang tanpa berkomentar


Menikmati hidangan yang lengkap tersedia di depan mereka


" Wah ..... kalo hari ini pada pulang jadi sepi lagi ya nyonya " kata bi Yam

__ADS_1


" Ya kan sudah hukum alam bi datang dan pergi bukan begitu jeng " kata Mami pada mamah Qila


" Ya mbak tapi saya senang bisa kumpul begini karna ada kesan tersendiri " kata mamah Qila yang tahu kalo mertua Aya adalah pengusaha besar. Dan suaminya adalah salah satu dari karyawan nya di kantor pusat. Namun mamah Qila tak mau membuka masa lalunya yang kelam Karna kini hidup nya sudah bahagia bersama Qila yang kini memulai hidup baru bersama putrinya


__ADS_2