
Acara aqiqah si kembar berjalan lancar Yang membuat papi senang .Karna semua Karyawan nya hadir . .Dan untung mami memesan catering lebih untuk makanan prasmanan nya . Begitu juga dengan karyawan Ferdi yang datang berjumlah ratusan .
" Bos slamat ya dapat dua jagoan , bos hebat bisa bikin dua sekaligus " kata Tri dan Tristan yang masih tettinggal sambil ngobrol .
" Iya bro , cepat banget lho produksi kita aja belum, Oh ya gimana yusuf katanya sudah nikah lagi dia disana " kata Tristan
" Ya baru beberapa bulan trus kalian berdua kapan menyusul " kata Ferdi menatap Tris dan Tristan .
" Ya kita lagi nyari bos , santai saja nanti kalo dapat langsung tancap gas " kata Tris tersenyum
" Ya semoga saja kalian beruntung " kata Ferdi santai .
Lalu mereka asyik ngobrol bersama. Sedangkan Rio asyik membantu mang Didin membagi kan makanan bagi para tamu yang hendak pulang
" De Ara, sudah istirahat biar yang lain yang bantu " kata Aya karna mereka sudah membayar beberapa orang OB kantor untuk bantu bantu .
" Ya kak, si kembar mana ?" kata Ara
" Tuh sama opa dan omanya lagi dipamerin sana sini, untung mereka ngak rewel " kata Aya
" Iya kak mereka pintar tahu aja mau ada acara jaim " kata Ara tertawa
" Bisa aja kamu de, oh ya Ara pulang kapan " kata Aya menatap Ara
" Mas Rio pulang besok Ara mungkin masih dua hari lagi kangen kak Aya dan si kembar " kata Ara yang ingin curhat dulu pada sang kakak . Karna jarang bisa bertemu sang kakak bila sibuk . Jadi mumpung disini ia bisa curhat
********
Malamnya Ara pun menyiapkan tas Rio untuk pulang besok Karna Rio tak bisa meninggal kan pekerjaan Apa lagi Tak ada yang mengantar kopi ke pabrik
" Mas maaf ngak bisa ikut besok " Kata Ara
" Ngak pa pa kan mba Aya juga kangen sama de Ara " kata Rio yang tak mau memaksa Ara pulang Karna Aya tadi sudah meminta pada Rio Agar Ara tinggal beberapa hari lagi di sini
"' Trimakasih mas, mas makan nya minta Yu irah bungkuskan saja ya Atau bawa pake rantang saja Biar ngak repot " kata Ara
" Ya de gampang " kata Rio yang pasti ia sangat merindukan Ara .
" Besok kita cari oleh oleh ya mas , sekalian buat mbok di rumah Bilang terimakasih oleh oleh nya ." kata Ara
" Ya de, pasti mas akan rindu Ara kalo sendirian dirumah " kata Rio
" Hehehe ..... Ara juga " kata Ara Yang lalu memeluk suami nya itu .Tampa malu malu lalu mencium bibir Rio .
__ADS_1
" De..... jangan mengoda mas " kata Rio tersenyum
" Emang kenapa kan Ara istri mas " kata Ara menatap Rio dalam
" Ya hanya takut saja mas ngak bisa menahan diri " bisik Rio pelan Yang membuat Ara tersenyum.
" Masa sih " goda Ara lalu mencium pipi Rio yang tiduran disamping nya .
" Jangan mulai " kata Rio tersenyum
Ara pun balas tersenyum Dan menatap Rio Lalu memeluk suaminya itu dan mencium bibir Rio. Rio pun tak menolak Dan memeluk tubuh Ara tangan nya mulai liar . Karna tak mungkin ia bisa menahan diri bila Ara mengodanya . Begitu juga Ara yang ingin bercinta dengan suaminya itu Karna besok Rio sudah pulang Dan Malam ini ia ingin membawakan bekal untuk Rio
Keduanya pun larut dalam gairah malam Entah sampai jam berapa mereka melakukan nya .Hingga kedua puas dan terlelap bersama sambil berpelukan Karna merasakan manis nya cinta
***********"
Sedangkan di kampus Qila baru saja Keluar dari kelas ketika seseorang menarik tangan nya.
" Ah ...Mas Awan bikin kaget saja" kata Qila kaget
" Hehehe..... maaf mas Cari cari nyata nya masih di kelas .Ayo pulang hari ini kakung mau ke jakarta " kata Awan yang ingin mengantar sang kakung ke bandara
" Jadi juga kakung kesana , yah sepi dong " kata Qila
" Hai wan, mau kemana kok mesra amat " sindir teman teman Awan sambil melirik Qila sinis
" Pulang lah , kita ada urusan " kata Awan santai . Yang memang tak ada yang tahu mereka sudah menikah .
" Yah ... makin lengket aja bro , hati hati kesambet setan " kata teman Awan
" Lho kali gue mah bebas " kata Awan cuek . Melangkah masih dengan tangan saling bergandengan erat dengan Qila .
Menuju mobil tua Awan
" Gila aja tuh , cewek makin lengket .aja berdua kemana mana " kata seorang teman Awan
" Namanya juga jatuh cinta, takut mereka kebablasan aja hamidun tahu rasa dia Kan si Awan asli jakarta kalo kabur beuh ... nangis deh patah hati " kata teman sejurusan Awan
" Ah masa sih , masa tega sih Ngak mungkin lah orang Awan setia begitu . kan cukup lama mereka dekat " kata Teman Awan yang lain . Karna memang Awan tertutup dengan teman teman nya .
" Masa sih , bukannya gadis itu kerja di cafe kok Awan mau . Kan kakek si Awan keluargga terpandang keluargga ningrat" kata teman satu nya
" Mana ku tahu , kan selera masing masing " kata temannya yang lain
__ADS_1
Sedangkan Awan sudah sampai di rumah bersama Qila Yang lalu siap siap untuk . mengantar kakung nya ke bandara.
" Kalian hati hati di rumah ya, titip bibi " kata kakung menatap Awan
" Ya kung aman " kata Awan Yang menganggap pembantu kakeknya itu sudah seperti keluarga sendiri seperti pengganti eyang nya Karna Qila rajin membantu si bibi memasak di dapur
"********
Di kamar Aya Ferdi baru saja merebah kan tubuhnya setelah mengendong Aska
Yang menangis minta susui karna Afnan masih belum mau berhenti menyusu .
" Kenapa bang kok belum tidur " kata Aya
" Abang juga menunggu jatah " kata Ferdi tersenyum
" Ya ampun bang masa Aya di gilir 3 pria " kata Aya tersenyum
" Hahaha.......ya karna Aya wanita abang dan si kembar " kata Ferdi sumringah sambil melihat Aska menyusu dan mengengam kelingking jarinya .
" Ya beginilah nasip mamah de, masa papi juga mau katanya Tapi antri ya ngak sayang " kata Aya bicara pada Aska yang melihat Aska tersenyum sambil menyusu
" Ya .... mah kan papi sayang ade dan kakak juga ya ngak nak " kata Ferdi mencium pipi bayinya Tak pernah terpikir dulu ia ingin punya anak berapa Tapi kini ia sudah jadi papi dari dua jagoan . Yang di harapkan nya bisa mengantikan nya kelak Bila ia sudah ingin pensiun .
" Alhamdulilah mereka ngak rewel ya bang " kata Aya
" Ya kan mereka anak pintar " kata Ferdi
" Aamin " kata Aya yang mengusap kepala bayinya Dan Ferdi tersenyum bahagia melihat istrinya itu yang sayang pada si kembar.. Walau Aya masih muda Tapi Aya tak pernah mengeluh mengasuh dua bayinya itu. Itu membuat Ferdi makin tambah sayang .Mengingat dulu ia sering berkata ketus pada Aya ketika pertama kali Aya datang kerumah Villa
Dimana disana lah cinta nya tumbuh
pada gadis belia itu . Yang tadi nya ia tolak dari pa Kevin .Tapi akhirnya kini jadi menantu kesayangan sang mami
" Abang mencintai Aya " kata Ferdi mengusap punggung Aya yang masih menyusui Aska .
" Aya juga bang " kata Aya lembut mengusap rambut Ferdi yang berbaring di sebelah Aska
" Semoga kita slalu bahagia " kata Ferdi mencium tangan Aya dengan rasa sayang Dan Aya hanya tersenyum dengan sikap bucin sang suami .
Setelah Aska tertidur Aya pun mengangkat nya ke box untuk di tidurkan disebelah Afnan Dan setelah itu gantian sang papi yang memeluk sang mamah
" Bang " kata Aya ketika Ferdi mengangkat tubuhnya ke kasur .
__ADS_1
" Abang juga mau jatah abang " kata Ferdi sambil membuka baju kaos dan celananya Mulai melakukan apa yang ia inginkan .Dan Aya hanya tersenyum dengan ulah bayi besarnya itu .Sambil mendesah pelan menikmati permainan sang suami yang membawa mereka Terbang ke langit ketujuh .