Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 247


__ADS_3

Tina terdiam sesaat Karna ia pun kaget


Mendengar ada Aya lain di kantor .Dan Alan sempat mengambil vidio nya lewat pintu yang terbuka sedikit.


Sedangkan Aya sendiri duduk santai mengawasi dua putranya itu .Tina pun memejamkan matanya Berharap semua nya akan baik baik saja .Karna sejak ia menjaga Aya Tak sekali pun Aya memperlakukan Tina kasar ataupun tidak baik Yang membuat Tina geram .Karna tak terima tuan mudanya itu sedang di goda wanita lain Bahkan dengan wujud nona Aya yang ia jaga selama ini .


" Aku ingin sekali mencekiknya kak " kata Tina terdengar kesal


" Hei..... sabar tuan saja santai kenapa kau yang emosi Usahakan nona untuk tidak tahu dulu " kata Alan


" Ya kak " kata Tina .


Cukup lama kedua nya bicara sampai Aya memanggil Tina Dan Tina pun memutuskan pembicaraannya dengan Alan


Dan mendekati lalu mendekati Aya .


Diruang kerja papi yang mendengar laporan Alan .Mengepalkan erat tangannya


Dan rahangnya mengeras Karna ada duplikat menantumya .Sedang merayu Ferdi yang di kirimkan Alan langsung dari Kantor Ferdi


" Apa Ferdi tahu " kata papi Sandi


" Iya tuan , tuan sudah menyadarinya lebih dulu .Karna ia lah yang paling mengenal istrinya " kata Alan


" Bagus Lan, awasi mereka aku tak mau Aya shock . Karna tahu dia punya kembaran Yang mencoba merayu suami nya sendiri . Apa lagi wanita itu musuhnya " Kata papi


" Ya tuan besar " kata Alan membuang nafas kasar


Sedangkan di kantor Ferdi .Ferdi berusaha terlihat tenang Ketika Aya bergelayut mesra padanya .Yang membuat Ferdi hampir terpancing emosi Apalagi replika wajah Aya terlihat nyata Ada di depan matanya Kenapa ia bisa meniru wajah sang istri dengan begitu nyata.


" Apa uangnya masih kurang juga " kata Ferdi menatap Aya lekat .


" Ya dong sayang aku mau pakai kartu gesek saja ya " kata Aya manja


" Maaf sayang , bukan nya kartu nya ada pada mu Bagaimana kau memintanya lagi pada ku " kata Ferdi Yang membuat Tris melirik merasa heran .Karna tiba tiba bos nya itu tiba tiba berubah. Terlihat dengan rahang wajah mengeras menahan marah .Padahal ia sedang bersama Aya


" Oh iya aku lupa membawanya sayang , ya sudah uang cash saja deh " kata Aya. Masih menggelayut mesra di leher Ferdi dengan senyum dibuat semanis mungkin .


" Tahan Fer, tahan ini godaan. Kalo terbongkar lebih awal tak akan baik " kata hati Ferdi bicara sendiri


" Uang cash nya hanya itu , Dan dompet ku sudah kau kuras semua. Pulang lah nanti di rumah kita bicara kan lagi ya


Karna aku masih ada rapat dengan Tris jadwalku penuh " bujuk Ferdi Yang membuat Tris kaget .Karna Ferdi berbohong .Dan aneh bila bos nya tak mau dekat dengan sang istri Padahal setahunya Ferdi sangat bucin pada Aya.


" Baiklah " kata Aya tersenyum

__ADS_1


" Cup......Ya sudah aku pergi dulu ya sayang . Jangan lupa makan siang .Aku mencintai mu " kata Aya mengambil uang 10 juta diatas meja Dan lalu memasukkan nya ke dalam tas Lalu merapikan pakaian nya Dan pergi keluar meninggalkan Ferdi


" Dah i love you, dah Tris titip suamiku ya Tris selamat bekerja " kata Aya Melambaikan tangan nya .Lalu keluar membuka pintu . Bersamaan dengan Wina yang juga Ingin masuk keruangan Ferdi .


" Hei..... Win .... hati hati " kata Aya ketus Menahan emosi Karna hampir saja Wina menabraknya .


" Ya nona maaf " kata Wina kaget .


Dan Aya pun bergegas pergi Dan Wina terdiam sebentar Lalu menuju meja Ferdi mengantar laporan .


" Ini presdir " kata Wina


" Dengar Win, besok jangan ada orang atau siapapun masuk ruangan ku Termasuk wanita itu. Aku muak melihat nya ingat itu !!! " kata Ferdi keras


Deg.......


" Iya presdir " kata Wina kaget


" Dan aku ingin kau mengunci ruangan ku Telpon aku bila ada tamu " kata Ferdi lagi penuh penekanan


" Baik ...... Presdir tapi presdir kalo nona Aya memaksa bagaimana ?" kata Wina tergagap .


" Suruh pulang " kata Ferdi dengan wajah merah Yang membuat Wina bingung Karna presdirnya itu tak biasanya berkata kasar Apa lagi membentaknya seperti sekarang ini.


Ada apa dengan bos nya itu . Apalagi tadi Ferdi sempat berbohong .Mengenai rapat padahal mereka tak ada jadwal sama sekali .Dan tak lama Alan masuk bersama dua pengawal nya .


" Kau sudah mengikutinya " kata Ferdi menatap Alan .


" Sudah tuan, dia.......


" Sayang ......aku lupa membawa kunci mobil Tadi aku naik taxi kesini " kata Aya kembali masuk ruangan Ferdi .


" Apa aku boleh memakai mobil mu " kata Aya bergelayut manja di depan semua orang


" Tidak boleh. Kami ingin melihat kantor cabang . Pulang lah bersama sopir Alan antar nona mu " kata Ferdi


" Oh tak perlu , aku naik taxi saja. Maaf aku menganggu dah....cup " kata Aya menyempatkan diri mencium pipi Ferdi lagi Lalu pergi meninggal kan Alan Wina juga Tris yang mematung diam tak bicara


Setelah Aya pergi Ferdi langsung mengambil Tissue Dan melap pipinya Menghapus bekas ciuman Aya Dan membuang tissue itu sembarangan Dengan wajah merah


Prank ..........sebuah pas bunga melayang ke depan pintu Karna luapan amarah Ferdi Yang membuat Wina dan Tris kaget Tapi tidak buat Alan yang diam


" Kau urus dia Lan , aku ngak tidak mau tahu Jangan sampai ia masuk keruangan ku .Apalagi kamar pribadiku " kata Ferdi marah. Karna memang dari sejak tadi ia sudah menahannya


" Baik tuan " kata Alan

__ADS_1


" Tapi bos, kalo nona Aya......"


" Dia bukan nona Aya Tris " kata Alan memotong perkataan Tris


Jedar............


" Apa " kata Tris dan Wina sama sama kaget tak percaya


" Dia nona Aya palsu " jelas Alan


" Bagaimana bisa " kata Tris kaget


" Apa kau tak bisa membedakannya Tris nona Aya tak manja dan tak memakai rok span pendek ." kata Alan


" Ya ..... Kau benar Lan " kata Wina Yang baru sadar itu bukan Aya Karna sikap Aya yang berubah itu membuat Wina merasa aneh.


" Bos ....." kata Tris menatap lekat Ferdi


Yang meminta penjelasan.


" Aku sangat mengenal dengan baik istri ku Tris " kata Ferdi Karna nada bicara Aya yang lembut dan sikap nya lah yang membuat Ferdi cepat menyadarinya .


" Astaga .....gila bagaimana mungkin .Jadi dia nona Aya palsu " kata Tris menatap Alan penuh tanda tanya


" Dia Heni Tris " kata Alan


" Mba Heni ....." kata Wina kaget. Yang langsung terduduk lemas di kursi depan meja Ferdi sambil memegang dahinya


" Gila...... bagaimana bisa " kata Tris tak percaya Karna apa yang ia lihat wanita itu memang Aya Indentik dari wajah rambut sampai semuanya mirip Hanya segi penampilan saja yang berbeda


" Ya itu dugaan pertamaku. Aku sedang menyelidikinya .Dan ingat kalian hati hati jangan salah orang " kata Alan mengingatkan Tris dan Wina .


" Lalu nona ?" kata Tris .


" Nona aman di rumah , yang aku khawatir kan Kalo sampai nona Aya keluar pasti mereka akan menculik nya Dan Aya palsu masuk ke mansion dan mereka bisa membuat drama." kata Alan


" Jangan sampai itu terjadi Lan, aku akan memecat mu bersama Tina bila kalian tak bisa menjaganya " kata Ferdi Karna tak ingin istrinya itu kenapa napa Dan untung nya Aya menurut .Karna sampai hari ini Aya memang tak pernah keluar dari rumah Dari sebulan yang lalu . Sejak Heni lepas dan kabur dari penjara .


" Oh my good , aku hampir tak percaya sama sekali " kata Tris menepuk nepuk pipi kanan kirinya . Yang baru tahu alasan Ferdi berbohong Rupanya bos nya itu lebih peka dengan apa yang terjadi


Sedangkan Wina hanya diam duduk menarik nafas dalam Karna ia memang dari awal sudah merasa aneh Dengan sikap Aya yang berubah. Karna Aya akan meminta izin lebih dulu sebelum masuk ruangan Ferdi .Dan Aya juga berkata lemah lembut.


Itulah yang bisa membuat Ferdi mengenali Aya dengan baik . Karna Aya punya sifat berbeda .Juga bahasa tubuh nya dan sikapnya yang tenang Dan cuek membuat Ferdi hafal gerak gerik Aya.


Yang diam dan banyak tersenyum

__ADS_1


__ADS_2