
Sorenya benar saja Bimo menunggu mereka untuk nongkrong di cafe Untuk duduk santai di cafe alam terbuka Sambil bercanda dan saling bercengkrama bersama
"Asyik juga ya kita seperti masih sekolah saja " kata Tris berpenampilan santai mengingat masa muda mereka dulu
" Hahaha..... ya tapi kau sudah punya butut sekarang Tris " sindir Ferdi
" Kau juga Fer, malah butut mu ada dua Kau seperti hot dandy saja " Kata Bimo memainkan alis nya
" Itu jelas Bim , Kan istrinya masih hot muda dan cantik " kata Tristan
" Ya rupanya seorang Aya si gadis lugu itu Mampu menaklukan seorang playboy kelas wahid kita ini " sindir Tris
" Hahaha....apa kalian iri hah, itu jelas rupa nya di balik wajah lugu nya itu dia punya sisi liar dan ambisi Menaklukan seorang Ferdi yang tampan ini " kata Ferdi bangga
" Ck...... bangga dia Bim ,dulu saja masih di bodoh Kaifa dan Heni Mungkin kalo Aya kabur saat itu Aku yakin di sudah banyak punya simpanan sana sini "Kata Tri
" Iya lah ,untungnya Alan cepat tanggap menangkap basah ulahnya itu Yang ingin bermain main dengan Aya. Mana di sembunyikan di villa lagi " kata Bimo
" Ck.... Kau ini Bim, jangan mengorek gorek hal seperti itu, seperti kau tak punya aib saja Aku sudah menikahi Aya ketika aku menidurinya Sedangkan kau dan Abel melakukan dosa di ruangan ku " kata Ferdi berdecak kesal
" Astaga Fer, kenapa kau membuka aib ku disini " kata Bimo mendelikkan matanya
" What ......Bim.....jadi ...." kata Tristan kaget
" Stop tak perlu di bahas, ayo kita nikmati saja yang ada di depan kita " kata Tris Yang tak mau ada keributan
" Apa kau juga seperti itu Tris , jangan kau bilang kau juga mengikuti jejak Ferdi memaksa Bella berhutang " kata Tristan
" No ..... Itu murni jodoh kami, hutang piutang sebagai mediasi pertemuan saja Karna memang sudah berjodoh dari awal Setiap masalah itu hanya sebagai sebab dan musabab saja Tapi pada akhirnya ada takdir untuk membawa kita bertemu . So .. ngak perlu ambil pusing bro Jalani saja apa ada nya " kata Tris santai
" Dua jempol untuk mu Tris , kita sekarang sudah punya wanita masing masing Jadi ngak perlu saling mencari alur cerita nya Nikmatnya saja dan jalani kisah cerita hidup kita Dan atur sendiri caranya nya Kenapa harus di bikin ribet sih Buat sesederhana mungkin kan bisa bahagia itu ngak perlu tahta dan uang tapi dari hati " kata Ferdi
" Yoi..... kau benar bro , bahagia itu sederhana Dan kita harus mulainya dengan hati Kalo pikiran kita sehat dan bersih maka hatimu juga tenang Tapi bila negatif dan kemana mana Maka nikmati lah kekacauan hidup mu " kata Tris
" Ya kalian benar Kita memang harus fokus pada hidup Agar tak melenceng dari jalur .Alami dan manusia wi kita menikah dan berkeluarga Lalu punya anak dan menua Yang di lihat bukan awal nya Tapi pada cerita akhir nya Karna itu lah Kita harus membentuk diri sebagai pria Agar semua nya berkesan pada akhir nya " Kata Bimo
" Iya lah Bim sebejat bejat seorang bajingan ia pasti ingin mencari wanita yang baik Bukan seorang wanita pelacur Untuk bisa hidup bahagia di ujung hayat nya " kata Tristan menambahi
__ADS_1
" Ya itu jelas , karna kita tak selamanya kita slalu muda dan abadi Pada akhir kita juga jadi seorang kakek tua bungkuk dan ompong hahaha......" kata Ferdi tergelak
" Hahaha.....ya tak bisa ku bayangkan bila kita menua dan jadi kakek kakek nanti bagaimana ya " kata Bimo . Membayangkan dirinya sendiri
Yang membuat keempat pria itu tertawa bersama Membayangkan dirinya masing masing Sambil menyesap kopi dan cemilan untuk membuang penat dan letih Untuk mem install ulang pikiran mereka biar tak jenuh di kantor .
Di rumah Aya baru saja selesai mandi ketika Afnan dan Aska masuk kamar mengejut Aya
" Mamah ......." Teriak keduanya datang memeluk kaki Aya
" Maaf nona mereka memaksa ingin masuk " kata Wati dari depan pintu
" Ngak apa apa mba , biar mereka disini Kalian boleh pergi
" Baik nona " kata Wati dan Erni .
" Tadi ita mau main di aman entok nya udah ecal ecal otong ya mah " kata Aska tersenyum
" No..... ngak sekarang itu masih tangung sayang . Besok kalo sudah besar banget Kalo mau potong kita beli saja ya, apa ade sama kakak mau ikut belanja " kata Aya
" Sana mandi dan ganti baju dulu Biar mamah sholat dan siap siap ok " kata Aya mencium keduanya Sambil berlutut menurunkan setengah badan nya .
" Siap mah ayo de ita ke amar " kata Afnan
" Ya dah mamah " Kata keduanya keluar dari kamar Dan menghilang di balik pintu
" Ya .... dah juga " sahut Aya tersenyum mengelar sajadah untuk sholat
Setelah selesai ia pun bersiap pergi Karna memang Aya teringat susu sambung anak anaknya sudah hampir habis Walau keduanya nya masih menyusu Tapi sudah jarang . Karna Aya sering pulang sore dan aktif di kampus
Sedangkan di sisi lain Rio dan mbok duduk menunggu dokter yang memeriksa pras Yang akan melakukan operasi pada kakinya .Agar bisa berjalan normal lagi
" Yo apa mas mu bisa sembuh " kata mbok lirih Yang melihat Sinta memegang tangan suami nya erat
" Kita berdoa saja mbok , semoga semuanya baik baik saja " kata Rio Yang sudah dua hari ini menemani mboknya Dan besok ia berniat untuk pulang ke yogya .
" Ya le, mudahan mas pras mu cepat sehat " Kata mbok Karna tadi malam Aya dan Ferdi sempat datang untuk menjenguk pras Walau hanya sebentar Begitu juga mertuanya Aya
__ADS_1
" Ya mbok, yang sabar .lihat mba Sinta ia terlihat tegar dan kuat " kata Rio Yang melihat mba Sinta tak memperlihatkan kesedihan nya Karna ia ingin membuat Pras bersemangat untuk cepat sembuh
" Operasinya akan di lakukan nanti sore , sekarang istirahat dulu .Kondisi pasien juga sangat baik " kata dokter pada Sinta
" Ya dok trimakasih " kata Sinta
" Ya biar kan dulu pasien puasa , Karna masih ada infus yang membantunya " kata dokter
" Ya dok " kata Sinta sambil mengusap dahi pras yang terdiam mendengar perkataan dokter .
" Kalo begitu saya permisi dulu, nanti akan ada perawat yang akan mengurus semua nya sebelum operasi di mulai Jadi sekarang istirahat dan semangati saja pasien " Kata dokter menatap .Rio
" Iya dok terimakasih " kata Rio Yang lega mas nya itu masih bisa di sembuhkan Walau harapan nya tipis
" Alhamdulilah le, .mudahan nanti operasinya berjalan lancar " Kata mbok
" Aamiin " Kata Sinta dan Rio menyahuti perkataan mbok
************
Di sebuah penjara Naura baru saja mengantar makanan untuk sepupunya Karena ia ikut prihatin dengan Tony Yang tak diperhatikan orang tuanya Karna ulah nya sendiri Sejak mendengar kabar Cindy yang menggugat cerai Tony
" Untuk apa kau datang kesini " kata Tony menatap Naura
" Aku membesuk mu, aku tak bertemu Cindy di persidangan .Padahal aku ingin dia menjenguk mu Walau pun untuk terakhir kalinya " Kata Naura pelan Menatap Tony
" Dia pasti tak akan mau membesuk ku karna aku sudah membuatnya menderita " kata Tony
" Tapi bagaimana pun dia istrimu Ton " kata Naura
" Hahaha .... ya istri di atas kertas .Tapi aku sudah menjual nya pada banyak hidung belang " kata Tony
" Apa ...... Kau gila Ton ,kenapa kau melakukan nya " Kata Naura terkejut Membuat hatinya miris mendengar fakta Bahwa Tony menjual Cindy istrinya sendiri
"' Karna itu jalan ku mencari uang, jangan munafik ra Bukan nya kau mau menikah dengan Reyhan juga karna uang kan " kata Tony terkekeh
" Kau gila , benar benar gila Ton " kata Naura beranjak dari duduk nya Karna Sepupunya itu membuat nya kecewa . Lalu pergi dari penjara Karna tak ingin mendengar kesalahan Tony Yang hampir sama dengan nya . Melakukan hal buruk yang menjerumuskan mereka dalam . kehancuran
__ADS_1