
Setahun berlalu .............
Aya sedang sibuk memandikan putri kecilnya Ketika Ferdi masuk membawa bunga besar Untuk istrinya Dan menaruhnya di pojok kamar
"' Bang dari siapa ?" Kata Aya kaget
" Dari mami untuk Queen Alina " Kata Ferdi tersenyum
" Astaga bang kamar kita bisa penuh Bila tiap hari di kasih hadiah " Kata Aya Sambil mengendong Alina Yang bingung Karna saking senang nya punya cucu perempuan Semua orang dirumah slalu membawakan hadiah untuk putrinya Termasuk suaminya yang setiap kali pulang kerja Ferdi rutin membawakan bunga dan boneka untuk putrinya Alina
" Astaga bang , sudah besok jangan di tambah lagi " Kata Aya Yang sudah di wisuda setengah tahun yang lalu
Kini ia hanya sibuk berkerja sambil mengurus putrinya Sedangkan Afnan dan Aska sudah sekolah dan akan pulang jam .3 sore tiap hari di sebuah paud
" Ini hadiah mami sayang , masa di tolak sih kan ngak enak " Kata Ferdi mendekati Aya dan mencium putri kecilnya yang sudah berusia 4 bulan itu
" Iya tapi ngak tiap hari bang , kok tumben abang pulang cepat " Kata Aya
" Iya lah kan papi kerja nya santai Sudah ada Bimo Tris dan Yusuf biar bisa main sama ade " kata Ferdi Seraya mencium pipi Alina berkali kali
"''Uuu........" celoteh Alina
" Iya kan papi mau temani ade " Kata Ferdi Yang merasa sangat bahagia karna sudah punya dua putra dan seorang putri cantik Yang membuatnya slalu ingin cepat pulang Karna rindu pada putri mungilnya
Yang membuat Aya teringat pada Ara dan Rio yang punya anak laki laki hampir selisih sedikit dengan putra Reyhan . Yang kini sudah punya rumah sendiri Tak jauh dari rumah Ara Yang membuat mereka jarang bertemu karna kesibukan masing masing Tapi masih saling menghubungi satu sama lain
__ADS_1
Qila melahirkan anak perempuan begitu juga Gita yang akan melahirkan 2 bulan lagi bersama Emma .Sedang kan Anya masih menunda kehamilan Agar tidak repot karna masih ingin bekerja di butik Aya
Aya lalu tersenyum Melihat suaminya itu mengedong putrinya Setelah selesai di susui Bahkan mengalahkan perhatian dua kakak nya .Yang membuat Aya lega Karna setengah tahun lagi ia akan berangkat Paris bersama Gita untuk mengambil kuliah setahun disana
" Ade abang bawa ke taman ya mah " kata Ferdi
" Ya bang , Aya mau mandi dulu " kata Aya tersenyum Yang kini lega sudah bisa memberikan putri bagi suami dan adik untuk dua putranya Yang memang meminta adik perempuan Dan itu sudah di kabulkan tuhan untuknya .Kini ia hanya tinggal menuntaskan kariernya Agar semuanya berjalan lancar Mumpung Anya belum hamil bersama Siska yang menikah dengan Ran yang juga jadi pengawal pribadi suaminya itu .
" Ay ....... Alin mana ?" Kata mami ketika Aya ingin masuk kamar mandi
" Sama abang mi" kata Aya
" Ya ampun cucuku " kata mami pergi mencari Alin Yang membuat Aya tersenyum Karna ia bisa sedikit bebas Tanpa repot mengedong putrinya itu Karna sudah banyak orang yang rebutan ingin menggendongnya
"' Ya semoga nasip mu slalu beruntung de , ngak seperti mamah dulu yang tak hanya merasakan sebentar kasih sayang dari bunda Apalagi tante Ara mu itu " guman Aya yang merasa bersyukur Kini hidupnya merasa bahagia Yang tadi nya membenci Ferdi karna memaksanya menjadi pelampiasan nafsunya
Lalu Aya bergegas mandi karna sudah jam 10 siang karna sedari pagi ia meladeni dua putra dan suaminya dan baru saja rehat setelah putrinya itu di ambil sang papi
Selesai mandi Aya pun berpakaian rapi Lalu pergi keruang kerjanya Untuk mengecek laporan butik nya Yang kini sudah sah menjadi hak milik nya Yang membuat Aya lebih serius lagi untuk menangani semua nya Dan slalu rutin memeriksa daftar karyawan dan seluruh data butiknya Agar butiknya aman dan bisa berkembang dengan baik juga terkendali Yang dibantu Via dan Gita juga Anya Karna mempercayai orang yang Aya kenal lebih baik dari pada memperkerjakan orang baru
**************
Disisi lain Ara baru saja menaruh putranya itu di tempat tidur Ketika mbok datang bersama Asih
" Arfa mana ndu " kata mbok
__ADS_1
" Baru tidur mbok , ada apa ?" kata Ara
" Itu tadi ada yang pesan Alpukat dan jeruk de, apa mau di petik sekarang sama lele juga 10 kilo de" kata Asih melapor
" Ya langsung di petik aja teh pilih yang tua Biar nanti lele nya di serok belakangan saja sama bapa "Kata Ara Karna sejak kelahiran Arfa rezekinya datang seperti air bah saja Ada saja pesanan yang membuat rezekinya nya lancar yang membuat Ara menambah membuka cafe dua cabang lagi Yang di pegang Ratih dan Nila Sedangkan yang lama di pegang kak Qila Kini kehidupan nya tambah lebih baik Apalagi teh Asih membantunya menjadi asistenya Apabila ia tak bisa pergi pergi
Sedangkan Cindy menikah dengan Andi teman sekolah Ara yang membuka cafe dengan sistem bagi hasil yang membuat mereka tetap berhubungan baik walau pun Cindy masih kuliah Namun Andi serius padanya dan mereka tinggal di rumah baru bersama ibu Andi . Andi lebih muda 4 tahun dari Cindy Tapi mereka hidup bahagia Karna Andi tak mau kuliah lagi Tapi memilih fokus buka usaha karna ingin seperti Ara temannya
Begitu juga dengan Naura yang kini hidup bahagia di bali mereka orang tuanya membangun usaha cafe dengan uang yang masih ada . Naura akhirnya menikah dengan willy Yang membuka bisnis hotel yang membawa mereka bisa hidup bahagia dengan mengadopsi seorang bayi laki laki Yang menambah kebahagiaan bagi Naura yang bisa melupakan Reyhan dan Ratih .Namun masih berhubungan baik dengan mamah ji Untuk menanyakan kabar mantan mertuanya itu
***********
Pagi ini Aya baru saja bangun ketika bayi nya itu raib dari boks tidurnya Ketika ingin menyusuinya
" Alin .....ade di mana ?" Kata Aya dari pintu kamar Yang membuat Ferdi kaget dan melompat dari tempat tidur
" Sayang .....Alin mana ?" kata Ferdi membuka pintu kamar
" Sama nyonya besar tuan muda " kata bi Siti yang lewat. Karna tiap pagi ada saja drama bayi Alin hilang tanpa izin
" Aish wanita tua itu senang sekali mengambil putriku " Kata Ferdi mengomel
" Plak ...... , abang apaan sih mami bang " kata Aya memukul bahu Ferdi Yang tak terima mertua nya itu di katai wanita tua oleh suaminya sendiri
" Iya tahu, tapi Alin anakku " Kata Ferdi Yang kembali masuk kamar .
__ADS_1
" Iya tapi Alin juga cucu mami bang " kata Aya yang tahu suaminya itu tak mau putrinya di ambil begitu saja tanpa izinnya
" Tahu ah, pokok itu anak abang " kata Ferdi Lalu masuk kamar mandi Yang membuat Aya mengeleng sambil menyiapkan pakaian kantor suaminya itu