
Ara yang terbangun dengan mata terpejam merasakan ciuman lembut suaminya itu Dan Rio cukup lama memandangi wajah Ara Dan ada rasa bahagia yang terselip di hati Rio Tiap kali bisa berdua dengan Ara .
Perlahan Ara membuka matanya Dan menatap manik mata Rio yang lekat menatap nya .
" Mas, kenapa kita bisa pindah " kata Ara Yang sadar mereka berada di kamar nya
" Tadi mas merasa kan dingin di luar makanya mas pindah kesini " kata Rio menyentuh bibir Ara dengan jarinya .
" Pantas hangat Ara kira kita masih di luar " kata Ara tersenyum manis seraya menatap manik mata Rio
Sudah sejak lama Ara menyukai Rio .Pria berkulit sawo matang itu Karna Rio lah yang mengantarnya dari sejak kelas 5 SD sampai sekarang Dan slalu setia mendampingi sang Ayah . Walau gaji nya kadang tertunda tunda Tapi Rio tetap bekerja dengan giat Tampa mengeluh Itu yang membuat Ara kagum pada Walau kadang Rio di ledek teman teman Ara karna di sebut om om .Tapi Rio terlihat cuek tak menangapi nya. Dan Ara hanya bisa mencintai pria itu dalam diam . Bahkan ketika menikah Ara tahu Rio merasa bersalah Karna menganggap Ara masih kecil Tapi tidak dengan Ara yang tahu Rio pantas di cintai . Karna pria itu cukup bertangung jawab . Dan ketika kejadian semalam terjadi Ara tak perduli lagi dengan anggapan orang lain . Karna kini Rio hanya milik nya seorang
" Ya tidur lah , ini masih malam " kata Rio mencium kening Ara lembut
" Ya " kata Ara lalu mengecup bibir Rio pelan Yang membuat dada Ara dag dig dug sendiri
" Kenapa ?" kata Rio menatap Ara terdiam setelah mencium nya
" Bukan apa apa mas , Ara hanya ingin begini saja " kata Ara mendekat kembali bibir nya pada Rio .
Bukan pria namanya bila tak terpancing
hasrat kelakian nya . Apalagi Ara mengecup nya pelan Yang membuat darah Rio tiba tiba berdesir hebat merasakan hasratnya naik Dan lalu memungut bibir Ara pelan Dan entah berapa lama Mereka bertukar saliva . Lalu kembali lagi saling memungut satu sama lain .
Dan Rio pun tak menyia nyiakan kesempatan itu. Tangan nya kesana kemari menjamah tubuh Ara. Sampai mereka larut kembali dalam percintaan di pagi buta itu Dan berhenti ketika bunyi Adzan terdengar
" Trimakasih sayang , mas cinta Ara " kata Rio berbisik pelan di telinga .Ara
" Ara juga " kata Ara menatap dalam mata Rio mencari cinta yang terlihat tulus Dalam lukisan bening mata Rio
" Semoga cinta kita sampai tua " kata Rio lagi yang mengecup bibir Ara .
" Aamiin" jawab Ara yang lalu membalas ciuman Rio Dan kali ini Ara yang mulainya hingga setelah puas mereka pun mandi bersama . Dan setelah itu kedua sholat Dan setelah selesai mereka pun kedapur memanas kan sayur Yang tak tersentuh tadi malam . Karna ketiduran dan sibuk memadu cinta Dan baru sadar bila mereka sangat lapar Karena tenaga kedua nya terkuras habis karna bercinta
__ADS_1
" Enak ..... kata Rio ketika makan telur dadar masakan Rio .Dan mereka makan sepiring berdua saling menyuapi
" Ya enak mas " kata Ara .
" De minggu besok kita pulang ya kerumah mbok " kata Rio yang memang rutin menjenguk mbok nya
" Ya mas " kata Ara tersenyum
Lalu kedua nya kembali makan bersama Menikmati kebahagian yang serasa hanya milik mereka berdua Yang tak diganggu siapapun
**********
Di negara lain Heni meraung raung menangis sambil melempar semua barang Yang ada dalam selnya .Karna ia .merasa putus asa
" Nona berhentilah menangis kau hanya membuat dirimu terpuruk . Bila kau ingin bebas berubah lah lebih baik " kata seorang sipir yang bosan mendengar tangisan dan teriakan Heni .
" Aku harus bagaimana lagi " kata Heni yang sudah 3 bulan ini terkurung
" Suami mu pria sukses Dia punya segalanya Lalu apa yang kau cari Harus nya kau senang dan bangga padanya. Tapi kau malah menyukai suami orang lain Dengan mencelakai suami sendiri .
Yang membuat Heni terdiam .Merenungi perkataan pria itu Tentang apa yang terjadi pada nya
" Ya " kata Heni . Yang mengingat Gustav tak pernah mengasari ya . Dan slalu mencukupi kebutuhan nya Dan ia juga tak perlu melayani om Dewa pria tua itu .Karna suami saja lebih perkasa. Yang membuat Heni berpikir Dan diam merenungi perkataan Ferdi padanya
" Apa kau gila Gustav itu pria baik , dia suami mu . walau kalian belum sah Tapi dia sayang padamu , Apa kau merasa hebat menjadi simpanan . Pikirkan Hen, suatu hari istrinya akan mempermalukan mu di depan umum . Apa itu yang kau ingin kan hah ....... kasihan sekali kau Hen, Kau wanita paling bodoh yang ku kenal. Kau tahu istri ku itu dulu seorang pelayan Dan dia rela menjadi seorang pelayan demi melunasi hutang Tapi hati nya tulus dan baik Hingga aku menyukai nya Dan jatuh cinta padanya . Bahkan dia mampu menggeser cinta Kaifa dalam hatiku " kata Ferdi Yang masih terngiang di telinga Heni ketika Heni tak mau mengakui perbuatan nya Padahal sudah ada bukti kuat tentang kejahatan nya. Dan Gustav ingin Heni mengakui itu Agar ia sadar itu sebuah kesalahan
***********
Di rumah keluargga Ferdinan hari ini Sudah mulai sibuk karna acara nya akan di mulai sore minggu Dan hari ini sudah ada persiapan untuk besok
" Apa Ara kesini Ay " tanya mami
" Ya mi , sama Rio mereka paling siang Minggu kesini Karna Rio pulang dulu sekalian pamit ke ibunya " kata Aya
__ADS_1
" Ya syukur lah , mudahan tak ada halangan " kata mami
" Ya mi , mudahan semua nya lancar " kata Aya yang tak pernah bolong sholat Karna rasa syukurnya pada Allah Karna hidupnya kini semakin bahagia .
Sedangkan di rumah Rio pagi ini Rio sudah sibuk melihat ayam petelur dan bebeknya yang tumbuh sehat Hingga rutin bertelur setiap hari .
" Mas telur nya banyak ya " kata Ara
" Iya de , awas jangan kesana kotor " kata Rio menarik tangan Ara Yang membuat sepasang mata seseorang yang melewati rumah Rio memasang wajah masam
" Ih .... ngapain pacar nya ikut juga Dasar ganjen " kata wanita itu Yang tak lain si Minah
Sedangkan Rio dan Ara tidak tahu kalo mereka di perhatikan sedari tadi .
" Ngak pa pa mas " kata Ara tersenyum
" Ih kotor de nanti kena bele ayam tuh banyak tahi nya tuh " kata Rio merengkuh tubuh Ara dalam pelukan nya .
" Iya mas tahu,....... hehehe ." kata Ara terkekeh lalu mendongak pada Rio dan mencium bibir Rio .
Yang membuat Minah menghentak hentak kan kaki kesal Di tambah ia juga ******* ***** bajunya .
Dan tampa Ara sengaja Ara melihat Minah .Yang berdiri menatap tajam mereka berdua
" Ih kok mak lampir itu disitu ngapain juga mengawasi orang " kata Ara dalam hati Dan lalu mengalungkan tangan nya di leher Rio Dan ******* bibir Rio cukup lama .
" Woi......... ngapain berbuat mesum di kandang Ayam " kata Minah berteriak Membuat emak di dapur kaget
" Astaga...... Minah ...." kata Rio juga ikut kaget
" Ih ada banteng ngamuk mas " kata Ara cuek manja sambil kembali mencium Rio
Membuat Minah mendatangi kedua nya
__ADS_1
Karna Ara cuek saja melihat nya Dan berlagak tak mendengar teriakan Minah