
Paginya seperti biasa Aya sudah menyiapkan semua keperluan suaminya Sedangkan Tania duduk di taman samping melihat bunga mawar .putih dan merah bermekaran . Tadi ia sempat iri melihat Ferdi begitu bahagia dengan istrinya Padahal Aya masih muda dan gadis yang sangat sederhana Tapi sepupunya itu lebih memilih menikahi Aya dari pada Kaifa Yang modis dan berkelas. Secara fisik Aya juga cantik Namun cantik alami nya lebih terlihat jelas Karna Aya jarang berdandan .
" Nona Tania , tuan muda mengajak nona sarapan bersama" kata bi Siti
Menghampiri Tania untuk menyuruh sarapan
" Ya bi terimakasih " kata Tania yang
Lalu melangkah menuju ruang makan
Tania pun terpana melihat Aya melayani Ferdi Dan menyiapkan makanan pria itu dengan telaten Setelah itu Aya pun mengambil untuk dirinya sendiri..
" Ayo makan , kenapa ?" kata Ferdi melihat Tania melamun melihatnya
" Ngak pa pa hanya aku belum terbiasa saja sarapan pagi .Biasanya aku bangun siang ." kata Tania
" Biasakan hidup sehat , oh ya kau ingin belanja kau bisa pergi bersama Aya " kata Ferdi sambil menatap sang istri
" Iya mba, kebetulan kita mau ke mall mau belanja " kata Aya Yang tadi malam berencana belanja bersama bi Yam Karna stok bumbu dan makanan mau habis
" Ya boleh " kata Tania
" Kenapa lemas bukan nya sangat senang kalo shoping Kenapa jadi tak bersemangat " kata Ferdi menatap Tania
" Entah lah , ketika aku melihat kalian hidup bahagia Aku jadi iri . Aya benar ada masanya aku bosan dan jenuh untuk shoping . Aku teringat papah dan mamah juga kak Rey Entah mengapa aku jadi merindukan mereka " kata Tania.Yang awal nya judes menjadi kalem
" Hahaha....... kenapa berubah 90 derajat " kata Ferdi tertawa
" Entah lah Fer , jujur saja tadinya aku datang kesini ingin melihat seperti apa Sebenarnya seorang Aya Bahkan aku ingin membandingkan nya dengan Kaifa . Tapi melihat sikap nya yang lemah lembut Aku malu pada diriku sendiri Apalagi Aya masih muda dan ia sudah punya si kembar. Aku merasa aku perlu belajar banyak dari istri mu Fer Karna Aya cukup cerdas menyikapi gaya hidup nya " kata
Tania bercerita panjang lebar
" Mba Tania bisa saja , tapi mba Tania tetap lebih baik dari Aya " kata Aya merendah
" Kau benar Tan, dia istri yang cerdas Itulah kenapa aku jatuh cinta padanya Karna Aya apa adanya .Kalo orang lain mendekati ku karna harta Aya mencintai ku dengan tulus " kata Ferdi mengusap kepala Aya
" Ya aku tahu itu , karna Aya hanya berpenampilan apa adanya tak seperti kebanyakan orang lain " kata Tania yang mulai makan sarapan nya
" Ya sudah abang berangkat dulu ya sayang ,Tan.. kau bisa menemani Aya bila masih betah disini Minggu depan mami dan papi baru pulang " kata Ferdi beranjak dari kursinya
" Ya Fer trimakasih " kata Tania
" Mba , Aya antar bang Ferdi dulu ya " kata Aya berdiri ingin mengantar Ferdi
__ADS_1
" Ya Ay silahkan " kata Tania tersenyum melihat sepupunya itu diantar istrinya
Lalu keduanya pun menuju ruang tengah Dan Ferdi berpamitan .pada si kembar terlebih dulu Sedangkan Aya membawa tas Ferdi .Setelah mencium kedua putranya Ferdi pun berangkat ke kantor
Aya melambaikan tangan nya pada suaminya Sampai mobil hilang di balik pintu gerbang Lalu kembali masuk kedalam untuk menemani buah hatinya
" Apa sudah berangkat " kata Tania yang selesai sarapan
" Sudah mba, apa kita mba Tania mau ikut belanja ayo siap siap sekarang " kata Aya
" Baiklah ayo , aku ingin mengendong keponakan dulu sebentar " kata Tania yang menyukai si kembar Yang membuat bi Yam cukup kaget dengan perubahan sikap Tania .
Disisi lain di sebuah kampung Minah yang melewati rumah mbok cukup kaget Ketika mendengar mbok bicara dengan Ara yang terdengar jelas .
" Iya nak , ibu tunggu besok minggu ya
Mudahan nak Ara dan Rio sehat slalu
" kata mbok yang duduk di teras selesai menimbang sayur dan meletakan ponsel nya
" Pagi mbok , apa kabar mbok bicara dengan siapa kok kelihatan nya senang banget " sapa Minah
" Iya Min, Ara dan Rio mau kesini minggu besok , Dan mbok sangat senang insyallah mbok mau bikin syukuran sederhana biar orang semua tahu kalo Rio sudah menikah ." kata mbok tersenyum
Wajah Minah pun mendadak berubah .Karna hatinya serasa teriris Karna mendengar Ara baik baik saja
" Apa Ara sehat mbok " kata Minah
" Alhamdulilah sehat ndu, tadi baru pulang dari cafe katanya Ara itu punya cafe sendiri " kata mbok bercerita
" Ya sudah mbok Minah permisi.." kata Minah bergegas pergi untuk menemui mbah Parjo dukun yang ia datangi kemaren lusa
" Apaan sih mbah parjo sudah minta banyak bayaran tapi kok dia baik baik saja " kata Minah bergegas naik ojek
menuju rumah mbah Parjo .
Tak lama Minah pun sampai di rumah tua di pinggir sungai .Tia yang tak sengaja melihat Minah di daerah itu cukup kaget melihat Minah menuju rumah mbah Parjo
" Astaga mba Minah ngapain kerumah mbah Parjo Kan itu dukun santet " kata Tia sepupu Rio yang penasaran Yang tak sengaja lewat . ingin kerumah teman nya tak jauh dari tempat itu.
" Ah .....aku penasaran " kata Tia yang menuntun motornya Lalu menaruh nya di bawah pohon Dan mengintip kerumah tua itu Dengan mengendap endap menuju pintu rumah mbah Parjo
Di dalam rumah mbah Parjo Minah mengomel gomel pada mbah Parjo Karna Ara baik baik saja
__ADS_1
" Lho kok iso toh mbah dia ngak kenapa napa , padahal Minah sudah bayar mahal lho mbah " dumel Minah
" Lah mana mbah tahu kan sudah bah kirim ..Kalo dia tak kena berarti bukan urusan mbah Yang penting mbah sudah melakukan nya " kata mbah Parjo
" Tapi dia baik baik saja malah sehat sehat saja Malah besok minggu mau kesini Gimana sih mbah ya rugi dong Minah " dumel Minah lagi dengan rasa kesal
" Mbah ngak tahu , kan itu bukan urusan mba . Kalo dia kebal tak membalas kau harus nya senang ndu Karna biasanya ilmu teluh itu berbalik " kata mbah Parjo
" Aku ngak mau tahu , pokok nya si Ara harus sekarat mbah " kata Minah marah
Yang membuat Tia menutup mulutnya kaget mendengar nama Ara Lalu Tia pun mengambil ponselnya dan mengambil gambar Minah dan mbah Parjo lewat pintu yang tak tertutup rapat Setelah itu ia bergegas pergi dari rumah itu
" Dasar jahat , awas saja dia " kata Tia mengomel menuju motornya lalu bergegas pulang dari tempat itu. Tia tak jadi kerumah temannya Tapi ia mengarah kan motornya ke rumah mbok
Tia pun lalu bergegas turun dari motornya menuju rumah mbok Lalu mengetuk pintu rumah budenya itu .
" Assalamualaikum mbok ..." kata Tia
" Walaikum salam " jawab mbok dari dapur yang langsung membuka pintu rumah nya
" Tia ..... tumben ndu main kesini " kata
mbok kaget Lalu menyuruh Tia masuk
" Mbok Tia mau tanya apa benar mbak Ara mau kesini minggu depan " kata Tia yang masuk kedalam rumah
" Iya besok minggu sama Rio .Lah kok Tia iso gerti " kata Mbok yang lalu pergi kedapur di ikuti Tia
" Dari mb Minah mbok , tahu ngak mbok mbak Minah itu di mana sekarang " kata Tia menatap mbok
" Hah . .. dimana ?" kata mbok
" Di tempat mbah Parjo " kata Tia
" Ngapain ?" kata mbok bingung
" Mau mengguna guna mba Ara " kata Tia keceplosan
Prang .......prang ........
Cangkir yang dipegang mbok pun jatuh kelantai Untungnya gelas itu gelas stainless yang menggelinding di lantai
*****Maaf telat up date lagi tadi lagi banyak kerjaan *****
__ADS_1