Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 243


__ADS_3

Sorenya sepulang dari kantor Ferdi langsung masuk kamarnya . Dan Aya sudah bangun dan selesai memandikan dua putra nya itu


" Hai ..... apa mereka baru mandi " kata Ferdi mencium pipi Afnan dan Aska


" Iya bang , apa abang ngak lembur " kata Aya tersenyum menatap suaminya itu melepas jas nya


" Ngak pekerjaan abang sudah selesai . Wati ...Erni bawa mereka main dulu ya " Kata Ferdi . Ketika melihat dua pengasuh nya itu sudah datang Untuk mengambil si kembar .


" Iya tuan " kata Erni dan Wati kompak


" Giliran papi yang mandi ya , kalian main dulu ya sayang " Kata Ferdi. Tersenyum sambil mencium dua buah hatinya itu


" Aaa . ....." celoteh Aska


" Iya papi mandi dulu , kotor nih... kalian main dulu nanti papi susul " kata Ferdi yang membuat Aya .Yang merapikan baju si kembar tersenyum .


" Abang ngak mau kalah ya sama anak sendiri " kata Aya ketika dia putranya itu di bawa pergi Dan menutup pintu juga menguncinya Karna ia tahu suaminya itu pasti akan minta di mandikan juga .


" Gantian abang dimandikan Aya " kata Ferdi memeluk istrinya itu


" Ya ampun bang tinggal mandi kok repot " kata Aya menoel hidung suaminya itu


" Abang maunya Aya yang mandikan abang " kata Ferdi tersenyum


" Yah , kalo memandikan anang pasti acaranya merembet kemana mana .Bukan mandi doang kan " kata Aya yang tahu suaminya itu Yang slalu punya pikiran mesum kalo sudah bersama nya


" Itu pasti kan plus pijatan terapi Aya " kata Ferdi yang langsung mengendong Aya ke kamar mandi


" Abang......" jerit Aya kaget sambil memegang leher Ferdi erat Yang lalu di taruh Ferdi di bath up kosong


" Shut .... ngak usah ribut , nanti ada yang ngiri " kata Ferdi tersenyum . Yang ikut masuk ke dalam bath up


" Tahu ah " kata Aya yang lalu membuka baju kemeja suaminya itu lalu melemparnya ke keranjang baju kotor Dan Ferdi ikut membuka pakaian Aya


Bukan hal aneh lagi bagi Aya bila suaminya itu meminta hak nya kapan saja. Dan mau tak mau ia harus pintar melayani nya Karna ia tak ingin Ferdi macam macam di luar sana Dan ia tahu ia harus memberi servis lebih agar suami nya itu Tak mencari wanita lain .

__ADS_1


sebagai pelampiasan. Karna ia tahu banyak perselingkuhan di luar sana Karna jarang nya seorang istri memberi kepuasan . Apalagi semua sudah tercukupi Ia tak mungkin bermalas malasan menolak Karna alasan sibuk mengurus anak anaknya. Karna seorang pria berbeda dengan wanita. Lelaki normal kebutuhan biologis itu sangat penting Sedangkan seorang perempuan lebih bisa menahan diri ketimbang laki laki Karna banyak hal yang harus mereka urus dalam rumah tangga .Tapi untuk para suami bercinta itu urusan utama seperti makan nasi. Yang membuat Aya kadang kewalahan Tapi ia harus bisa membagi waktunya Walau kadang ia sangat lelah .


" Ay.....akh " kata Ferdi mendesah pelan


Aya hanya tersenyum melihat wajah merah suaminya itu menikmati permainan yang Aya buat .


Cukup lama kedua nya bermain Sampai akhirnya Aya menggosok pelan bahu kekar Ferdi dan mencium bibir suaminya itu Sambil menyabuni nya


" Aya luar biasa " bisik Ferdi di telinga Aya sambil menggigiti pelan


" Abang juga , sangat pintar bikin Aya terbuai " balas Aya memuji suaminya itu Ketika Ferdi sudah puas .


" Itu karna Aya slalu bisa buat abang puas " kata Ferdi Yang membuat Aya tersenyum Karna umur Aya yang lebih muda bisa mengimbangi suaminya itu


" Abang cinta Aya " kata Ferdi membiarkan suaminya itu bermain di dadanya


" Aya juga " kata Aya yang hanya bisa menikmati apa yang ia rasakan sambil menyabuni tubuh sang suami. Dan setelah puas mereka pun membersihkan diri Dan Aya dengan sigap memasang pakaian suaminya itu lebih dulu Baru setelah itu dirinya . Setelah rapi keduanya pun bergandengan tangan mencari si kembar yang berada di taman Yang sedang bersama opa dan oma nya juga Ara dan Rio


" Wah tumben pada kumpul disini " kata Ferdi


" Itu jelas lah mi, mana mau dia melewatkannya " kata papi ikut bicara


" Hahaha...... papi dan mami tahu saja " kata Ferdi tertawa Karna bukan rahasia lagi kalo ia memang suka mengambil kesempatan


Aya hanya memasang wajah merah merona karna sindiran mertuanya itu


Tapi karna sudah terbiasa Aya hanya tersenyum menanggapinya .Karna itu memang sudah hal biasa bagi nya Dan Ferdi . Apalagi mertuanya itu sudah tahu kebiasaan putra semata wayang nya itu.


" Pa..... pa..... pa " kata Afnan memanggil sang papi Yang bersama Rio


" Yang sini kak , sama papi. " kata Ferdi Yang lalu meraih tubuh mungil Afnan yang kini makin berisi saja .


" Aaaa........." kata Aska ikut mengulurkan tangannya .


" Yah .....ada yang mau ikut juga ya, sini sama papi " kata Ferdi yang lalu mengendong kedua nya dengan rasa sayang .

__ADS_1


" Ngak mau kalah kalo kangen ya " kata Aya tersenyum


" Ya kan seharian ngak ketemu Ay . Tetap mereka akan kangen " kata mami Risma yang bahagia melihat menantu dan anak nya itu hidup bahagia Lalu menatap wajah papi Sandi yang tersenyum merangkul nya mesra .


" Kita juga bahagia sekarang " kata papi bangga .Bisa menikmati masa tuanya dengan nyaman di rumah bersama anak menantu dan dia cucunya Yang tak pernah terbesit dipikiran papi Kalo Aya bisa memberikan mereka cucu lebih cepat dari yang mereka duga. Karna Tania saja Yang menikah lebih dulu Belum bisa memberikan cucu pada orang tuanya. Tapi Aya hanya empat bulan di simpan Ferdi ia langsung hamil benih putra tunggal nya itu Dan melahirkan dua cucu sekaligus sebagai penerus nya.


" Ya pi, mami bangga " kata mami tersenyum melihat si kembar berceloteh seakan bercerita kegiatan mereka hari ini pada sang papi. Membuat Aya Ara dan Rio tertawa melihat nya.


" Iya papi tahu kalian berenang main dan makan enakkan. Papi kan kerja jadi papi hanya bisa mendengar ceritanya saja " kata Ferdi yang menciumi kedua nya .Dan sama rata tanpa pilih kasih kepada kedua putranya itu Dan memeluk nya erat Karna saking sayangnya .


" Iya pi , kan mereka pengen curhat biar papi tahu jadwal mereka " kata Aya


" Uuu......" kata Afnan memonyongkan mulut nya


" Hahaha....... iya kak, kita semua tahu kok kalo kak Afnan cerita " gelak Ara gemas pada kedua keponakan nya itu .


Yang membuat semua orang tertawa Termasuk Erni dan Wati pengasuhnya Yang masih menunggu mereka tak jauh dari gazebo taman.


Setelah menjelang magrib mereka pun masuk keruang tengah untuk siap siap sholat bersama bersama si kembar juga Yang memang ikut duduk Karna Ferdi ingin anak anak nya itu tumbuh dengan baik seperti dirinya dulu Atau mungkin lebih baik lagi .Karna setiap anak tumbuh dengan perbedaan jaman yang berbeda dan kontras Dengan warna masalah hidup Yang berbeda beda Tapi tujuan nya sama Yaitu hidup untuk bisa lebih baik .


" Ayo sudah siap semua" kata papi melihat cucunya ikut duduk untuk sholat


" Aaa....." kata celoteh keduanya kompak


" Ok kita sholat " kata papi Sandi Yang kini menikmati masa bahagia bersama keluargganya Hingga sholat berjamaah sekeluarga Dan bersama para pelayan dan juga para sopirnya


********


Disisi lain seorang pria sedang melempar gelas ke dinding kamar nya


Prank ..........


" Sial .......Kenapa jadi begini " geramnya marah Karna perusahaannya sedang goyah Ketika ia sedang dalam penjara. Sedangkan dia belum mendapatkan berita apa pun terkait kecelakaan mobil


Yang kemaren ia dengar. Hanya mobilnya yang remuk dan hancur Tak ada satu .pun penumpang berada di dalam nya .

__ADS_1


__ADS_2