
Sedangkan Ratih dan Nila hanya diam Setelah pria itu berniat mengantar mereka kerumah sakit terdekat .Karna memang mereka terluka Dan Nila mengirim pesan pada paijo suaminya
" Akh....... Perih mba pelan pelan " kata Ratih meringis Sedangkan pria itu .juga di obati oleh perawat Karna ia juga terluka dari dalam mobil
" Wah ini harus menginap mas Karna semuanya biru biru nih Apalagi memar memar " kata perawat
" Ya ngak masalah sus yang penting mereka cepat pulih " kata pria itu Yang takut di lapor kan kepolisi Karna ia bisa di tuntut Dan mobilnya juga akan jadi masalah Bila ia tak cepat bertanggung jawab dengan jalan berdamai
" Sekali lagi maaf ya de , karna mobil saya rem nya blong Dan saya tidak tahu kenapa itu bisa terjadi " kata pria itu bingung
" Ngak apa apa mas, Yang penting mas selamat " kata Nila Yang juga ngak tega pada pria itu karna pria itu sudah berusaha bertanggung jawab Yang lalu menelpon keluarganya .
************
Di rumah Naura Naura gelisah karna Reyhan belum menelponnya hari ini Karna ia rindu dengan suaminya itu
" Ada apa ra ?" kata Papi
" Reyhan belum telpon Naura pi hari ini Biasa nya dia slalu telpon Naura " kata Naura
"' Mungkin dia sibuk " kata papi
" Ngak tahu pi, atau mungkin juga karna Ratih makan nya ponselnya tak aktif
" Jangan berpikir negatif Mungkin saja dia sibuk atau lagi rapat " kata papi Naura melirik putrinya
" Apa kau masih berharap padanya " kata papi
" Ya mau apa lagi, kalo Naura bercerai juga ngak mungkin ada yang mau dengan Naura kan pi " kata Naura lirih
" Kau mau menyusul nya kesana ?" kata papi menatap putri semata wayang nya itu
__ADS_1
" Ngak pi, Naura disini saja menunggu Reyhan pulang . Selama ini Reyhan juga sudah menepati janjinya pada Naura Pulang tiap minggu untuk menengok Naura " Kata Naura yang kini mecoba berubah Karna ia tak mau di buang Reyhan Karna Reyhan juga sudah bersikap adil padanya .
" Ya sudah mungkin dia sibuk Biarkan dulu nanti juga dia menelpon mu " kata papi Yang tak ingin putrinya itu gelisah menunggu Reyhan menelpon nya
" Ya pi " Kata Naura yang kini lebih banyak diam Karna kini ia hanya bisa mengurus butiknya Yang masih berjalan untuk membuang rasa sepinya .Karna ia juga harus punya kegiatan Agar tak terlalu banyak pikiran.
" Andai aku dulu tak mengkhianatinya Mungkin kami tak akan kehilangan bayi itu Dan rahim ku juga tak akan di angkat " batin Naura Yang menyesali semua perkataan nya pada Reyhan Karna ia slalu membatah suaminya itu Tapi sesal nya sudah tak berguna Nasi sudah jadi bubur Dan semuanya sudah terlambat
" Ra pi, ini minum dulu , Oh ya tadi Reyhan telpon mami ra, Kalo Ratih kecelakaan sepedanya di tabrak mobil Mungkin besok dia ngak pulang dulu Tadi dia menelpon mu nak Tapi ngak di angkat Dan Reyhan juga bilang ponselnya baru aktif setelah selesai meeting " kata mami menjelaskan
" Ratih kecelakaan mi, terus gimana ?" Kata Naura
" Sudah di bawa kerumah sakit ra,
Tapi lumayan cuma banyak memar. Dan Reyhan masih perjalanan kesana untuk melihatnya Sepedanya juga rusak di tabrak Tapi si penabrak mau bertangung jawab dan akan menggantinya besok " jelas mami
" Lah kan Reyhan punya mobil kok pake sepeda sih mi kan bisa beli mobil yang kecil " kata Naura heran
" Ratih itu masih sekolah ra, kls 2 dan mereka sekolah pake sepeda listrik dan juga kalo ke cafe . Kadang saja dia diantar jemput Karna kadang Reyhan juga lembur akhir akhir ini Karna Ferdi kecelakaan kemaren jadi pekerjaannya menumpuk " Kata mami
" Ya mi " Kata Naura lalu duduk meminum tehnya Dan besok ia masih harus cek up lagi .
" Sabar ya nak, ini takdir mu jalani dengan berlapang dada Dan iklas agar kau bisa menjalaninya tanpa beban " kata papi Yang juga tak tega Naura seperti ini Tapi mau apalagi .Tak ada pilihan lain Kalo mereka sudah tak ada paling tidak ada mamah ji dan Reyhan yang menjaganya karna besan nya itu masih bersikap baik dan sayang pada Naura putrinya
" Ya pi " kata Naura tersenyum Karna sekarang ia juga harus bisa menerima kenyataan Kalo di hidup di madu
Lalu mereka pun ngobrol bersama tentang butik Yang masih dijalankan Naura untuk tabungan nya di masa tua
************
Di rumah sakit Ara berjalan cepat di lorong Menuju kamar inap dua temanya itu Karna ia sempat kaget ketika Rio memberitahu nya Kalo kedua teman nya itu di tabrak orang Dan ketika sudah di kamar yang di maksud Ara pun membuka pintu
__ADS_1
" Ceklek .........
" Ratih ... Nila ..... ya ampun kok bisa sih kalian seperti ini Apa penabrak nya lari " kata Ara penuh selidik
" Tidak dia di ruang sebelah ra, dia juga terluka ra Karna rem mobilnya blong mungkin ada Yang ingin jahat juga padanya "Kata Nila merasa kasihan pada pria itu
" Ya sudah , syukurlah kalo kalian ngak apa apa Aku khawatir saja " Kata Ara
" Ya tadi nya kita juga kaget ra, tapi mau gimana lagi kan memang musibah kita Dan untungnya kita berdua cuma luka dan lecet lecet saja ra. Dan mas Paijo sempat panik pas aku kirim pesan tadi " kata Nila
" Iya Nil , sampai ngak jadi makan dia trus sekarang anak nya ke mana ?" kata Rio mencari Paijo
" Antar mak nya pulang mas . Sedangkan bang Reyhan lagi beli makanan di luar sambil nebus obat kita Karna tadi belum di ambil mudahan besok sudah bisa rawat jalan Dan pulang kerumah karna di sini ngak enak " kata Ratih
" Sabar Rat...... nama nya juga musibah lho harus sabar Kan itu ujian siapa tahu besok lho dapat rezeki nomplok " Kata Ara
" Aamiin aku juga kan ra " kata Nila Yang lukanya nya ngak terlalu parah
" Ya lho juga Tapi besok aku ngak bisa nengok kalian ya Karna mau pulang ke desa mas Rio nengok mbok Apa ada yang mau ikut " Kata Ara
" Dih nawarin kok pas kita sakit , kalo kita sehat tuh ra di tawari Ini pas gini mana bisa kan kita lagi ngak enak jadi ngak mood badan pada sakit semua kaya orang habis di gebukin " kata Nila
" Ya sudah kapan kapan kita kesana sekalian ke borobudur Lihat candi besar dan jalan jalan sambil nyari kulineran Kan disana murah meriah Bisa sambil santai Dan beli beli jajanan desa ya kan mas " kata Ara
" Ya apa lagi sekarang musim duren " kata Rio
" Hah....... duren asyik bisa cuci mata dong ganteng ganteng ngak " kata Nila
" Allahuakbar Nil , ingat diri buah durian duren Bukan duda keren Nil "jelas Ara
" Hahaha.........kirain duda keren " kata Nila
__ADS_1
" Siapa yang doyan duda keren " kata Paijo yang baru datang
" Noh ...... bini mas Paijo " tunjuk Ara dan Ratih yang membuat Nila mendelik Tapi yang lain semua tertawa