Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 161


__ADS_3

Pagi ini Aya sudah terlihat cantik Untuk ikut mami ke butik . Aya sengaja ikut agar tak jenuh di rumah Karna Aya juga butuh kegiatan untuk mengalihkan rasa rindunya pada sang suami. Apalagi Qila dan Via di yogya .Aya tak punya teman selain dua sahabatnya itu..


" Pagi nona " kata asisten mami pada Aya ketika Aya mengecek stock baju


" Pagi juga " kata Aya ramah lalu kembali melihat stok baju yang ada yang ingin Aya sesuaikan .


Cukup lama Aya melihat lihat sampai seorang wanita datang diantar seorang Pria membeli pakaian .


" Mba ,mba nya pelayan disini ya tolong dong itu di bersihkan masa kursi nya kotor " kata wanita itu menyuruh Aya


Aya pun melihat kursi yang dimaksud Yang hanya kotor sedikit karna debu Lalu Aya pun melap nya dengan tissue basah .


" Aya ..... " kata seorang pria membuat Aya menoleh


" Tom ..... " kata Aya pelan


Pria itu menelisik wajah Aya dari atas hingga bawah Lalu melihat perut Aya yang buncit . Yang jelas terlihat besar bagi wanita hamil .


" Kau..... hamil " kata Tommy


" Iya maaf apa mau membeli sesuatu silakan pilih " kata Aya bergegas menjauh Karna Tommy melihatnya dengan pandangan aneh .


" Sayang ini bagus ngak " kata Wanita itu merangkul tangan Tommy mesra


" Ya bagus pilih saja " kata Tommy


Sedang kan Aya yang sedang mengambil stock baju sisa kembali keatas Namun tiba tiba


" Kau Aya kan Ay, Apa kau bekerja disini ?" kata Tommy penasaran yang menghampiri Aya


" Iya aku Aya Tom, maaf aku sedang bekerja " kata Aya tersenyum tipis lalu meninggalkan Tommy .


" Tunggu Ay, boleh aku minta no ponsel mu " kata Tommy


" Maaf aku lupa nomor ponsel ku , lain kali saja ya " kata Aya tersenyum


" Hei...... ngapain pelayan, lho mau mengoda tunangan gue . pergi sana !!" kata wanita yang memilih baju itu Lalu menghampiri Aya dan mendorong nya Yang membuat Aya hampir terjerembab


" Sarah ...... apa sih Apa yang kau lakukan " kata Tommy yang menangkap tubuh Aya


" Tom..... ngapain sih nolong pelayan itu " kata wanita itu sinis .

__ADS_1


" Maaf kan dia Ay, pergi lah " kata Tommy menyuruh Aya pergi


" Trimakasih ..." kata Aya meninggalkan tempat itu tampa menoleh


" Dasar pelayan sudah hamil Masih saja merayu tunangan orang ngak sopan " kata wanita itu


" Dia tidak merayuku atau menggodaku Sar dia hanya mengecek gaun " kata Tommy pelan membuang nafas kasar


" Kau membela nya , apa kau mengenal nya sampai segitu membelanya hah.... wanita pelayan kok doyan " kata wanita itu Yang membuat Tommy keluar dari butik itu .


" Kau mau kemana hah ...." kata Sarah


" Kalo kau belanja silahkan , tapi .tak membuat keributan dengan orang lain Aku malu cepat bayar yang kau pilih dan Setelah ini kita pulang ini kartunya Aku tunggu di mobil " kata Tommy tegas keluar dari butik . Membuat dua pelayan yang baru datang langsung sigap melayani Sarah


" Sial ... gara gara perempuan itu Tommy marah " kata Sarah


" Silahkan pilih nona Ada yang kami bantu " kata seorang pelayan ramah


" Mana pelayan tadi , suruh dia yang melayani saya " kata Sarah


" Maksud nona apa disini kami pelayan nya di tiap stand hanya ada dua " kata pelayan butik itu tersenyum se ramah mungkin .


" Pelayan yang hamil itu .yang perut nya besar " kata Sarah


Jleb


" Sarah pun terdiam Lalu menyodorkan dua gaun Dan pelayan itu melipat gaun


nya Yang dibeli oleh Sarah


" Maaf nona limitnya terbatas uang nya hanya bisa untuk bayar satu gaun " kata sang kasir Yang membuat Sarah malu dan hanya mengambil satu gaun saja padahal ia ingin keduanya .


" Ya sudah satu saja " kata Sarah dengan wajah masam dan malu


Lalu bergegas pergi keluar butik dan masuk mobil Yang sudah di tunggu Tommy sedari tadi


" Nih kartu nya , uang tak cukup aku hanya mengambil satu gaun, bikin malu saja Bilang dong kalo duitnya tak ada " kata Sarah ketika masuk mobil


" Berapa harga gaun nya " kata Tommy santai


" 75 " kata Sarah cemberut

__ADS_1


" Bukannya aku sudah bilang kalo didalam nya hanya ada 100 juta Jadi Kau harus mencari yang lebih murah Bila ingin mendapat dua gaun " jelas Tommy yang menghidup kan mesin mobil lalu membawa mobil menjauh dari butik


" Jangan kau bilang lupa karna sebelum kita berangkat aku sudah mengatakan nya " kata Tommy


Sarah hanya terdiam tak bersuara. Tadi ia tak fokus karna mengingat wanita itu Yang ia kata kan pelayan.


Sedangkan Aya yang mengingat Tommy hanya diam Tahu kalo Tommy bersama wanita tunangan nya


" Dia masih seperti dulu ngak berubah. Tapi dia tampil keren " kata Aya yang ingat dulu ia dekat dengan Tommy


-" Mhem mba Aya melamun ya " tegur Siska admin yang mami


" Iya cuma ingat masa sekolah mba " kata Aya jujur


" Oh gitu cinta pertama ya mba " goda Siska berbisik


" Bukan teman dan sahabat kalo cinta sih urusan belakang mba " kata Aya tersenyum pada Admin mami


" Cie kepo emang mba Siska ngak punya kenangan semasa sma dulu " kata Aya menatap Siska


" Sudah lupa mba kan sudah lama banget Entah pada kemana saya juga kurang tahu Maklum pas lulus kita misah masing masing Dan juga kuliah masing masing " kata Siska


" Ya begitu lah hidup mba ada masa indah dan pahitnya .Ya sekarang jalani saja Yang penting kita sehat " kata Aya


" Iya mba , kan sekarang kita harus memikirkan masa depan sendiri " kata Siska yang lalu kembali bekerja fokus pada Laptop nya Begitu juga Aya


******************


Di sisi lain Ara yang baru pulang sekolah langsung bersiap siap ke cafe


Tapi tak lupa ia makan lebih dulu di rumah sang kakak. Karna sekarang walau tak ada Aya Yu Irah tetap menyiapkan masakan untuk Aya dan Rio .Kadang Rio juga membeli uang untuk belanja Karna ia ingin Ara makan dirumah Dan tidak jajan sembarangan .


" Mba .....tumben hari ini tampil beda " kata Yu Irah


" Mau ke mall yu nanti habis dari cafe sama Nila dan Ratih Kan mereka sedah pulang kerja jam 5 ganti kak Via dan Qila " kata Ara yang ingin membeli baju .


" Oh gitu ya mba, wah lagi dapat rezeki ya mba " kata yu Irah


" Iya yu, nih Ara kasih buat beli jajan ." kata Ara yang tadi malam dapat dua juta lalu memberi yu irah 10 persen nya Dan nanti ia ingin mentraktir dua sahabat SD nya dulu yang baik padanya .


" Ya Allah teimakasih mba , bener nih buat yu Irah ngak potong gaji kan " kata yu Irah

__ADS_1


" Ih mana ada begitu kan ngak ada hubungan nya dengan gaji Yu Irah " kata Ara tertawa karna Yu irah takut itu hanya candaan


"Alhamdulilah trimakasih " kata Yu Irah senang lalu memasukannya kedalam bra Persis jaman dulu Sudah biasa dan Tak aneh bila memasukkan uangnya di dalam bra bagi wanita jawa


__ADS_2