
Papi dan mami Naura saling pandang Dan mamah Reyhan hanya diam . Karna ia tak mau ikut urusan Rey
" Bagaimana kau bisa melakukan itu padaku Rey " kata Naura terisak
" Maaf kan aku ra, mi pi. Reyhan sudah menikahinya " kata Reyhan jujur pada kedua mertuanya itu Karna serapat apa pun ia menyimpan nya Pasti akan terbongkar juga nantinya .Jadi sedini mungkin Naura tahu itu lebih baik Karna ia tak selama nya ia bisa bersandiwara .Dan berpura pura Apalagi saat ini pekerjaan menumpuk
" Rey kau tega " isak Naura
" Aku menikahi nya saat aku pergi dan saat itu aku sedang putus asa"' kata Reyhan mencerita kan semua nya .Karna Reyhan tak ingin menutup nutupinya lagi Apalagi Naura tak bisa lagi punya anak Dan harapan nya hanya pada Ratih .
Naura menangis sejadi jadinya Dalam pelukan mami .Yang membuat mamah ji tak tega melihat nya .
" Maafkan Reyhan pi " kata Reyhan
Papi Naura hanya diam. Karna tahu apa yang di alami Naura Akibat keteledoran nya sendiri .Karna terlalu banyak tingkah dan tak bisa membawa diri Padahal mereka sudah hampir hidup bahagia Tapi Naura menganggap remeh semua nya .Karna Naura terlalu yakin bisa membodohi Reyhan Tapi kebalikan nya ia sendiri yang bodoh Sudah menyia yia kan ketulusan Reyhan .
Naura masih menangis Ketika Reyhan ingin pulang Reyhan hanya minta pada nya untuk bisa mengerti
" Aku sudah menyiapkan berkas untuk mu Kau tinggal menanda tangani nya Bila kau mau kita bercerai Maaf kan aku bila membuat mu kecewa Tapi kau sendiri yang memulainya " kata Reyhan memejam kan mata nya Karna lega ia bisa menjelaskan semuanya tanpa emosi .
Mamah ji tak bicara apa pun.Hanya diam sambil mengusap punggung Naura Karna memang Reyhan sudah ingin bercerai saat itu Dan ia menunda nya Karna tak tega pada Naura hingga akhirnya menjadi masalah untuk putranya
"' Rey...... lalu bagaimana dengan ku " kata Naura .
" Kau tetap istri ku bila kau mau . Aku akan berbuat adil .Tapi lebih baik kau pikirkan dulu keputusan mu Kalo kau tak kuat maka Aku akan melepaskan mu " kata Reyhan .Memberi pilihan agar ia bisa menikahi Ratih secara sah Dengan izin Naura ...
Naura hanya terdiam. Kini ia menghadapi fakta hidup yang menyakitkan Dulu ia ingin menyingkirkan Aya Tapi belum sampai itu terjadi ia sudah tersingkirkan lebih dulu dari Reyhan Ironis memang perbuatan jahat nya setimpal dengan niat nya pada Aya
" Pergi aku ....tak mau melihat mu !! " kata Naura terisak
" Ayo mah pulang , Reyhan ngantuk "' kata Reyhan yang khawatir pada Ratih
__ADS_1
" Apa dia tinggal di rumah mamah " kata Naura menatap mamah ji
" Tidak nak, mamah tak membela siapa pun dia tinggal di kontrakan biasa " kata mamah lirih Yang ingin Naura tak menganggapnya pilih kasih .
" Apa dia masih muda Rey " kata Naura lagi Ketika Reyhan ingin beranjak pergi
" Ya dia masih muda " jawab Reyhan Lalu pamit pada papi dan mami Naura Setelah itu keluar di ikuti mamah ji
" Pi......" rengek Naura
" Huh........kau sendiri yang membuat nya seperti itu ra, kini kau mendapat kan hukumanmu .Papi sudah memperingatkan mu kan sebelumnya Kenapa kau masih nekat Karna mereka bukan orang yang mau di permainkan dengan mudah Apalagi keluarga Ferdinan Kau pikir kita bisa membodohi mereka Naura ....Naura kau ini bodoh Dan kau sudah membodohi diri mu.Harusnya jangan sekolah mu saja yang pintar Tapi juga jalan berpikir mu harus pintar dan cerdas " kata papi membuang nafas kasarnya
Karna sudah berkali kali papi menasehati putrinya itu Tapi Naura tetap ngeyel dan masa bodoh Dan akhirnya ia terjebak sendiri dalam dilema
Sedangkan Reyhan mengantar kan mamah ji pulang lebih dulu Sebelum ke rumah Ferdi .Karna ia kini lebih tenang setelah Naura tahu .Supaya ia lagi bersandiwara .
"' What ....... jadi dia sudah tahu " kata Deril kaget Ketika mereka bicara di kamar Tania
" Ya itu bagus kau gentle bro , ya memang harus begitu . Agar ngak banyak masalah dan tak bikin rumit bikin pusing .Aku pun pasti akan melaku kan hal yang sama bila seperti mu " kata Deril mengaruk kepalanya
" What........kau brani seperti itu yang ... Awas saja tak akan kuberi ampun Dan jangan harap bisa bertemu baby boy " Kata Tania
" Astaga sayang , aku cuma berandai andai Kan aku bukan kak Reyhan sayang......Ayo lah jangan di ambil hati " Kata Deril Yang takut istrinya itu baper
" Hahaha....... mana berani dia macam macam Tan, modal nya saja kecil Kalo sepert Ferdi itu kak Rey ngak heran ." kata Reyhan tertawa
" Ya itulah sebabnya Tania harus mewanti wanti nya kak .Gaji kecil kok mau macam macam ." kata Tania manyun
" Aish .....Rey besok ngak usah curhat tuh bini gue ngamuk , kak Rey yang punya bini dua kok aku juga kebawa bawa padahal ngak ada niat " gerutu Deril menyindir Tania
Yang membuat Tania diam Karna memang ia takut suaminya itu bermain api Apalagi saat hamil sekarang ini Tania sangat manja dan butuh perhatian Deril
__ADS_1
Reyhan yang tahu sifat adiknya itu pencemburu hanya menyenggol Deril Sambil tersenyum
" Ya sudah..... maaf kalau kakak sudah ganggu kalian .Titip mamah ya ril Aku pulang ketempat tante Risma pengen ber indehoy " kata Reyhan tersenyum
" Cih..... pamer " kata Deril
" Hahaha....... dah ril Tan .... met bobo " kata Reyhan tersenyum Lalu pergi keluar dari kamar adik nya Yang membuat Deril menutup pintu dan menguncinya Lalu rebahan di atas tempat tidur .Menunggu Tania naik keatas tempat tidur
************
Paginya di desa terpencil Aya dan Tina sudah bersiap siap untuk pulang Karna mereka akan mengobati Alan ke Singapura untuk berobat .
" Sih ..... pa kami pamit, besok Sam dan Ran akan menjemput kalian ya " kata Aya yang menawar kan Asih dan pa Mamat untuk tinggal dan kerja di yogya mengurus kebun mereka .
" Ya teh, janji bantu kami ya " kata Asih berharap banyak pada Aya Karna ia ingin melihat dunia luar Dan tinggal normal seperti wanita lain .
" Ya insyaallah " kata Aya tersenyum Yang membuat Asih menangis ketika memeluk Aya dan Tina .Karna ia senang berteman pada keduanya. Apalagi Aya dan Tina tidak sombong .
" Sih.... terimakasih sudah mengurus kami pa..... Kami pamit " kata Ferdi memeluk pa Mamat ketika mengantar mereka ke pinggir sungai
" Ya nak hati hati " kata pa Mamat yang merasa sedih di tinggal sendirian lagi Karna mereka memang tak punya tetangga di dekat rumah mereka Apalagi dengan Asih yang sedari kecil hanya slalu bersama pa Mamat yang membuat Asih menangis sedih .Padahal ia cuma sehari bertemu Aya dan Tina Namun serasa setahun lama nya
Perahu karet pun mulai berjalan pelan Aya dan Tina saling siaga Karna Ran menjaga Alan yang memang hanya bisa duduk Dan Ferdi juga masih belum pulih Tapi Tris sudah menyiapkan semuanya untuk langsung berangkat berobat Tapi mereka harus pulang lebih dulu .Biar papi dan mami langsung melihat keadaan mereka .
" kang teh ......hati hati " kata Asih mengejar perahu mereka sambil menangis
Karna ingin ikut Tapi Asih harus bersabar menunggu
" Ya..... jaga diri baik baik , kami akan datang menjemput kalian " Teriak Ran yang Tak tega melihat Asih menangis
" Kasihan ... setelah semuanya beres jemput mereka Ran " kata Ferdi Yang kasihan melihat kehidupan kedua nya Karna bagaimana pun Mereka lah yang sudah membantu nya dan Alan selama ini
__ADS_1
" Ya tuan muda " kata Ran nanar melihat Asih menangis .