Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 440


__ADS_3

Di bandara Rio baru saja turun dari pesawat Dan ia langsung naik taxi pulang menuju rumah. Karna ia rindu dengan Ara Dan untung mas pras sudah mendingan Yang membuatnya bisa cepat pulang menemui sang istri .


" Mas pulang de pasti Ara kangen " kata Rio Yang juga rindu pada istrinya itu Karna sudah hampir seminggu ia di jakarta Dan Rio belum tahu kabar rumahnya di desa


**********


Di desa bapa Sinta duduk sendiri Sambil memberi makan ayam dan bebek yang masih tersisa Karna ada beberapa Ayam dan bebek yang mati Karena penyakit


" Pa..... Kok ibu ngak kesini lagi " kata tetangga mbok


" Ning omah anak lanang mba " jawab bapa Sinta


" Alhamdulilah berkurang dong dengar terompet paginya .Lalu gimana kabar mas pras pa " kata tetangga mbok


" Belum tahu mba , ini lagi di jakarta " kata bapa Sinta


" Yah mudahan saja cepat sehat pa kalo koit pasti kasihan mba Sinta Apalagi lagi hamil besar begitu Masa mau di suruh nikah sama juragan Farid Berharap banget tuh si nyonya ibu mas Pras meninggal Padahal kalo ngak di tolong mas Pras Pasti tuh rumah mas Seto sudah di sita juga. " kata tetangga mbok Yang membuat Bapa Sinta kaget


" Maaf mbak kok mba bisa tahu dari mana Apa pras cerita " kata bapa Sinta malu Karna rahasia keluarga nya di ketahui orang


" Mana ada mas Pras cerita pa Saya tahu dari bank pa Yang menyita tuh rumah bule Ani juga .Hebat ya nyonya ibu mulut nya sesumbar Cerita punya harta banyak Tapi menantu jadi korban Eh giliran menantu koma di tinggal nyari calon suami buat mba Sinta Dasar mertua ngak tahu di untung.....untungnya mbok ngak tahu Kalo tahu loro hati pa pa Sudah numpang di rumah besan pongah kelakuan nya . Amit amit due besan kayo ngono Kasihan mbok yang sayang sama mba Sinta Tapi balasan nya menusuk hati " kata tetangga mbok lalu pergi kembali kerumahnya Yang membuat bapa Sinta mengusap dada nya Karna perkataan tetangga mbok


" Jan bue , kelakuan nya kok sekarang makin tua makin ngak tahu diri Kasihan anak wedo " kata bapa Sinta yang kini mengurus rumah mbok Seorang diri karna sang istri tidak mau repot mengurus ternak milik Pras


***********


Sedangkan mbok baru sampai si rumah Aya Yang di jemput Ken pulang Setelah mengantar Aya .


" Mbok sini masuk " kata bi Yam .yang menyambut mbok Karna mami menghadiri acara baksos bersama papi

__ADS_1


" Ya ampun gusti iki rumah gede tenan, aduh pie iki " kata mbok melepaskan sandal jepit nya lalu masuk kedalam


" Ya ampun mbok ngak di lepas juga ngak apa apa , ayo bi Yam temani ke kamar mbok " kata bi Yam


" Saya ngak enak bi sama nyonya sudah baik sama anak mbok " kata mbok


" Jangan dipikir mbok santai saja kan kita keluarga Masa menolong orang yang bukan keluarga saja mau Kenapa menolong keluarga sendiri ngak " kata bi Yam


" Ini kamarnya mbok , nona Aya lagi kuliah Cuma ada anak anak saja di rumah Sama pengasuh dan para pelayan " kata bi Yam


" Ya bi Yam mbok tahu, mas Rio sudah cerita Tapi rumah nya nyonya Risma besar sekali ya bi Mana banyak kamar nya lagi " Kata mbok Yang cukup kaget dengan rumah mertua Aya kakak Ara menantunya


" Biasa kan pengusaha mbok jadi wajar kalo punya rumah besar " Kata bi Yam


" Ya bi , tapi apa pelayan nya disini juga banyak Siapa yang bersihin rumah ini kalo sebesar gini bi " kata mbok


" Ya bi Yam trimakasih sudah di layani Maaf kalo kehadiran saya merepotkan " kata mbok Merasa tak enak hati Karna keluarga mertua Aya sudah banyak membantunya Juga membiayai operasi untuk kesembuhan putra sulung nya


" Sama sama mbok , saya permisi dulu Istirahat ya mbok " kata bi Yam keluar kamar tamu


" Ya bi . sekali lagi trimakasih " kata mbok Yang melihat kamarnya cukup besar dan nyaman


Lalu membaringkan tubuhnya Karna beberapa hari di rumah sakit mbok tak bisa tidur nyenyak Karna tak tenang bila Pras terbangun malam .Mencari Sinta yang sedang tidur


*************


Di sisi lain seorang wanita paruh baya Dan seorang pria muda datang mengetuk rumah mbok Yang membuat kedua nya gusar Karna sang penghuni tidak membuka kan pintu .


" Mau apa mereka kesini " Kata bapa Sinta Yang mengintip dari dalam lewat lubang kecil

__ADS_1


" Mana si pae kok lama, paling tidur bu Harus nya cepat di buka " kata Seto gusar .


" Mau apa kalian kesini " sahut bapa Sinta Yang muncul dari samping rumah


" Lah kok bapa dari sana ? " kata Seto


" Memang kenapa ?" ada perlu apa kesini . Apa kalian masih belum puas juga mengambil yang bukan hak kalian " kata bapa Sinta menatap istri dan anak nya


" Ini rumah Sinta pa, kita berhak mengambil apa pun di dalam nya Kalo si pras mati Kan jelas warisan pras buat Sinta dan anak nya " kata ibu Sinta berkacak pinggang


" Siapa bilang mas pras mati , masih hidup Dia akan pulang kalo sembuh Kalian ini keterlaluan ya Sudah numpang di rumah besan Mencuri isi rumahnya lagi " kata tetangga mbok Yang tiba tiba muncul


" Eh jaga ya tuh mulut di rumah mantu ku Itu hak kami Bila mau mengambil barang barang nya .Kenapa situ yang sewot " kata ibu Sinta kesal Karna tetangga mbok itu sejak awal ngak suka dengan kehadiran mereka


" Ck ngaku ngaku mantu... Tampang kere kui anak mu di urus Ini rumah mbok belum sah jadi milik Pras dan Sinta Wani bongkar bongkar di dalam Akan saya lapor kan polisi " Kata tetangga mbok jengkel dengan mertua Pras itu


" Heh.....ada apa ini kok ribut ribut di luar sini " kata pak le adik mbok datang


" Ini pae mereka ini besannya mbok masa mau menjual barang barang mbok siang tadi saja lemarinya mbak Sinta dan Pras di angkut paksa " lapor tetangga mbok pada pak le


" Waduh ngak benar ini, mbak saya lagi di jakarta menjaga Pras , kok kalian berani sekali ya mengambil barang tanpa izin ngak bisa . Pergi dari sini sebelum saya lapor polisi " kata pak le berkacak pinggang


" Mampus kalian " kata tetangga mbok mencibir ibu Sinta Yang membuat ibu dan anak itu cepat cepat pergi .


" Maaf de,kalo istri saya begitu Ayo kita masuk lewat belakang Tadi pintunya sengaja saya kunci dari dalam Biar mereka tak bisa masuk " kata bapak Sinta Menjelaskan duduk perkaranya Dan lalu mereka pun masuk lewat dapur belakang .


Tetangga mbok mengelengkan kepalanya kesal pada Ibu Sinta dan adik nya


" Dasar wong edan anak dan menantunya dapat musibah Bukannya di bantu malah menggerogoti harta benda ne opo ora isin yo ...... Mbok mbok mudahan sampean sehat due besan kok ngelara ne ati jan ngak punya akhlak " kata tetangga mbok Yang lalu kembali pulang ke rumahnya . Karna mengingat kebaikan mbok Rio juga pras selama ini

__ADS_1


__ADS_2