
Sesampainya di rumah besar itu Ara memeluk kedua keponakan nya yang masih belum bisa tidur Yang membuat Ara tak bisa menahan tangis nya Namun ia cepat cepat menghapusnya Karna bi Siti mengatakan untuk tak mengatakan apa pun sebelum Aya pulang
Tak lama mami Risma dan papi Sandi juga pulang bersama mamah Reyhan Yang langsung menemui si kembar di kamar Ferdi dan Aya
" Mereka belum bisa tidur nyonya " kata Wati tertunduk
" Ya ngak apa apa mereka pasti tahu dan juga merasakan Apa yang terjadi " kata Mami mengusap kepala Afnan dan menciumi Sedangkan Ara memeluk Aska .Dengan mata sembabnya .
" Kok oma angis , ate uga " kata Afnan menatap oma nya Lalu mencium pipi mami Risma yang membuat papi cepat pergi kekamar nya Karna tak kuat menahan rasa sedihnya .
" Tadi mata oma kemasukan debu , jadi oma menangis. " kata mami
" Mamah na ?" kata Aska
" Lagi di jalan sayang , bentar lagi mamah kalian pulang " kata mamah ji Yang mengusap kepala cucu kakak sepupunya itu Yang sudah ia anggap cucunya sendiri .Apa lagi Tania juga sedang hamil 4 bulan
Tak lama Aya pun datang bersama Tania Yang membuat kedua nya senang Karna melihat Aya sudah pulang .
" Mah.. .... atik mamah udah ulang " Teriak Afnan senang yang langsung berdiri dari pangkuan omanya berlari
ke arah Aya Begitu juga dengan Aska
Yang membuat Aya langsung memeluk kedua anak nya sambil menahan tangis
" Maaf mamah terlambat pulang , kenapa belum bobo ?" kata Aya
" Ita ndak isa bobo, lum antuk ' jawab Aska mencium Aya
" Mamah abis angis uga , oma angis uga ama ate " kata Afnan mengadu pada Aya Yang membuat Aya memeluk erat keduanya
" Ya tadi jalan macet , banyak debu " kata Aya berbohong. Karna tak mungkin ia berkata jujur pada kedua putranya itu Saat orang yang mereka cinta tiada .
**************
__ADS_1
Seminggu kemudian .........
Aya sudah beraktivitas kembali seperti biasanya Kehadiran Ara yang memberinya semangat membuatnya kuat nya untuk tetap tegar dan bangkit dari kesedihan nya Karna Ara juga hanya punya dirinya setelah Ayah mereka tiada Dan Ara pulang kemaren sore bersama Rio Karna tak mungkin Ara minta izin lama Karna belum libur dan masih sekolah
" Ay ...." mami bawa Afnan dan Aska ketaman bermain dulu ya sama de ji " kata mami
" Ya mah " kata Aya Yang masih di ruang kerja untuk mengecek laporan butik Dan papi Sandi belum pulang dari kantor
" Oh ya bilang Siska kalo mami akan ikut jadi jurinya pas lomba nanti. Biar dia bisa mendaftarkan mami " kata mami menatap Aya
" Ya mi " kata Aya tersenyum Yang sudah pulang dari kampus Dan ia berusaha untuk menyibukkan diri .Agar bisa melupakan semua kesedihan nya .Karna bagaimana pun ia harus bertahan demi dua putranya
************
Sedangkan di sebuah desa Ferdi terbaring lemah Karna luka di kaki nya cukup parah Sedang kan Alan masih belum sadar kan diri Karna tubuh nya menghantam batu Saat mereka hanyut Namun pa Mamat bilang Alan masih bisa selamat
" Kang ini minum nya " kata seorang gadis yang merawat Ferdi bersama sang Ayah yang menolong Ferdi dan Alan
" Terimakasih sih " kata Ferdi tersenyum pada gadis itu .Yang slalu merawat lukanya dengan telaten
" Apa dia bisa sembuh " kata Ferdi
" Insyaallah pasti bisa kang " kata Asih
Ferdi hanya membuang nafas kasar nya Karna ia masih belum bisa berdiri Untuk berjalan karna kaki nya masih bengkak
" Apa desa ini jauh dari jakarta " kata Ferdi .
" Kalau naik ojek bisa satu harian kang , tapi mahal karna desa ini paling pelosok " kata Asih
" Ya , nanti kalo susah sembuh kami akan pulang " kata Ferdi Yang sudah tak punya uang sepeser pun Karna dompet nya terjatuh entah dimana .Dan uang Alan sudah habis untuk membeli obat herbal mereka .
Ferdi hanya bisa berharap ia cepat sembuh Dan tak bisa membayangkan
__ADS_1
Kesedihan Aya dirumah .Karna kecelakaan itu mengakibatkan ia hampir kehilangan nyawa Sedangkan Alan masih belum sadar Karna saat dia dan Alan jatuh Alan melindunginya Yang membuat Ferdi merasa bersalah pada asisten setianya itu Apalagi sampai hari ini Alan belum bergerak sama sekali
" Ya sudah kang, Asih masak dulu di dapur " kata Asih tersenyum pada Ferdi . Yang membuat Asih kagum pada pria tampan itu .Karna Ferdi sangat ramah Dan juga bicara sopan pada mereka Walau mereka dari kota besar .Tapi terlihat Ferdi sangat baik Lalu Asih pun bergegas pergi kedapur untuk memasak apa adanya .
" Uhuk.....uhuk......uhuk ..." Alan pun terbatuk Ketika Asih pergi
" Lan ....... Lan " kata Ferdi yang mengusap punggung Alan Ketika Alan Sudah sadar kan diri .
" Kita di mana tuan " kata Alan meringis menahan sakit .
" Kita di desa , jangan panggil aku tuan Ini minum dulu " kata Ferdi menyuapi teh hangat ke mulut Alan dengan perlahan
" Apa yang kau rasa kan , aku sudah mengirim surat untuk Tris Agar dia bisa menjemput kita " kata Ferdi
" Tubuh ku sakit semua ....tuan " kata Alan meringis
" Berhenti memanggil ku tuan lan, kita di desa pelosok bertahan lah sampai bantuan datang " kata Ferdi mengusap kepala Alan Lalu menyuapi teh hangat lagi Yang dibuat kan Asih untuknya
Alan terdiam menatap tuan muda nya yang terlihat kurus Yang hanya memakai koas kumal dan kaki nya masih di perban Dan terlihat besar karna bengkak
" Ini minum lagi " kata Ferdi menyuapi Alan dengan sabar Karna Alan belum bisa bergerak Dan Alan menitik kan airmata Karna bersyukur mereka bisa selamat Dan matanya melihat rumah gubuk kecil Yang mereka tempati Juga melihat langit langit rumah itu yang hanya terbuat dari daun rumbia
" Apa kita jauh dari jakarta " kata Alan
" Ya dua hari berjalan kaki , dan satu hari memakai motor .Dan kita tak punya uang .Dompet ku hilang sedangkan uang mu sudah habis Aku pakai untuk membeli makanan " kata Ferdi
" Ya ..... tuhan " kata Alan lalu terdiam . Ferdi pun lalu mengambil bantal untuk Alan Dan menyangga kepalanya Agar Alan merasa nyaman .
" Bertahan lah " kata Ferdi memegang erat tangan Alan .Untuk menguatkan pengawal setia nya itu .
" Ya ...." kata Alan menatap lekat wajah Ferdi dengan mata berkaca kaca Teringat kobaran api yang hampir menyambar mereka saat kejadian itu Kalo saja Ferdi tak menariknya mungkin ia sudah mati saat ini .
Sudah dua hari ini Ferdi sadar Dan ia berusaha tenang Ketika sadar dirinya selamat Ketika pa mamat seorang petani melihat mereka di pinggir sungai .Karna Ferdi tak makan apapun selama dua hari Saat terdampar di pinggir sungai dan untung nya Ia dan Alan tak berjauhan . Yang membuat Ferdi bersyukur mereka selamat Pa Mamat menolong mereka dengan tandu Bersama tiga penduduk lain Dan mereka juga membawa Alan Yang saat itu juga belum sadarkan diri Walau tadi nya ada seorang penduduk mengatakan Alan meninggal Tapi pa mamat bilang Alan masih bernafas .Dan masih bisa diobati Yang membuat Ferdi tak tega pada Alan Karna pa Mamat berusaha mengobati nya supaya bisa pulih kembali
__ADS_1
.