
Bimo dan Ferdi pun lalu diam karna tak ingin membahas masalah Abel lagi Toh Bimo sudah menikah Dan juga mau bertangung jawab Walau Abel tak perduli
Yang membuat Ferdi sedikit kecewa .
""Oh ya Bim , senin siap kan semua berkas Aku akan kesana bersama Alan Kau tangani dulu semua nya beberapa hari ya " kata Ferdi
" Ya tapi jangan lupa oleh olehnya " kata Bimo
" Itu masalah kecil " kata Ferdi yang teringat Aya .Kalo ia juga ingin membeli kan sesuatu untuk istrinya itu
" Oh ya , apa kau kesana bersama Alan " kata Bimo
"' Ya , Tris akan membantu mu bersama Yusuf besok Bila ada apa apa disini ." kata Ferdi
" Baik bos " kata Bimo
Lalu keduanya pun kembali sibuk dengan berkas masing masing Karna mereka akan makan siang ke luar jam istirahat nanti .Untuk bertemu Tris dan Yusuf Karna ada sesuatu Yang akan Ferdi bicara kan sebelum berangkat ke Australia
*************
Di kampus Aya merapikan bukunya Ketika pa Gery memanggil nya .
" Ya pa ada apa ?" kata Aya Maju kedepan yang menjadi perhatian siswa lain Yang masih belum keluar
" Apa persiapan bulan depan sudah ada planning " Kata pa Gery
"' Sudah pa tinggal minggu depan kita akan berunding bahan nya " kata Aya
" Bagus lah , ya sudah minggu depan Bapak tunggu hasilnya Dan berikan bahan yang terbaik Agar kita bisa menang " kata pa Gery
" Siap pa , saya akan usahakan " kata Aya bersemangat.
" Ya sudah istirahat lah" kata pa Gery tersenyum Entah mengapa ia sangat senang bisa melihat Aya terlihat senang dan bersemangat dalam lomba kali ini
" Ya pa " kata Aya Yang kembali ke bangkunya. Dan memasukan buku bukunya .
__ADS_1
" Ada apa " kata Gita berbisik
"' Masalah lomba bulan depan " kata Aya
" Apa sudah siap , San kita nanti diskusi ya sebelum pulang " kata Gita menoleh pada Iksan
"Ya " kata Iksan
" Kita di ajak ngak Ay, boleh ikutan kan siapa tahu kita bisa bantu bantu " kata Anya mendekati Aya
" Ya boleh , siapa tahu ada solusi menarik Karna kan tak terasa waktunya terus berjalan " kata Aya Yang memang sudah menyiapkan semuanya dengan baik juga hati hati Karna mami Risma sudah memberi pandangan konsep transparan Yang akan dilombakan Walau Aya tak tahu apa jenisnya Tapi Aya sudah bisa menebak seperti apa konsep busana nya nanti Yang akan mewakili tim nya nanti Agar mereka bisa menang
" Yes...... siapa tahu kita bisa ikut tampil lagi untuk menutupi kekurangan model profesional mereka " kata Tari
" Ya betul itu , kan baju akan banyak Yang akal di tampil kan nanti " kata Anya yang antusias pada lomba yang diikuti ketiga temannnya itu .
" Ya mudahan saja begitu An, jadi kita bisa fashion show lagi " kata Alin senang
" Ngarep lho, belum pasti kan Aya bilang baru diskusi Itu pun kalo ada yang kurang orang . Baru kita bisa tampil . Nah kalo formasi lengkap mana bisa ?" kata Arum
" Sudah ngak usah ribut , sekarang kalian istirahat gih. Gue juga mau makan "kata Aya Yang duduk santai Membuka bekal nya Karna Aya paling malas keluar dari kelas
"' Iyalah kan dia anti antri Beda sama kita apalagi kalo banyak anak laki . Tuh anak milih mojok dari pada membaur " kata Arum yang keluar bersama Anya dan Tari yang berjalan keluar duluan
" Ya menurutku wajar saja sih dia kan hidupnya semua serba di cukupi Disiapin dan di permudah segalanya .Apalagi masalah jodoh Jadi nya ngak anehkan " kata Arum
" Ya juga ya, apalagi Aya terlihat santai tanpa beban hidup nya .Aku pikir tadinya dia orang biasa saja Tapi nyata di balik kesederhanaan Diam diam dia adik pengusaha tampan " kata Alin
"' Iya pantasan tuh trio lala ngak berani lagi nganggu dia " kata Tari
"' Iyalah kan mereka takut di hajar si Tina " kata Arum
" Iya harus begitu, biar kapok mereka ngak seenaknya ganggu orang " kata Anya Yang tak senang pada senior dan orang orang kaya yang dzolim pada orang lemah dan siswa baru .
" Ya aku setuju" kata Tari .Dan mereka pun sampai di kantin untuk mengisi perut . Sedangkan Aya dan Gita duduk santai di kelas sambil makan Karna Gita hari ini membawa bekal dari rumah Karna ikut ikutan Aya
__ADS_1
" Git mau masih ada ikan salmon nih " kata Aya Yang membawa bekal lumayan banyak Karna tadi ia meminta bi Yam yang membuat nya
" Mau Ay, astaga gue jarang jarang makan nih ikan .Lho kok enak sudah disiapin semua nya dirumah Tinggal makan doang kan " kata Gita
" Ya emang harus begitu Git, ketimbang gue kekantin sudah antri rebutan tempat duduk lagi " kata Aya .Yang malas berurusan dengan para senior yang rese Jadinya Aya memilih makan di kelas Dan membawa bekal dari rumah .
" Mhem enak nih makan kok ngak nawarin kita" kata Iksan dan Tama Yang masuk kelas setelah dari kantin
"' Kan kalian sudah jajan di luar " kata Gita tersenyum
" Iya , tapi kan belum kenyang " kata Tama ikut bicara
" Minum air kran Tam , kan bisa penuh masa makan harus full kenyang " kata Aya ikut menimpali
" Wah tega lho Ay , masa minum air kran kan mentah " kata Tama protes
"' Biar latihan adu kekebalan Tam, Gue dulu gitu kalo haus Minum air mentah Tapi ngak apa apa tuh Bukti nya sehat sehat saja pas masih kecil waktu kita masih susah " kata Aya terkekeh
" Emang lho pernah hidup susah juga Ay " kata Iksan kaget
" Ya kan roda slalu berputar ngak selama nya kita hidup senang Semua nya berawal dari nol Dan ada kala nya kita hidup susah Dan ada saatnya kita senang itu Dan itu datang silih berganti " Kata Aya Yang meminum air putih .
" Astaga aku pikir lho ngak pernah ngerasain Ay " kata Iksan
" Ya itu kan masa lalu , apa kalian kira gue ngak pernah hidup susah " kata Aya balik bertanya
," Kirain aja ngak pernah Ay " kata Tama
" Ya mungkin itu penilaian kalian saja Karena kalian berpikir semua orang sukses itu pasti terlihat hidup enak kan Ketika melihat kesuksesan nya Tanpa melihat usahanya dari bawah Ketika kita mulai semua nya dari nol Dan merasakan kesusahan juga penderitaan Melihat dan mengalami itu beda Tam melihat hanya sekilas mata Dan mengalami itu dia menjalani nya penuh perjuangan Dan berusaha untuk bisa merubah nasip " kata Aya
" Kamu pernah mengalaminya Ay " kata Gita yang menatap lekat Aya tak percaya
" Ya bahkan merasakan kecewa dan sakit itu biasa " kata Aya lirih
Membuat Tama Gita dan Iksan saling pandang Karna mengira Aya tak pernah merasa kan hidup susah seperti mereka Padahal Aya pun sama Hanya bedanya Aya mengalaminya sejak kecil Dan teman teman nya saat tumbuh dewasa
__ADS_1
"Kami ngak bercanda kan Ay gue pikir kau tak pernah susah kaya kita " kata Gita tak percaya
" Hahaha...... Kalian ini lucu. Hidup itu bukan buat candaan Git , hidup ini cuma satu kali saja Jadi gue tak perlu jelas kan Suatu saat kalian juga akan tahu pada waktunya " kata Aya tersenyum Karna memang teman temanya belum tahu siapa dirinya