
Aya pun tersenyum Karna Asih terlihat senang padahal mereka baru saja kenal Tapi gadis itu sudah percaya dengan nya Karna gadis itu memang polos dan baik hati
" Itu gubuk kami tinggal sedikit lagi Kalian bisa istirahat besok pagi bisa dilanjutkan lagi " kata Pa Mamat Yang istirahat sejenak karna lumayan berat membawa karung itu
" Biar saya bantu pa " kata Tina
" Oh ngak usah nak, bapa sudah biasa " Kata pa Mamat Yang membuat Aya iba melihatnya Yang mengingatkan Aya pada Ayah nya semasa hidup .
" Ayo mba kita duluan, itu rumah kami kalian bisa istirahat " kata Asih menarik tangan Aya Dan membawa mereka ke gubuk yang sederhana
Di gubuk Ferdi dan Alan sedang tidur Karna memang tak ada yang mereka lakukan Karna kaki Ferdi juga belum pulih Dan masih dalam pengobatan.
" Sini teh lewat dapur , di depan ada tamu " kata Asih Yang membawa Aya dan Tina masuk lewat dapur
" Sini ...ayo masuk ini kamarnya Asih Pakaian bisa di jemur di sini biar kering teh " kata Asih Lalu menyuruh Aya dan Tina masuk kekamar Untuk beristirahat Karna kamar Asih bersebelahan dengan dapur .Sedangkan Asih sibuk ingin memasak singkong nasi dan sayur
" Ya Allah kasihan " kata hati Aya melihat kamar Asih Yang hanya memakai kasur tipis di lantai dan lemari kayu bambu dengan pakaian 3 - 5 potong terlipat rapi Dengan rukuh tua tergantung di dinding bilik nya
" Nona ada apa " bisik Tina
" Kita istirahat disini Tin, cukup kok " kata Aya mengeluarkan isi tas nya dan menjemur lagi pakaian yang masih setengah kering tadi
Sedangkan Asih di dapur Asih sibuk sendiri memasak nasi Sambil membuat sambal Yang di hampiri Aya saat melihat setelah menjemur pakaian nya
" Asih memasak apa ?" kata Aya
" Ini sayur nasi dan singkong ...teh.. Maaf hanya ini makanan kami disini " kata Asih tersenyum
" Oh ..... Iya ,aku bawa sarden ... Tunggu disini ya " kata Aya Yang bergegas masuk bilik Yang membuat Ferdi terbangun Dan sempat melihat Aya lewat Yang terlihat jelas itu istrinya
" Apa aku bermimpi " kata Ferdi mengusap mata nya
" Nak Ferdi sudah bangun " kata pa Mamat yang baru saja selesai mandi dari belakang Dan duduk diruang tengah
" Iya pa , seperti ada orang siapa pa ? " kata Ferdi menatap bilik Asih
" O...itu ada anak anak yang nyasar Sedang mereka mencari teman nya Mereka naik perahu karet mungkin mau ke pantai nak " kata pa Mamat duduk santai Lalu mengambil wadah tembakau nya untuk di linting .
" O begitu .... apa mereka perempuan ?" tanya Ferdi
" Iya mereka mau menginap satu hari disini Mungkin anak kuliahan nak " kata pa Mamat
" Ugh....... siapa Fer " kata Alan
" Mungkin mahasiswa pencinta alam lan Aku bisa minta tolong mereka " kata Ferdi yang ingin berdiri .
" Nanti saja nak, mereka baru saja datang Dan mau istirahat " kata pa Mamat menjelaskan
__ADS_1
" Ya pa " kata Ferdi Yang tak jadi berdiri Lalu melihat ke pintu luar Sambil . membelakangi pintu dapur .
Sedangkan Aya memberikan dua kaleng sarden besar dan 5 bungkus indomie kedapur dan memberikan nya pada Asih Untuk di masak
" Sih ini bisa buat lauk makan Kami istirahat dulu ya . Makannya nanti saja " Kata Aya Yang meletakan mie dan Sarden bekal mereka Karena tadi mereka sudah makan siang
" Ya teh... pintu nya di tutup rapat saja ya Biar ngak terganggu " kata Asih yang senang ketika Aya memberi nya mie instan
" Masyaallah ini pasti enak " kata Asih
" Pa ....pa lihat ini mereka membawa mie " kata Asih senang memamerkan nya pada pa Mamat dan Ferdi .Yang membuat pa Mamat tersenyum Sedangkan Ferdi dan Alan saling pandang Karna melihat Asih terlihat sangat senang bisa makan mie instan dan sarden Ayo pa di buka ini bagaimana membukanya " kata Asih bingung lalu kembali membawanya kedapur
" Sini sih biar akang yang buka " kata Ferdi Ingin membantu Asih
" Ya kang ini pisau nya " kata Asih
" Ngak perlu pake pisau sih , ini buka nya gampang kok " kata Ferdi Yang lalu berdiri pelan menuju dapur . Dan membantu Asih menuangkan sarden ke wajan untuk di masak
" Enak kang kalau campur mie " kata Asih tersenyum
" Ya tapi jangan semua ini . Biar bisa buat nanti Yang ini saja buat makan " kata Ferdi Yang membantu Asih memasak Dan setelah matang mereka pun makan bersama sama .Sedangkan Aya dan Tina tidur di lantai beralaskan selimut Tina
" Mereka dari mana de ?" kata Alan bertanya pada Asih
" Dari kota kang, mereka bawa perahu karet .Ada dua teman nya yang tadi menuju ke kampung bawah " kata Asih
" Apa mereka ingin pulang ?" kata Ferdi
" Kenapa nak?" kata pa Mamat
" Kami mau ikut kalo boleh pa " kata Ferdi yang berharap bisa pulang Karna ia sudah mulai bosan tak bisa berbuat apa pun Lalu Ferdi pun berdiri ingin mengetuk pintu kamar Asih .
" Kang nanti saja, mereka baru istirahat kang. Biar nanti Asih yang bilang kalo akang berdua mau ikut . Mereka juga menawarkan Asih untuk ikut kekota " kata Asih tersenyum
" Hah .... Asih mau ke kota " kata Ferdi Yang membuat Ferdi dan Alan saling padang satu sama lain .
" Ya nak .... biar mereka istirahat dulu. Nanti kalian bisa bicara setelah mereka bangun " kata pa Mamat .
" Ya pa " kata Ferdi Yang lalu kembali duduk Sedang kan Asih membereskan bekas mereka makan .
Menjelang senja pa Mamat kesurau desa sebelah Sedang Asih duduk di kamar ngobrol bersama Tina dan Aya Dan tak lama Asih kedapur untuk merebus air Yang membuat Tina keluar dari kamar .Sedangkan Ferdi duduk di teras gubuk melihat senja yang menguning di sore hari
" Fer....... tolong aku " kata Alan memanggil Ferdi Yang membuat Tina terpaku Ketika mendengar suara Alan Yang hendak masuk kekamar Dan lalu melihat sosok tubuh terbujur kaku di lantai ingin bangun
" Kak Alan " kata Tina lirih berjalan mendekati pria itu
" Tina ......." kata Alan kaget
__ADS_1
" Tin ...." kata Alan tak percaya
" Kak ......ini Tina " kata Tina yang langsung memeluk Alan dan menangis
" Kakak ....... masih hidup .. Nona .....nona ....." Teriak Tina Yang membuat Aya keluar dari kamar Dan Ferdi yang berdiri di depan pintu pun ikut kaget Karna nama Aya di sebut .
" Aya ......" kata Ferdi ...
" Bang ......" kata Aya yang langsung berjalan kearah Ferdi dan memeluknya
" Abang......selamat hiks .....hiks .....kami mencari abang " Isak Aya
" Ay..... bagaimana kalian bisa kesini " kata Ferdi memeluk istrinya erat Begitu juga Alan dan Tina yang saling berpelukan Dan menangis Karna bersyukur mereka bisa bertemu .Yang membuat Asih kaget Melihat pemandangan mengharukan itu Dengan mata berkaca kaca
" Kami mencari abang dan kak Alan bang..." kami berharap kalian masih hidup " kata Aya terisak .
" Ya kami masih hidup " kata Ferdi yang memeluk Aya erat dan mencium pucuk rambut Aya berkali kali Lalu setelah puas berpelukan mereka pun masuk dan duduk di dekat Alan .
Sedangkan Asih ikut duduk menemani mereka . Dan Aya menjelaskan pada Asih kalo ia dan Tina memang mencari Ferdi dan Alan Yang membuat Asih ikut senang dengan pertemuan dua pasangan itu Yang mengira suami mereka tewas dalam kecelakaan .
***********
Sedangkan Ratih duduk manis di depan Reyhan ketika suaminya itu pulang dari kantor .Karna Reyhan ingin mampir bertemu dirinya .
" Ayo abang ajak jalan jalan " kata Reyhan
" Tapi bagaimana mba Naura " kata Ratih
" Dia dirumah , abang bilang lembur malam ini Jadi abang bisa bersama Ratih beberapa jam " kata Reyhan
" Tapi Ratih izin dulu sama mami dan Ara ya bang " kata Ratih
" Ya " kata Reyhan yang ingin menyenangkan Ratih mumpung ia punya waktu .Dan Ratih pun meminta Izin pada mami dan Ara untuk keluar sebentar
Lalu keduanya pergi .Reyhan membawa Ratih ke mall untuk belanja Dan tanpa sengaja Naura dan mami pun berada di mall yang sama
" Bukan nya itu Reyhan ?" kata Naura melihat Reyhan merangkul mesra seorang wanita muda
Deg............
" Bukannya dia bilang lembur " kata Naura Yang lalu mendatangi Reyhan Yang sedang memilih baju wanita .
" Tap ......tap........Rey........" panggil Naura
Deg.......
Reyhan pun menoleh dan kaget melihat Naura
__ADS_1
" Ra.. . ..." kata Reyhan
" Dia siapa ...... ?" kata Naura