Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 42


__ADS_3

Sedangkan Aya sudah rapi setelah subuh tadi mandi bersama Ferdi .Dan suaminya itu masih meringkuk diatas tempat tidur Setelah sholat subuh


" Bang ayo bangun , Aya mau kerumah sakit Ara mau berangkat sekolah ini sudah hampir jam 6 bang " kata Aya


" Ya .....suruh pa Sapto mengantar mu


Abang masih mengantuk .Abang susul nanti ya " kata Ferdi


" Ya sudah Aya pergi nya " kata Aya yang lalu mencium pipi Ferdi .Entah mengapa ia ingin bersikap romantis pada suaminya itu


" Mhem..... hati hati " kata Ferdi ...Berdehem merasakan ciuman sang istri sambil tersenyum


Yang juga membuat Aya tersenyum dan bergegas keluar dari kamar Dan menghubungi papi mertuanya


" Kebetulan sekali sayang papi juga mau berangkat , jadi kami bisa mengantar mu .lebih dulu" kata papi. yang turun bersama Aya ke halaman hotel


" Ya pi masalahnya abang masih ngantuk katanya " kata Aya


" Kebiasaan buruk " kata Papi Sandi


Lalu keduanya pun masuk mobil menuju rumah sakit Dan ketika dekat rumah sakit Aya meminta turun karna ingin jalan kaki dengan alasan olahraga ber jalan kaki


" Ya sudah hati hati ya nak " kata papi


" Ya pi terimakasih , pa sapto trimakasih " Kata Aya turun dari mobil


" Ya non hati hati " kata pa Sapto.


" Alhamdulilah , aku beli nasi dulu buat sarapan ayah kan ayah belum puasa buat siang takut makan bubur cepat lapar " kata Aya . Yang juga membeli roti untuk ayahnya dan juga Ara nanti pas buka.


Aya pun berjalan santai selesai belanja Dan tak sengaja ia bertemu Rio teman nya yang satu sma di jakarta Yang juga sempat bertemu di konser music


" Ayana ...." kata nya kaget melihat Aya


" Rio ...... kamu kok bisa ada disini " kata Aya Yang juga kaget bertemu Rio


' Kamu ngapain disini " kata Rio yang menelisik Aya dan melihat perut Aya


" Eh..... Ayah ku sakit " kata Aya mengigit bibirnya bingung menjelaskan pada Rio temannya itu.


" Sakit . ... atau..... kau periksa itu ...... kau hamil ya lho ngak kuliah " kata Rio penuh selidik


" Ngak aku sudah menikah setelah lulus " kata Aya


" What .........bagaimana bisa " kata Rio kaget ..Karna Via dan Aqila sahabat Aya tak pernah bercerita


" Panjang ceritanya yo " kata Aya ...


" Astaga trus kau hamil gitu " kata Rio Yang membuat Aya mengangguk pelan


" Ya ampun ya , kau nekat banget sih padahal kita masih muda . Kalo tahu gitu kemaren sudah tak ajak kawin lari lho " kata Rio keceplosan

__ADS_1


" Hah....... apa " kata Aya takut salah dengar


" Ah bukan apa apa salah ngomong ya di ralat " kata Rio menepuk jidat nya Tak percaya teman yang ia taksir malah sudah menikah .


" Oh....... gitu " kata Aya yang sempat mendengar kata kawin lari .Tapi Aya memilih mengabaikan nya Tak ingin kepo dengan urusan Rio.


" Ya sudah ayo ku antar " kata Rio


" Kemana ?" kata Aya bingung .


" Ya ngantar kamu nengok ayah lho lah, ayo ..." kata Rio menarik tangan Aya


" Hah..... eh iya ayo " kata Aya melangkah berjalan menyusuri lorong rumah sakit di temani Rio disamping nya


" Aku kuliah disini di UGM . jurusan tehnik . Kalo kau butuh aku Kau bisa tanya tanya . Kan dulu lho bilang mau kuliah desain Tapi malah hamil duluan , kalo prianya brengsek sama aku saja " kata Rio terkekeh


" Aish....... kau ini Yo, emang mau nutupi aib orang ." kata Aya tertawa


" Ya ngak masalah , yang penting ibunya mau " kata Rio..


" Hahaha............ada ada saja kau ini yo...Mana mungkin bapa nya mau terima anaknya diambil orang. Orang dia nanam benihnya capek capek " kata Aya yang menangapi candaan Rio.


" Ck.....emang lho nikah sama siapa hah ... sama si Tommy " kata Rio gemas pada Aya


" Yah.... lho yo kebangetan masa bawa bawa Tommy sih . Mana tega Tommy bikin aku hamidun Yo kita masih sama sama muda . Ya jelas bapa nya tangung jawab...Insyaallah kalo sudah brojol aku mau kuliah Aku nabung dulu . Kita mau kuliah bareng sama Via.. Dia juga lagi sibuk nyari duit buat kuliah Di antara kami bertiga Hanya Qila yang kuliah yo " Jelas Aya .


"Lah anak mu ditinggal , kalo lho kuliah " kata Rio


" Nggak lah titip baby sister nya " kata Aya tertawa


" Dah nanti lagi Tuh .....ruangan Ayah ayo " kata Aya bertepatan dengan Ara yang membuka pintu hendak pulang


" Kak ... kok lama cepetan Ara berangkat ya Ayo mas ... " kata Ara menarik tangan Rio asisten sang ayah .


Rio teman Aya hanya melongo melihat kedua orang itu keluar melewatinya begitu saja.


" Siapa tuh ?" kata Rio bengong


" Adik gue Yo dan asisten Ayah namanya sama Rio sama dengan lho Tapi beda orang mereka buru buru karna Ara mau sekolah " jelas Aya


" Heh...... ikut .... ikutan nama sama besok gua mau ganti ah , pake bubur sumsum merah putih ganti nama baru " kata Rio .protes


."Hahaha .... emang bisa yo " gelak Aya tertawa mendengar perkataan Rio Yang membuat pa Kevin menoleh melihat Aya datang dengan orang asing .


" Ayah maaf Aya telat ...ini Rio teman Aya yang dijakarta dulu Teman satu kelas Aya. Dia kuliah disini yah " jelas Aya


" Om cepat sehat ya om " kata Rio menyalami tangan pa Kevin .


" Oh..... Rio Agung Mulya putra pa Darma ya " kata pa Kevin tersenyum


" Lho kok om tahu " kata Rio kaget .

__ADS_1


" Iya papah mu itu teman kuliah om dulu waktu masih muda , kita pernah bertemu waktu ambil rapot Lah kok Rio bisa kuliah disini kenapa ngak di jakarta saja " kata pa Kevin menatap Rio


" Saya ambil pilihan kedua om, karna jakarta penuh disini tinggal sama kakung (kakek ) ini lagi mau di tengok lagi sakit juga Tapi di jagain tante " kata Rio


" Oh gitu .... salam ya buat kakung Rio dari om trimakasih sudah nengok om .Kok bisa ketemu Aya ..Tadi ayah pikir Aya ngak kesini " kata ayah .


" Ok om nanti Rio sampai ka, ya sudah Ay


gue ke ruang kakung dulu ya. " kata Rio


" Ya ....eh kakung lho diruang mana ? yo biar nanti gue besuk " kata Aya


" Edelweis 7 yang kamar kelas 1 " kata Rio tersenyum .


" Ok salam ya buat kakung dan tante lho nanti kalo sempat gue kesana " kata Aya


" Ya dah om Ay " kata Rio melambai kan tangan nya sambil menuju pintu


" Ya bye ...." kata Aya tersenyum


" Bertemu dimana ?" mana tuan Ferdi " tanya Ayah pada Aya


" Abang masih tidur yah ngantuk , tadi Aya tinggal karma ingat Ara . Ayah sudah makan " kata Aya menatap teh manis dan bubur di meja masih utuh


" Belum , ayah belum bisa duduk " kata pa Kevin.


Aya pun lalu menaikan sedikit ranjang di bagian kepala Biar Ayah nya bisa makan


" Sudah yah, apa tidak terlalu tinggi " kata Aya


" Sudah cukup nak " kata pa Kevin


" Aya suapi ya yah , biar cepat sehat dan habis ini minum obat Aya juga beli nasi gudeg buat ayah buat nanti " kata Aya Mengambil piring dan menyuapi pa Kevin pelan pelan .


" Ya nak trimakasih " kata pa kevin


Sedang asyik menyuapi ayah nya Terdengar suara pintu pintu di buka


Dan Aya pun menoleh Melihat Ferdi masuk


" Abang ..... kok sudah bangun " kata Aya kaget


" Ya iyalah abang sudah bangun .Kalo masih tidur ngak bakal nyampe sini " kata Ferdi yang menarik kursi kosong dan duduk di depan Aya .


" Ih abang kan Aya takut abang ngelindur " kata Aya bercanda sambil menyuapi ayah nya.


" Aish kau ini.... Apa bapa sudah merasa baikan " kata Ferdi mantap pa Kevin


" Ya lumayan nak " kata pa Kevin tersenyum .


" Bagus lah , Ferdi sudah minta ayah ditangani dokter khusus " kata Ferdi

__ADS_1


" Trimakasih nak sudah membantu ayah " kata pa Kevin masih cangung .


" Tidak perlu berterimakasih pa, ini sudah kewajiban Ferdi Karna Aya istri Ferdi " kata Ferdi menatap Aya . Yang membuat Aya tersenyum menatap suaminya itu.


__ADS_2