Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 334


__ADS_3

Setelah puas Reyhan pun mandi bersama Ratih Dan mereka berdua pun sarapan bersama Ara dan Rio layaknya keluargga harmonis .


" Ra abang titip Ratih ya pagi ini Karna ada urusan di jakarta Dan abang sudah pesan taxi untuk ke bandara " kata Reyhan


" Kok abang ngak bilang Rio kan Rio bisa mengantar bang Reyhan " kata Rio


" Maaf yo , abang lupa baru tadi ingat Mungkin sebentar lagi taxi nya datang kesini" kata Reyhan


" Abang ngak bawa pakaian " kata Ratih heran


"' Tidak kan pakaian abang masih ada disana , abang cuma bawa dompet " kata Reyhan yang sudah meminta sopir untuk menjemputnya di bandara .


Lalu semuanya pun terdiam kembali makan Setelah selesai makan Taxi pun datang Dan Reyhan berangkat tanpa membawa apa pun Karna memang ia tak merencanakan pulang Jadi Reyhan hanya pulang seperti orang pergi biasa .


Ratih Ara dan Rio mengantar Reyhan sampai pintu depan Ketika Reyhan berpamitan Dan setelah mobil pergi Ara pun menatap Ratih .


" Kenapa pulang mendadak , kan kalo bilang bisa di bawa buah " kata Ara


"' Kata bang Reyhan ada urusan penting Nanti sore juga sudah pulang Dan cuma beberapa jam di sana " kata Ratih


" Urusan kantor ?" kata Ara


" Iya ra , katanya bang Ferdi sudah pulang dari jepang " kata Ratih


" Ya sudah , yuk kita siap siap ke cafe " kata Ara


" Ayo ... aku juga ganti baju dulu " kata Ratih Yang bergegas masuk kedalam rumah Begitu juga dengan Ara Sedangkan Rio membuka lebar pintu pagar untuk mengeluarkan mobil Karena sudah kegiatan rutin untuk Rio mengantar Ara dan Ratih ke cafe .


" Mas , nanti Ara dijemputnya malam saja ya, Apa nanti mas Rio mau ke perkebunan " kata Ara .


" Iya de, mau ngajari Paijo Karna besok kan mas kekantor bang Ferdi " kata Rio Yang sudah mulai seminggu ini belajar kerja di kantor Yang di ajari Reyhan .


" Ya sudah Ara mau bilang yu irah dulu Biar masakan nya di bawa mas ke kebun sekalian ya " kata Ara bergegas kedapur


" Ya de yang banyak nasinya Takut pa Tejo dan Dullah juga datang " Teriak Rio


" Ya mas " kata Ara


Rio pun lalu mengeluarkan mobil Dan kembali menutup garasinya Hanya membuka pintu sedikit untuk lewat Dan masuk kedalam rumah untuk mengambil dompet dan tas kecilnya Lalu kembali keluar sekalian mengunci pintu rumah


" Sudah mas, Ara mana ?" kata Ratih


" Lagi di dapur ambil bekal " kata Rio


Ratih pun kembali masuk kedalam rumah mencari Ara . Dan keluar bersama Ara yang membawa rantang untuk di bawa Rio ke perkebunan


" Ini bang , ayo berangkat " kata Ara


" Ya ayo ..." kata Rio yang naik ke mobil Dan Ara duduk di depan di samping Rio Sedangkan Ratih di kursi tengah Lalu mereka pun berangkat ke cafe . Untuk kerja mengisi waktu di hari minggu Karna di hari libur Akan penuh pelanggan datang .

__ADS_1


**********


Reyhan baru saja turun dari pesawat ketika mang ujang datang menjemputnya bersama Deril


" Pagi bang ...Kok mendadak " kata Deril


" Apa kau sudah mengurusnya " kata Reyhan masuk kedalam mobil duduk si belakang mang ujang .


" Sudah paling prosesnya cepat dan Minggu besok sudah sidang .Gimana disana ?" kata Deril melirik Reyhan dari kursi depan.


" Baik " kata Reyhan


Lalu mobil pun berjalan Dan pulang menuju rumah Yang membuat mamah dan Tania gelisah menunggu Reyhan


" Apa kakak akan kesana mah ? " Kata Tania


" Ya , dia hanya menengok Naura Dan langsung pulang nanti sore " kata mamah


" Tapi mah , bagaimana kalo Naura curiga " kata Tania


" Tak masalah kan kami sudah ingin bercerai " kata Reyhan Yang datang bersama Deril


" Kak .... Kau serius , kalo dia menolak gimana ? Karna tadi malam mami dan papi nya ingin kalian kembali bersama lagi " kata Tania


" Entah lah .... aku ...." kata Reyhan


" Ya jelas mah , langsung tancap gas pasti ya kan kak . Mana perawan ting ting lagi " kata Tania


" Rey " Kata mamah menatap Reyhan


" Iya mah Reyhan sudah menidurinya Dan Reyhan betah disana Dia melayani Reyhan dengan baik " jawab Reyhan santai


" Astaga belah duren dong " kata Deril


" Ya begitu lah " kata Reyhan


" Tapi kau belum bercerai Rey , mamah khawatir Naura menolak Karna tadi malam papi dan maminya meminta Mamah untuk bicara dengan mu " kata mamah menatap Reyhan


" Tapi Reyhan sudah menikah lagi mah, bagaimana bisa Reyhan membaginya " kata Reyhan


" Kau ini , harus nya kau berpikir Sebelum melakukan nya " omel mamah


" Reyhan hilap mah , Naura selama ini tak perduli pada Reyhan Wajar Reyhan mencari pelampiasan " kata Reyhan


" Rey .... tapi dia kan masih anak anak. Apa kau tega menduakan nya " kata Mamah


" Entah lah Rey bingung, Tapi gugatan sudah berjalan kan ril " kata Reyhan


" Sudah dan kurasa Naura sudah dapat pemberitahuan Mungkin mereka akan melakukan mediasi pada mu " kata Deril

__ADS_1


Duduk santai di sebelah Tania


" Kakak tidak membawa apa apa ?" kata Tania melihat tak ada barang yang di bawa Reyhan


" Dia hanya membawa dirinya Tan " kata Deril


" Astaga kalo tahu aku minta bawakan buah kak, kemaren saja Ara banyak mengirim buah buat tante Dan Tania sama mamah di kasih kok " kata Tania


" Ya ...banyak di kebun kau tinggal memetiknya kalau disana . Bahkan bisa makan sepuasnya .Aku tak kepikiran pulang Karna papi Naura hanya ingin aku membesuk nya sebentar


" Ya sudah , kita ikut sekalian Biar bisa melihat Naura Apa benar dia sakit atau cuma ingin menunda perceraian " kata Tania penasaran


" Ya kita kesana , Ayo ril siap siap " kata mamah


" Ya mah " kata Deril .


Reyhan pun duduk tenang di kursi Sedangkan mamah dan Tania berganti pakaian Setelah selesai mereka pun berangkat kerumah Naura Dan mamah sempat minta berhenti di jalan untuk membeli buah dan roti sebagai buah tangan Lalu setelah itu mereka menuju kerumah orang tua Naura Yang tinggal di komplek perumahan .


" Assalamualaikum ....." kata mamah ketika seorang pelayan membuka pintu rumah


" Oh ... nyonya silakan masuk , nyonya besar sudah menunggu " kata pelayan itu mempersilakan nya


" Ya trimakasih mba " kata mamah Yang masuk bersama Tania dan di ikuti Reyhan dan Deril .


Dan mereka pun lalu menuju ruang tamu Yang sudah di tunggu mami Naura dan papi nya


" Jeng alhamdulilah ayo masuk besan silahkan duduk " kata mami Naura


" Trimakasih jeng , sehatkan Naura mana ?" kata mamah menyalami besan nya dan memeluk nya


" Sebentar bi, tolong panggil kan Naura ya bi " kata mami Naura


" Ya nya " kata pelayan itu bergegas pergi kedalam


Sedangkan Reyhan menyalami papi mertuanya bersama Deril juga mami Naura Dan mamah duduk bersama Tania sambil memberikan plastik makanan yang mereka bawa


" Besan ini buat Naura kata nya Naura sakit ya " kata Mamah .


" Sudah sembuh mah , terimakasih sudah datang dan membuat mamah repot " kata Naura tersenyum


" Rey " kata Naura langsung memeluk Reyhan yang ingin duduk


Reyhan pun terdiam ketika Naura memeluknya Dan lalu mengandeng tangan nya untuk duduk bersama sambil bersikap manis .


" Maaf kan aku bila slama ini bersikap tak baik pada mu " kata Naura .


Deg.......


Reyhan mu diam mematung . serasa hati nya berbunga bunga Karna sikap manis Naura padanya .Dan seketika bayangan Ratih lewat di pikirannya .

__ADS_1


__ADS_2