
Cukup lama Aya ngobrol dengan Nana juga Gita sambil menikmati cireng buatan mbok War Menemani mereka minum teh hangat
" Rencana mau belajar di mana ?" kata Nana menatap Gita
" Tuh di gudang belakang cukup kan " kata Gita
" Cukup lah nanti kalo sudah tingkat mahir baru kita cari gudang besar dan lapangan biar lebih leluasa " kata Nana
" Dan lho bisa nginap sini na minggu pagi baru pulang " kata Gita
" Ya terserah lho deh "' kata Nana yang memang berteman baik dengan Gita dari smp dan Nana juga mengenal mamah Gita Yang sudah seperti ibunya .
Sedangkan Aya hanya tersenyum mendengar cerita keduanya Lalu berpamitan setelah selesai Karna tak mungkin ia berlama lama di rumah Gita Karna ada pekerjaan lain Yang harus Aya selesai kan Yaitu laporan tiap minggu dari Siska sebelum ia pulang ke yogya untuk liburan .
***********
Di sekolahan Ara baru saja keluar dari kelas Ketika melihat ada teman sekelas nya berdiri di depan gerbang sedang menunggunya lewat .
"' Ra ..." Kata Dira menghentikan langkah Ara yang menarik nafas dalam
" Ada apa ?" kata Ara
" Aku hanya ingin bicara pada mu bisa kita bicara berdua Tapi tidak disini disana "Kata Dira menujuk belakang sekolah mereka
" Maaf Dir, disini saja sekalian aku menunggu jemputan " Kata Ara memberi alasan . Karna ada firasat tidak enak di hatinya .
" Cemen , kau takut ya " kata Dira
" Aku tak ada urusan dengan mu Dir Kan lho yang punya urusan sama gue Kenapa mengatakan aku takut .Dan lagi tak ada urusan penting " Kata Ara santai
" Lho punya urusan sana gue ra, karna lho bikin malu sahabat sahabat gue hingga mereka di bully " Kata Dira
" Oh ya , kau tahu siapa menanam dia pasti menuai baik dibalas baik jahat di balas jahat " Kata Ara santai
" Wah .... kau orang pendatang Tapi sok Kaya . Gaya mu saja kaya anak orang kaya padahal orang kere dan miskinkan Hanya beruntung saja kau di jodohkan dengan anak orang kaya Mungkin bapa lho dulu punya hutang tuh sama si om om Makanya lho di jadikan istrinya " Kata Dira kesal Karna Aya tak mau menurutinya
__ADS_1
" Oh ya , terserah kau saja permisi " kata Ara melewati Dira begitu saja tak perduli Karna tak ada untungnya bagi Ara meladeni Dira Karna mobil Rio sudah datang untuk menjemputnya Yang membuat Dira sangat kesal Lalu mengepalkan tangannya Karna tadi ia ingin mengeroyok Ara bersama Indri dan teman temanya .
Ara hanya melirik Dira sekilas Lalu naik kedalam mobil .
" Dia kira aku mau di bodohi Kalo satu lawan satu akan kubuat dia babak belur " Batin Ara duduk memasang sabuk pengaman.
" Kok teman nya di tinggal de , ngak sekalian diajak pulang " kata Rio melirik Ara Yang sudah duduk tenang
" Ngak akrab mas , lagian bukan teman baik Ara kok Ayo jalan mas. Ara malas lihat orang yang cuma baik di depan guru tapi hati nya berulat " Kata Ara melihat lurus kedepan Yang membuat Rio tahu istrinya itu pasti sedang tak enak hati
Mobil Rio melaju sedang menuju perkotaan Karna mereka langsung ke cafe untuk mengantar Ara
" Apa dia bikin kesal ade " kata Rio
" Ya begitulah mas " kata Ara
" Ya sudah ade hati hati saja, Jangan terlalu dekat toh kita ngak perlu punya banyak teman kalo cuma untuk di manfaatkan fokus saja sekolah Kan kita ngak minta makan sama mereka " kata Rio
" Iya lah mas, ini hidup kita sendiri . Tak perlu mencari sensasi buat punya banyak teman . Teman yang ada saja kita syukuri Yang tak menyakiti dan lebih menghargai kita " Kata Aya Yang juga berhati hati memilih dan memilah teman teman dekat nya . Karna tidak semua teman bisa di jadi kan sahabat terbaik
Tak lama mereka pun sampai di cafe Dan Rio langsung kembali kekantor setelah Ara turun dari mobil Dan Ara hanya melambaikan tangan nya pada Rio sambil tersenyum Lalu berjalan gontai masuk cafe Yang sedang lagi banyak pengunjung
" Lemas amat mba, kehabisan energi nih ."' kata Ayu menyindir
" Baterai nya low bad kali yu " ledek Nila
" Tumben , emang gak di kasih mood booster ra sama mas Rio "Kata Ratih menimpali
" Bukan apa apa cuma aku lagi bete " kata Ara duduk di meja kasir sambil melepas seragam nya Dan Ara memakai kaos dobel Yang ia pakai tiap hari
" Waduh .... bete bete ah dong ra, sama siapa ? Sama kita atau mas Rio " kata Nila penasaran
" Bukan kalian juga bukan mas Rio . Sama anak osis si bendahara itu . si Dira yang sok hebat di sekolah itu . Masa tadi dia menghadang gue .Katanya ngak terima sahabat nya di bully Siapa juga yang bully mereka Kan bukan kita "kata Ara merasa kesal
" Wah .... perlu turun tangan kita Rat, enak saja dia cari perkara Belum gue sumpal tuh mulut nya sama cabe biar tahu rasa " kata Nila menyingsing baju lengan panjang nya .
__ADS_1
" Heh ......aku ngak ikutan ya Nil , cuma curi dengar Tapi kalo urusan gebuk menggebuk aku mau ikutan deh . Nih centong buat totok tuh kepalanya Biar benjol benjol " Kata Ayu ikut terpancing
" Hahaha .......wah si Ayu ada bakat jadi preman tuh ra, untung aja dia ngak satu sekolah sama kita Bisa bisa heboh satu sekolah tuh Kalo dia marah " kata Ratih terkekeh Karna si Ayu ikut emosi
" Iya lah , aku iki paling ngak senang ra sama orang dzolim Orang sama makan nasi Dan mati cuma pake kain kafan kok sombong nya selangit " dumel Ayu
" Waduh ...... woi..... yu baru bete kok sudah rusuh belum angkatan senjata Santai beb .....ngak emosi....." kata Nila
" Hahaha....... iya nih Ayu belum perang tanding yu, santai masih pemanasan kok Besok kalo sudah panas Ara panggil deh Lho aku taruh barisan paling depan " kata Ara tersenyum
" Barisan depan ambil jatah makan kan ra " kata emak Paijo ikut ambil suara .
" Hahaha ....itu jelas mbok nomor satu dong " kata Ratih tergelak
" Iya lah , bisa strong .Kan kira wanita roso pekerja keras Makan banyak biar kuat lembur " kata Ayu terkekeh Tahu teman temanya itu hanya bercanda
" Iya lah beda kalo yang bersuami , makan banyak biar ngak lemas " kata emak Paijo
" Iya lah mak, kita ini sudah tua hanya bisa mengalah sama yang muda muda Sudah pernah merasakan asam asin manis kehidupan jadi santuy saja " kata mamah Sila tersenyum ikut bergabung . Walau tak tahu apa masalahnya Namun bercanda di cafe itu lumrah bagi mereka Agar tidak terlalu tegang bekerja .
" Yah..... nano nano deh rasanya " Kata Nila
" Untung masih ada rasa nano nano Nil ketimbang brotowali pahit tenan sampai ke hati " kata Ayu
" Siapa suruh lho nyicip brotowali Mending kunyit asam lebih sensasi ada pahit dikit Biar cinta mu ngak sepahit brotowali say " kata Ratih
" Ah ngak usah pake say Rat, lebay takut gue ketemu cowok melambai nantinya " kata Ayu Membuat semua orang tertawa
" Lah ....mending melambai kan mah dari pada impoten " kata Nila
" Nila ............." Teriak Ayu
" Ngak usah kesana juga kali tuh . omongan lho Nil Aku iki jomlo Ojo di banding bandingkan sama kalian Yang sudah pakem tuh lobak bandung Nanti kepala ku pusing " kata Ayu cemberut Yang membuat semua orang tertawa lepas Karna tingkah konyol Nila dan Ayu .
Yang membuat Ara ikut tertawa Dan rasa kesalnya tadi pun hilang seketika Kembali ceria karna candaan Nila yang sengaja mengoda Ayo Karna hanya Ayu dan Tika saja yang masih gadis Sedang Tika akan datang shif sore .
__ADS_1