Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
bab 162


__ADS_3

Ara pun pergi ke cafe setelah makan memakai sepeda listriknya Karna Rio belum datang Dan ia ingin bersenang senang bersama teman teman nya


" Tuh.... Ara sudah datang" kata Nila


" Woi...... jadi nih perginya " kata Ratih yang bergegas turun .


" Kalian mau kemana memangnya ? " kata Via


" Ke mall kak mau nongkrong sebelum pulang " kata Ara


" Hati hati naik taxi saja pulang nya suruh mas Rio jemput " kata mamah Sila memberi saran .


"' Ya mah kita mau nongkrong sebentar dan beli beli doang kok " kata Ara


" Ya tapi tetap hati hati kalian masih gadis belia "kata Qila Yang tahu Nila dan Ratih putus sekolah karna keterbatasan orang tuannya . Tapi sekarang mereka kejar paket c agar bisa masuk sma setelah lulus smp nanti .Dan itu atas bantuan Ara yang tak tega pada dua teman masa SD nya itu..


Ketiga nya pun lalu pergi naik taxi Dan Ara membawa mereka membeli pakaian di mall dekat malioboro yang sangat ramai bila sudah sore.


Disisi lain Aya sedang mendesain gambar nya sampai selesai .Karna tak ada lagi kegiatan yang harus ia lakukan Karna di dapur sudah di pegang para pelayan Paling Aya sekedar membantu. Setelah selesai ia pun bergegas mandi Karna tadi lebih dulu pulang karna sakit perut Dan Aya minta Izin pulang duluan ketika mami Risma rapat


" Hai sayang , sudah cantik nih sini minum teh sama mami " kata mami yang juga sudah mandi


" Ya mi , mami kapan pulang nya kok Aya ngak tahu " kata Aya


" Tadi sehabis Aya pulang tak lama selesai rapat mami ikut pulang karna Aya sudah bantu mami " kata mami yang bisa bersantai karna Aya sudah selesai mengerjakan laporan nya . Karna sudah ada asistennya yang bekerja .Jadi mami bisa bersantai .


" Oh gitu , Aya pikir mami pulang malam " kata Aya


" Ya ngak lah kan kita bos nya " kata mami yang lalu bercerita tentang butik nya Dan Aya pun mendengarkan nya dengan baik .Tampa bertanya atau pun berkomentar


************

__ADS_1


Seminggu berlalu cepat Dan kehidupan Ara berjalan seperti biasa nya sang kakak akan pulang 40 hari meninggalnya sang Ayah Sedangkan Rio sedang pulang ke rumah nya Karna biasa setiap bulan ia memang rutin pulang untuk menemui si mbok Dan Ara sendiri dirumah Namun Ara di temani Nila dan Ratih Yang menginap setelah pulang kerja .Apalagi sekarang sudah ada emak Paijo yang ikut berkerja di cafe Agar mamah Sila tak kewalahan memasak sendiri Karna rekomendasi Rio .


" Kita lihat kebun yang belakang yuk Mungkin sudah banyak pepaya matang bisa di jual depan cafe dan jagung nya bisa kita bikin jasuke " kata Ara yang minggu kemaren Melihat jagungnya masih kecil kecil .


" Ayo ke sananya, Aku .penasaran .pengen tahu Pake motor atau pake sepeda " kata Ratih bertanya


" Pake motor lah tuh kan ada motor Ayah kalian pake motor matic punya ku " kata Ara Mengeluarkan motor Ayahnya karna Ara tak mau menjual motor kenang kenangan peninggalan Ayahnya . Yang tadi nya ada yang menawar nya Tapi Ara menolak menjualnya


" Ayo berangkat " kata Nila


" Yuk , Rat tutup pagar nya dan kunci " kata Ara agar aman Karna hanya mereka bertiga di rumah .


" Siap bos " kata Ratih .


Mereka pun melihat kebun di tanah Aya yang baru belum lama dibeli Dan Ara melihat buah pepaya nya memang banyak yang matang dan juga tua .


" Ra... jagungnya sudah mulai tua gimana nih " kata Nila


" Aman memang Rat " kata Ara


" Aman asal ngak di pinggir jalan " kata Ratih karna tempatnya rimbun .


" Jadi ini tanah nanti mau di bangun cafe ra " kata Nila sambil matanya melihat buah pepaya


" Iya untuk sementara di tanami cabe dulu sehabis jagung biar bermanfaat " kata Ara Yang juga ingin menanam pohon singkong di pinggir pinggir batasan tanah agar bisa di jadikan sayur untuk di cafe atau di jual ke pasar


" Dasar otak bisnis ada saja akal nya untuk mencari duit " kata Ratih


" Hahaha..... kan untuk bertahan hidup Rat mumpung masih muda kita punya karya dan menabung sudah tua tinggal santai " kata Ara yang juga ingin menanam buah di kebun tanahnya yang kosong.


Bukan tampa alasan Ara bekerja keras Tapi karna ia sempat merasakan susah bersama sang Ayah lah menjadikan dirinya untuk hidup mandiri selama tak ada sang kakak Dan itu jadi pelajaran berharga yang tak pernah Ara lupa kan seumur hidup nya

__ADS_1


Di desa lain Rio baru saja menyepakati pembelian tanah atas namanya Dan kini ia sudah punya tanah sendiri Dan itu sementara akan di urus sang kakak Biar di kelola untuk tambahan masukan karna kakaknya sudah tak bisa kerja kasar di pabrik kayu lapis .


" Berarti besok bisa di bersihkan le buat nanam cabe dan sayur mumpung sekarang harga cabe naik " kata mbok


" Yo mbok , pake buat berkebun dulu kan mas butuh masukan , beras sudah ada ngak beli Ayam dan telur juga . Kan paling tidak ada masukan sedikit sedikit


Jaman sekarang itu susah cari kerja dan apa apa tiap tahun serba mahal kita kudu prihatin Apa lagi bukan pns " kata Rio yang berusaha membantu kehidupan mbok dan mas nya .


" Iyo le, apa apa serba naik susah kita


para pns aja bilang kadang punya gaji sebulan ngak cukup buat biaya anak sekolah dan makan " kata mbok


" Ya begitu lah mbok makanya kita harus pintar pintar menabung dan juga rajin bekerja walau masukan cuma 10 ribu perhari Tapi kan ada masukan mbok . Menghabiskan uang itu gampang nyarinya yang susah Otak ku melu stres mun due bojo tukang shoping " kata Rio Yang sempat melihat Ara menghabis uang 6 juta sehari .Dan untungnya istrinya itu juga pintar mencari duit


" Hahaha.......iso wae kue le le , kaya punya istri saja " kata mbok tertawa


" Pengalaman mbok due bojo di luar " ledek kakak iparnya


" Heh...... jangan sembarangan de .Mana ada perempuan mau di kawin begitu jangan ngawur deh " kata si mas


" Bercanda mas, masalahnya Rio kaya orang punya bojo gitu anteng tapi meresapi . Tapi ngak menyesal kan de


Minah rabi ..Takutnya kamu ikut stres terbawa mikirin si Minah


" Sembarangan .... mba iki ngomong seenak nya bojoku kui ora kayo ngono mba. Ayu pintar Dan ra sombong orang tuanya juga baik " kata Rio keceplosan


Heh.....bojo sing ndi le " kata mbok kaget menatap Rio


' Nah .....lho mas ade mu....." kata kakak iparnya menatap sang kakak Membuat ketiganya menatap Rio penuh selidik..


" Hahaha ....... guyon mbok jangan dianggap serius " kata Rio nyengir karna keceplosan Lalu menepuk jidatnya Karna salah bicara . Yang membuat kedua kakak nya membuang nafas kasar Tapi tidak bagi sang mbok yang merasa curiga .

__ADS_1


__ADS_2