
Reyhan menatap punggung Naura yang pergi Lalu menatap Tania dengan penuh tanda tanya
" Ada apa dengan kalian ?" kata Reyhan yang menatap Tania penuh selidik Karna tak seperti biasanya adik nya itu berkata ketus pada istrinya .
" Kak Rey tanya sendiri saja pada istri kakak itu ,Aku malas mengurusinya " kata Tania Yang menikmati martabak yang dibawa Deril .
" Tapi selama ini dia tak ada masalah Tan, kenapa bersikap begitu pada kakak ipar mu " kata Reyhan
" Astaga kau membelanya , padahal aku membelamu !!! Dasar aneh kalian sama saja .Ayo beb kita makan di kamar saja Aku malas lihat orang yang terlalu bodoh dan lugu " kata Tania berlalu melewati Reyhan begitu saja .Membuat Deril hanya mengangkat dua tangan nya .Pertanda ia tak tahu apa apa ...
Reyhan pun terdiam Lalu membuang nafas kasarnya Lalu beranjak dari tempat duduk nya untuk menyusul Naura kekamar.
Ceklek........
Reyhan melihat Naura . Yang sedang asyik membaca majalah fashion di sofa .Sambil sesekali menyuap mulut nya Dengan rujak buah yang dibeli nya siang tadi
" Ada masalah apa sebenarnya antara dirimu dengan Tania .Sampai ia bersikap seperti itu Dan itu tak dari biasanya " kata Reyhan .
Naura hanya menoleh pada Reyhan sebentar tanpa bicara .Dan kembali menyuap potongan buah nanas ke mulutnya.
Reyhan pun lalu duduk di sebelah Naura Yang membuat Naura meletakkan majalahnya.
" Dia hanya salah paham Karna aku mengidam .Dan mendekati Ferdi. Bukan nya aku sudah bilang padamu ini bawaan bayi Lalu aku harus apa ?" kata Naura memberi alasan logis
" Huh...... baiklah aku akan memberikan pengertian padanya .Ya sudah habis kan makan nya .Dia juga sedang hamil Hindari bertikai dengan nya Karna Tania memang rada manja dan cerewet " kata Reyhan
" Ya sayang " kata Naura tersenyum lalu memeluk tubuh Reyhan Dan Reyhan pun merangkul dan mencium pucuk rambut Naura sebagai rasa sayang nya .
**********
Di sebuah kamar Ferdi baru naik ketempat tidur nya Setelah mengendong Afnan ke kamar tidur mereka Dan begitu juga Aya yang mengangkat Aska .Lalu membaringkan tubuh nya.
Ceklek.......
__ADS_1
" Abang sudah minum air putih " kata Aya yang masuk membawa segelas air putih dan menaruhnya dia atas nakas dekat tempat tidur .Lalu kembali untuk mengunci pintu
" Sudah sayang , abang bisa kembung bila minum lagi " kata Ferdi .
Aya pun tersenyum lalu ikut berbaring di sebelah Ferdi. Lalu berdoa dan menarik selimut untuknya dan suaminya .
" Apa kuliah Aya masih berjalan baik " kata Ferdi yang memiringkan badan nya menatap Aya
" Ya bang , trimakasih sudah slalu kasih support buat Aya Dua minggu lagi Aya ikut kompetisi di kampus. Doakan Aya menang ya bang " kata Aya Yang juga memiringkan badan nya dan menaruh tangannya di pinggang Ferdi
" Ya dong itu pasti , abang akan slalu mendoakan Aya yang terbaik " kata Ferdi tersenyum .
" Trimakasih , Aya sayang abang " kata Aya mengecup bibir tebal suaminya itu Membuat Ferdi tersenyum .
" Tapi ingat jangan terlalu sibuk , ada Afnan dan Aska dirumah. .Abang akan mulai sibuk bulan depan. Jadi abang berharap Aya tetap menjaga Afnan dan Aska buat abang " kata Ferdi
" Itu pasti bang, Aya mamahnya ngak mungkin Aya mengabaikan mereka Apalagi mereka masih menyusu " kata Aya tersenyum
" Apa belum mau disapih " kata Ferdi
" Ya terserah Aya saja. Karna Aya ibunya Abang percaya kan semuanya pada Aya " kata Ferdi yang lalu memeluk Aya dalam dekapannya .Lalu memejamkan mata nya
" Abang ngatuk , kita tidur saja malam ini " kata Ferdi
" Ya bang Aya juga sudah seharian pergi" kata Aya yang menyusupkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.
Dan tak lama suara pun hening tak ada lagi suara obrolan Karna keduanya terlelap dengan mimpi indah masing masing .
*******
Di kamar mami Risma .Kedua nya baru saja sehabis berolahraga malam Dan melakukan pelepasan Karna papi Sandi menginginkan nya .Padahal mami Risma sudah lelah seharian pergi Tapi terpaksa tetap melayani suaminya itu Karna memang masih aktif
" Kok lemas " kata papi mencium wanita Yang slalu setia dalam hidupnya itu
__ADS_1
" Kan capek seharian jalan pi, mana tadi sempat hampir jantungan Untung papi ngak keceplosan Kalo Ferdi sampai tahu Aya tak akan di izin kan lagi pergi sama mami .Putra mu itu pasti akan ngomel dan memarahi Alan " kata mami
" Wajar itu tandanya dia sayang mi, kan anak mu itu bucin akut Apalagi sekarang dia sangat sibuk Jadi rasa khawatirnya akan lebih tinggi Karna dia tak ingin istri dan anak anak celaka. Papi pun akan melakukan hal yang sama pada mami dan Aya juga si kembar . Karna kalian harta berharga bagi kami " kata papi
" Ya pi mami mengerti , Tapi gimana dengan Naura ?"kata mami menatap papi
" Alan sudah menyuruh orang Untuk slalu mengawasinya. Mami santai saja Dia tak akan bisa menyentuh Aya " kata papi Yang tahu penjagaan ketat Alan pada Aya dan Ferdi sudah di perhitungkan dengan matang. Agar mereka aman
" Syukurlah , mami tak tahu harus berkata apa Bila ia berani mengusik menantu mami Padahal Reyhan juga pria yang baik Walau sedikit lamban dalam bekerja
Namun dia cukup pintar " kata mami
" Ya kita awasi saja , yang penting Aya dan si kembar aman..Masalah kehidupan mereka kita tak perlu tahu " kata Papi Yang juga ikut memantau perkembangan perusahaannya di tangan Ferdi juga perlindungan untuk putra semata wayang nya itu. Begitu juga dengan menantu dan dua cucunya pewaris keluargga Sandiago Ferdinan .Yang membuat papi santai Namun tetap perduli pada orang orang Yang mereka sayangi
" Sudah malam pi, ayo tidur kalo cerita ngak akan ada habisnya " kata mami
" Ya sayang , besok main lagi ya " bisik papi pelan yang membuat mata mami Risma mendelik
" Apa papi ngak sakit pinggang pi, kita sudah tua" kata mami cemberut
" Mana ada mi papi masih kuat Apalagi sudah ngak kerja Jadi punya waktu untuk . bersantai Dan waktu papi bisa buat bersenang senang dengan mami .Apa kita perlu bulan madu lagi ." kata papi tersenyum
" Tahu ah, ayo tidur " kata Mami Yang tahu tingkat kelakian suaminya itu Yang membuat papi terkekeh .
Mami hanya memeluk pria pujaan nya itu Lalu memejamkan mata nya karna sangat lelah .Sedang kan papi tersenyum sambil mengusap wanita kesayangan nya itu sambil memejamkan matanya Untuk ikut tidur .Karna ia pun lelah karna siang tadi membahas urusan ustad Arifin teman kuliah nya dulu.
********"
Sedangkan di pedesaan Ara baru saja bangun Untuk sholat malam Jam masih menunjukan ke angka 3 dini hari. Yang membuat Ara beranjak dari tempat tidur
Menuju kamar mandi Untuk berwudhu .
Ara mengelar sajadah nya di karpet bulu Terlihat Rio masih tertidur pulas Yang membuat Ara tersenyum Karna suami nya itu hari ini sangat sibuk. Hingga ia tak mengusik tidur Ara .
__ADS_1
Setelah sholat Ara pun kembali berbaring ke tempat tidur Karna masih mengantuk Dan ia pun lalu memejam kan matanya Sambil memeluk tubuh suami nya itu Karna hawa dingin Yang masuk di antara ventilasi Yang membuat Rio memeluk Ara dalam dekapan nya
" Apa Ara terbangun " batin Rio membuka matanya Menatap mata Ara yang masih terpejam .Lalu kembali memejamkan matanya Dan memeluk tubuh Aya semakin dekat .