Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 285


__ADS_3

Ferdi pun lalu menatap Tri dan setelah itu ia pun tertawa


" Hahaha...... boleh boleh Bim, bila perlu nikahi sekalian saja hari ini juga " kata Ferdi


" Yoi Bim kan dia gadis lho perjaka jadi cocok dong " kata Tris ikut tertawa Sedangkan Awan hanya diam melihat Bimo dan Wina yang mematung


" Yah......tegang mereka , kemakan omongan sendirikan Tadi mba Wina sendiri yang nantang di nikahi Mas Bima Dan mas Bima mau tuh " Kata Awan tersenyum


" Kan kita hanya bercanda bos ,ya kan Win " kata Bimo yang sok akrab padahal ia dan Wina hanya baru beberapa kali bertemu Wina di kantor Ferdi


" Ngak gue serius ,kan lho bilang kalo gue jual lho pasti beli " pancing Wina


" Nah lho ..... gimana cerita selanjutnya " kata Awan menatap Bimo


" Tahu ...ah kerja aja , belum selesai nih " kata Bimo yang kembali memilih milih berkas Yang membuat Ferdi dan Tris saling melempar senyum


" Ngak makan dulu, sudah siang nih .Win ayo siapin .Setelah makan kamu bisa melihat meja mu disana Biar minggu depan saat pertukaran sudah tahu posisi meja kerjamu " kata Ferdi


" Ya presdir " kata Wina yang lalu mengeluarkan makanan dari plastik dan menaruhnya di atas meja.


Setelah semua siap mereka pun makan siang bersama . Bimo lebih banyak diam Sambil sesekali melirik Wina sekertaris bos nya itu yang terlihat lumayan cantik


Sedangkan di rumah besar Aya dan Qila sedang bersiap siap untuk pergi shoping Bersama si kembar yang sudah terlihat tampan Karna sudah memakai pakaian rapi yang duduk tenang menunggu di ruang tamu dengan dua pengasuhnya Bersama Tina yang berdiri tak jauh dari sofa tempat mereka duduk


" Sudah siap " kata oma Yang melihat kedua cucunya di ruang tamu


" Yap ...." kata mereka kompak


" Ok.... lest go kita shoping " kata Oma Yang memanggil mang Didin untuk . menyiapkan mobil .


" Sudah siap nyonya tadi mba Tina sudah memberitahukannya " kata mang Didin


" Ya sudah ....ayo kita kemobil , mana Aya dan Qila ?" kata mami


" Disini mi " kata Aya yang datang bersama Qila Membawa tas bayi baju ganti Bila Afnan dan Aska butuh ganti pakaian


" Ya sudah kita berangkat " kata mami Yang lebih dulu menuju teras Lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi tengah Bersama Aya dan Qila Sambil memangku si kembar Sedangkan Wati dan Erni duduk di kursi belakang .


" Berangkat mang , pelan pelan saja " kata mami


" Siap nyonya " kata mang Didin Lalu menghidupkan mesin mobil nya Dan menjalankan mobil nya meninggalkan halaman teras ke pintu gerbang Dan keluar menuju jalan raya utama Membaur bersama mobil lain ke mall terdekat .


" Acik " celoteh Afnan bertepuk tangan


" Amai kak " kata Aska yang juga berceloteh Dan keduanya ngobrol dengan bahasa bayi Yang hanya sedikit Aya mengerti Membuat mami Risma tersenyum melihat keduanya senang

__ADS_1


" Kalian senang kan, Nanti boleh beli beli mainan disana " kata mami mencium pipi Afnan


" Ya ma " kata Aska mengangguk


" Cie ada bayi bayi mau shoping ni ye " kata Qila Yang membuat si kembar tersenyum sambil mengangguk angguk


Tak lama sesampainya di mall mereka pun turun Dan lebih dulu mencari mainan untuk Afnan dan Aska lalu membeli pakaian dan makanan juga susu untuk stock dirumah


Kedua bocah mungil itu pun sangat senang Sambil berjalan tertatih tatih memeriksa tiap rak rak mainan Yang menjadi perhatian para pengunjung .


" Eh ada anak kembar lucu ?" kata seorang wanita pada suaminya


" Ya mereka baru bisa berjalan makanya terlihat lucu " jawab sang suami Karna memang Aska dan Afnan sesekali terduduk lelah di lantai


" Hahaha .... capek ya ayo naik ke kereta dorong saja " kata mba Wati pada Aska Yang terduduk sambil tersenyum


" Ya de, sini naik kak Afnan juga kan capek kalo jalan " kata Aya


" Usah " kata Aska


" Ngak kan biar yang dorong mba Wati dan mba Erni " kata mami


Yang membuat Afnan dan Aska pun naik dan duduk sambil menujuk beberapa mainan .Yang mereka ingin kan


" Banyak amat Ay " kata Qila


" Ya begitulah orang kaya , gampang ya Ay tinggal bayar " kata Qila


" Hehehe....iya lah Yang kerja aja santai ngak pernah protes Kenapa pusing ?" Kata Aya terkekeh Karna tiap belanja Ferdi tak pernah komplain atau pun bertanya kemana Aya menghabiskan uangnya.


" Ya kamu benar Ay, mudahan besok rezeki kami juga bertambah" kata Qila


" Aamiin " sahut Aya


" Tapi ngomong ngomong gue belanja gratis ngak nih " kata Qila melirik Aya


" Iya dong mumpung ada bos" bisik Aya sambil melihat mami Risma yang memilih milih barang


" Alhamdulilah rezeki nomplok " kata Qila senang Karna ia bisa belanja gratis Dan tinggal memilih yang iya suka


Mereka pun asyik mencari keperluan rumah Dan setelah mencari pakaian Wati dan Erni pun bebas memilih apa yang mereka inginkan


" Tante ....." kata seseorang menyapa mami Risma


" Hai ... Naura , dengan siapa ?" kata mami

__ADS_1


" Bersama ku mba !! " kata mamah Reyhan menghampiri mami Risma


" Oh ..... Kalian belanja juga , Apa Tania ngak ikut " kata mami


" Tuh .... Lagi nyari susu hamil " Tunjuk mamah ke arah Tania


Sedangkan Naura mendekati Aya yang memilih daging ikan Sambil melihat lihat jenis ikan Yang akan ia ambil


" Enak ya jadi nyonya Ferdi .Padahal kau hanya gadis desa yang dijual ayah mu untuk melunasi hutang " sindir Naura


Deg....


Aya pun menoleh pada sumber suara Dan lalu membuang nafas kasar nya


Tak perduli pada perkataan Naura karna jujur saja bila ia meladeni nya ia sangat tersinggung Namun Aya bersikap tenang


Walau pun hati nya panas Tapi kepala tetap dingin


" Apa ada masalah ?" sahut Aya tersenyum tipis


" Tidak ... ngak heran memang bila gadis muda sepertimu pintar mencari pria berduit Ketimbang memikir kan pendidikan " Kata Naura


" Ya mba Naura benar , kan sama saja kuliah atau tidak . Pada akhirnya wanita itu akan tetap mengurus suami dan anak anaknya .Karna sehebat apa pun jabatan wanita itu kodratnya tetap di bawah laki laki Untuk menjadi ibu rumah tangga


Lalu apa ada yang salah ? Saya istri sah tuan Ferdi Wajar saja saya memanfaatkan duit suami..Toh suami Aya juga tak pernah protes Kalo saya menikmatinya " Kata Aya penuh penekanan Karna Aya sendiri tak menampik .Karna itu fakta kalo memang ia memang menikmati apa yang ia dapatkan dari suaminya Dan mertuanya.


" Iya ....itulah sifat wanita matre " kata Naura merasa kalah berdebat


" Hahaha...... Oh ya masa sih Aku akui aku matre Tapi dalam konteks positif


Dan Aya yakin mba Naura iri kan Karna di kasih jatah minim ." kata Aya sedikit pelan sambil tertawa


Jleb


Naura pun terdiam dan kalah telak Karna tak salah sama sekali bila Aya berkata seperti itu .Karna ia memang dapat jatah minim Karna Reyhan membatasi pengeluaran nya .


" Ay sini banyak sosis enak boleh ambil ngak ?" kata Qila


" Ambil saja sesuka mu la ,lho bebas memilih apa saja . Mumpung gratis kan tinggal gesek orang suami gue ceo " kata Aya sedikit sombong Berjalan menuju Qila yang membuat Wajah Naura merah Merasa tersindir oleh Aya Yang membuat dadanya sedikit sesak


" Ra....apa sudah sayang " kata mamah Reyhan Sambil melihat Aya yang belanja banyak untuk stock dirumah


" Sudah mah " kata Naura


" Tuh ...anak bebas banget kalo belanja Suaminya banyak duit sih Apalagi dia punya mertua baik dan royal " kata mamah Reyhan pelan

__ADS_1


" Iya mah enak ya " kata Naura


" Bukan enak lagi ra, dia wanita beruntung mengalah kan Tania . Padahal Aya cuma lulusan sma " kata mamah Reyhan Karna dulu ia mengira Fendi jadian dengan Kaifa Tapi rupanya takdir berkata lain kalo Aya lah istri sah Ferdi menantu kakak sepupunya itu .


__ADS_2