Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
bab 457


__ADS_3

Pras terdiam memegang tangan Sinta Ada rasa haru di hatinya Ketika Sinta masih setia merawat dan menemaninya Juga slalu sabar dalam bersikap Agar Pras bisa kembali sembuh seperti dulu Sebulan di rumah sakit bukanlah waktu yang sebentar Untungnya Rio membantu semua kebutuhan mereka juga biaya pengobatannya Yang membuat Pras merasa sangat berhutang budi pada adiknya itu Pras tidak tahu bagaimana ia harus berterima kasih Atas keperdulian Rio padanya juga pada istri dan si mbok Yang sudah mengorbankan waktu dan uangnya Bahkan sejak mulai lulus sekolah Rio sudah bekerja keras banting tulang bekerja apa saja demi bisa menghidupi si mbok Hingga pada akhir nya membuat kehidupan Rio lebih baik Dan lebih beruntung dari nya Rio pantas mendapatkan semua itu Karna Rio juga sudah banyak berkorban menghidupi mboknya Yang seharusnya jadi tangung jawabnya Karna ia anak sulung Tapi Rio tak pernah mengungkit atau menghitung hitung Apa yang ia berikan pada sang kakak juga mbok nya Karna Rio hanya fokus bekerja dan mencari uang Dan itu Rio lakukan sejak kehilangan sang bapa Yang meninggal karna sakit keras


**********


Disisi lain Emma baru saja keluar dari ruang interview Ketika matanya bertabrakan dengan mata teman kuliahnya


" Belva !!" kata Emma kaget Ketika keluar dari ruangan HRD


" Wah .....rupanya orang miskin seperti mu Berani juga melamar pekerjaan disini Aku dengar perusahaan kecil papah mu itu bangkrut Dan kalian tinggal di kontrakan kan ?" kata Belva tersenyum sinis


" Ya itu benar , tapi apa aku salah jika ingin bekerja di sini Lagi pula ini perusahaan umum bukan milik bokap lho kan Dan lagi tak ada tulisan orang miskin di larang melamar kerja " kata Emma cuek


" Ck.....paling modal dengkul kan Atau kau ingin memamerkan tubuhmu itu " kata Belva dengan seringai sadis


" Terserah apa kata mu Bel, kita bersaing secara sehat saja mana akan di terima atau tidak Itu kita lihat nanti . Kalo sekarang kau ingin berkicau silahkan Selamat interview semua sukses " kata Emma cuek lalu melewati temannya itu Seorang kembang kampus di tempat kuliahnya dulu Yang terkenal arogan juga hobby menindas orang.


" Cih dasar perempuan gila ,apa dia pikir dia hebat modal pintar saja tidak cukup " Dumel Belva berdecak kesal Lalu masuk keruangan HRD


Seorang cleaning servis yang mendengar nya hanya mengelengkan kepala mendengar ucapan wanita itu


" Belum kerja ku sudah ribut sendiri biyung .... biyung " guman cleaning servis itu membersihkan lantai


Sedangkan Emma setelah interview langsung menemui Wina di lantai atas Dekat dengan ruang presdir


"Siang mba Wina" kata Emma


" Hai apa sudah interview , ayo sini " kata Wina Yang sebenarnya sudah menerima Emma Namun karna prosedur perusahaan berlaku Emma tetap harus mengikuti interview sebagai formalitas .Agar yang lain tidak iri Karna ia masuk kerja lewat tangan suaminya juga Aya sahabat adiknya Anya


" Ya mba " kata Emma


" Ok duduk sini , biar aku perlihatkan jadwal presdir tiap hari Dan kau harus bisa mempelajarinya Hari ini kau akan pulang sore " kata Wina


" Baik mba " Kata Emma Yang memang di beritahu untuk membantu Wina sementara Wina cuti Apabila Wina sudah masuk kerja ia akan di pindahkan ke departemen lain sesuai dengan bidangnya .Tapi kalo kinerja nya bagus.Ia tetap akan jadi asisten Wina

__ADS_1


Sedangkan di dalam ruangan Ferdi sibuk mengoreksi berkas Yang menumpuk Karna Bimo sedang cuti Dan mau tak mau Ferdi yang mengambil alih semuanya Selama Bimo pergi liburan cuti Karna tak mungkin Ferdi membiarkan semuanya kacau balau


" Wina ....." panggil Ferdi dari dalam ruangan


" Ya presdir " Kata Wina


"Tolong fotocopy kan ini Dan jangan lupa nanti di salin " kata Ferdi


" Baik Presdir, Emma sini " Kata Wina memanggil Emma .


" Presdir ini Emma , Yang akan menganti kan saya sementara saya cuti " kata Wina


"Slamat siang presdir saya Emma " Kata Emma membungkuk hormat tersenyum pada Ferdi untuk menghormati pria di depannya itu .


" Siang, apa kau istri Sam " Kata Ferdi menatap Emma sekilas


" Ya Presdir " Kata Emma


" Baiklah , pelajari dengan baik Apa yang di ajarkan Wina Karna aku tak suka orang bekerja lamban dan ceroboh" Kata Ferdi


" Kalo begitu kami permisi presdir " kata Wina


" Ya " kata Ferdi singkat


Lalu Wina dan Emma keluar dari ruangan Ferdi dan mulai bekerja kembali Begitu juga Ferdi yang sibuk dengan berkasnya


***********


Di tempat lain Aya baru saja masuk rumah Ketika mami keluar dari ruang kerjanya


" Mi ....." kata Aya menyalami sang mertua


" Mami mau kebutik , kau urus semua berkasnya ya Ay karna Siska lagi di rumah sakit Ia mengalami kecelakaan " kata mami

__ADS_1


" Inalilahi , bagaimana bisa mi " Kata Aya kaget


" Mami ngak tahu, maka nya ini mami mau kesana tadi mami baru saja buka email dari Siska , dia ngak bisa bicara Tapi dokter bilang tangannya masih bisa bergerak " kata mami


" Ya mi , hati hati suruh Ken dan Tan menemani mami Biar tak terjadi apa apa di sana Apalagi kata mami Siska tak bisa bicara " Kata Aya khawatir


" Ya sayang, istirahatlah dulu mami berangkat ya "kata mami


" Ya mi , hati hati " Kata Aya memandangi punggung mertuanya itu menghilang di balik pilar dan masuk mobil lalu pergi bersama Ken menghilang di balik pintu gerbang utama


Aya lalu masuk kekamarnya untuk berganti pakaian .Lalu duduk sebentar disisi ranjang Sambil memikirkan sesuatu tentang kecelakaan yang menimpa Siska


"Apa ada sesuatu yang terjadi "batin Aya berpikir Lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur Walau pikiran nya kemana mana .


" Ah aku mau tidur sebentar , sebelum kerja " guman Aya memejamkan matanya


Dan sorenya Aya terbangun dengan tubuh fit Karna lelahnya berkurang Lalu Aya mandi . Setelah rapi ia menemani si kembar sebentar sebelum itu Aya keruang kerjanya Untuk melanjutkan pekerjaan kemaren .


Aya duduk di meja kerjanya dan fokus menatap laptopnya Untuk melihat email masuk dari siska


*****


Orang itu mengincar nona Aya Tolong berkas hanya di rumah saja Takut saya tak bisa membantu


*****


" Berkas ..... " Kata Aya berpikir sejenak mengingat berkas .


" Astaga berkas ?? "Kata Aya Yang ingat kemaren ia membawa berkas dari butik Lalu membuka laci mengambilnya Ini .....lalu Aya meletakan nya di atas meja Membuka dan melihat berkas berkas di dalamnya satu persatu dan


Deg........


" Astaga " kata Aya kaget

__ADS_1


Karna ada catatan utang di butik milik mami Risma dengan uang 3 milyar atas nama Eka asisten Siska Yang di pinjam belum di kembalikan Karna uang itu selama ini memang di pegang Eka dan kemaren Siska sempat membahasnya bersama Aya Karna itu kas darurat Untuk gaji para karyawan Yang tak masuk rekening mami Risma.


Ingat mami Aya langsung menelpon Ken Untuk minta Ken slalu mengawalnya Bersama Tan yang sedang berada di butik untuk mencari tahu masalah Siska yang terjatuh dari tangga.


__ADS_2