Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 37


__ADS_3

Setelah selesai saur mereka pun sholat berjamaah di mushola belakang Ferdi diminta jadi imam oleh sang papi Tapi bukan nya menjawab Ferdi malah mengaruk leher nya yang tak gatal karna sedang berpikir keras menolak


" Kenapa , ayo kan sudah mau jadi ayah " kata papi Yang menatap wajah Ferdi


bingung .


" Anu pi , besok saja ya pi hari ini papi saja ya " kata Ferdi yang cangung karna belum terbiasa dan gugup .


"' Benar besok ya awas kalo bohong dosa karna kamu harus jadi imam karna sudah mau punya anak " kata papi .


" Ya pi besok " kata Ferdi


" Ayo sudah ayo rapatkan sap " kata papi Lalu mereka pun sholat subuh berjamaah Aya Yang Pertama kali nya melihat Ferdi memakai kopiah tersenyum Karna baru kali ini Ferdi sholat memakainya kopiah dan terlihat sangat tampan


Setelah selesai sholat Aya dan Ferdi pun kembali kekamarnya. Dan di kamar Aya menyiapkan pakaian kerja Ferdi yang akan di pakai nya kekantor.


" Bang ini Aya taruh disini ya " kata Aya


" Ya sayang " kata Ferdi yang membuat Aya tertegun mendengar kata Ferdi barusan .Karna selama ini Ferdi hanya menganggap pelayan setianya Tapi entah mengapa Ferdi mendadak berubah akhir akhir ini Yang membuat Aya bertanya tanya Apalagi Ferdi memanggilnya dengan kata sayang .


" Apa kami sudah benar benar pernah menikah " batin Aya bingung Lalu duduk di sisi ranjang


" Abang mandi dulu ya " kata Ferdi


" Ya bang " kata Aya. duduk termenung Dan tak sengaja ponsel Ferdi bergetar.


Dan ada nama Heni Yang tertera sedang memanggil


" Apa aku angkat atau aku biar kan saja ya " kata Aya bingung .Tapi entah mengapa tangannya meraih ponsel itu Dan lalu mengangkatnya karna ingin tahu


" Halo...... " kata Aya .


" Heh...... siapa kau berani mengangkat ponsel kekasih ku " kata Heni di sebrang sana gusar Karna bukan Ferdi yang mengangkatnya


" Bukan siapa siapa " kata Aya kaget lalu meletakkan nya diatas nakas kembali '


Sedangkan Heni melempar ponselnya di atas kasur Karna tahu Ferdi bersama perempuan lain .


" Dia pasti perempuan itu Yang sudah merebut perhatian Ferdi dari ku " kata Heni mengepalkan tangan nya .


" Lihat saja nanti ku buat kau menyesal menganggu kami " kata Heni


Ada rasa marah dihatinya karna sudah seminggu ini Ferdi menghindarinya Dan tak mau membaca pesan nya Apalagi membalas nya


Sedangkan Aya terdiam merasakan ada rasa aneh dalam hatinya.


" Kekasih ...... abang punya kekasih " kata Aya dan melihat ponsel nya ikut bergetar lalu mengangkatnya


" Halo...... assalamualaikum " kata Aya


" Kak .... ini Amara kak.... ayah kecelakaan kak Bisa pulang ngak kak " kata Amara disebrang sana sambil menangis


" Iya de iya .... tenang ya ade jangan nangis kakak akan kesana " kata Aya mencoba menenangkan Amara adiknya Setelah itu hubungan pun terputus


" Halo ..... ara .... " kata Aya .

__ADS_1


" Ya allah pasti dia pake telpon umum " kata Aya yang bingung .Lalu bergegas merapikan bajunya dalam tas ranselnya


" Cukup 3 lembar saja aku akan kesana setelah itu ......"


" Aya ....." panggil Ferdi


" Ya bang " kata Aya yang lalu cepat cepat menyembunyikan tas nya


" Kalo tuan tahu pasti dia tak akan mengizinkan ku " kata Aya yang bergegas menghampiri Ferdi.


" Iya bang kenapa ?" kata Aya .


" Ini pasangkan " kata Ferdi yang memberikan dasinya pada Aya Dan Aya pun memasang dasi Ferdi dengan rapi. Setelah selesai Ferdi mencium kening Aya dan memeluk nya .


" Abang berangkat ya , ingat istirahat lah dirumah jangan terlalu capek " kata Ferdi memeluk erat tubuh Aya


" Yang bang " kata Aya Yang mengantar Ferdi keteras sambil membawakan tas kerja nya Dan menyalami tangan Ferdi penuh takzim . Setelah Ferdi berangkat Aya pun bergegas menuju kamar mami.


" Tok .... tok....tok.......


" Ya masuk " kata mami dari dalam .


Ceklek..........


" Hai sayang ada apa ?" kata mami .


" Mi maaf boleh ngak Aya pulang kampung Karna ayah kecelakaan Dan hanya adik Aya disana ..


" Ya Allah..... inalilahi " kata Mami lalu menatap papi.


" Iya pi , sekarang Aya siap siap dulu " kata Aya .


" Ya ..... papi tunggu ." kata papi menatap mami Risma


" Bagaimana kalo Ferdi mencarinya pi Pasti anak itu belum tahu " kata mami


" Nanti mami bisa menjelaskan nya baik baik pada Ferdi Kasihan dia, Pasti Aya juga rindu pada keluargga nya " kata papi .


" Ya pi " kata mami Yang membereskan pakaian suaminya Karna mendadak pagi ini kantor cabang minta rapat dipercepat.


*********


Amara menangis ketika Ayah nya mengalami koma .Dan mobil yang menabrak tak bertangung jawab.


" ibu ......" kata Amara melihat sang ibu datang .


" Ya ampun nak ayah kenapa ?" kata ibu indri terlihat murung


" Ayah kecelakaan bu " kata Amara terisak


" Sudah jangan menangis Ayah pasti sembuh .Jadi Ara berdoa saja " kata ibu Indri menenangkan Ara panggilan Amara dirumah sedari kecil


" Iya bu Ara juga sudah telpon kak Aya " kata Ara terisak


" Waduh .... kenapa dia menelpon Aya segala sih . Mana tuh si tua bangka pake koma harusnya di mati saja " batin bu indri. Yang mengusap usap punggung Ara yang sedang menangis.

__ADS_1


Sedangkan Aya duduk tenang dalam pesawat bersama papi Sandi .Yang tadi sempat membelikan tiket dadakan untuk Aya sekalian .


" Apa Aya tahu alamat desa nya " tanya papi Sandi melirik menantunya itu


" Ya pi tak jauh dari pusat kota Desa tamanan " kata Aya yang masih ingat sering pulang kesana bersama sang bunda bila lebaran . Walau rumah sang kakek kecil tapi cukup nyaman ditempati Dan halaman nya juga cukup luas " kata Aya .


" Nanti biar sopir yang akan mengantar Aya kesana ya Papi akan menginap sehari disini " kata papi sandi .


" Ya pi trimakasih banyak pi " kata Aya


Yang tak tahu harus bagaimana lagi karna hari ia bisa bebas dari Ferdi


" Tak perlu berterimakasih itu kewajiban papi pada Aya sebagai mertua Aya " kata Papi merangkul bahu Aya dan menepuk nepuknya pelan.


" Ya pi " kata Aya


Hanya satu jam lebih pesawat sudah mendarat di bandara adi Sucipto dan Papi menyuruh seorang sopir menjemput nya Karna memang tugasnya antar jemput


" Sapto ini menantu saya ,nanti setelah sampai kantor tolong antarkan Aya ke rumah kakeknya ya .Aya tahu alamat nya " kata papi .


" Iya tuan " kata Sapto .


"' Trimakasih pi , pa Sapto " kata Aya


" Eh belum non, kan baru mau diantar " kata pas Sapto bercanda.


" Ya ngak pa Sapto duluan teimakasih nya Takut nanti lupa " kata Aya tersenyum . Walau sebenarnya hatinya sangat sedih mendengar kabar sang Ayah kecelakaan .


Mobil pun sampai di depan perusahaan . Dan Aya mencium takzim tangan mertuanya ketika papi Sandi turun Lalu Aya pun kembali masuk mobil .


" Aya ..... " kata papi


" Iya pi " kata Aya kembali membuka pintu mobil .


" Ini buat jaga jaga ya " kata Papi Sandi Yang memberikan amplop tebal untuk Aya yang hampir lupa ia berikan .


" Ini apa pi , kata Aya bingung .


" Buat jaga jaga Dan aktif kan ponselmu Agar papi mudah menghubungi mu ya " kata Papi menatap Aya


" Astagfirullah maaf pi Aya lupa " kata Aya meraih tas salempang nya menaruh uang dalam tas nya Dan mengaktifkan kembali ponsel nya.


" Ya sudah berangkat lah Sapto ingat hati hati " kata papi sandi


" Ya tuan ... kami berangkat tuan " kata Sapto


" Ya sap, Aya ingat kalo ada apa apa hubungi papi ya " kata Papi


" Ya pi trimakasih banyak " kata Aya Yang membuat papi tersenyum. Lalu Aya pun melambaikan tangan nya. Lalu mobil pun melaju ke alamat yang dituju..


Dirumah sakit Amara duduk termenung Menunggu Ayah nya di ruang ICU yang membuat nya mengengam tangan ayah nya dengan erat .


" Yah ini ara " bisik Ara pelan.


" Aya .. ...." kata pa Kevin pelan membuka matanya menatap Ara .

__ADS_1


" Ayah Ara sudah kasih tahu kakak pasti kakak akan datang " kata Ara mengelus tangan ayahnya Sedangkan ibu nya pamit pergi entah kemana Setelah melihat kondisi pa Kevin koma.


__ADS_2