
Setelah menunggu Aya selesai menyusui Aska Keduanya berangkat kerumah sakit. Mereka di kawal Alan dan Tina Yang memang bertugas menjaga tuan dan nonanya .Perjalanan yang tak begitu macet . Mempermudah lancarnya laju mobil yang dibawa Alan Yang membawa mereka kerumah sakit yang dituju.
Tak lama Ferdi dan Aya pun sampai
Lalu keduanya turun di kawal Tina Sambil mencari kamar rawat di mana mamah dan papah Tania dirawat
" Mba Tania " kata Aya .Ketika melihat Tania keluar dari salah satu ruangan .
" Aya .... " kata Tania langsung memeluk Aya sambil menangis . Ferdi yang berada di belakang Aya memandang Deril yang juga berada di belakang Tania .
" Operasi nya gagal Fer , papah tak selamat " kata Deril lirih Dan Aya memeluk Tania erat karna Tania menangis dalam diam
" Apa Reyhan sudah di kabari " kata Ferdi menatap Deril
" Mereka dalam perjalanan kesini Fer " kata Deril
Sedangkan Tania masih memeluk Aya .
Tak lama mami dan papi muncul .Tadi mereka sedang menunggu mamah Tania yang selamat. Yang baru saja selesai di operasi Satu jam yang lalu
" Tan..... sabar ya , ikhlaskan semuanya " kata mami mengelus punggung Tania
" Ya tante, tapi Tania belum sempat memberitahukan papah Kalo Tania hamil " kata Tania lirih .
" Sudah...... papah mu pasti sudah tahu Dan bahagia di alam sana .Tinggal kau iklas melepasnya Ayo Ay kita bawa Tania melihat mamahnya Biar Ferdi dan Deril mengurus semuanya " kata mami Risma mengandeng Tania bersama Aya
" Ya mi " kata Aya Yang juga ikut merasa sedih. Membayangkan dirinya menjadi Tania . Tapi Tania masih beruntung karna mamahnya Masih hidup dan selamat
Papi pun menatap Deril dan Ferdi .Lalu Deril mengangguk untuk mengurus kepulangan jenazah mertuanya .Yang dibantu Ferdi .Dan papi Sandi kembali keruang rawat mamah Tania .Untuk menemani ketika wanita itu
********
Aya pulang di antar Alan dan Tina . Karna tak mungkin ia berlama lama di rumah sakit Karna pastinya kedua anaknya akan mencarinya . Dan Ferdi menyuruh Alan untuk mengantar Aya pulang lebih dulu Setelah mengantarnya ke rumah keluargga Tania .Untuk ikut mengurus pemakaman Karna Reyhan dan Naura masih dalam perjalanan pulang.
Aya langsung bergegas mandi dan membersihkan diri sepulang dari rumah sakit Dan menganti pakaian nya .Karna ia tak ingin membawa kuman penyakit untuk kedua anaknya .
" Nona ...apa yang terjadi Apa mereka selamat " kata bi Yam ketika melihat Aya pulang
__ADS_1
" Ya begitulah bi, kasihan mba Tania " kata Aya sedih . Lalu menceritakan apa yang ia tahu pada bi Yam
" Inalilahi , ya sudah nona istirahat dulu Afnan dan Aska sedang di taman . Mereka baik baik saja. Nanti bi Yam akan kesana sebentar .Tadi nyonya meminta bibi untuk memesan makanan.Mungkin untuk pengajian nanti malam " kata bi Yam menatap Aya
" Ya bi, apa Aya perlu ikut kesana " kata Aya bingung
" Nyonya bilang tidak usah non, kasihan Afnan dan Aska .Nona Tania pasti bisa mengerti . Sudah ada tuan muda Nyonya dan tuan besar disana " kata bi Yam
" Ya bi , Aya ketaman dulu lihat si kembar ya " kata Aya .Meninggal bi Yam
" Ya non " kata bi Yam Memandangi punggung Aya . Karna tahu pasti Aya juga ikut sedih Merasakan kehilangan orang yang kita sayangi .
Sedangkan di sekolah Ara menunggu Rio dengan sabar bersama Ratih .Karna Nila sudah pulang duluan .
" Ra ayo , aku antar pulang " kata Ardi menghampiri Ara dan Ratih .
" Maaf kita sudah dijemput Ar, mobilnya sudah dijalan sebentar lagi nyampe kok " Kata Ara tersenyum
" Aku mau Ar diantar kamu " goda Ratih sambil tersenyum
" Ar ayo antar aku pulang , ngapain juga ngobrol sama mereka " kata Tasya langsung naik di boncengan Ardi .
" Tapi Sya aku mau......" kata Ardi bingung pada sepupunya itu.
" Udah ayo jalan .... ngapain juga mau nawarin mereka ikut Biar naik angkot saja kan orang ndeso " kata Tasya judes juga sinis
Tak lama mobil Rio menghampiri mereka Dan Ara yang melihat nya Langsung menarik tangan Ratih
" Ayo Rat, dia pikir dia doang yang punya mobil , Sombong amat tuh orang " gerutu Ara yang langsung naik kedalam mobil Dan menutup pintu mobil rapat .
" Jalan mas kita pulang " kata Ara
" Ada apa " kata Rio
" Bukan apa apa mas, cuma malas lihat orang sombong " kata Ara .
Mobil pun melewati Ardi dan Tasya yang masih belum pulang .Dan Tasya cukup kaget karna Ara naik mobil Karna ia pikir Ara naik angkutan umum Seperti Ratih dan Nila .Yang juga kadang naik sepeda listrik .
__ADS_1
Di mobil Ratih tersenyum puas melihat wajah Tasya cemberut karna .Melihat mereka di jemput mobil bagus Walau itu cuma mobil bak terbuka Tapi cukup keren untuk di bawa kemana pun .
" Kok senyum Rat " kata Ara yang melihat Ratih dari kaca spion
" Ya dong ra, dia pikir kita naik angkot Aku senang bisa lihat orang yang merendahkan kita galau dan iri .Karna mereka hanya melihat kita berdasar kan luarnya saja ..Tak mampu menilai hati seseorang " kata Ratih
" Siapa ?" kata Rio
" Biasa mas, teman kita tuh yang tadi nangkring di boncengan " kata Ratih
" O..... Kenapa memang ?" kata Rio penasaran.
" Ngaku nya sih anak orang kaya mas, bergaya sok artis pamer ini dan itu Tapi ya begitu lah pulang nebeng dan minta di jemput. Dia itu iri sama Ara karna Ara banyak yang suka .Tapi sayangnya sama Ara dicueki. Ya kan ra " kata Ratih .
" Biarin Rat, ngak usah dibahas bikin pusing ngapain ngurusin orang . Ya ngak mas mending Aku ngurusi Ayam dan mentok di kebun " kata Ara .
" Hahaha....... betul itu ra. Ya juga ya ra kita kan kerja .Sedang dia masih minta orang tua .Ya ngak level lah. Mending ngurusi ayam dan mentok dapat duit kan ra " kata Ratih
" Iya lah, makanya ngak usah di gubris Rat . Biarin saja mereka nyinyir malas ngurusin .Di kelas saja aku diami kok " kata Ara .Yang tak mau terpancing pada perkataan teman temannya Karna Ara menutupi kehidupan pribadinya .Dan Ara masa bodo dengan pendapat mereka .
" Ya emang harus gitu ra, kita lebih baik dari mereka .Ya ngak mas " kata Ratih minta pendapat Rio .
" Ya Rat , Ara benar kita tak perlu ambil pusing dengan urusan orang .Fokus saja pada kehidupan kita sendiri Semakin sedikit orang yang tahu itu lebih baik . Karna mereka tak akan tahu seperti apa hidup kita. Dan lagi yang penting kita bahagia ya ngak de " kata Rio yang lebih banyak diam tak mau ikut campur urusan orang lain Kecuali keluargga dan teman dekatnya
" Iya lah Rat , pada intinya kita makan nyari pake usaha kita sendiri ngak minta uang mereka . Jadi biar kan saja mereka nyinyir Yang penting kita ngak ngerepotin mereka Dan kita juga ngak perlu repot mikirin orang .Kata pepatah dulu Anjing menggonggong Kafilah tetap berlalu " kata Ara .
" Hahaha...... betul itu ra , apalagi kita sudah bisa cari duit . " kata Ratih yang bersyukur bisa berteman baik dengan Ara dari SD hingga ketika ia susah Ara bisa membantunya Hingga kini hidupnya lebih baik . Dan kini Ratih juga bisa menabung Dan membantu orang tuanya.
Rio ikut tersenyum mendengar obrolan Ara dan Ratih. Karna dua wanita itu bersahabat baik dari kecil Hingga Rio tak merasa was was ketika Ara sekolah reguler .Karna Ratih dan Nila bisa ikut mengawasinya Ara di sekolah . Walau kedua temannya itu lulusan paket C .Tapi jaman sekarang sudah bisa melanjutkan sekolah dan kuliah dimana pun . Bebas Karna kebijakan dari pemerintah .
Dan Rio pun lebih dulu mengantar Ratih pulang kerumahnya seperti biasanya . Setelah itu mereka pulang kerumah Ara
Melewati jalan yang biasa mereka lalui .
Brak..... ...bum.......brak
" Mas Rio...... " Teriak Ara kaget
__ADS_1