Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 401


__ADS_3

Sedangkan Aya bergegas ke kelasnya Karna tadi ia hanya buang air kecil .


" Alhamdulilah bikin kaget aja tuh senior " kata Aya Yang langsung masuk kelas Karna tadi ia lupa minta Gita untuk menemaninya ke kamar kecil


Dan untung nya pagi tadi ia di antar pa Arif Dan pa Arif langsung pulang Ketika mengantar Aya kekampus


Sedangkan di rumah besar mami Risma dan papi Sandi lagi ngobrol dengan Alan dan kedua orang tua Alan Yang datang tadi malam dari bandung Dan Alan pulang kemaren sore dari singapura Jadi hari ini mami mengadakan perjamuan makan malam untuk menyambut Alan yang sudah sembuh Yang sudah mami dan papi anggap seperti anak kandung mereka sendiri Apalagi saat kecelakaan itu Alan lah yang jadi bantalan Ferdi putra mereka Hingga Ferdi selamat


"'Teh kalian nginap di sini ya, biar kita kumpul bersama " kata mami pada mami Alan


" Ya ampun mba Risma ini terlalu baik sekali sama kita ya pi , sampai saya ngak enak hati " kata mami Lia


" Kita ini keluargga jadi santai saja " kata mami Risma


" Kami merasa tidak nyaman nyonya Karna sudah banyak merepotkan kalian " Kata papi Alan


" Tidak ... Di , kalian sudah seperti keluarga kami sendiri " kata mami


" Ya terimakasih tuan , kami sangat senang Alan bisa kembali berkumpul bersama kami " kata mami Lia


" Iya tentu dong apa lagi bakal ada anggota baru di keluarga kalian ya kan Tin " Kata mami Risma tersenyum


" Maksud nyonya " kata Alan kaget mengernyitkan dahinya menatap Tina Yang tersenyum padanya


" Apa kau belum tahu lan, istrimu itu sedang hamil " kata mami yang membuat mata Alan terbelalak


" Tin ......" kata Alan menatap Tina Meminta jawaban istrinya


" Iya kak Tina hamil 2 bulan " kata Tina tertunduk yang membuat Alan senang Lalu langsung memeluk istrinya itu Begitu juga mertuanya yang duduk disebelahnya


" Ya Allah berarti kita mau punya cucu pi tuan mba " kata mami Lia senang


" Ya " kata mami Risma dan papi Sandi tersenyum


Alan pun menciumi Tina berkali kali saking senang nya karna itu hadiah terbesar bagi nya Setelah kesembuhan nya ia mendapat bonus kehamilan Tina


Yang membuatnya bahagia pantas Aya tak mau membawa Tina karna ingin Tina istirahat di rumah ketika hamil muda .Dan menyuruh Tina cuti untuk sementara waktu


" Cih lebay ..... kau lan " kata Ferdi yang datang bersama Tris dan Bimo


" Astaga tuan muda kalo ngiri bilang " kata Alan santai


" Hahaha ....... Ferdi mau menambah lagi lan jadi ngak bakal ngiri ya kan Fer


" Iya dong Selamat ya Tin " kata Ferdi tersenyum sambil duduk di sebelah papinya begitu juga Tris dan Alan


" Ya lan slamat untuk kalian, hari ini kita bebas tugas karna bos ingin kami menyambut Alan pulang " kata Tris

__ADS_1


" Trimakasih tuan muda , anda sangat pengertian " kata Alan tersenyum Lalu mereka pun ngobrol bersama di ruang tamu


Di kampus Aya baru saja ingin masuk mobil ketika seseorang menarik nya


" Akh .....apa apaan ini " kata Aya terkejut Ketika seseorang mencengkram tangannya


" Nona Aya ..... " Teriak pa Arif kaget


Namun Aya yang di tarik seorang pria tak di kenal itu langsung berontak Dan menendang ******** si pria


" Bug...... bug......


" Akh sial ......" kata pria ini memegang milik nya Dan Aya bergegas lari masuk kedalam mobil pa Arif yang ingin turun menolong Tapi kembali lagi masuk ke dalam mobil .


" Ayo pa cepat " Kata Aya mengunci pintu mobil


" Ya nona " kata pa Arif dan membawa mobil itu melaju Karna tadi ia tak masuk parkiran kampus Sebab itu lah Aya di incar orang tak di kenal


" Apa nona kenal mereka ?" kata pa Arif menarik nafas lega nona nya sudah aman


" Tidak ..... Tapi Aya pernah melihat pria itu dimana ya Aya rasa Aya pernah bertemu sebelum nya pa " kata Aya mengingat ingat pria itu Karna pria itu terlihat seperti tak asing baginya


" Astagfirullah dia kan suami nya ibu " guman Aya Yang pernah datang bersama ibu tirinya kerumah sakit ketika ayahnya koma Yang ingin meminta pembagian harta gono gini perceraian Ketika ayahnya sakit waktu itu .Tapi Ayah tak memberikan apa pun Karna memang harta nya sudah ludes


" Huh.....apa dia sudah bebas dari penjara Atau dia tinggal bersama ibu lagi " kata Aya dalam hati


Andaikan ibu nya saat itu tak meninggal kan ayahnya Mungkin Aya masih mau membantunya Tapi melihat pria itu tadi menarik nya membuat Aya harus berhati hati dan waspada pada orang yang sengaja mengincar nya


" Tidak apa apa pa " kata Aya yang langsung mengirim pesan pada Gita untuk mencari guru ilmu bela diri


Tit......tit.......


Pesan pun di balas Gita


*****


Kita bahas besok ya di kampus


*****


Ok ......


Send .....


Lalu Aya pun menyimpan ponselnya dalam tas Dan duduk tenang di kursi belakang


Dan tak terasa mereka pun sudah masuk ke pintu gerbang utama Yang membuat Aya bergegas masuk lewat pintu Karna banyak tamu di ruang tamu .

__ADS_1


" Nona sudah pulang ?" kata bi Yam Melihat Aya masuk dari pintu samping


" Ya bi, mana Afnan dan Aska ?" kata Aya


" Di ruang tamu nona " kata bi Yam Yang sedang menata meja


" Ya sudah, Aya bersih bersih dulu ya bi " kata Aya


" Ya nona " kata bi Yam memperhatikan punggung Aya Dan tersenyum


" Bi tuan muda sedang apa ?" kata pa Arif nongol di dapur


" Di ruang tamu , menemani para tamu di depan Ada apa pa " kata bi Yam menatap pa Arif penuh selidik .


"' Tadi nona Aya mau di culik orang , Dan saya mau bicara pada tuan muda " kata pa Arif berbisik pelan


" Astagfirullah aladzim , lalu bagaimana. Bisa pulang kerumah " kata bi Yam penasaran


" Nona Aya menendang perkutut nya " bisik pa Arif pelan


" Hah........" kata bi Yam kaget Tapi setelah itu tersenyum


" Bagus ......biar mampus tuh orang " kata bi Yam berkacak pinggang membuat bi Siti dan yang lainya memperhatikan pa Arif dan bi Yam


" Trus nona kabur dan kami langsung pulang " kata pa Arif


" Ya nanti akan bibi sampaikan pada tuan muda " kata bi Yam Sambil menata meja makan


" Ya bi terimakasih " Kata pa Arif yang berlalu keluar kembali Ke pos nya Sedang kan bi Siti mendekati bi Yam yang penasaran dengan pembicaraan pa Arif tadi


" Ada apa bi dengan pa Arif


"' Dia melapor kalo nona Aya tadi hampir di culik orang " Kata bi Yam


" Hah ....di culik lalu " kata bi Siti kaget


" Nona Aya berontak dan menendang perkutut penculik nya hebat kan " kata bi Yam tersenyum


" Hahaha ........ya benar hebat tahu rasa tuh penculiknya Tapi pasti sakit kan bi kalau perkutut nya di tendang " kata bi Siti menahan ngeri


" Ya jelas sakit dong " kata bi Yam Yang menahan tawa


" Apa ada yang lucu Yam " kata mami mengangetkan keduanya


" Itu nyonya nona Aya menendang perkutut eh perkutut " kata bi Siti latah


" Perkutut siapa Yam ?" kata mami

__ADS_1


" Itu perkutut pria yang mau menculik nona nyonya " kata bi Yam Lalu mencerita kan apa yang disampaikan pa Arif tadi padanya


" Bagus ........hahaha .." Kata mami tertawa


__ADS_2