
Aya sudah mandi dan berpakaian rapi ketika Via menelpon nya .
" Halo Vi , gimana kabar mu dan ibu mu sudah sehat kan " kata Aya
" Alhamdulilah Ay, ibu mulai membaik " kata Via
" Syukur lah oh ya apa ada kabar dari Ara Vi gimana kabar Ayah " kata Aya
" Ayah mu sehat Ay , Ara bilang ia sedang menabung untuk membeli ponsel Aku sudah memberikan nomor mu padanya Biar nanti Ara bisa menghubungi mu langsung ." kata Via
" Alhamdulilah , trimakasih ya Vi , aku
kangen dengan Ara .Aku juga ingin bertemu mereka " kata Aya terharu sambil menghapus air mata nya
" Ya aku gerti Ay, mudahan kalian bisa bertemu . Kalo majikan mu baik pasti dia bakal ngizinin kamu pulang Ay . Dan pas lebaran kamu bisa mudik " kata Via
" Aamin ya mudahan saya Vi Aku akan menabung untuk pulang kesana " kata Aya senang.
" Ay maaf aku belum bisa mengembalikan uang mu Karna aku baru kerja lagi " kata Via lirih
" Ngak usah dipikirin Vi pikir kan aja ibu Dan doakan aku sehat itu sudah cukup . Anggap itu rezeki ibumu " kata Aya yang tulus membantu temannya itu
" Trimakasih Ay, mudahan rezeki mu berlimpah ya Ay. Karna kamu sudah banyak membantu keluargga ku Tapi aku belum bisa membalasnya " kata Via
" Biar Allah yang balasnya Vi , Yang penting ibu mu sehat " kata Aya.
Lalu mereka pun bercanda dan bersenda gurau juga bercerita tentang teman teman masa sekolah mereka. Dan .Aya juga bercerita sempat bertemu Rio teman sekelasnya itu.
Di cafe Kaifa sedang bertemu Wandi
Karna Wandi ingin bicara pada Kaifa
" Apa kau yakin tak mau kita menikah Ferdi sudah bilang padaku Bahwa dia tak mau menikahi mu " kata Wandi
" Aku tak perduli , bila kau mau belikan dulu rumah yang kemaren Dan mobil baru untuk ku " kata Kaifa .
" Kau gila Kai , aku baru saja menjabat direktur belum bisa seperti Ferdi bisa kah kau bersabar sedikit lagi Kita akan menikah dengan pesta impian mu " kata Wandi .
" Tapi aku masih cinta dengan Ferdi Wan, aku tak mau kalah dengan ulat gatal itu
Dia sudah mengambil dan merebut Ferdi dari ku " kata Kaifa
__ADS_1
" Tapi Ferdi sudah bilang padaku Kai Dia menolak mu Karna Aku sudah meniduri mu " kata Wandi
Kaifa terdiam lalu berpikir kenapa Ferdi slalu menghindarinya Dan itu membuat Kaifa sangat membenci Heni . Dan ia berniat mencelakai gadis itu
" Aku akan memberinya pelajaran nanti Karna dia sudah menghancurkan hubungan ku dengan Ferdi " kata Kaifa dalam hati .
" Baiklah beri waktu untuk ku berpikir Dan kau juga harus menepati janjimu . Nanti malam kita bertemu di tempat biasa " kata Kaifa
" Baiklah " kata Wandi menarik nafas dalam Karna ia memang menyukai Kaifa sejak dari bangku kuliah .
***********
Sedangkan di sebuah cafe bu indri sedang berjanji bertemu seseorang Dia pergi tampa sepengetahuan pa Kevin dan Amara. Karna suami nya sekarang sudah membayar catering Jadi ia tak perlu repot repot memasak dan mencuci pakaian mereka .
" Sudah lama menunggu " kata pria itu yang langsung duduk di hadapan bu Indri
" Kau lama sekali , aku rindu si tua bangka itu tak bisa menyenang kan ku " kata bu indri manja.
" Lalu apa lagi yang kau tunggu cerai kan dia Agar kita bisa menikah " kata pria itu .
" Hei..... bersabarlah aku masih membutuh kan sertifikat tanahnya buat kita sayang " kata bu indri Karna ia ingin menguras habis harta suami tuanya itu . Agar cepat mati dan menikah dengan selingkuhannya
" Kau memang wanita pintar sayang " kata pria itu
" Hahaha ... kau ini ayo kita kehotel untuk bersenang senang . Aku akan memuaskan mu Karna kau sudah lama kan puasa " bisik pria itu tersenyum
Sedangkan disisi lain pa Kevin yang tak jauh dari tempat itu Hanya mengelengkan kepalanya .Karna kecewa dengan istrinya itu .Indri tidak tahu kalo ia mengawasi istrinya itu
" Kau wanita gila dri , tega sekali kau melakukan itu pada ku " kata pa Kevin lalu pergi menjauh dari tempat itu Dan pulang kerumah Dengan hati kecewa
Dirumah pa kevin membereskan semua
surat tanah nya Dan merapikan berkas berkas Dan ijasah Aya juga surat nikah putrinya
" Kau tak akan dapat apa pun kali ini dri karna semua nya hanya untuk anak anak ku " kata pa Kevin menjadikan satu semua berkasnya Dan membawa nya pergi . Menuju sebuah rumah kecil dekat kebun kopi
" Assalamualaikum " kata pa Kevin
" Walaikum salam " jawab seseorang dari dalam rumah bedak itu
" Pa ada apa sore sore kesini " kata Rio kaget.
__ADS_1
" Oh bapa cuma mampir nak sekalian beli makanan buat buka. Oh ya boleh bapa titip tas ini. Jangan berikan pada siapapun
kecuali pada Aya . putri sulung bapa Dan kalo ada apa apa terjadi pada bapa tolong simpan kan tas itu sampai ia datang mengambilnya " kata pa Kevin .
" Iya pa akan saya simpan " kata Rio Yang bingung Tapi ia mengiyakan saja permintaan pa Kevin
Pa Kevin pun lalu pamit untuk pulang Setelah menitipkan tas nya. Dan ia merasa lega sudah mengaman semua yang sudah menjadi hak putri putrinya.
Lalu pa Kevin mampir warung dipinggir jalan untuk membeli makanan untuk dirinya dan putrinya dirumah . Karna bu Indri belum pulang Dan pastinya akan pulang malam Dengan alasan bekerja Tapi tak menghasilkan uang
Sedangkan disisi lain Aya baru saja
selesai Membantu bi Yam menyiapkan makanan untuk berbuka puasa
" Non apa tuan berbuka dirumah "tanya bi Yam pada Aya
" Entah lah bi, tuan belum menghubungi Aya " kata Aya bingung .
Namun ketika semua sudah siap ada suara orang memanggil Aya
" Aya....Aya ." teriak Ferdi mencari Aya
" Alhamdulilah tuan pulang bi Yam " kata Aya lalu bergegas menghampiri sumber suara .Yang datang dari ruang tengah
" Tuan..... tuan sudah pulang " kata Aya tersenyum .
" Iya ...ini buah kesukaan mu . Aku belikan tadi dipinggir jalan Karna banyak yang jual " kata Ferdi menatap Aya .
" Alhamdulilah trimakasih tuan " kata Aya tersenyum senang ..Saya bawa kedapur ya tuan .Oh ya sebentar lagi bedug .Apa tuan mau mandi dulu Biar Aya siapkan air panas nya " kata Aya. sambil menenteng dua kantong kresek kebelakang
" Ya baiklah .... " kata Ferdi Yang lalu menuju kamar nya. Dan Aya bergegas menaruh buah diatas meja
" Bi Yam ini oleh oleh tuan ,Aya nyiapin air panas buat tuan mandi dulu ya bi " kata Aya .
" Ya non " kata bi Yam tersenyum . Karna Aya sangat telaten mengurus tuan muda nya itu .
Aya pun lalu bergegas masuk kamar. Dan Ferdi sedang melepaskan pakaiannya .Lalu Aya masuk kamar mandi dan menyiapkan air panas untuk tuannya. Setelah selesai ia pun keluar
" Tuan air nya sudah siap " kata Aya sambil membuka lemari pakaian Dan menyiapkan pakaian rumahan Ferdi .
" Ya trimakasih " kata Ferdi .
__ADS_1
Deg.......
Aya terdiam sesaat tuan nya itu berterimakasih padanya .Karna biasanya Tuan nya itu tak pernah berkata seperti itu sebelum nya..Lalu Aya meletakkan pakaian Ferdi diatas kursi depan nakas .