
Pagi ini Aya sudah menyiapkan pakaian suami nya dan pakaian nya juga untuk bersiap ikut mami ke butik
" Abang berangkat dulu ya Ay " kata. Ferdi setelah selesai sarapan ketika Aya mengantarnya teras depan
" Ya bang hati hati ya telpon Aya kalo abang sudah santai " kata Aya manja
" Ya sayang " kata Ferdi lalu mencium kening Aya dan melepas rangkulan nya
" Jangan kemana mana pulang dari butik langsung pulang ya " kata Ferdi
" Ya bang " kata Aya
" Tina ......awasi nona mu bila terjadi apa apa kau tahu akibat nya " kata Ferdi
" Siap tuan muda " Kata Tina bergidik ngeri. Yang melihat sisi lain Ferdi .Yang ia kenal penyayang itu Terlihat cukup sadis bila orang tercinta nya dalam bahaya ..
" Dia seperti ibu ayam yang menyambar mangsa bila terusik " batin Tina melihat tuan nya itu memasuki mobil dan melambaikan tangan pada sang istri .
Aya tersenyum sampai mobil menghilang lalu bergegas masuk untuk berganti pakaian untuk .pergi
" Jadi ikut kan sayang " kata mami
" Jadi mi tunggu sebentar ya mi " jawab Aya bergegas masuk kamar
" Mami tunggu di depan ya " kata mami yang ingin mengajak Aya ke butik dan mereka akan ke beberapa panti untuk mengudang acara tujuh bulanan Aya minggu depan ..
Di kampus siang ini Via pulang lebih dulu karna jadwal muta kuliah kosong Dan mengirim pesan untuk Qila .Lalu bergegas keluar dari area kampus ingin menyebrang jalan Dan .......
Cit.......
Sebuah mobil berhenti ketika tubuh Via terpental menghantar trotoar. Dan mobil itu berhenti lalu minggir Karna sudah menabrak Via
" Auw...... woi .. bawa mobil lihat lihat dong " teriak Via yang meringis kesakitan Karna tadi ia sudah tengok kiri kanan Tapi masih ada saja mobil lewat
" Maaf de tadi buru buru " kata pria itu merasa bersalah.
" Nih ....lihat memar semua " kata Via galak karna kesal
" Ya maaf ayo saya antar ke rumah sakit dekat ya " kata pria itu yang terlihat panik lalu memeriksa Via
" Iya lah tangung jawab mas ...... kalo ngak saya lapor kan polisi " Ancam Via
" Hah .... jangan ayo kerumah sakit biar saya tangung biayanya " kata pria itu Yang malas urusan jadi melebar .
Lalu Via pun dipapah masuk mobil dan pria itu mengantar nya kerumah sakit terdekat .
" Aduh pelan pelan dok perih ini . " kata Via ketika sudah di kamar rawat
__ADS_1
" Apa parah dok " kata pria itu .
" Tidak mas, mungkin 3 hari juga sembuh mas Asal mas nya rutin mengingat kan ade nya " kata dokter itu mengingat kan
" Hah......" kata Via melongo karna dokter itu mengira dia adik pria itu .
Lalu menatap pria itu sekilas yang terlihat biasa. Dia cukup tampan untuk ukuran orang kota " Dia cukup tampan " batin Via
" Ya dok , saya akan menebus obatnya nanti setelah ini " kata pria itu
" Ayo saya antar pulang " kata pria itu
" Ya ..... tapi sini kan dulu ponsel mu aku mau tahu nomornya nanti anda bisa kabur dan ngak tangung jawab " kata Via judes
" Astaga .... de cantik yang cerewet kalo saya ngak tangung jawab Tadi sudah saya tinggal lari ngak mungkin menolong ade lagian ngak mati ini " kata pria itu Sambil menyerah kan ponselnya Via pun mengetik nomor nya di ponsel pria itu lalu menghubungi ponselnya Dan terlihat jelas nomor pria sudah masuk .
" Lho ya , o..... jadi anda mau menabrak saya biar mati gitu hah !!!" kata Via .
" Eh..... jangan marah dulu , bukan begitu maksudnya , maksudnya saya akan tangung jawab sampai sembuh
" Waduh.... nih cewe galak bener , mana cerewet kaya bebek untung cantik " gerutu pria itu
" Heh...... lho ngomong apa tadi " kata Via .
" Ah ngak maksudnya ade ini kok cerewet kaya emak emak sih ." kata pria itu
Yang membuat Via mendelik Tapi pria itu segera minta maaf Dan memapah Via ke apotik untuk menebus obat .Lalu mengantarnya pulang
" Diantar kemana " kata pria itu setelah memasang sabuk pengaman.
" Dekat malioboro cafe Aray " kata Via
" Hah .... kok ke cafe ngak pulang " kata pria itu
" Gue musafir ngak punya rumah tinggalnya di cafe nyambi kerja " kata Via jujur sambil melirik pria itu
" Oh gitu ya sudah " kata pria itu lalu menjalankan mobil nya menuju alamat Yang di maksud .
Pria itu pun turun dan kembali membuka pintu untuk Via .
" Kak Via " teriak Ara berlari menghampiri Via Yang dipapah pria asing itu Dan lalu mendekati kedua nya
" Kak Via kenapa ?" kata Ara
" Ngak pa pa de ini cuma keserempet mobil nih orang " kata Via
" Heh..... om ini !! " kata Ara kaget Yang membuat pria itu menelan saliva nya melihat Ara berkacak pinggang
__ADS_1
" Maaf de , tapi saya tangung jawab kok " kata pria itu .
" Awas saja kalo tidak " kata Ara brani
" Heh..... kok perempuan di yogya galak galak ya " kata Pria itu
" Kalo iya kenapa om nya yang salah kenapa pake nyerempet segala " kata Ara
" Iya ya maaf tapi saya tidak sengaja " kata pria itu
" Ya allah nak kenapa ? ayo masuk dulu eh nak ini duduk dulu " mata mamah Sila
" Oh maaf tante , apa ini ibunya " kata pria itu
" Oh iya saya ibu nya kenapa mas anak saya " Kata mamah Sila
" Oh maaf tante saya tadi menabraknya karna saya buru buru Nama saya Yusuf
Nona ini sudah tahu nomor saya Nanti kalo butuh apa apa bisa hubungi saya Saya akan tangung jawab kok sampai dia sembuh ." kata Yusuf
" Oh begitu Vi... Via ngak pa pa kan nak " kata mamah Sila
" Hanya memar sedikit mah, lumayan sakit sih " kata Via melirik Yusuf menduga pria yang menabrak nya pasti sudah bekerja Melihat penampilan Yusuf Yang sedikit keren
" Ya sudah saya pamit tante , kapan kapan saya akan mampir kesini lagi " kata Yusuf hendak beranjak pergi
" Eh ...ini mas minum dulu kopinya sudah di buatin juga " kata Ratih
" Oh kok repot repot ...." kata Yusuf
" Ngak mas itu gratis , ya kan bu bos " kata Ratih menyenggol bahu Ara
" Ya " kata Ara menatap Yusuf dari atas sampai bawah
" Heh .... saya bukan penjahat de , santai saya bayar kok kopinya kalo harus bayar " kata Yusuf yang merasa Ara menelisik nya seakan memindai rata tubuh nya
" Ngak perlu itu gratis " kata Ara
" Maaf nak, ini pemilik cafe nya jadi maklum sedikit galak " kata mamah Sila
" Hah.....uhuk.....uhuk ........" Yusuf pun terbatuk batuk mendengar perkataan mamah Sila yang mengatakan gadis mungil itu pemilik Cafe .
" Eh ..... maaf de apa ade masih sekolah " kata Yusuf yang melihat Ara masih terlihat masih bocah remaja
" Ya dia bu bos kita Ara masih kelas dua SMP tapi dia sudah jadi bu bos " jawab Ratih mewakili Ara
" Oh gitu " kata Yusuf kaget
__ADS_1
" Trus kalian " kata Yusuf .
" Kita karyawan nya mas " kata mamah Sila Yang membuat Yusuf menelan saliva nya karna tak menyangka Ara yang masih SMP sudah punya cafe sedangkan dirinya baru saja membuka cafe .Yang baru ia rintis sendiri setelah menambah modal dari Ferdi sang sahabat