Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 282


__ADS_3

Rio dan Ara pun larut dalam percintaan Cukup lama mereka melakukannya . Setelah puas mereka pun berpelukan Dan saling tatap satu sama lain


" Apa lelah ? " kata Rio


" Mhem......" jawab Ara


" Tidurlah besok kita cari sarapan pagi diluar mumpung hari minggu " kata Rio


" Ya mas, Ara mau makan bubur enak ke alun alun kota, bolehkan " kata Ara menatap manik mata Rio


" Kenapa ngak ? buat Ara pasti bisa " kata Rio Meraba pelan wajah Ara Lalu mengusap kepalanya dan mencium kening Ara pelan Karna kini dunianya hanya Ara seorang .


" Trimakasih mas sudah menjaga Ara selama ini " kata Ara yang memang mengenal Rio dari kelas 4 SD


" Mas juga berterimakasih sama Ara Sudah mau menerima mas apa adanya " Kata Rio menatap Ara lekat


" Apa mas tak bosan menjaga Ara ?" Kata Ara


" Tidak, kenapa Ara bertanya begitu ?" Kata Rio


" Ara masih labil, teman teman Ara bilang orang dewasa tak akan tertarik pada anak bau kencur Mereka paling hanya memanfaatkan nya saja " kata Ara


" Siapa bilang, jangan menelan mentah mentah perkataan orang .Percaya pada diri Ara sendiri .Ara hanya fokus belajar dan bekerja .Begitu juga dengan mas. Kan mas Rio suami Ara bukan pacar atau gebetan Kita terikat pernikahan de, Ngak mungkin mas macam macam " kata Rio yang tak menginginkan wanita lain Bagi nya Ara saja itu sudah lebih dari cukup Karna mencari wanita lain Sama dengan menghancurkan segala apa yang sudah ia punya sekarang ini . Dari ia tak mau membangun dari nol lagi .Lebih baik membenahi yang ada Ketimbang mencari sesuatu yang lain Yang hanya akan membuatnya pusing Dan pasti akan menambah banyak masalah


" Berarti mas Rio ngak bosan sama Ara ?" kata Ara menatap Rio lekat


" Mas akan membunuh rasa bosan itu Dengan cara kita mengisi waktu luang Selama kita berpikir positif Tak akan ada masalah Pasti semuanya baik baik saja. Toh hidup ini cuma sekali .Jadi mas hanya ingin menikah sekali seumur hidup Kalo bosan makan nasi Tak perlu membuang nasi Tapi cari teman nasi agar bisa enak dimakan " kata Rio tersenyum


" Ya mas Ara juga " kata Ara memeluk suaminya itu erat dengan mata berkaca kaca Karna ia sangat takut kehilangan pria didepan nya itu..Yang kini mengambil tangung jawab sang ayah. Untuk slalu menjaganya .Dan sabar menghadapi kemauan nya.


" Sudah malam ayo tidur " kata Rio


Memeluk Ara dalam dekapan nya Sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka Dan tidur bersama saling berpelukan Melewati malam panjang bersama dalam diam .


*************

__ADS_1


Beda hal dengan Ferdi . Yang baru saja selesai bicara dengan Alan . Membahas keamanan rumah juga Aya dan kantor nya


" Apa semua sudah terkendali lan " kata Ferdi sambil melihat foto foto Naura


" Ya tuan , kami hanya memantau nya saja Selama ini masih aman Dan bisa di kendalikan " kata Alan


" Bagus lah aku tak ingin terjadi apa apa dengan istri dan anak anak ku " kata Ferdi menarik nafas dalam


" Ya tuan, saya akan menjaga nona semaksimal mungkin " kata Alan Yang merasa heran kalo Naura mempunyai sifat yang tamak dibalik sifat lembutnya Padahal Reyhan tak kalah tampan dari Ferdi


" Ya sudah kau bisa pergi, oh ya apa Tina sudah ada tanda tanda hamil " kata Ferdi menatap Alan


" Tuan " kata Alan tersenyum tipis


" Ish kau ini , jangan terlalu lama buat yang rajin Agar cepat punya bayi Agar nanti dia bisa menjaga Afnan dan Aska " Kata Ferdi


" Doa kan saja tuan , kami berdua juga mengharapkan nya " kata Alan


" Bagus lah slamat bekerja " kata Ferdi


" Hah .....maksud tuan ?" kata Alan bingung


" Ya tuan muda ,slamat malam " kata Alan tersenyum penuh arti Lalu Alan keluar dari ruangan itu Meninggalkan Ferdi sendiri yang merapikan mejanya .


Menyimpan semua bukti dan berkas penting di dalam laci Lalu menguncinya Setelah selesai Ferdi pun menuju kamar


Ceklek .........


Kamar terasa hening Karna memang sudah jam 11 malam . Terlihat Ranjang Afnan dan Aska kosong Karna pastinya kedua anaknya itu tidur di kamarnya .


Ferdi pun lalu mengunci pintu Dan mendekati tempat tidur nya Terlihat Aya sudah tidur pulas dengan wajah lugunya


Dengan sedikit piyama yang terlihat terbuka sehabis menyusui


" Kau pasti sangat lelah , mengurus dua pria mungil itu " kata Ferdi mengecup bibir Aya Dan berbaring di sebelah Aya sambil menarik selimut .Dan melepaskan baju kaosnya .Karna sudah biasa bagi Ferdi tidur tak memakai pakaian Lalu menaruh kepalanya di bantal Sambil menatap wajah Aya .

__ADS_1


" Aku tak tahu kenapa aku bisa jatuh cinta padamu Tapi satu hal yang harus kau tahu Aku tidak menyesal jatuh cinta pada wanita polos seperti mu Dan kalo pun ada kehidupan kedua Aku akan tetap memilih mu " kata hati Ferdi menatap wajah Aya Sambil meraba bibir mungil Aya Yang tak bosan di kecupnya itu .


" Bang " kata Aya terbangun menatap Ferdi


" Maaf apa abang membangun kan Aya " kata Ferdi


" Tidak , tadi Aya menunggu abang Tapi karna lama Aya pun tertidur .Apa abang lembur lagi " kata Aya yang tahu kalo suaminya itu lebih banyak lembur di rumah ketimbang di kantor .


" Ya sebentar , sambil diskusi dengan Alan Apa anak kita rewel " kata Ferdi merapatkan tubuh nya pada Aya


" Tidak mereka tahu abang diruang kerja Karna mereka lelah Mereka hanya bertanya saja " kata Aya menatap lekat wajah suaminya itu Sambil memegang tangan Ferdi yang meraba bibirnya .


" Ya mereka tahu papinya sibuk " kata Ferdi lalu mengecup bibir Aya pelan .


" Abang kangen " bisik Ferdi pelan


Yang membuat Aya tersenyum Lalu meraba wajah Ferdi Dan memainkan jarinya di dada Ferdi yang polos Karna biasa baginya melihat dada bidang itu setiap malam


" Kenapa harus bertanya ?" kata Aya


" Takut Aya bosan sama abang " kata Ferdi mengecup bibir Aya pelan dan ********** .


" Aya tak punya rasa bosan Karna abang suami Aya " jawab Aya melepas pungutan bibir Ferdi


" Abang juga , cuma Aya yang abang ingin kan Untuk menanam benih abang " kata Ferdi pelan Yang tak pernah bisa menahan diri Bila ia sudah terbawa nafsu dengan Aya .


Aya hanya tersenyum Tiap kali suami nya itu menginginkan dirinya Dan Aya tak merasa lelah melayani suaminya itu Karna itu kewajiban mutlak baginya sebagai istri Juga dalam mengurus kedua anaknya. Yang sudah menjadi rutinitas bagi Aya .


" Aya milik abang , Aya slalu siap saat abang butuh " kata Aya .Membiarkan suaminya itu menciumi seluruh wajahnya Dan mengecup bibir nya Karna itulah klimak bagi Aya. Agar suami nya itu tak mencari kesenangan pada wanita lain Dan Aya ingin Ferdi puas dan datang kembali dalam pelukan nya tiap hari Tanpa rasa bosan Dan mengulang apa yang menjadi hak nya .


Aya menikmati belaian lembut suami nya itu yang membuatnya hanyut terbawa rasa Dan sesekali membalas permainan Ferdi dengan lenguhan kecil Dan ******* pelan Yang membuat suaminya itu semakin asyik dengan permainan nya Yang membawa mereka ke dalam pergumulan panas Mengusik sepi nya malam Dengan nafas saling memburu Dan setelah puas mereka pun tertidur pulas Dalam pelukan mesra .


Pagi nya suara ketukan pintu terdengar pelan .Aya Yang terbangun pun bergegas memasang pakaian nya Dan lalu membuka pintu .Dua mahluk mungil sudah berdiri di depan pintu. Karna tak ada orang yang akan berani mengusik mereka Kecuali dua bocah kecil itu.


" Pa cih bo " kata Afnan masuk begitu saja Begitu juga Aska Ketika pintu kamar sudah terbuka

__ADS_1


" Tuh masih, mamah mandi dulu ya " kata Aya membiarkan si kembar naik keatas tempat tidur Dan menganggu sang papi yang masih terlelap


" Astaga ........" kata Ferdi kaget kata hidungnya di cubit Aska Hingga Ferdi terbangun Dan ketika mata nya terbuka ia pun hanya bisa tersenyum Karna Ferdi tak akan pernah bisa marah pada dua mahluk kecil yang masih tanpa dosa itu


__ADS_2