Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 165


__ADS_3

Via terdiam walau hatinya dag dig dug karna ulah Yusuf. Lalu Via pun menjauh ketika mendengar langkah kaki seseorang


" Vi sudah tutup belum ?" kata Qila Melihat Via dan Yusuf berdiri saling berhadapan ketika menuruni tangga


" Oh maaf ya, sudah saya pamit dulu Maaf bila membuat kalian menunggu " kata Yusuf gugup sambil menatap Via


" Iya ini mau tutup kok la " kata Via gugup


" Ya sudah cek lagi ya sebelum naik " kata Qila .Yang kembali naik ke lantai dua


" Ya la, " kata Via yang lalu menunggu Yusuf keluar


" Ya sudah aku pulang dulu ya , maaf atas kejadian tadi Tapi aku serius " kata Yusuf menatap Via


" Via mau kan jadi pacar mas " kata Yusuf serius Ketika hendak keluar cafe


" Kita lihat nanti ya mas " kata Via yang bingung.. Karna tadi Yusuf memaksa mencium nya .


"' Ya skali lagi maaf ya vi , sekarang masuk lah " kata Yusuf


" Ya mas " kata Via lalu menutup pintu rolling door Dan bersandar di dinding tembok memegang dadanya .


"Ya Allah apa ini yang namanya jatuh cinta " kata Via merasakan dadanya bergemuruh .Karna ini pertama kalinya ia dekat dengan pria bahkan langsung di cium paksa


" Woi........ kok bengong " kata Qila mengangetkan Via Yang turun dari tangga mendekati Via dan mengecek pintu


" Astaga la, lho bikin jantung gue mau copot saja " kata Via kaget


" Masa iya sih wah...... jangan jangan mhem ......lho tadi di ngapain sama tuh laki tumben dekat banget " kata Qila penuh selidik


" Ngak ada apa apa cuma dia bicara masalah cafe kok " kata Via


" Cafe apa cinta " goda Qila sambil tersenyum Karna wajah Via terlihat merah merona


" Sudah ayo tidur " kata Via yang lalu mendekati Qila dan melewatinya begitu saja

__ADS_1


" Hahaha. ..... kalo suka terima aja Vi lagian kayanya dia cukup baik mungkin kecelakaan itu sebagai perantara antara kalian berdua " kata Qila yang memang kini sudah jadian dengan Awan Dan ia juga berharap Via juga punya seseorang pria yang dekat dengan nya Untuk teman curhat ketika butuh


" Tahu ah la, aku belum siap kan masih baru kuliah .Nah lho enak sudah semester lima " kata Via


" Bukan masalah kuliah Vi, nih ..... hati " kata Qila menujuk dadanya


" Menikah sama kuliah kan bisa di jalani tuh Aya buktinya dia bisa nyambi kerja dan ngurus suami . Ara juga tergantung kita . Kalau dia mau serius terima saja buat teman di rumah baru tuh.. Lupa kan kesusahan kita move ..on Vi. badai sudah berlalu pasti ibu lho juga senang dan bangga lho sudah berjuang sejauh ini ." kata Qila yang juga senang kalo sahabat nya itu juga punya pacar .


" Ya nanti gue pikirkan bye slamat malam " Kata Via masuk kamar lalu menutup pintunya .


" Met malam , mimpi indah ya " teriak Qila sambil tersenyum Lalu juga masuk kekamar nya


" Sudah " kata mamah Sila


" Sudah mah aman "kata Qila yang memang ikut mengecek keamanan cafe Karna mereka hanya bertiga di dalam cafe .Sementara mamah Sila memang tinggal di cafe karna belum punya rumah Tapi sekarang Mamah Sila sudah membuat pondasi rumah yang akan di bangun dari hasil keringatnya sendiri Dan ia berharap rumah itu jadi sebelum Qila lulus wisuda nanti


Sedangkan Via berbaring sambil memegang bibir nya dan memejamkan matanya Sambil mengingat perkataan Yusuf padanya .


" Apa dia serius tapi dia lebih dewasa dari ku. Aku harus bagaimana " kata Via yang tahu Yusuf bekerja .Entah pekerjaan apa Via belum tahu .Tapi melihat penampilannya pasti lah kerja di kantoran Yang membuat Via bingung


Pagi di rumah Aya yu Irah sudah sibuk memasak Karna sehabis subuhan ia sudah datang. Toh perkerjaan nya di rumah Aya juga tidak berat . Untuk sarapan suaminya ia sudah membeli sayur matang pada saudaranya nya yang tiap hari berjualan .Dan suaminya juga ngak keberatan yu Irah bekerja karna anak anak mereka semuanya sudah menikah . Karna dulu mereka juga menikah muda. Jadi wajar kalo sekarang mereka sudah jadi kakek dan nenek Tapi masih terlihat masih muda dan kuat .


" Masak apa yu " kata Aya yang duduk


sambil minum air putih


" Sudah bangun mba tuh mangut lele sama sop daging dan sambal juga lalapan ada oseng buncis juga " kata Yu Irah tersenyum


" Apa Ara belum bangun ?" kata Aya


" Sudah dong lagi bikin susu dulu tadi " kata Ara yang masuk dari pintu samping Yang datang bersama Rio


" Ayo sarapan " kata Aya


" Siap , apa kak Aya hari ini kekantor " kata Ara

__ADS_1


" Ya lihat nanti Tin...... ayo sarapan " teriak Aya .


" Nona duluan saja nona, saya masih olah raga nanti bisa bereng yu Irah " sahut Tina dari atas


" Ya baiklah " kata Aya sambil mengisi piringnya dengan nasi.


Sedangkan Ara mengambil kan nasi untuk Rio dan juga dirinya Lalu kedua nya pun makan dengan tenang setelah berdoa


" Yo , apa Rio sudah mengajak Ara pulang kampung , Apa ibu de Rio sudah tahu " kata Aya yang kini memanggil Rio dengan kata ade


Deg......


" Belum mba, Rio masih menunggu waktu yang tepat kan Ara masih smp " kata Rio gugup


" Tapi paling tidak Ara bisa mengenal keluargga mu dulu Karna bagaimana pun Ara sudah jadi istrimu " kata Aya


Ara yang asyik makan hanya diam Karna sebenarnya ia juga belum siap Kalo ia menjadi seorang istri sungguhan Tapi setelah kejadian beberapa hari lalu Membuat nya sadar mereka memang sudah menikah walau pun sementara ini hanya pernikahan sirih Tapi ustad Afif sudah bersedia Membuatkan perjanjian untuk mengesahkan pernikahan mereka sesuai amanat pa Kevin sebelum meninggal Dan kepala desa setempat juga sudah tahu Karna itulah tidak aneh mereka tinggal serumah berdua


" Iya mba mungkin kalo bulan besok Ara pulang Ara akan Rio ajak kesana " kata Rio sambil menyuap nasinya .


" Ya bagus lah biar orang tua Rio tidak kaget sebelum nanti kalian di resmikan " kata Aya karna tahu cepat atau lambat pasti akan terkuak Tapi seiring waktu Aya ingin Ara dekat dengan keluargga Rio .Begitu juga dengan dirinya dulu Yang disembunyikan Ferdi .Pada akhirnya mami Risma dan papi Sandi tahu Kalo mereka sudah menikah .Dan mereka bisa menerima Aya dengan baik. Walau Ferdi menikahinya sebagai jaminan pembayaran hutang sang Ayah.


" Memang mas Rio masih punya orang tua " kata Ara


" Masih si mbok dan masnya mas Rio sudah menikah Tapi belum punya anak " kata Rio


" Galak ngak " kata Ara


" Entah lah nanti kalo de Ara ketemu bisa menilai nya sendiri bagaimana sifat mbok " kata Rio santai


Aya yang mendengarkan keduanya ngobrol hanya tersenyum .Aya memang tak mau terlalu ikut campur . Karna ia tahu adik nya itu cukup dewasa dalam berpikir Karna Ara lebih pintar darinya .


Dan juga cerdas Dan ia yakin Ara pasti bisa mengatasi masalah nya sendiri. Walau umurnya jauh lebih muda


dari Rio dan dirinya Karna selama ini saja Ara bisa mengurus cafe dengan baik Walau sifat kekanakan masih ada Tapi wajar karna memang Ara masih remaja Karya tubuhnya saja yang terlihat bongsor dan tinggi .

__ADS_1


__ADS_2