
Sedangkan sore di sebuah desa Ara baru saja mengiring mentok nya masuk kandang dan memunguti telur mentok yang berserakan di kebun
" Waduh mba ... banyak sekali telur nya " kata Yu Irah
" Ya yu cepat sekali besarnya untung kebunnya masih luas mereka bertelur sembarangan " kata Ara .
" Iya mba, kenapa yang di belakang ngak di tembok keliling saja Terus disini di jebol Kan bisa buat sarang mentok bertelur tuh sama Ayam .Lagian ngak jauh kalo mau nyari pepaya mentah buat makan lele " kata yu Irah yang melihat Ayam dan mentok Ara setahun bertambah banyak .Bahkan sudah bisa dijual di cafe .Lagian kebun di belakang bisa dikelola bila di gabung .
" Iya yu, nanti tanya dulu sama mas Rio dan kak Aya " kata Ara .Yang tahu unggas peliharaan nya makin bertambah
" Ya mba harus, Biar mba Ara ngak kewalahan Mana sudah besar besar mentok nya di potong saja ya dua yang jantan " kata yu Irah
" Ya yu, kalo mau boleh buat kita makan yu, nanti aku bilang sama mas Rio biar motong satu atau dua Ayam nya buat soto dan sop Mentoknya buat rica rica " kata Ara Yang melihat banyak buah pisang tua juga di kebunnya.
" Liburan nanti pisang nya sudah tua ngak yu, mau Ara bawa kejakarta .Pake mobil saja biar diantar pa Sapto " kata Ara Yang menghitung hitung hari libur 5 hari untuk tengah semester sekolah
" Kenapa ngak naik pesawat aja mba " kata yu Irah
" Enak pake mobil yu , apalagi sudah ada jalan tol sudah lancar. yu Irah bisa ikut sama mamang kalo mau " tawar Ara Yang ingin bisa membawa banyak oleh oleh kesana .
" Benaran mba, yu Irah mau .Kangen lihat mba Aya dan si kembar lama ngak lihat mereka mba. Wah pasti sekarang sudah bisa merangkak dan duduk " kata yu Irah membayangkan anak kembar Aya
" Lewat yu , sekarang sudah bisa berdiri dan mulai belajar jalan " kata Ara karna keponakan nya itu sudah 7 bulan lebih Dan Aya bercerita mereka sangat aktif
" Wah .... Kalo begitu kesana nya Bisa bawa mobil yang besar mba. Biar bisa muat banyak oleh oleh nya " kata yu Irah tersenyum
" Makanya itu rencana Ara yu, bisa bawa pisang sayur buah dan oleh oleh dari sini Juga bisa ngajak Ratih dan Nila juga biar mereka ikut bisa lihat jakarta " kata Ara
" Apa boleh mba sama nyonya besar " kata yu Irah
" Itu mah gampang kan tinggal bilang mami , pasti di bolehkan " kata Ara . Yang mengambil beberapa telur untuk di cuci Dan di rebus untuk sarapan pagi Bila Ara lapar ia hanya memakan nya pakai kecap dan segelas susu. Karna bagi Ara makan telur rebus ngak pernah membuatnya bosan .
********
Malamnya setelah melihat kedua putra nya tidur Ferdi masuk kekamar nya Karna sekarang si kembar sudah di jaga Wati dan Erni yang ikut tidur di kamar Afnan dan Aska
Sedangkan Aya sedang membersihkan tempat tidur bekas Afnan dan Aska yang tadi sempat bermain bersama suaminya itu di tempat tidur
__ADS_1
" Sudah ngak usah dirapikan kan nanti kusut lagi " kata Ferdi
" Takut ada bekas remah remah makanan bang " kata Aya menganti seprei nya
" Apa mereka sudah tidur pulas " kata Aya sambil menganti sarung bantal nya
" Ya ..... Jadi gantian abang yang bermain sama mamahnya " kata Ferdi memeluk Aya dan menciumnya .
" Ih..... abang kebiasaan deh makin tua makin genit " kata Aya mencubit pelan pinggang Ferdi .
" Ngak masalah kan istri abang ini " Kata Ferdi Yang mengangkat daster Aya keatas Dengan mudah tanpa ribet Dan sudah membuat Aya tampil seksi hanya memakai dalaman
" Abang ngak sabaran amat sih " kata Aya malu .Karna suami nya itu sudah melepas baju kaos nya .
Ferdi hanya tersenyum dengan sikap Aya yang malu malu Karna walau sudah terbiasa saja Aya masih kaku pada Ferdi Karna sungkan pada suaminya itu .
" Ngak usah malu , sini ..." kata Ferdi menarik tubuh Aya ke dalam pelukan nya .Dan langsung ******* bibir ranum Aya yang menjadi candu baginya .
Umur Aya yang baru 22 tahun membuat gadis itu makin berisi setelah menikah Tubuhnya terlihat seksi karna Aya rajin perawatan . Dan itu membuat Ferdi tak bosan melihatnya Bahkan Ferdi sangat
Ferdi sangat tahu umur Aya jauh lebih muda dari Kaifa dan Heni .Karna itulah Ferdi tergoda Bahkan ia bisa jatuh cinta setengah mati pada istrinya itu Walau Aya sudah memberinya dua Anak Ferdi masih ingin Aya hamil lagi Dan punya bayi lagi. Namun Aya cukup pintar Ia tak menaruh obat KB nya sembarangan kali ini Karna si kembar masih kecil Dan ia juga baru masuk kuliah .Jadi Aya ingin menundanya setahun atau dua tahun sebelum punya anak lagi
" Aya ngak malu, cuma ...... mpt ...." Aya pun tak bicara lagi. Dan hanya fokus melayani suaminya itu Karna kini ia sudah bisa mengimbangi permainan mesumnya itu
" Sekarang istri abang sudah pintar ya " kata Ferdi Ketika Aya berada diatas nya
" Hahaha...... bolehkan skali kali Aya yang memimpin .Kan abang bisa bermain cantik " kata Aya tersenyum.
" Baik lah lakukan " kata Ferdi yang ingin melihat istrinya itu mengodanya
Disisi lain Heni meringkuk diam memeluk lutut nya ia terkurung sendiri Dan tak bisa keluar dari kamar itu Dan Ia juga tak pernah melihat cahaya matahari masuk Dan ruangan itu juga tak punya jendela .Hanya suara jam berdetak pelan yang terdengar jelas Yang membuat Heni takut Dan berpikir dimana ia berada sebenarnya
Kamar itu memang rapi Ada kamar mandinya di dalam . Namun pintunya terbuat dari besi baja .Yang membuatnya tak bisa pergi kemana mana .
" Sebenarnya aku dimana " kata Heni
Menatap setiap sudut kamar Dan ia hanya memakai baju tanpa dalaman Yang membuat lekuk tubuh nya terlihat.
__ADS_1
Dan hanya ada satu selimut tebal untuk nya Yang disiapkan Gustav
Ceklek ......ret........
Terlihat pintu bergeser dan Gustav masuk membawa pakaian di tangan nya Dan juga makanan di kantong kresek
Ia sengaja melakukan nya Karna
Ia ingin Heni tak kepanasan di ruang itu Karna pengap bila AC nya di matikan
" Aku di mana ?" kata Heni
" Dimana kau berada itu tak penting , ini pakaian mu " kata Gustav
" Kau mengurung ku dimana ?" kata Heni lagi .
" Di mansion ku , gedung tua ini adalah peninggalan grandpa ku " jawab Gustav Yang membuat Heni kaget .Karna pastinya ia sekarang berada di Jerman
" Bagaimana bisa ?" kata Heni
" Kalo kau bisa melakukan apa pun , Aku juga bisa .Mengapa tidak " kata Gustav tersenyum tipis
Heni mu terdiam .Lalu ia menatap pria didepan nya itu . " Tolong lepaskan aku Aku janji akan berubah " kata Heni lirih Karna merasa tersiksa tinggal di dalam kamar yang membuatnya tak bisa bebas Dan terkurung tanpa bisa melihat apapun
" Terlambat cantik , aku sudah bosan mendengar rayuan mu itu. Dan juga janjimu " kata Gustav mendekati Heni dan mendekap tubuh rampingnya Menatap mata Heni tajam
" Aku berjanji padamu " kata Heni Dengan tubuh gemetar .Karna ia merasa ia tak melihat lagi kelembutan di mata Gustav Yang ada hanya tinggal amarah
"' Hahaha ....... janji .....tak satu pun janji mu padaku kau tepati Hen , Kau hanya menipuku " kata Gustav mengangkat dagu Heni dan mulai mencium bibir Heni dan ********** .
" Layani aku malam ini Dan kau tahu kau sekarang adalah budak ku, aku akan menghukum mu bila kau tak bisa melayani mu dengan baik Atau sekali saja kau membantah ku .Aku akan mengurung mu seumur hidup disini" bisik Gustav .Mengigit pelan telinga Heni
Heni pun terdiam tak bisa bersuara. Karna ia memang merasa terkurung dari sejak ia sadar Dan ia tak tahu di mana dirinya berada . Karna kini ia tahu ada dendam di mata Gustav .Dan itu Gustav tak main main dengan ucapan nya
" I.....iya ..." kata Heni ketakutan .Lalu membuka pakaian sendiri .Membiarkan Gustav melihat tubuh nya Lalu membiarkan Pria itu mendekatinya .
" Bagus cantik , ku harap kau jadi anak manis " kata Gustav lalu meraup bibir Heni Dan Heni pasrah pada apa yang Gustav lakukan pada nya.
__ADS_1