Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 432


__ADS_3

Setelah menutup telpon nya Rio pun lalu menghubungi dokter yang menangani mas nya Dan Rio minta di rujuk ke jakarta .Yang di iya kan pihak rumah sakit Agar pasien mendapat fasilitas terbaik .


Setelah semua nya beres . Rio memberi tahu mba Sinta dan bapa mertuanya Yang mengangguk mengerti Karna tak bisa ikut mengantar Karna harus ada orang yang menjaga rumah mbok .


" Ya sudah mba Sinta ikut kami pa Titip rumah ya pa " kata mbok


" Ya besan mudahan Pras baik baik saja " Kata bapa Sinta berharap Pras bisa sembuh


" Ya sudah mbok disini dulu , Biar Rio antar bapa sama mba Sinta ambil pakaian nya dulu Lalu kita berangkat " kata Rio


" Ya le , hati hati " Kata mbok melihat para medis sedang menyiapkan keberangkatan Pras ke jakarta .


*************


Sedangkan Ara senang mendengar kakak iparnya itu di bantu abang nya Karna Aya langsung menelpon Ferdi setelah bicara pada Rio dan pihak rumah sakit


" Syukur lah mudahan semua nya baik baik saja " kata Ara Yang juga kepikiran pada kakak iparnya itu .


" Ra belum tidur " kata Ratih


" Belum rat , mas Rio langsung kejakarta malam ini Tadi pa sapto sudah langsung kesana naik bis " kata Ara


" Syukurlah , apa mba Sinta ikut "Kata Ratih


" Iya lah Rat , Karna harus dia sendiri yang mengurus suaminya .Kasihan mba Sinta padahal dua lagi hamil besar " kata Ara


" Ya namanya juga musibah ra, ujian . hidup itu datang saat tak kita duga " kata Ratih


" Ya seperti permen nano nano kan " kata Ara


" Ya itu masih mending ra, tapi kalo parahnya menyayat hati kan lebih sekedar dari rasa asin asam pahit Yang kadang membuat kita takut Melihat orang yang kita cintai sekarat " kata Ratih


" Ya rat, aku tahu itu .Karna rasa itu bisa menghancurkan hati " Kata Ara teringat saat sang Ayah sekarat dulu

__ADS_1


" Ya mudahan saja mba Sinta kuat " kata Ratih menarik nafas dalam


" Aamiin " kata Ara Yang bersyukur Karna sang kakak juga cepat tanggap mendengar kabar Pras kecelakaan


" Kesepian ya sini aku peluk " Kata Ratih mengoda Ara


" Hahaha.....ya rat, kok kamu tahu aku butuh pelukan Rasa nya kangen sama mas Rio padahal baru sehari dia pergi " kata Ara tertawa memeluk sahabatnya itu


" Namanya juga suami ra, Biar kata orang kira sering ribut .ngomel dan usil pas orang nya ngak ada pasti di cari juga Apalagi pas kita butuh kan " kata Ratih


" Ya rat , karna biasanya aku tidur di peluk mas Rio Dan lagi mas Rio jarang marah dan ngomel Malah aku yang sering mengomel " kata Ara


" Hahaha......sama bang Reyhan juga gitu , bahkan sekalipun abang usil Tapi abang ngak mengunakan kekerasan " Kata Ratih Yang sering di perlakukan kasar dulu oleh calon suaminya Dan untung dia tak jadi menikah dengan pria gila itu . Walaupun sekarang Ratih jadi istri kedua Reyhan bersikap adil Dan tak pernah . membanding bandingan nya dengan Naura .Atau mencari cari alasan kekurangan nya .Bahkan lebih banyak diam Dan sibuk dengan pekerjaan nya .


" Ya kita syukuri saja Rat Karna di dunia ini tak ada manusia yang sempurna Setiap pasangan punya sisi lebih dan kurangnya Yang di tutupi pasangannya masing masing Kan Allah maha adil " kata Ara


" Iya betul tinggal kita saja menjalaninya dengan hati Jangan pake mulut " Kata Ratih


" Dih mulut itu buat makan rat masa suruh mikir juga kan dia ngak punya hati " kata Ara tertawa


" Hahaha....... Ih lagian ngapain lho pikiran mereka Biarin aja rat kan mereka sekarang Sudah ngak bisa ngapa ngapain lagi Ngak ada yang percaya Karna sudah tahu belang nya jadi santai lah sedikit kan persaingan kita masih diatas mereka ," kata Ara


" Ya iya juga ya. Ya sudah yuk masuk tiduran di kamar gue temani " Kata Ratih yang masuk keruang tengah Dan di sana ada Asih dan pa Mamat sedang menonton televisi ..


Sedang di jakarta Sam dan Tan sedang berada di rumah sakit Menunggu kedatangan Rio sambil mengurus segala sesuatunya.


" Apa mereka sudah di perjalanan Sam " kata Tan


" Ya kita bisa santai di sini " kata Sam


" Heh.....apa kau tak ingin pergi bulan madu Sam sama Emma " Kata Tan mengoda Sam yang baru menikah


" Sudah tiap hari Tan , jadi ngak perlu kan jadwalnya pagi dan malam " kata Sam

__ADS_1


" Hahaha......pantas kau terlihat sangat bahagia " kata Tan


" Ya aku berharap dia cepat hamil Tan Karna aku ingin punya anak lucu seperti tuan kecil Afnan dan Aska " Kata Sam


" Hahaha..... ya ya aku mengerti mereka memang lucu Dan bila di luar sana pasti orang tak akan percaya nona Aya punya buntut dua Karna nona menikah muda Dan tuan muda sangat pintar memilih istri . Walau dia masih muda Tapi terlihat nona muda pintar mengatur waktu nya antara kuliah anak dan pekerjaan Aku sendiri iri dengan keharmonisan mereka Padahal tuan muda sangat sibuk akhir akhir ini "' Kata Tan


" Ya aku juga begitu, itulah kenapa tuan menyuruhku menikah Rupanya menikah itu membuat hati sedikit tenang Karna kita bisa berbagi Dan tinggal kalian saja yang belum " kata Sam


" Santai bro , aku ingin menabung dulu biar ngak pusing. Kalo kau kan sudah punya rumah Kalau aku masih harus menabung dulu Dan syukurnya gaji kita lumayan Aku berterimakasih pada bang Alan Sudah membawa ku bekerja disini Karna tuan muda sedikit royal pada uang nya " kata Tan


" Ya dan lagi kita tak perlu repot repot menyewa apartemen Karna fasilitas makan dan tempat tinggal semua di sediakan nona " Kata Sam


" Ya " kata Tan Sambil melihat beberapa perawat yang lalu lalang


" Ya apa kita ngopi dulu sebelum mereka sampai " kata Sam


" Ya ayo " Kata Tan Yang lalu menuju kantin rumah sakit .


Sedangkan di rumah besar Papi Sandi bicara pada Ferdi tentang Disti . Ferdi lalu menjelaskan semuanya tentang kejadian kemaren di kantor tentang Disti dan Erik juga masalah obat perangsang Yang di minum Erik Yang membuat .papi cukup kaget dengan apa yang di lakukan Disti Yang membuat papi sedikit kecewa


" Itu sudah mami duga pi , karna sepupu mu itu sudah jauh jauh hari merencana kan nya Dia juga mau minta di belikan mobil baru Dan bi Yam sempat mendengar pembicaraan mereka " kata mami Yang muncul sambil membawakan jahe susu dan cemilan untuk dua pria beda generasi itu .


" Astaga kenapa mami ngak bilang ?" kata papi Sandi


" Kan papi bilang ....mami jangan suka berprasangka buruk biarkan saja mereka nanti juga dapat karma nya . Maka nya mami biarkan saja Sudah dapat karmanya baru mami tepuk tangan " Kata mami santai Lalu memberikan gelas gelas itu di depan papi dan Ferdi


" Bagus itu mi, kan mereka menuai hasilnya Kita santai saja Biar tuhan sendiri Yang mempermainkan hidup mereka " Kata Ferdi menyesap jahe susu nya yang terasa nikmat


" Ya untung nya Ferdi peka kalo tidak kita yang repot " kata Papi


" Iya lah dia harus peka sebelum di buang Aya " kata mami


" Astaga mi ..... kok gitu mi " kata Ferdi

__ADS_1


" Memang harus begitu , karna bila kau tak bisa menjaga dirimu sendiri Kau sendiri yang hancur " Kata mami Karna mami tak ingin lagi Ferdi seperti dulu.


__ADS_2