
Setelah makan Aya pun membersihkan piring kotor bersama Ara. sedang kan Rio duduk santai bersama Ferdi dan pa Kevin . Sedangkan pa Sapto baru bangun dan sarapan seorang diri .
" Yah , kalo ayah berkenan bagaimana kalo rumah ini Ferdi perbaiki biar terlihat sedikit bagus yah " kata Ferdi membuka pembicaraan
"' Apa tidak merepotkan nak , pasti akan banyak mengeluarkan biaya .Ayah tak mau berhutang " kata Pa Kevin
" Tidak masalah yah . Bukan hutang tapi untuk Aya dan Ara Karna untuk keamanan ayah dan Ara juga kalo Aya di jakarta " kata Ferdi .
" Kalo begitu begini saja nak tanah ini dibagi dua saja sebelah sana buat Aya biar yang disini buat Ara takut nanti ketika ayah tak ada tak bisa membangun buat Ara. Dan nak Ferdi bisa menyuruh orang mengukurnya.
" Tak masalah nanti rumah ini bisa Ferdi perbaiki sekalian Dan juga tembok keliling biar didepan bisa di pasang pagar tinggi " kata Ferdi
" Ya terserah nak Ferdi saja Ayah hanya menurut gimana baiknya " kata pa Kevin
" Ya pa nanti saya akan bicara dulu pada Aya dan Ara " kata Ferdi
" Ya nak terserah Aya dan Ara karna tanah ini memang sudah menjadi milik mereka " kata pa Kevin yang memang sudah menulis wasiatnya pada dua putrinya itu setelah apa yang ia alami . Dan pa Kevin tak ingin dua putrinya itu terlantar .
Sedangkan Rio hanya diam mendengarkan obrolan atasan dan menantunya itu. Dan hanya menyimak dengan baik Karna ia tak punya hak untuk ikut campur urusan keluarga itu .
Disisi lain Aya dan Ara sedang melihat anak mentok yang baru menetas Yang dibawa Ara dan Rio dari kebun untuk dirawat dirumah Dan diberi kandang
" Kok anak nya banyak de " kata Aya
" Iya kak, Ara ingin merawatnya kasihan kalo dikebun takut dimakan musang .Anak nya baru menetas kemaren Dan Ara menyuruh mas Rio beli kandang buat meliharanya masih ada 1 ekor lagi yang bertelur disana kak " kata Ara
" Ya de, itu bisa buat modal de Ara kalo ngak punya uang ngak perlu beli telur kan kalo pas banyak telur nya bisa dimakan kalo besar bisa di potong ..Oh ya mertua kakak pesan rica rica mentok lagi de Kalo abang pulang besok biar dibawa boleh nyuruh yu Irah lagi ngak ya Buat masakan Dan bikin lontong nya Nanti kak Aya yang bayar " kata Aya
" Boleh kak biar ambil mentok satu yang jantan dikebun ..yang satunya beli aja kalo kebanyakan jantan nya nanti bisa berantem kak jadi biar jadi tinggal 3 pasang " kata Ara Yang sekarang punya kegiatan baru memberi makan mentoknya setiap pagi dan sore .
" Ya de habis ini kita kerumah yu Irah ya pesan sekalian suruh mamang untuk menangkap dan motongnya sekalian " kata Aya yang ingin mengirim pesanan mami mertuanya
" Ya kak ." kata Ara
__ADS_1
Lalu setelah itu mereka pun pergi lalu berpamitan untuk kerumah Yu Irah Sambil melihat lihat buah jeruk yang dijual tetangga untuk dipesan .
" Abang memangnya mau pulang kapan kak " kata Ara yang berjalan kaki bersama Aya
" Besok siang de, naik pesawat karna abang mau ke Jerman ada pekerjaan disana kata nya " kata Aya
" Ya ... berarti kak Aya tinggal disini kan sementara " kata Ara senang
" Ya de..... tuh siapa tuh yang bawa jeruk yuk beli dek buat mami " kata Aya
" Ya kak ayo " kata Ara yang lalu menemui petani buah Dan Aya membelinya enam kilo dan 2 kilo untuk di rumah Lalu Aya dan Ara pun menuju rumah yu Irah yang tak jauh dari ujung jalan .Yang mereka lalui
Sedangkan Ferdi bicara pada pa sapto dan Rio untuk mengawasi pembangunan rumah Aya . Yang sudah Ferdi bicara kan pada pa Kevin .
Pa Kevin pun merasa senang kalo menantunya itu perduli pada sang putri . Karna itu kesempatan bagus bagi Aya Dan pa Kevin bisa melihat Aya punya rumah sendiri Karna ia tak punya uang lagi untuk membangun rumah Uang yang ada hanya untuk bertahan hidup karna penghasilan nya tak besar lagi dan hanya cukup untuk mereka makan dan mengaji karyawan kebun Dan kebutuhan sehari hari mereka
" Mudahan ini jadi rezekimu nak, karna itu memang hak milikmu. Karna kau akan punya rumah sendiri Mumpung hati suami mu itu sedang bolong jadi ayah tak menolak " kata pa Kevin . Karna paling tidak putrinya itu punya rumah sendiri karna Takut suatu hari Ferdi berubah pikiran Karna ia tahu banyak wanita mana saja yang hadir dalam hidup menantunya itu Yang bisa kapan saja menyakiti Aya.
" Yah Ferdi sudah menelpon bagian keuangan kantor untuk memberi uang pada pemborongnya dan besok mereka akan kesini pagi .Karena siang Ferdi sudah berangkat .Jadi ayah bisa ikut untuk mengawasinya Dan Ferdi sudah membuat konsepnya juga pagar keliling nya " kata Ferdi
" Pemborongnya bilang akan selesai dalam satu bulan kalo ngak ada halangan Dan Ferdi minta tingkat dua .Dan kalo ada sisa bahan bisa buat memperbaiki rumah ini untuk Ara " kata Ferdi
" Ya nak " kata Pa Kevin Yang mengajak
Ferdi pa Sapto dan Rio untuk melihat samping rumah dan sisa tanah akan dibuat kandang mentok untuk Ara
***********
Sedangkan mami dan papi bersantai diruang kerja membicarakan tentang Kaifa yang meminta balikan dengan Ferdi
" Mami ngak habis pikir pi kenapa Kaifa seperti itu jadinya " kata mami Risma
" Entahlah itu karna pergaulan " kata papi
__ADS_1
" Mami hanya takut ia punya rencana jahat pada Aya pi Untungnya Ferdi mengantarnya kesana untuk sementara waktu" kata mami Risma menatap suaminya
" Ya ..... aku juga mengkhawatirkannya
Nanti biar papi hubungi pa Sapto untuk . mengawasi Aya .Karna akan lebih aman Aya disana dulu sebelum Ferdi kembali " kata papi
" Ya pi nanti biar mami telp Aya bila Ferdi sudah pulang kesini " kata mami sambil melihat laporan keuangan butiknya
Yang laris manis karna karya Aya. Dan mami juga sudah mentransfer uang nya ke rekening menantunya itu setiap ada keuntungan dari penjualan
Di sebuah apartemen Heni meradang karna Ferdi tak mau bertemu dengannya Yang membuat Heni panas dan punya niat terselubung pada Ferdi Yang kini . bersikap cuek padanya .Lantaran istrinya Padahal Heni belum pernah bertemu sama sekali dengan wanita yang dinikahi kekasihnya itu.
" Tapi kalo benar ia sudah menikah Kenapa waktu bertamu kemaren aku tak bertemu dengan nya Dan anehnya lagi kalo memang dia dianggap menantu pasti dia akan perkenalkan pada tamu " batin Heni penasaran
Karna ia cukup lama bertamu di
rumah Ferdi Tapi Aya memang tak keluar lebih tepatnya Tak bertemu para tamu dan keluargga Ferdinan
Heni pun lalu menghubungi orang suruhannya yang memantau Ferdi di kantornya .Kapan Ferdi masuk kantor Yang membuat Heni penasaran dengan Aya .Karna Kaifa juga belum pernah bertemu dengan wanita itu
Sedangkan Aya baru saja masuk rumah dan ngobrol diruang tengah setelah memesan oleh oleh untuk mertua nya
Dan juga membawakan jeruk manis
" Ngak papa kan Aya abang titip .disini sementara disini " kata Ferdi ketika Aya datang
" Ngak bang , besok oleh oleh buat mami dibawa ya " kata Aya yang duduk disebelah suaminya itu
" Ya tapi ingat jangan pergi sendiri .Pa Sapto abang suruh stand by disini buat mengawasi rumah yang dibangun " kata Ferdi
" Hah..... abang serius ini bang mau membangun rumah " kata Aya kaget
" Iya rumahnya buat Aya Yang ini biar buat Ara kata ayah jadi kita tinggal memperbaikinya sedikit " kata Ferdi
__ADS_1
" Ya bang emang lama ya bang kalo bangun rumah " kata Aya
" Kalo lancar hanya 1 bulan sudah jadi Tapi kalo tersendat ya sekitar 3 bulan " kata Ferdi merangkul istrinya itu Karna ia ingin kamarnya lebih luas dari kamar yang ia tempati sekarang yang menurut nya sempit juga kamar mandinya