
Aya berusaha mengikuti arus sungai Karna tak ingin terluka Agar lebih mudah hanyut Dan bisa menepi ke tempat yang aman dan dangkal
" Huh... ..alhamdulilah " kata Aya bernapas lega ketika ia menggapai sebuah batu besar dan lalu duduk sambil Sambil menarik tasnya .
" Yah basah semua " kata Aya melihat tas nya basah Dan dari kejauhan Aya melihat Sam dan Ran juga Tina sedang menyusulnya
"Nona ........" Teriak Tina
" Ya aku disini " Teriak Aya melambai kan tangan Membuat Sam dan Ran membawa perahu dengan perlahan
" Biar kan hanyut merapat lah kepinggir " Teriak Aya
" Ya nona " kata Sam lalu mencari tempat yang aman untuk merapat Dan setelah menemukan tempat yang landai Sam dan Ran pun menarik perahu diatas bebatuan .Agar perahu karet mereka tak hanyut di bawa arus
Tina bergegas mendekati Aya Yang berusaha mengangkat tas nya yang basah dan berat
"Nona.... baik baik saja " kata Tina
" Ya Tin, cuma tas nya sedikit berat karna basah Biar aku keluar kan dulu untuk di jemur " kata Aya yang lalu mengelar pakaian basahnya di atas bebatuan
" Nona baik baik saja " kata Ran yang datang bersama Sam .
" Ya kalian bisa melanjutkan perjalanan Biar kami disini sam . Mungkin akan ada desa di dekat sini " kata Aya
'" Ya nona kita istirahat dulu Ran kau tunggu disini Aku akan melihat keatas dulu Aku ingin memastikan apa ada desa di sekitar sini atau tidak " kata Sam melihat sekeliling nya
" Ya Sam hati hati " kata Ran Yang menuggu Aya dan Tina
Cukup lama mereka menunggu sambil makan roti Setelah itu Sam kembali sambil membawa tongkat bambu
" Ada rumah gubuk di ujung sana nona, tadi ketika saya kesana tak ada orang Tapi ada dua kepala keluarga yang tinggal disini Nona dan Tina bisa kesana nanti
" Apa ada orangnya " kata Ran
" Orangnya pergi ke ladang .Jadi gubuk terlihat sepi " kata Sam Sambil duduk di bawah pohon bambu untuk berteduh .
" Ya sudah biar nona dan Tina disini dulu . Tin bawa nona memeriksa gubuk disana ya . Setelah ini kami akan melihat dua desa berikutnya Karna sepertinya tak ada jejak tuan muda disini " kata Ran .
" Ya Ran " kata Tina
" Kalo tuan tak ada disana kami akan kembali kesini , mumpung belum sore Karna malam akan sulit medan nya " kata Sam
" Ya kalian hati hati " kata Aya yang duduk si bawah pohon bersandar sambil mengeringkan pakaian nya
Setelah istirahat sebentar Sam dan Ran pun pergi Dan Aya mulai melipat pakaian nya yang lumayan mengering Dan lalu merapikan nya ke dalam tas
__ADS_1
" Nona apa mereka ada disini , bagaimana kalo kita tak menemukan tuan dan Alan " kata Tina lirih
" Kita hanya berdoa saja " kata Aya Yang merapikan semuanya Dan memasukannya ke dalam tasnya Walau belum kering sepenuhnya Tapi lumayan bisa dipakai Lalu Aya mengambil bambu kecil untuk menjadi tingkat nya berjalan
" Ayo kita kesana .Akan lebih aman di gubuk " kata Aya
" Ya nona " kata Aya yang lalu melihat dua gubuk yang lumayan jauh Dan lalu mereka pun berjalan menuju rumah gubuk itu pelan pelan karna melewati banyak rumput ilalang
" Assalamualaikum ..... apa ada orang " teriak Aya .Namun tak ada sahutan .
" Assalamualaikum " kata Tina Mengintip gubuk tua itu Tapi tetap tak ada jawaban Dan Tina melihat dari celah lubang Tak ada orang di dalam nya
" Cari siapa nak ?" kata bapak tua Yang sedang mengangkat karung singkong
" Kami ingin numpang istirahat pa, tapi ngak ada orang nya " kata Tina
" Orangnya sudah lama pergi mba , kalo mau ke gubuk saya saja di sana paling ujung Tapi 2 kilo dari sini " kata bapak tua itu Yang sedang menunggu seseorang .
" Boleh pa , kami butuh tempat istirahat " kata Aya
" Ya boleh tapi maaf gubuk saya kecil itu putri saya Kalian bisa ikut tidur bersamanya " kata pria tua itu yang terlihat lelah membawa karung berat .
" Bapa membawa apa? " Kata Aya
" Singkong panen di kebun nak , Asih.....sini nak bawa kesini " kata pria itu duduk istirahat Yang membuat Aya dan Tina ikut duduk
" Mungkin sedang kesasar , kalian dari mana nak ? Kenapa bisa sampai disini " kata pria itu yang tak lain pa Mamat .
" Kami dari sungai yang disana pa, Kami sedang mencari teman kami .Apa ada pria yang hanyut atau terdampar di desa ini pa mba ?" kata Tina
" Ada tapi sebulan yang lalu mba mereka terluka " kata Asih
" Apa kalian teman nya . Tadi saya juga melihat dua pria naik perahu karet ke sungai bawah " kata Asih
" Ya ...kami sedang mencari mereka " kata Aya menatap Asih yang terlihat kehausan lalu Aya mengeluarkan air mineral dan memberikan nya pada Asih dan pa Mamat juga roti bekal mereka
" Ini pa pasti kalian lapar " kata Aya
" Trimakasih nak, apa kalian dari kota " kata pa mamat Yang langsung menerimanya dan melahap habis roti pemberian Aya .Begitu juga Asih Yang membuat Tina memberikan juga dua rotinya .
" Ya ....pa Ini tambah lagi " kata Tina
" Ya trimakasih " kata Asih senang Karna ia jarang sekali memakan roti Membuat Aya iba melihat pria tua dan gadis itu .
" Trimakasih nak, rotinya enak sekali kami jarang makan seperti ini " kata pa Mamat jujur .
__ADS_1
" Ya mungkin karna tak ada yang menjualnya disini pa " kata Tina
" Ya nak, karna jauh dari keramaian desa. Ayo kalo mau mampir Kalian bisa istirahat disana Tapi ya tadi gubuk kami kecil Dan hanya beralasan tikar " kata pa Mamat
" Ngak apa apa pa " kata Aya .
Lalu pa Mamat pun kembali mengangkat
Karung singkong nya Begitu juga Asih yang membawa daun singkong dan obat herbal dari ladang mereka
" Apa memang jauh mba , kalo mau ke kebun " kata Aya bicara pada Asih yang terlihat sebaya dengan nya
" Iya teh di sini jauh ladangnya Karna disini tanahnya kurang subur . Karna banyak bebatuan " kata Asih tersenyum pada Aya .
" Lalu kalo pulang kekota lewat mana ?" kata Aya .
" Lebih cepat mengikuti sungai mba Tapi keluar nya kearah pantai .Tapi akan lebih cepat dari pada lewat darat Kalo lewat atas di darat sana akan sulit Karna jalan nya tidak bagus " kata Asih menunjuk tebing tinggi
" Oh begitu apa kalian sering ke kota " kata Tina
" Jarang nak, setahun sekali pun belum tentu Karna memang kami sudah lama tinggal disini " kata pa Mamat
" Oh begitu " kata Tina sambil melihat Aya yang berjalan pelan.
" Masih satu kilo lagi mba. Jalan nya pelan saja " kata pa Mamat yang beristirahat Dan menaruh singkong nya untuk bernafas sebentar
" Apa tak punya anak laki laki pa, buat bantu bapa " kata Aya .
" Putri saya cuma ini nak, istri saja sudah meninggal 3 tahun yang lalu karna sakit . Bapa punya adik di desa bawah sana Dia punya dua putra Tapi mereka merantau kekota Belum kembali sampai sekarang " kata Pa Mamat bercerita .
" Oh begitu ya pa ?" kata Tina
" Apa Asih mau ikut kekota bersama kami Kerja di kota ?" tawar Aya Yang membuat Asih menatap pa Mamat
" Kalo Asih mau silakan Tapi apa bisa bekerja di kota ngak punya ijasah sekolah " kata pa Mamat kembali memikul karung singkong
" Jadi pelayan ngak perlu ijasah pa. Yang penting bisa memasak dan bersih bersih " kata Tina .
" Tapi kasihan bapa teh , kalo di tinggal sendiri ya kan pa " kata Asih
" Hehehe.....bapa ini sudah tua sih, kau juga perlu memikirkan dirimu , kalo kau ingin pergi bapa izinkan Biar tak slalu hidup di pelosok desa seperti ini " kata pa Mamat Karna ia juga kasihan pada Asih yang hidup tak punya masa depan .
" Bapa serius Asih boleh kekota " kata Asih senang .
" Ya ....." kata pa Mamat
__ADS_1
Yang membuat Asih tersenyum lalu memegang tangan Aya .
" Mba saya mau ikut , ngak apa apa jadi pelayan " kata Asih Yang sudah lama ingin pergi kekota .