
Besok pagi nya mami dan Aya bersiap siap Merapikan semua oleh oleh yang akan mereka bawa Karna Alea harus kuliah dulu Sebelum berangkat ke Yogya Dan si kembar sangat senang Mereka akan pergi liburan Dan jalan jalan Tapi hari ini Aya masih harus kuliah Karna tak ingin ketinggalan mata pelajaran kuliahnya
" Ay .......tunggu " Teriak Anya mengejar Aya yang ke kelas
" Ada apa " kata Aya yang menoleh Melihat Anya menghampirinya
" Bisa pinjam uang ngak Ay, nyokap gue lagi sakit. Nanti kalo gue gajian gue cicil deh " Kata Anya jujur Karna ia berkerja paro waktu di butik cabang Aya Yang kebetulan tak jauh dari rumahnya
" Berapa ?" kata Aya menatap Anya
" Dua juta " Kata Anya gugup Karna tak enak pada Aya yang sudah sering membantunya
" Nanti jam pulang gimana.Karna aku ngak bawa uang cash " Kata Aya
" Ya ngak apa apa " kata Anya Yang lalu berjalan di sebelah Aya
" Emang bokap lho belum pulang An ?" kata Aya
" Bokap gue selingkuh Ay, makanya nyokap gue jatuh sakit Kami ngontrak sekarang Ay, makanya waktu itu gue minta lho carikan gue kerjaan " Kata Anya yang tak enak bercerita pada Aya Namun ia tak punya pilihan .Karna hanya Aya yang perduli pada nya
" Lalu rumah kalian ?" kata Aya melirik Anya
" Bokap mengadaikan nya , karna terlilit hutang pada bosnya . Tadinya bokap menyuruh gue menikah dengan bosnya . Tapi gue ngak mau Karna bos bokap gue saja sudah punya istri simpanan lain " kata Anya
" Ya sabar ya An, mungkin ini ujian hidup lho " kata Anya yang lalu masuk kelas mereka Dan terlihat Gita sudah duduk manis di kursi nya
" Tumben kalian berdua bisa bareng " kata Gita
" Tadi ketemu di lorong, oh ya besok pada mau ikut nonton bazaar ngak " kata Anya
" Gue ngak An,besok gueau pulang ke Yogya " kata Aya
" Ikut Ay " kata Gita
" Ngak boleh, lain kali aja ngak muat mobilnya penuh " kata Aya tersenyum
" Ya payah lho Ay "Kata Gita
" Nonton bazaar aja Git sana gue , kan bete di rumah " kata Anya
" Bukan nya lho kerja An?" kata Aya
__ADS_1
" Iya sore Ay , nyokap gue sudah di temani kakak gue , jadi pagi bisa nonton bazaar sekalian gue nitip sama Arum " kata Anya
" Hah ...Arum ikut bazaar An" kata Gita
" Ikut jualan teh poci sama pop mie buat nyari tambahan Makanya gue nitip sama dia tuh salad buah" kata Anya
" Bagus lah, besok sama gue aja gue bantu kebetulan gue juga ngak punya kerjaan " kata Gita .Karna Aya memilih pulang ke kampung
" Lho benaran ngak mau lihat lihat Ay. seru lagi " Kata Gita melirik Aya
" Pengen tapi ngak bisa .Gue sudah janji pulang ke yogya nanti sore . Makanya kelar kuliah Gue langsung pulang Kalian saja ya. Salam buat anak anak " kata Aya santai
" Ya Ay, lho sibuk sih Ay, pasti ada saja jadwalnya yang ini lah itu lah " kata Gita Yang tak pernah bisa lama berkumpul dengan Aya .
Aya hanya tersenyum Karna memang ia tak pernah punya waktu banyak Untuk bisa berkumpul dengan teman teman nya Selain hanya kuliah Dan urusan penting Karna memang dia bukan wanita bebas seperti teman temannya. Namun Aya juga merasa tidak terbebani Karna itu sudah menjadi jalan hidupnya Karna mengeluh tak akan menyelesaikan masalah. Tapi ia harus bisa menjalaninya dengan iklas dan berlapang dada
" Iya Git, maka nya dia punya banyak uang ngak kaya kita . Time is money .Itu prinsip Aya Ya kan Ay " kata Anya
" Hehehe.......bisa saja lho An " kata Aya terkekeh
" Iya benar tuh Ay, sebenarnya gue juga mau nyari tambahan Tapi karna masih belum semester 7 ya sabar lah . Eh An bukan nya lho kerja paro waktu " kata Gita
" Emang jurusan apa An ?" kata Aya
" Akuntasi sih Ay, kemaren sih di bank tapi di lapangan nyari nasabah dia ngak mau bilang nya boros " kata Anya
" Nah lho kan bisa tanya Aya abangnya nya pengusaha " kata Gita
" Kalo di butik gue bisa bantu kalo di perusahaan itu bukan wewenang gue An" Kata Aya
" Emang ada Ay, boleh nanti gue bilang kakak gue" kata Anya
" Ya lihat nanti ,tapi gue ngak janji ya. Karna belum mesti ada " kata Aya
" Ya Ay, kan namanya juga usaha lamar sana sini Nanti yang keterima duluan di mana terserah kakak gue " Kata Anya
" Ya kudu gitu An, karna sekarang susah cari kerja" kata Gita
" Ya kan makin kesini persaingan makin ketat " kata Aya
" Iya lah , yang enak itu kalo sudah punya usaha sendiri Git " kata Anya yang bingung Apa akan lanjut kuliah atau tidak nantinya Karna sekarang ini saja ia bingung sejak sang Ayah mengadaikan rumah mereka .
__ADS_1
************
Disisi lain Ferdi sedang duduk di lobby hotel Setelah mereka meninjau anak perusahaan bersama Tris .
" Hai ...bisa saya duduk di sini ?" kata seorang wanita
" Maaf di sudah kami pesan " kata Ferdi yang tak ingin di ganggu.
" Ya sudah , saya permisi " kata wanita itu dengan wajah masam Karna tak bisa mendekati Ferdi Dan Ferdi hanya mengeleng
" Banyak sekali kursi kosong , kok cari alasan buat kesini " guman Ferdi sendiri
" Siapa bos ?" Kata Tris yang baru datang Lalu duduk di depan Ferdi
" Biasa nyari peluang pria nganggur buat kenalan " kata Ferdi
" Hahaha ..... Itu pasti bos Hanya nona Aya saja yang cuek pada mu bos Yang tak tertarik untuk kenalan dan cari nama " Kata Tris terkekeh
" Ya itu lah yang membuat ku jatuh cinta Karna dia tak ambil pusing dengan uang dan tahta .Dia sibuk dan fokus pada dunia nya saja " Kata Ferdi
" Itulah wanita cerdas bos, dia tak mengurusi kehidupan orang lain Bella saja dia jarang keluar Dan hanya fokus mengurus Tian Bahkan aku sudah menawarkan nya baby sister Tapi dia bilang Nanti aku bisa rugi biar uang nya buat beli gizi Tian saja ."Kata Tris
" Ya begitu juga Aya dulu lebih memilih Untuk mengasuh anak sendiri sebelum ia kuliah Karna ingin dekat dengan si kembar
" Kata Ferdi .
" Ya bos , ayo kita kembali Apa kita akan langsung ke kantor ?" kata Ferdi
" Kita makan siang dulu Tris Lalu ke kantor karna nanti sore Aya akan ke yogya bersama mami Jadi aku akan pulang sebelum mereka berangkat " Kata Ferdi berdiri merapikan pakaian nya .
" Apa tuan besar ikut " Kata Tris
" Ya Karna papi sekalian melihat hasil pekerjaan Reyhan " kata Ferdi
" Baguslah , ayo bos " Kata Tris Yang berdiri dari duduk nya
" Ya ayo " kata Ferdi yang beranjak dari tempat duduknya .
" Ferdi Tris ...."Panggil sebuah suara Yang membuat keduanya menoleh . Dan melihat seorang wanita mendekati mereka
" Siapa dia ?" kata Ferdi
__ADS_1