
Aya tak bisa berkata kata Ketika mami tersenyum memberinya slamat ketika mami hendak pulang .
" Slamat ya Ay mami bangga pada mu sayang " kata mami
" Ya mi " kata Aya
" Ya tante juga sama Disti dia memberi ucapan selamat untukmu Tapi dia duluan pulang Karna ada kerjaan kata nya Selamat ya semoga sukses " kata tante Tanti menjabat tangan Ara
" Ya tante teimakasih " kata Aya
" Ya sudah mami duluan pulang ya Ay Apa kamu masih mau menunggu teman teman Aya " kata Mami
" Ya mi , tadi mereka baru mau berunding " kata Aya Karna teman teman nya sedang membicarakan pembagian hadiah yang akan mereka bagi Dan Aya sudah menyerahkan nya pada pa Gery dan bu Cunda .
" Ya sudah kamu hati hati . Mami pulang dulu biar papi ngak nyari " Kata mami Risma mengusap bahu Aya
" Ya mi " Kata Aya tersenyum Lalu melambaikan tangannya pada mami Risma Lalu setelah itu Aya kembali berkumpul dengan teman teman nya Yang di awasi Ken dan Ran .
**************
Di kantor pusat Ferdi baru saja masuk ruangan Ketika Disti ikut masuk ruangan nya Yang membuat Ferdi kaget
" Maaf presdir dia memaksa masuk " Kata Wina berlari mengejar Disti
" Win biar kan saja Biar aku yang bicara " kata Ferdi Yang membuat Wina memandang Disti sinis Karna perempuan itu sudah seenak masuk tanpa izin
" Baik presdir " kata Wina
" Mau apa kesini " kata Ferdi menatap tajam Disti
" Aku hanya ingin bertemu dengan mu Fer .Aku hanya ingin mampir sebentar Dan melihat kantor mu " kata Disti
" Oh ya nona sekertaris bisa kah kau buatkan kami minum " Kata Disti Memerintah Wina Karna ingin mengerjai Ferdi
" Tidak perlu Win, kau kembali saja kemeja mu " Kata Ferdi duduk di kursinya
"' Ya ampun Fer , kau pelit sekali cuma membuatkan minum masa harus tamu membuatnya sendiri " dumel Disti
" Kau bukan tamu Dis, kau masuk kesini dengan paksa Jadi kalau kau mau minum silakan ke pantry sendiri Lagi pula untuk apa kau kesini Kalau hanya untuk mencari keributan " Kata Ferdi Kembali sibuk dengan berkasnya
" Astaga kau ini Fer terlalu kaku Ayo lah bersenang senanglah sedikit Dulu saja kau slalu royal dengan perempuan masa sekarang kau sibuk Harus nya kau bisa bersantai Karna kau seorang presdir " Kata Disti cemberut
" Oh ya di mana pantry nya " Kata Disti beranjak dari tempat duduk nya
" Keluar belok kanan " Kata Ferdi tanpa menoleh Dan Disti tersenyum Karna saat nya ia beraksi sendiri
" Aku ingin lihat seperti apa dirimu bila menjadi liar lagi Fer Pasti akan sangat menyenangkan " kata Disti membuat dua gelas kopi di pantry Lalu memasukan sesuatu di gelas bertutup biru .
__ADS_1
Lalu Disti membawanya ke ruangan Ferdi
Dan memberikan nya satu buat Ferdi
" Ini untuk mu " Kata Disti Yang meletak kan satu cangkir kopi untuk Ferdi di atas mejanya .
" Trimakasih "Kata Ferdi yang tak pernah mau minum buatan Atau pemberian orang lain Karna takut seperti apa Yang terjadi dengan yang sudah sudah
Disti lalu tersenyum sambil duduk manis di sofa Lalu menatap Ferdi Yang masih asyik dengan berkasnya Setelah selesai Ferdi pun mendekati Disti sambil membawa cangkirnya Lalu duduk di hadapan Disti
" Kau suka kopi ?" kata Ferdi
" Ya sedikit untuk membuang rasa kantuk " Kata Disti
" Bagus lah " kata Ferdi
Dan ketika mereka asyik ngobrol Pintu ruangan Ferdi terbuka Dan ada seseorang masuk Yang membuat Disti menoleh Dan Ferdi langsung menukar kopinya
" Hai apa aku menganggu " kata Bimo
" Tidak masuk lah " kata Ferdi yang menuang setengah kopinya ke tong sampah
" Ya bos, apa ada tamu ?" kata Bimo
" Apa kau lupa dia Disti pacar Erik " Kata Ferdi
" Kau.........?" kata Disti menyambut jabatan Bimo Mencoba mengingatnya Bimo Karna ia sedikit lupa
" Bimo " Kata Bimo Yang lalu duduk di sebelah Ferdi .
" Kau mau kopi " tawar Disti
" Ah trimakasih , maaf aku tak suka kopi "Kata Bimo Yang kapok karna tak ingin terjadi sesuatu lagi Karna tak ingin kejadian seperti ia dan Abel terulang Karna bila berurusan dengan Ferdi Pasti ada saja kejadian yang membuat kepala Bimo pusing
" Minum saja punya ku bila kau mau " kata Ferdi menyodorkan kopinya
" Oh no no , aku anti kopi " Kata Bimo menolak Sedangkan Disti mulai menyesap Kopi buatan nya sendiri
" Apa kau punya nomor Erik " Kata Bimo
" Ya kenapa?" kata Disti menatap Bimo
" Lama aku tak bertemu dengan nya Kirimkan saja ke nomor Ferdi nanti aku akan menghubunginya " Kata Bimo .
" Baik lah aku sudah lama putus dengan nya " Kata Disti mengirim nomor Erik kepada Ferdi
" What for ?" kata Ferdi bingung.
__ADS_1
" Kau hubungi saja buat jaga jaga Bila perlu kau suruh dia kesini " bisik Bimo
" Ok " kata Ferdi mengirim pesan pada nomor Erik yang ia dapatkan dari Disti
Cukup lama mereka ngobrol dan Disti pun meminum kopinya sampai habis Yang membuat tubuhnya terasa panas
" Ada apa dengan mu ?" kata Ferdi melihat Disti seperti kegerahan Dan mulai menggeliat seperti cacing kepanasan
" Ah cuma gerah sedikit " kata Disti bingung merasakan tubuhnya kepanasan
" Senjata makan tuan "Bisik Ferdi pada Bimo Yang menatap nya
" Ya kau slalu jadi incaran cepat suruh Erik kesini " bisik Bimo pelan
" Ok ...." kata Ferdi berdiri lalu berdiri .Dan menelpon Erik Karna Bimo seperti peka dengan apa yang terjadi
" Hai bro apa kabar Bisa kita bertemu sekarang ?" kata Ferdi
" Ya kebetulan sekali aku sedang di jalur dekat kantor mu . Apa ada yang penting bro " Kata Erik
" Sangat penting pasti kau sangat senang Cepat lah datang aku menunggu mu datang " Kata Ferdi
" Ya baik apa ada hadiah untuk ku " kata Erik terkekeh
" Kau akan lihat hadiah nya nanti Tapi pasti kan kau datang dalam 15 menit " Kata Ferdi Yang melihat Disti sudah merasa kepanasan Dan Bimo hanya diam menatap Disti .Karna tahu efek itu berasal dari obat perangsang
Tak lama Wina membuka pintu ruangan Ferdi Memberitahu ada tamu Dan Ferdi pun mengangguk Hingga Wina langsung menyuruhnya masuk .
" Erik ....." kata Bimo
" Lah Bimo kok kalian ....?" kata Erik Yang kaget melihat Disti
" Kenapa Disti ada disini " Kata Erik menatap Ferdi dan Bimo
" Itu hadiah untuk mu Ayo Bim kita keluar " kata Ferdi Yang pasti tak akan ada waktu untuk mengobrol .
" Eh apa maksudnya " kata Erik bingung
" Dia kekasih mu kan sejak lama Nah sekarang urus dia Biar kami bisa pulang Dan jangan lupa kunci pintu Bila kau tak ingin di tangkap satpam " kata Ferdi Yang lalu melangkah keluar bersama Bimo Yang mengikuti nya dari belakang Lalu menutup pintu Dan keduanya pun lega . Lama keduanya berdiri di depan pintu Sambil saling pandang Dan lalu pergi menjauhi ruangan Ferdi
" Astaga " Kata Erik Kaget melihat Disti mulai kepanasan Dan Erik pun lalu menepuk nepuk pipi Disti
" Erik " Kata Disti Yang masih mengenali Erik dengan tubuhnya Yang menggeliat lalu membuka semua pakaiannya Yang membuat Erik menelan salivanya .
" Kau kenapa ? " kata Erik
" Aku ....... Erik tolong aku " kata Disti Yang lalu memeluk Erik Dan mulai menciumi pria itu .
__ADS_1