Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 245


__ADS_3

Sedangkan di kamar Aya .Ferdi terbangun ketika ponselnya berdering


Kring.....kring... kring ....


" Bang ponsel abang " kata Aya Yang mengambil ponsel Ferdi Lalu memberikannya pada suaminya


" Sini sayang " kata Ferdi yang mengambil ponselnya dari Aya


Ferdi yang melihat nama Gustav cukup kaget Karna tak biasa nya asisten nya itu menelpon nya di waktu jam tidur


Apalagi Gustav tahu perbedaan waktu antara jerman dan jakarta


" Ya ada apa tav ?" kata Ferdi


" Heni kabur , ia pulang kejakarta " kata Gustav dari sebrang sana


" Hah ..... bagaimana bisa " kata Ferdi kaget .


" Ada orang yang membantunya Fer, Karna ia susah membayar sipir tahanan untuk bisa lolos " jelas Gustav


" Ok.....aku akan mengawasi nanti , jaga diri mu disana " kata Ferdi


" Baik bos , kau juga hati hati dia cukup berbahaya untuk nona Aya " kata Gustav khawatir


" Ya , tapi dia akan aman di rumah " kata Ferdi sambil melirik Aya yang kembali tertidur .


" Syukurlah , jaga nona baik baik ya bos . Slamat malam maaf menganggu " kata Gustav


" Ya slamat malam " kata Ferdi yang lalu meletakan ponselnya di bawah bantal dan lalu memeluk Aya dan menaruh kepalanya di caruk leher Aya .


Lalu kembali memejam kan matanya


Untuk tidur lagi sambil memeluk Aya .


***********


Pagi nya Ferdi sudah menemui Alan dan Tina di ruang tamu sebelum sarapan Yang tak biasa bagi Aya Karna suaminya itu terlihat serius .


" Ferdi mana Ay " kata mami . Ketika tak melihat putranya dikamar Karna biasanya Ferdi sudah bermain dengan si kembar.


" Di depan mi, tadi subuh ia sudah menelpon Alan .Seperti ada sesuatu yang penting mau dibahas " kata Aya


" Oh ya. ya mungkin saja masalah pekerjaan Biar kan saja . Hei..... ini sudah mandi belum ya " kata mami mencium si kembar bergantian .

__ADS_1


" Hehehe..........aaa......uuu ....." terdengar suara tawa keduanya karna geli. Yang membuat Aya tersenyum .Melihat Afnan memegang wajah sang oma .


" Hai......sayang wah sudah keduluan oma ya " kata Ferdi yang baru masuk kamar


" Ada apa Fer, tumben kamu sudah memanggil Alan kesini Apa ada yang penting " kata mami


Ferdi tidak menjawab Tapi melirik Aya sekilas .Lalu menatap mami nya


" Nanti Ferdi jelaskan mi, sekarang Ferdi mau peluk peluk dulu " kata Ferdi yang mendekati si kembar dan mengendong Afnan .Dan mami ikut mengendong Aska.


Yang membuat kedua bayi itu tersenyum Karna sudah rapi di mandikan Aya .


" Ya sudah Aya mandi dulu ya mi, titip Afnan dan Aska ya bang " kata Aya yang sudah menyiap kan pakaian suaminya


" Ya sayang " kata Ferdi yang memang sudah mandi sedari tadi Tapi ia masih memakai pakaian rumahan .


" Ada apa " kata mami penasaran


" Heni kabur dari penjara mi, Ferdi hanya takut ia sedang mengincar Aya Karna Gustav bilang ia pulang ke indonesia Dan ada orang yang menolong nya .Untuk meloloskan diri .


" Ya ampun , untuk Aya untuk sementara tak keluar dulu biar aman " kata mami Yang tak mau menantunya itu dalam bahaya di luar sana


" Ya mi, itulah sebabnya Ferdi memanggil Alan pagi ini bersama Tina untuk membahas itu " kata Ferdi


Ferdi pun terdiam .Dan mencium Afnan sambil tersenyum .Sambil memikirkan apa yang harus ia lakukan Karna mungkin tak masalah dengan dirinya


Tapi Aya akan jadi sasaran Heni Karna Ferdi tahu Heni terobsesi pada nya


Tak lama Aya membersihkan diri .Ia langsung memakai pakaiannya Lalu mengambil Aska dari mami


" Sini mi , biar Aya gendong " kata Aya


" Ngak apa apa Ay, biar sama mami ya sayang kan biar Kita panggil mba Wati dan Erni buat ketaman ya. ." kata mami bicara pada Aya dan Aska


Yang membuat Afnan dan Aska tersenyum . Tak lama mba Wati dan Erni pun datang . Setelah sarapan pagi Dan lalu mengambil si kembar untuk membawa mereka ketaman . Kegiatan rutin Afnan dan Aska yang sudah terbiasa mereka lakukan Yaitu melihat bunga dan kupu kupu di pagi hari


" Sini de, ayo ketaman biar mamah sama papi dulu siap siap ya ." kata mba Wati .


" Ya Wat , titip mereka dulu ya " kata Aya memperbaiki pakaian si kembar


" Iya nona " jawab Erni yang lalu mengambil Afnan dari Ferdi Dan Ferdi . Tak lupa mencium kedua buah hatinya itu sebelum pergi .


" Ya sudah sana, mami juga mau meladeni papimu dulu " kata mami Yang berniat memberi tahu kan tentang Heni .Yang kabur dari tahanan Karna tak mungkin wanita itu bisa lolos tanpa bantuan orang penting .

__ADS_1


" Ya mi " kata Aya


" Sudah jangan lupa sarapan ya Fer " kata mami menuju pintu keluar


" Ya mi siap " kata Ferdi Yang lalu memasang kemeja nya Dan Aya menyiap kan jas kerjanya juga dasinya


" Jangan pergi kemana mana ya sayang, Heni kabur dari tahanan " kata Ferdi


" Astaga kok bisa bang " kata Aya kaget


Menatap lekat wajah Ferdi


" Itulah makanya abang minta Aya tak kemana mana dulu .Wanita itu tergolong nekat Padahal abang sudah memberinya kesempatan untuk berubah Tapi ia tak mau .Aya tahukan Gustav pria yang baik .Wanita bodoh saja yang mau terobsesi pada pria lain Padahal suaminya baik dan tampan juga punya kedudukan penting . " kata Ferdi


" Mungkin dia stres bang , atau otaknya pernah kebentur Jadi ia tak bisa berpikir normal " kata Aya Yang tak mengerti dengan cara berpikir Heni . Padahal Gustav juga secara finansial sangat mapan dan punya banyak uang Karna ia asisten dan wakil Ferdi Tapi sepertinya rasa syukur nya tak ada sama sekali .Malah mencari sesuatu yang tak pasti Dan berharap pada impian kosong .


Di meja makan papi dan mami Ara dan Rio juga Tania dan Deril sedang asyik ngobrol sambil menunggu Ferdi dan Aya


Untuk sarapan bersama.


" Kok lama sih Fer , pasti minta jatah dulu ya " sindir Tania


" Aish kau ini kalo tak sabar makan saja lebih dulu .Kita lagi mau ngapain sah sah saja. Ketimbang lho tuh nikah lama ngak ngapain ngapain mana ada hasilnya " balas Ferdi


" Ck......iya .... ngaku kalah deh.... pasti ujung ujung masalah anak " decak Tania kesal sambil mencebik kan bibir nya


" Santai saja, ngak usah emosi kan Ferdi sengaja yang biar kita semangat membuatnya. Kita juga lagi usaha Nanti kita bikin kembar empat " kata Deril ikut bicara


" Yup itu pasti sayang " kata Tania


" Bagus lah buktikan , jangan hanya omongan ya " kata Ferdi menantang


" Hahaha..... kalian ini ayo berdoa kita sarapan .Nanti lagi berdebatnya " kata papi tertawa. Karna sudah terbiasa mendengar Ferdi dan Tania ribut. Dan aneh bila keduanya hanya cuek dan diam Karna sedari kecil memang seperti itu Tapi mereka tetap akur walau saling beradu ego dalam berdebat Sekalipun di meja makan Sedang kan Aya hanya tersenyum Sambil mengisi piring


" Abang mau Ayam ?" kata Aya yang mulai melayani Ferdi


" Ya ....Ay abang mau itu " kata Ferdi duduk menarik kursi .Sambil menujuk ayam goreng kremes .


" Ya bang , sayur nya yang mana " kata Aya Yang melihat tersedia banyak macam sayur .


" Oseng tempe hijau saja " kata Ferdi


Aya pun lalu mengisi piring Ferdi Dan menaruh piringnya di hadapan suaminya juga mengisi gelas Ferdi dengan air putih . Setelah itu ia pun mengisi piring nya sendiri Dan duduk di sebelah suaminya dengan tenang .

__ADS_1


__ADS_2