
Lalu setelah itu Aya membawa mereka masuk kedalam rumah untuk mandi Karna sudah menjelang magrib
" Nanti tante Ara mau datang .Pasti bawa banyak buah " kata Aya sambil memasang baju Afnan
" Au..... anyak mah ada isang uga nda " kata Aska Yang suka dengan pisang
" Ya pasti ada dong " kata Aya yang tahu pasti adiknya itu pasti akan membawa banyak oleh oleh untuk mereka .Apalagi bila mereka naik mobil .
" Atik ....akan enak ita ungu depan ya " kata Afnan
" Ya " kata Aya yang lalu menyisiri Aska Dan setelah selesai mereka menunggu di teras sambil bermain .
Di pondok kecil Ferdi sedang mengobati lukanya yang sudah mulai kering Dan tak bengkak lagi .Sambil menemani Alan Yang sedang duduk melihatnya
" Apa sudah mengering " kata Alan Yang melihat kaki Ferdi yang masih terlihat bengkak sedikit
"' Sedikit " jawab Ferdi
" Apa nona Aya akan menerimamu Fer bila melihat mu begini " goda Alan
" Sialan dia istriku , mau tidak mau di tetap menerimaku " kata Ferdi Yang membuat Alan tersenyum
" Kau sendiri tak bisa bangun Aku yakin Tina akan membuang mu " kata Ferdi membalas Alan
" Tak masalah, aku terima nasib saja. Aku juga ingin melihatnya bahagia Karna aku sudah tak berguna " kata Alan lirih
" Hei.... menangis lah kalo kau sedih Mungkin itu akan mengurangi rasa sedihnya Kita sekarang senasib Jadi ngak perlu malu " kata Ferdi
" Hahaha...... ya tapi kau masih beruntung bisa berdiri Aku seperti patung hidup " kata Alan terkekeh Yang sudah merasa putus asa Karna tak bisa bangun .
" Bersabarlah ..." kata Ferdi mengusap tangan Alan Yang mulai berkaca kaca
" Menangislah tidak perlu malu untuk menangis. Pria juga boleh menangis Bila mereka tak berdaya Karna tuhan sedang menguji kita " kata Ferdi ikut terisak Sambil menggenggam tangan Alan
" Hiks..... hiks...... aku tak menyesal kalo aku mati Fer , karna aku masih sempat menyenang kan mami dan papi juga Tina. Tapi kami belum bisa memberikan cucu buat mereka. Sedangkan kau. Kau lebih beruntung Meninggal kan dua jagoan mu untuk mereka Dan aku yakin mereka akan menjaga tuan besar nyonya dan nona Aya untuk mu " kata Alan menangis tersedu sedu Membuat pa Mamat yang baru datang bersama Asih kaget melihat dua pria itu menangis dan saling berpelukan .
" Ya Allah kasihan sekali mereka bah " kata Asih
" Ya kita miskin tapi masih bisa tersenyum Tapi mereka yang gagah terpuruk dalam penderitaan Semoga mereka bisa bersabar menerima ujian " kata pa Mamat Yang membawa ikan hasil jala nya masuk kedapur
" Ya bah " kata Asih yang membawa herbal dan obat untuk dua tamu mereka kedapur .
Malamnya Aya dan si kembar berada di ruang tamu bermain dengan Deril dan Tania Ketika mami Risma memberikan ponsel pada Tania .
" Nih ... Tan mamah mu " kata Mami
" Ya mah kenapa ?" kata Tania Saat menerima ponselnya
__ADS_1
" ..........."
" Ya Tania juga mau nunggu Ara mah , biarkan mbok yang menemani nya
" ........."
" Ya mah , Tapi Tania ingin dapat oleh oleh juga " kata Tania yang senang melihat Ara sudah datang
" Sudah ya mah ....Ara sudah datang " kata Tania mematikan ponselnya
" Astaga .....nih anak " kata mamah ji kesal Karna ponselnya di matikan Tania
" Tuh anak ya ,main ngak lihat jam Di suruh pulang malah ngak mau " omel mamah ji yang mondar mandir di ruang tengah membuat Naura memperhatikan gerak gerik sang mertua
" Kan Naura bisa tinggal sama mbok mah " kata Naura yang duduk di sebelah Reyhan
" Iya tapi kan paling tidak bisa gantian Biar si kembar bisa istirahat " Kata mamah ji bingung karna si kembar lah alasannya untuk bisa datang kesana .
" Rey antar mah gih , aku ngak apa apa kok dirumah aku bisa nonton di kamar " kata Naura
" Ya mah siap siap sana , Reyhan begini saja " kata Reyhan memakai celana . pendek dan baju rumahan .Yang terkesan santai .
Sedangkan di dapur belakang Tania sedang memilah milah buah bersama si kembar Karna Ara membawa banyak pisang kepok dan pisang ambon Alpukat dan juga jambul kristal . Semangka dan melon juga ada buah salak Yang membuat semua orang senang
" Wah ada pete juga .ra aku mau mangut nya ya sama rica rica bi.... Tolong bungkus buat dirumah " kata Tania
" Ya non " kata bi Yam
" Hadeh ....daun muda lumayan juga Pantasan ngak sabar mau kesini " kata Deril yang tadi mendapat pesan dari Reyhan Biar membawa Tania pulang Agar bisa mengawasi Naura bila Reyhan bertemu Ratih
" Iya lah bang , makanya kak Rey nyuruh mamah telpon Tania " kata Tania sambil mengusap perutnya Yang sambil makan buah pisang ambon .
" Sudah sana pulang kasihan kepalanya pusing mau lihat istri nya .Besok kan bisa kesini lagi " kata papi .Yang asyik makan buah salak .
" Iya habis makan om " kata Tania yang mengisi piring untuk Deril Dan mereka duduk lesehan di dapur .
" Enak te,.....anyak uah nya " kata Aska senang yang memegang pisang dan buah jambu
" Iya ini buat Aska dan Afnan semua biar senang " kata Rio .Sedangkan Ara langsung membawa Ratih dan Nila kekamar atas Untuk melihat kamar tempat istirahat Ratih dan Nila
" Mantap pi luar biasa " kata mami menikmati makannya begitu juga papi Yang sangat senang Menikmati rica rica sambil duduk santai Makan bersama Aya dan mami .
Dan ketika mereka asyik berkumpul di dapur Mamah ji buru buru kedapur Karna mang Didin bilang semua ada di belakang
" Astaga ..... pantas di tunggu lama .
Apa harus menunggu makan dulu " Omel mamah ji Yang datang membawa buah dan roti Lalu memberikannya pada Aska dan Afnan
__ADS_1
" Ole ambah anyak " kata Afnan senang Yang langsung makan buah anggur .
" Mana menantu ku mba " kata mamah ji Mencari Ratih
" Di kamar atas de, Lagi diantar Ara untuk istirahat Rey ayo makan " kata Mami
" Iya tan nanti , biar mamah ketemu Ratih dulu " kata Reyhan
" Hahaha mi, dia ngak doyan makan kalo belum melihat istri mudanya " sindir papi pada Reyhan
" Iya temui diatas sana kak, paling lagi ganti baju " kata Tania
" Rey ... Kok muda banget sih masih abg juga " kata Deril
" Yah .... Itu sedapatnya saja ril, ketimbang bingung nyari yang bertingkah " kata Reyhan yang lalu pergi dari dapur
" Ayo mah " kata Reyhan menarik tangan mamah yang ingin makan
" Eh.... Kok sekarang kan kamu bisa sendiri Rey ." kata mamah
" Biar dia tahu mamah mertuanya " kata Reyhan
" Hahaha...... anak mu ngak sabar ji biar setelah ketemu bisa indehoy " sindir mami tertawa .Yang membuat yang lain ikut tergelak
Tapi Reyhan tak perduli dan cuek saja karna ia rindu dengan Ratih .Lalu naik kelantai dua untuk mencari Ratih di kamar Dan bersamaan Ara Ratih dan Nila yang keluar dari kamar .
" Bang Reyhan " kata Ratih kaget
" De .... Ini mamah abang , mah ini Ratih " kata Reyhan memperkenalkan Ratih pada mamah ji
" Masya allah ... sini nak " kata mamah ji Tersenyum karna Ratih lumayan cantik Dan Ratih langsung menyalami mertua nya itu Begitu juga Ara dan Nila .
" Rat.... Kita turun duluan ya ,tante bang " kata Ara pamit ingin turun kebawah
" Ya ..... " kata Rat dan Ratih pun membawa mereka duduk di kamar
" Berapa umur mu nak " kata mamah ji tersenyum
" 16 tahun mah...., maaf bila ...." kata Ratih menggantung Karna mamah ji menaruh tangan nya di mulut Ratih
" Shut..... ngak apa apa " kata mamah ji Sambil melirik Reyhan
" Ratih baik baik saja kan , kata nya masih sekolah " kata mamah ji menatap lekat gadis hitam manis itu
" Ya mah......Ratih masih kelas satu " kata Ratih tertunduk Karna takut mertuanya itu belum tahu statusnya
" Ngak apa apa , tapi kamu harus sabar ya nak , Ya sudah mamah kebawah dulu Kalian bisa ngobrol " kata mamah ji Yang melihat Reyhan gelisah .
__ADS_1
" Ya mah " kata Ratih .
" Rey mamah kebawah dulu ya " kata mamah keluar dari kamar Lalu menutup pintunya Yang membuat Reyhan langsung menguncinya