
Sesampainya di rumah Rio mengendong Ara masuk ke kamarnya Dan lalu menyelimuti Ara Dan meminta yu Irah menemaninya Sedangkan Rio kembali kedepan ngobrol dengan ustad Afif Ustad Afif menjelaskan apa yang terjadi dengan Ara .Rio pun kaget dengan Apa yang terjadi dengan istrinya itu Dan tak percaya bila ada orang Yang ingin bermaksud jahat pada Ara .
" Ya Allah tega sekali orang itu " kata Rio kecewa mendengar istrinya di guna guna seseorang
" Ya nak, memang kita harus hati hati Namanya juga manusia kadang kita tidak tahu niat mereka apa " kata ustad Afif menatap Rio
" Ya ustad saya tahu , lalu saya harus bagaimana " kata Rio menatap ustad
" Banyak banyak lah berzikir dan mengingat Allah berikan air zam zam juga kurma untuk Ara dan makan 7 biji untuk menghindari sihir dan santet " kata ustad Afif
" Ya ustad trimakasih atas pertolongan nya , ayo ustad sekalian saya antar pulang .Saya juga mau membeli kurma dan air zam zam untuk Ara .Sebelum yu Irah pulang " kata Rio
" Monggo nak, itu lebih baik agar Ara cepat sembuh jangan lupa doakan air zam zam nya " kata ustad Afif
" Ya ustad mari " kata Rio mempersilakan ustad Afif lebih dulu
" Yu..... titip Ara dulu ya " kata Rio berteriak pada yu Irah
" Ya mas " kata Yu Irah keluar dari kamar .Mengantar Rio dan ustad kedepan pintu rumah
Lalu yu Irah kembali melihat Ara yang terbaring lemas di tempat tidur Tapi kini sudah agak baikan Karna Ara sudah bisa tersenyum .
" Oalah ndu ...ndu.... kok tega ada orang Yang mau jahat sama Ara " kata yu Irah ikut prihatin mendengar cerita ustad Afif
" Entah lah yu , Ara tidak tahu siapa orang itu. Tapi Ara yakin pasti suami ini Berkaitan dengan mas Rio " kata Ara yang merasa curiga pada Minah .
Karna terakhir ia bertemu Minah wanita itu terlihat marah padanya .Dan Ara merasa Minah dendam padanya Karna terlihat di mata Minah Minah sangat cemburu pada Ara Cemburu nya sangat berlebihan Apalagi sebagai teman di masa lalu Rio
" Sudah sekarang Ara istirahat , Ara banyak berdoa dan zikir ya ndu " kata yu Irah
" Ya yu " kata Ara tersenyum lalu memejamkan matanya sambil membaca surat surat pendek dan berzikir Walau Ara sibuk Tapi Ara tak pernah meninggal kan sholatnya Karna kakaknya slalu mengingatkan nya Agar senantiasa mengingat Allah .
*********
Disisi lain Minah pulang dengan wajah sumringah Apalagi ia yakin pasti Ara pasti sedang sakit sekarang Dan Minah ingin tahu reaksi keluargga Rio yang mendengar Ara sakit Bagaimana tanggapan mereka
" Dari mana Min " kata ibu
__ADS_1
" Dari rumah teman bu " kata Minah
" Apa kau senang keluyuran Tanpa mengurus suami mu " kata ibu menatap Minah penuh selidik
" Wong cuma main kok bu , kok ibu bingung sih kan Minah masih ingat pulang Lagian mas Reno baru pulang sore " kata Minah
" Terserah kamu ndu, tapi ingat Kau ini sudah punya suami Jangan bertingkah macam macam di luar sana Bikin malu ibu dan bapak mu " kata ibu .
" Iyo gerti " kata Minah Yang berlalu meninggalkan sang ibu . Lalu masuk kekamar nya
" Ih ibu curiga saja, astaga .... ah ngak mungkin .Mudah mudahan ibu ngak tahu aku kesana " kata Minah lalu masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri
*********
Di kantor pusat Ferdi baru saja selesai memimpin rapat Ketika seorang karyawan baru mendekatinya .
" Pa ini minumannya , apa rapatnya akan berlanjut lagi " kata seorang wanita berpenampilan seksi itu menyodorkan secangkir teh untuk Ferdi
" Tidak sudah selesai " kata Ferdi cuek
" O begitu , ya sudah saya permisi pa " kata wanita itu tersenyum manis Yang membuat Bimo membulatkan mulut nya pada Ferdi
" Apa menurut abang dia seksi dari kak Aya " kata Bimo sambil menatap Ferdi meminta jawaban
" Dia ......dia belum sebanding dengan Aya Dan Aya masih unggul diatas rata rata " kata Ferdi jujur dengan mimik serius
Yang membuat Bimo terkekeh Karna tahu Ferdi tak tertarik dengan sekertaris barunya itu
" Bagus lah , rupanya abang bukan pria pecundang " kata Bimo santai
" Astaga kau ini , mungkin kau yang pecundang Masa wanita seksi seperti itu kau pajang Bim " kata Ferdi menyindir
"Buat hiburan bang " kata Bimo terkekeh Karna ia sebenarnya juga tak berminat pada wanita seksi . Tapi karna sekertaris Ferdi menyodorkan Ambar sebagai asisten nya Mau tak mau Bimo tak bisa menolak
Sedangkan Ferdi menatap cangkir teh di mejanya Yang mengingat kan Ferdi pada waktu rapat malam itu Di hotel Yang membuat Ferdi sadar . Kalo ada obat perangsang Dalam minuman yang disuguhkan pada nya
" Kenapa ?" kata Bimo heran
__ADS_1
" Ini buat mu saja " kata Ferdi
" Aish kenapa ? baiklah tak masalah ." kata Bimo yang duduk santai Sedangkan Ferdi meminum air mineral yang masih bersegel . Karna kini ia harus berhati hati pada minuman buatan orang lain . Apalagi bila ada obat perangsang nya .
************
Disisi lain Kaifa duduk melamun. Sambil mengusap perut nya yang semakin besar Karna tak lama lagi ia akan melahirkan Dan kini ia sudah bisa melupakan Ferdi Apalagi setelah tahu Aya memberikan dua bayi kembar laki laki. Yang membuat Aya jelas berada di atas angin Karna keluargga Ferdi sangat menginginkan cucu laki laki penerus keluarga Ferdinan
" Pasti Aya sangat bahagia . Dia memikat hatinya Ferdi dengan kuat Dan sekarang ia menjadi ratu .Apalagi anaknya pewaris utama Yang tak bisa disangkal Dan jelas papi akan mempertahankan nya " batin Kaifa Yang tahu dulu papi Sandi minta cucu pertama laki laki Untuk penerusnya
" Mhem ...... sedang apa " kata Wandi
Yang duduk dekat Kaifa
" Hanya melihat taman " kata Kaifa tersenyum pada Wandi
" Apa sudah minum vitamin " kata Wandi merangkul Kaifa
" Sudah sayang " kata Kaifa yang lalu memeluk lengan Wandi Karna kini tak mungkin lagi bisa lari dari Wandi
Apalagi perusahaan papinya Sedang bermasalah. Dan tak ada alasan untuk pergi jauh Dan meninggalkan Wandi Karna bila ia melepaskan nya Pasti Kaifa benar benar tak akan bisa kembali lagi Karna Kaifa mendengar sendiri percakapan Wandi dan Yusuf . Kalau ia berkhianat Wandi akan menceraikan nya Seperti Yusuf yang kini menikah lagi
" Ya sudah ayo masuk , jangan terlalu lama di luar sudah senja " kata Wandi
" Ya sayang " kata Kaifa memegang erat tangan Wandi Lalu masuk kedalam rumah . Rumah baru yang di beli Wandi baru sebulan ini Agar Kaifa tak merasa kesepian . Karna di apartemen terlalu sempit dan tertutup Dan dirumah baru Wandi membangun taman kecil
untuk Kaifa Untuk hiburan Kaifa dikala sepi Dan Wandi juga tak lupa menyiapkan pembantu untuk Kaifa Agar Kaifa tidak terlalu lelah mengurus rumah mereka
" Apa mamah menelpon mu hari ini ." tanya Wandi
" Tidak karna papi sudah pulang
lebih cepat dari biasanya " kata Kaifa
" Syukurlah " kata Wandi yang sedikit tenang Karna mertuanya tak merepotkan Kaifa hari ini Karna biasa nya mamah Kaifa slalu minta ditemani .Walau di rumah ada pembantu Tapi mamah Kaifa butuh teman untuk bicara Dan ia slalu meminta Kaifa untuk datang biar ada teman ngobrol
Lalu keduanya pun duduk disofa sambil nonton film drama Yang membuat Kaifa sedikit terhibur Karna hari ini Wandi pulang cepat Dan Kaifa bisa menghabiskan waktunya bersama suaminya di rumah .
__ADS_1
**** Maaf telat up date karna author lagi repot sambil ngurus anak nyari sekolah .