Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 488


__ADS_3

Pesta malam itu sangat meriah Ferdi tak tangung tangung membuatnya Dan itu dibantu Anya dan Ken juga Via Teman teman Aya yang ingin membahagia Aya


" Wah .... bos mantap ini boleh di bungkus kan bos " Kata Alan yang berdiri dekat Ferdi


" Lakukan sesukamu lan, buat gizi si istri dan anak mu Tapi tunggu para tamu berkurang " Kata Ferdi santai


" Wah.. Kalo itu aku juga mau bos " kata Sam terkekeh


" Terserah kalian , semua sudah di bayar cash jadi habis kan saja tak masalah " Kata Ferdi santai


" Siap bos " Kata Sam Karna melihat Banyak makanan enak pesanan mami Yang membuat Sam dan Alan sayang Bila makanan itu di buang buang percuma Karna bisa di bawa pulang untuk keluarga dirumah


Sedangkan Gita Anya dan Arum sedang Asyik menikmati makanan nya di meja sambil ngobrol


" Heh..... Nanti pulangnya belakangan saja ya Tadi mami bilang kalo tamu sudah pulang makanan yang sisa bisa kita bungkus Tadi aku juga sudah bilang Nana " kata Gita pada Anya


" Ya siap Git , oh ya apa kalian jadi ke paris " Kata Anya


" Jadi An , kita akan sewa apartemen di sana bareng Aya .Agar suami kita bila kesana ngak perlu di hotel Dan lagi aman kan anak anak biar ada yang jaga juga " kata Gita


" Iya sih , apa si kembar akan ikut juga " Kata Arum


" Kalo untuk itu aku kurang tahu, Ya lihat saja nanti Rum " Kata Gita Karna memang Aya belum membahas tentang keberangkatan mereka Yang masih 5 bulan lagi .Karna Aya bilang ia harus bicara dulu pada suaminya


" Yah karier kalian tambah melejit dong Makin bersinar saja " kata Anya


" Lah kan lho juga kerja An, kenapa bingung cepat hamil biar rezeki lancar kan ada mamah di rumah " Kata Gita


" Pengen Git tapi kasihan mamah kalo rawat dua cucu, Mertua gue ngak ada jadi harus sabar gantian Kita juga lagi nabung biar ngak repot" kata Anya


" Iya benar tuh beb, gue juga mau kerja dulu Untuk masalah anak masih bisa di tunda " kata Arum


" Ya terserah kalian saja Kan gue cuma ngasih saran yuk nambah lagi " Kata Gita


" Ya boleh , tuh si bos lagi santai yuk samperin Tapi ambil makanan dulu baru kesana " Kata Gita yang melihat Aya ngobrol dengan mami


" Ya ayo " kata Arum dan Anya

__ADS_1


Sedangkan Ferdi dan anak anaknya Lagi bersama Rio dan Reyhan juga Bimo Mereka ingin ngobrol bersama Karna lama mereka tak bertatap muka Kana sekalian untuk bersilahturahmi .


Disisi lain Ara yang sudah selesai makan Langsung menuju meja Aya Ketika melihat Aya sedang ngobrol bersama mami


" Kak ...." kata Ara Menghampiri Aya dan mami Risma


" Hei sini sayang aduh cucu oma makin ndut aja ya " Kata mami yang mengelus pipi Arfa yang chubby.


" Alin mana kak ?" kata Ara


" Tuh sama mba Lina dia mau lihat lihat bunga kertas sini sayang sama bude makin tembem aja ni pipi ya banyak makam mentok dan lele ya " Kata Aya mencium Arfa


" Iya mami heran Ar, kok dia ngak rewel ya padahal perjalanannya jauh lho Biasa nya anak kecil menangis ra bila ngak nyaman " Kata Mami mencium pipi Arfa kiri kanan


" Arfa sudah biasa mi , kadang kita ngantar mbok kedesa buat nengok cucunya yang satu Dan kalo Arfa tahu dia langsung menangis ingin ikut Karna ngak mau di tinggal mbok Ya mau ngak mau terpaksa kita ikut kesana


Karna Arfa juga ingin melihat mas nya di desa " Kata Ara


" Ya dia pasti juga butuh teman ra, nanti kalo sudah setahun bikin lagi " kata mami


" Bikin sih gampang mi, jadinya belum tentu " Kata Ara terkekeh


" Iya lah mi , kak Aya biar nambah lagi tambah ade buat Alin " gods Ara pada Aya sambil tersenyum


" Mau nya gitu de, Tapi nanti dulu Biar kakak selesaikan kuliah dulu yang di paris Karna sayang bila ngak di ambil ya kan mi " Kata Aya melirik mami


" Ya " kata mami


" Jadi kak ke paris nya " kata Ara


" Harus ra, sayang kalo ngak diambil . Kalo S2 nya nanti Aya bisa ambil disini saja ngak masalah Apa Ara ngak pengen kuliah lagi nak " Kata mami menatap Ara


" Tahun depan mah, tapi ambil yang online biar ngak ribet " Kata Ara


" Itu bagus ra, sayang bila kamu ngak kuliah Kan bisa buat nambah nambah ilmu " Kata mami


" Ya mi" kata Ara .

__ADS_1


Tak lama Gita Anya dan Arum datang menghampiri meja mereka Dan ikut bergabung untuk ngobrol bersama Dan tak lama Ratih dan Nila juga Via dan Qila Yang ikut mendekati meja Aya Mumpung Aya tak lagi bersama Ferdi . Yang ingin mengada kan foto bareng bersama sesama teman dan sahabat mereka untuk kenang kenangan


" Wah ......sekali lagi biar seru , ayo yang lain juga "' kata mami


" Fotografernya mas sini kita mau foto foto lagi " Kata Anya


" Ya mba sebentar " kata fotografernya itu Yang memang lagi istirahat makan setelah tadi membuat foto keluarga Ferdi hanya tersenyum melihat istrinya itu jadi sasaran empuk teman temannya Namun sekaligus iri Kalo para sahabat Aya sangat baik Bahkan sudah seperti keluarga sendiri .


" Power Istri mu mengalahkan mu Fer" kata Gery


" Ya aku tahu, dia muda dan berbakat jadi tidak heran bila punya banyak teman Bahkan dosennya saja tertarik padanya " Sindir Ferdi


" Hahaha...... rupanya aku tak bisa bersembunyi dari seorang Ferdi Apa kau mengawasi ku " kata Gery tersenyum tipis


" Tidak, karna senjata makan tuan nya sendiri Jadi aku bisa duduk santai saja Tak perlu ribet " Kata Ferdi


" Hahaha...... rupanya seorang Ferdi cukup peka juga Apa dia sangat berharga bro


" Itu jelas bro dia lebih berharga dari harta dan kedudukan ku. Karna dia bu dari 3 anak anak ku " Kata Ferdi


" What .......!!! Kau bercanda bukan nya kau hanya punya satu putri " Kata Gery


" Siapa bilang ...lihat ...!!! Itu dua putraku " Kata Ferdi menunjuk Afnan dan Aska yang bermain dengan Tian dan Dave putra Alan


" Hah... kau bercanda kan Fer" Kata Gery tak percaya Kalau dua bocah tampan itu putra Ferdi


" Hahaha.......kau pikir aku membual Mau percaya atau tidak itu hak mu Ger . Tak penting bagiku Karna mereka memang anak anak kandung ku " Kata Ferdi Santai


Karna memang banyak orang yang tak percaya Kalo Ferdi sudah punya tiga orang anak Namun itu tak mempengaruhi pendapat para sahabat sahabat nya Karna fakta nya memang Afnan Aska dan Alina putra dan putrinya Yang jarang di ekpos Ferdi pada di depan umum untuk keamanan mereka sendiri Karna hanya orang terdekat dan keluarganya saja yang tahu kehidupan pribadinya .


Gery terdiam menatap dia bocah itu dan anak anak lain yang membuatnya iri ingin cepat menjadi seorang Ayah. .Dan untung Gita tak menunda kehamilannya saat itu yang membuat Gery tak sabar untuk melihat wajah bayinya .bersama Gita


" Apa kau bahagia bersama Gita " kata Ferdi


" Ya tentu, apa lagi kami sudah ingin jadi orang tua " Kata Gery


" Syukurlah semoga kau slalu bahagia jaga mereka dengan baik Karna mereka investasi dunia dan akherat mu " kata Ferdi tersenyum

__ADS_1


" Trimakasih saran nya " Kata Gery


__ADS_2